Liputan Rapat Evaluasi Bank Persepsi dan BO I serta Kegiatan Capacity Building KPPN Sragen
Sragen, djpbn.kemenkeu.go.id - KPPN Sragen menyelenggarakan kegiatan rapat koordinasi dengan bank/pos dengan tajuk evaluasi pelaksanaan layanan dan penilaian kinerja Bank/Pos Persepsi dan Bank Operasional I Mitra Kerja KPPN Sragen pada hari Sabtu sampai dengan Minggu tanggal 29-30 Juni 2013 di Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah. Kegiatan ini dirancang oleh Kepala Seksi Bank, Noorlina Hidayati sebagai upaya meningkatkan pelayanan Bank/Pos Persepsi dalam hal penerimaan negara serta pelayanan BO I mitra kerja KPPN Sragen dalam hal ketepatan dan kecepatan penyaluran dana kepada rekening bendahara satker di wilayah pembayaran KPPN Sragen.
Dalam kegiatan tersebut, KPPN Sragen memberikan penghargaan kepada Bank Persepsi dan Bank Operasional dengan layanan terbaik tahun 2013. Pemberian penghargaan tersebut didasarkan pada beberapa aspek penilaian antara lain untuk bank persepsi adalah ketersediaan loket khusus penerimaan negara, kuantitas petugas loket penerimaan negara dan ada tidaknya unit penerimaan lain di unit-unit pembantu cabang, sedangkan bagi BO I diantaranya adalah kecepatan pendebetan rekening RPK BUN, penyelesaian rekening retur, ketiadaan pembebanan biaya transfer atas SP2D, dan lain-lain. Disamping itu juga dilakukan monitoring langsung dipusat-pusat layanan bank persepsi mitra kerja KPPN Sragen serta pengisian quesioner oleh satuan kerja pengguna layanan bank persepsi. Partisipasi pengisian quesioner ini mencapai 70% dari seluruh satker diwilayah kerja KPPN Sragen.
Tepat pukul 10.15 WIB, rapat evaluasi dibuka oleh Setyarta selaku Kepala KPPN Sragen. Dalam sambutannya Kepala KPPN Sragen menyampaikan bahwa layanan bank persepsi dan bank opersional merupakan bagian dari pengabdian pada negara dan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sedangkan penghargaan yang akan diberikan kepada bank persepsi dan bank operasional diharapkan dapat menjadi penyemangat dan memberikan pelayanan kepada stakeholder KPPN Sragen. Kemudian dilanjutkan dengan sesi paparan evaluasi pelaksanaan layanan penerimaan negara dan penyaluran dana SP2D/SPT oleh Bank/Pos Mitra Kerja dan dilanjutkan dengan sesi pemaparan evaluasi pelaksanaan layanan penerimaan negara dan penyaluran dana SP2D/SPT, pemaparan mengenai kriteria penilaian serta pengumuman hasil penilaian pelaksanaan layanan Bank/Pos Persepsi dan BO I Mitra Kerja KPPN Sragen. Berdasarkan Keputusan Kepala KPPN Sragen Nomor KEP-336/WPB.14/KP.0430/2013 tanggal 25 Juni 2013 di tetapkan Bank Jawa Tengah Cabang Karanganyar sebagai Bank/Pos Persepsi Terbaik dan Bank BRI Cabang Sragen sebagai Bank Operasional I Terbaik. Acara diakhiri dengan penyerahan plakat penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kepala KPPN Sragen.
Di sore hari, acara dilanjutkan dengan kegiatan capacity building dengan tema “Membangun integritas, mengembangkan sinergi untuk profesionalisme dan pelayanan terbaik” . Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan dan menjaga semangat kerja dan kebersamaan dengan mengusung slogan Holobis Kuntul Baris yang artinya Bergerak bersama, bahu membahu untuk mencapai tujuan bersama. Konon slogan tersebut merupakan teriakan orang-orang terdahulu sebagai penyemangat kekompakan dalam bergotong royong.
Pada kegiatan ini, disamping diikuti oleh para pegawai juga diikuti oleh keluarga para pegawai. Dimana kegiatannya dibagi menjadi dua yaitu untuk pegawai yang terdiri dari sesi motivasi dan outbond. Sedangkan untuk keluarga mengikuti kegiatan fun game dan kunjungan ke kebun tanaman dan obat tradisional milik Balai Besar Penelitian dan Pengawasan Tanaman Obat Obat Tradisional (BPPTOOT) Tawangmangu.
Kegiatan Capacity Building ini dipandu oleh Trainer dari Bagian Pengembangan Pegawai Setditjen Perbendaharaan yaitu Novri Hendri Subara Tanjung dan Sugeng Wistriono. Pada sesi motivasi banyak disampaikan mengenai cara-cara memotivasi diri sendiri sehingga diharapkan para pegawai dapat bekerja dengan kinerja yang tinggi.
Keesokan harinya, kegiatan outbond yang di tunggu-tunggu pun dilaksanakan dengan mengambil lokasi di Taman Wisata Balekambang Tawangmangu. Sebelum memasuki permainan, sebagai pemanasan peserta diajak melakukan peregangan otot dan otak. Permainan yang dimainkan berupa permainan cari kawan, balap balon, sarong pass, glass on the sarong, pull rope, dan membalik alas.
Hikmah yang dapat dipetik dari beberapa permainan tersebut yakni kerjasama antar anggota tim, pemimpin yang bisa mengkomando dan kesabaran dalam mencapai tujuan. Seluruh permainan dapat berhasil dimainkan hingga pukul 10.30 WIB
Selesai kegiatan outbond, acara dilanjutkan dengan kegiatan keluarga peserta (gathering) dengan melaksanakan permainan-permainan keluarga. Suasana kegiatan sangat hangat dan penuh keakraban. Satu hal yang penting dalam mewujudkan implementasi nilai-nilai kementerian keuangan adalah keluarga, tanpa keluarga yang harmonis mustahil pegawai dapat bekerja secara optimal.
Oleh: Nasrudin n Suwignyo (Kontributor KPPN Sragen)











Selanjutnya, Kepala Seksi Verifikasi, Akuntansi dan Kepatuhan Internal, Jakson Sunario Panjaitan berkesempatan untuk menyampaikan materi. Dalam pengantar pemaparannya sebelum menyampaikan materi inti dijelaskan kembali bahwa masalah penanganan korupsi, gratifikasi, pungli bukanlah sesuatu yang baru bagi para pegawai khususnya bagi pegawai yang bertugas di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Sejak dilaunching sebagai kantor layanan unggulan, KPPN telah melaksanakan berbagai cara strategis dalam memberantas Korupsi, Gratifikasi dan sejenisnya. Dari segi Sumber daya manusia, Ditjen Perbendaharana telah melaksanakan assessment untuk memperoleh pelayan unggulan yang sepenuhnya mendukung keberhasilan reformasi birokrasi. Dari segi business proses dan kelembagaan, telah dilaksanakan pemberian layanan dengan Standar Operating Prosedur (SOP) yang jelas dengan konsep one stop service pada front office. Disamping hal tersebut di atas, berbagai sarana pendukung yang informatif seperti pamplet, brosur, janji layanan terus dipampangkan di daerah strategis baik di dalam maupun luar kantor dengan maksud untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada stakeholders. Berbagai usaha yang telah dilaksanakan tersebut tentunya tidak berhenti sampai di situ saja, namun tetap dilakukan berbagai pengendalian baik pengendalain internal maupun eksternal.
Dalam materinya, Santi memaparkan Perlunya mengembangkan secara terus-menerus Innovasi Layanan dengan contoh Perusahaan Teknologi yang terus mengembangkan produknya dengan tayangan video kehidupan masa depan. Service adalah layanan yang dengan ruang lingkup Internal dan Eksternal, Pelayanan kepada stakeholder maupun pelayanan internal dalam kantor (kepada Pegawai) harus mengedepankan pelayanan prima;
”Ingin naik derajatnya, bangkitkan energi positif yang ada,” ungkap Natsir Kadri, salah seorang ulama di Kota Samarinda. Caranya, lanjut beliau, optimalkan puasa ramadhan yang akan segera tiba. ”Karena puasa, mampu melejitkan energi positif setiap manusia. Menekan hawa nafsu (makan, minum dan birahi, red), maka yang muncul adalah energi untuk dekat dengan Tuhan YME,” papar beliau.
Acara yang dihelat di aula Kanwil Ditjen PBN ini merupakan kegiatan pembuka dari rangkaian kegiatan Ramadhan 1434 H di Lingkup Kanwil Ditjen PBN Provinsi Kalimantan Timur. Sore harinya dilangsungkan bekam massal untuk pejabat/pegawai Kanwil dan KPPN Samarinda. Selain itu, secara rutin dilaksanakan pembacaan Rhiyadus Shalihin menjelang doa pagi yang selama ini telah berjalan. terakhir, pejabat dan pegawai juga telah dijadwalkan untuk menyampaikan kuliah singkat setiap ba’da ashar secara bergantian. Semua dilakukan untuk mengoptimalkan bulan ramadhan sekaligus membangun energi positif seluruh pejabat dan pegawai.
Tidak hanya memberi pengarahan dalam bentuk tanya-jawab, Kepala Kanwil dan rombongan pun turun langsung membantu para pegawai KPPN mengatasi kesulitan atau gangguan yang ditemui. Pejabat dan staf dari Bagian Umum Kanwil turut membantu menyelesaikan masalah mesin handkey dan aplikasi Sistem Informasi Kehadiran (SIK) KPPN yang sempat rusak. Selain itu, mereka juga memberikan pendampingan bagi Subbag Umum KPPN dalam pelaporan keuangan instansi dan pelaporan pertanggungjawaban bendahara pengeluaran.
Seminar ini juga merupakan instrumen untuk mengimplementasikan nilai - nilai profesionalisme dari pengelola anggaran, dengan tujuan memberikan informasi kepada berbagai kalangan mengenai kebijakan fiskal dan ekonomi terkini; memberikan masukan terkait dengan kebijakan publik yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan yang besifat strategis, berdampak luas dan mempunyai kepentingan terhadap daerah; dan mengidentifikasikan masalah-masalah bidang ekonomi sesuai kondisi daerah; serta melakukan pertukaran informasi serta pengembangan sumber daya manusia di bidang keuangan.
Luky Alfirman dalam paparannya menyampaikan topik Perkembangan Perekonomian Terkini dan Outlook 2013 dengan Pokok Bahasan Perkembangan Ekonomi Global; Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Outlook 2013; Masalah Utama Saat Ini; Tantangan ke Depan; Subsidi BBM dan APBNP 2013. Adapun Harmawan Rubino Sugana memaparkan mengenai Pengelolaan PBB P2 oleh Pemda dengan Pokok Bahasan Seputar Pengalihan PBB P2; Tantangan dan Solusi Implementasi; Starategi Implementasi dan Target Pengembangan Implementasi. Sedangkan Nazalyus memaparkan tentang Potensi Ekonomi Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurutnya, terkait pelaksanaan anggaran, mulai tahun anggaran 2013 pengesahan DIPA dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Anggaran. Sedangkan Direktorat Jenderal Perbendaharaan lebih fokus pada monitoring dan evaluasi anggaran. Khusus Penyaluran APBN, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi kinerja para Kepala KPPN karena adanya sinergi dengan satker. Hal ini terbukti terdapat penurunan yang cukup signifikan dalam hal jumlah SPM pada bulan Desember 2012 yang berkurang 16% meskipun dengan pola penyerapan anggaran yang masih mengikuti pola seperti tahun-tahun sebelumnya yang masih bertumpuk pada akhir tahun anggaran, namun pada tahun anggaran 2012 sudah lebih baik dari tahun anggaran 2011.
Seminar dibuka oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov Maluku, Mattaro Nurdin Arta, sekaligus sebagai Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan. Dalam sambutannya ia menyampaikan, bahwa kegiatan seperti ini diperlukan sebagai media komunikasi antara Pemerintah Pusat (Kementerian Keuangan) dengan Pemerintah Daerah, Civitas Akademika, tokoh masyarakat, pemuka masyarakat untuk membicarakan bersama isu-isu penting yang tersirat ataupun tersurat dalam APBN serta arah kebijakan APBN dan pengaruhnya terhadap pengembangan ekonomi di Provinsi Maluku. 

