- Regional
- Dilihat: 1989
DI KOTA SEJUTA BUNGA, KANWIL DIY BERSINERGI MENYAMBUT AKHIR TAHUN ANGGARAN 2013.
Liputan Rakorwil II lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I Yogyakarta Tahun 2013
Yogyakarta, djpbn.kemenkeu.go.id -Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Rapat Koordinasi Wilayah yang kedua di tahun 2013, pada tanggal 22 s.d 24 November 2013, di The Oxalis Regency Hotel, Magelang. Rakorwil diikuti oleh seluruh pejabat eselon II, III dan IV lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta, KPPN Yogyakarta, KPPN Wonosari dan KPPN Wates. Rakor kali ini mengusung tema “Tingkatkan Sinergi dan Konsolidasi Untuk Sukseskan Akhir Tahun Anggaran 2013” dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta, Alfiah.
Dalam sambutannya, Alfiah mengharapkan agar rakorwil ini menjadi forum penyelesaian masalah dan menyamakan persepsi dan pemahaman dalam menghadapi akhir tahun anggaran khususnya antar KPPN di lingkup Kanwil DIY. Selepas pembukaan, ia memaparkan isu-isu strategis terkait hasil Rapimnas yang diselenggarakan bulan November 2013 di Jakarta. Poin penting yang disampaikan antara lain bahwa tahun 2014 akan menjadi tahun yang sangat krusial mengingat adanya Implementasi SPAN dan SAKTI, Operasional Kanwil dan KPPN baru, MPN G2, Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual dan Pembentukan Treasury Dealing Room (TDR). Hal ini menuntut kesiapan semua jajaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. DIY dalam menghadapi tantangan yang semakin berat.
Di hari kedua, Rakor menyajikan paparan para pejabat eselon III antara lain : Kepala Bagian Umum, Istu Wahudi yang menyoroti capaian kinerja masing-masing unit termasuk kinerja keuangan. Plt. Kepala Bidang PAPK, Budi Setiyono menyajikan evaluasi LKPP tahun 2012 dimana tahun ini Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. DIY sukses menyabet predikat juara I untuk LKPP Tingkat Kanwil dan KPPN Yogyakarta Juara I LKPP Tingkat KPPN Tipe A1 termasuk KPPN Wonosari dan Wates yang masuk jajaran 10 besar LKPP KPPN Tipe A2. Plt. Kepala Bidang PPA II dan Kabid SKKI, M.I. Sri Nuryati menyampaikan kinerja yang telah dilaksanakan terkait dengan fungsi pembinaan anggaran daerah di Tahun 2013, implementasi atas hasil penilaian tingkat kematangan penerapan manajemen risiko UPR Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIY dan hasil Supervisi KPPN Semester II 2013. Kepala Bidang PPA I, Niken Pudyastuti didampingi oleh Supervisor KPPN Yogyakarta, Subagio memaparkan materi Revisi DIPA dan Penyelesaian Pagu Minus.
Untuk penyampaian informasi terbaru seputar SPAN dan SAKTI, panitia menghadirkan Supervisor Kanwil, Gatot Prasetyo untuk memberikan pencerahan kepada peserta terkait materi yang diperoleh saat TOT SPAN dan SAKTI belum lama ini. Sedangkan paparan terakhir disampaikan oleh Kepala KPPN Yogyakarta, Edy Prayitno tentang Langkah-langkah dalam Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2013.
Secara maraton pada hari itu dibahas berbagai permasalahan yang diajukan oleh KPPN dalam pelaksanaan tugas selama ini dan tantangan menghadapi akhir tahun anggaran 2013. Tidak seperti rakor sebelumnya, dimana permasalahan dibahas dalam sidang komisi, pada rakor kali ini seluruh permasalahan tersebut langsung dibahas dalam sidang pleno yang diikuti oleh seluruh peserta sehingga semua peserta mendapatkan pemahaman yang sama. Menjelang maghrib, rakor secara resmi ditutup oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. DIY dan malam harinya diselengarakan acara ramah tamah.
Di hari ketiga diselenggarakan outbond guna mengasah kembali kemampuan sinergi, motivasi, kreatifitas, ketajaman fokus, problem solving dan leadership para peserta dengan harapan sekembalinya ke kantor masing-masing dalam keadaan segar dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi tantangan demi suksesnya akhir tahun anggaran 2013.
Oleh : Arief R - Kontributor Kanwil DIY











Kepala Kanwil Ditjen Pajak Provinsi Kalselteng, Mekar Satria Utama selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan, manyambut positif kegiatan rakor ini dan bahkan memberikan dukungan dan spirit luar biasa atas serangkaian kegiatan memperingati hari uang ke-67 yang antara lain diisi dengan upacara pengibaran bendera merah putih, donor darah, rapat koordinasi dan pada tanggal 16 November 2013 mendatang akan ditutup dengan kegiatan jalan sehat keluarga besar Kementerian Keuangan se Kalimantan Selatan.
Seusai acara pembukaan, rakor dilanjutkan dengan penyerahan Buku Kajian Fiskal Regional (KFR) Provinsi Aceh Semester I Tahun 2013 kepada para Kepala KPPN guna disampaikan kepada Pemerintah Daerah lingkup wilayah kerjanya.
Acara Rapat Koordinasi ditutup langsung oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh, yang dalam pidatonya mengharapkan hasil pemaparan, diskusi,dan kegiatan team building yang dilakukan selama Rakor dapat ditindaklanjuti guna mengupayakan tugas-tugas Kanwil dan KPPN, khususnya penyerapan anggaran yang lebih baik dan persiapan langkah-langkah akhir tahun anggaran 2013. Selanjutnya pada akhir arahan, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan para peserta Rakor II atas terselenggaranya rapat koordinasi ini dengan baik dan lancar.
Penerapan pola PK BLU sesuai PP Nomor 23 tahun 2005 dapat diartikan sebagai pengelolaan keuangan yang berorientasi pada kinerja melalui pemberian fleksibilitas dengan menonjolkan efisiensi, dan produktivitas, sehingga kualitas pelayanan publik semakin meningkat. Dengan model pengelolaan keuangan seperti ini, satuan kerja BLU dituntut untuk menjalankan tugas-tugasnya secara professional, cepat tanggap, dan ber-emphaty dalam menyediakan produk layanan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat melalui kreativitas dan inovasi yang tiada henti sebagaimana halnya peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Pada sesi II disampaikan materi mengenai PP 23 Tahun 2005 sebagaimana diubah dengan PP 74 Tahun 2012. Tarif BLU ditetapkan oleh Menteri Keuangan dalam bentuk Peraturan Menteri. Pada kesempatan tersebut disampaikan mengenai alur penetapan tarif BLU, tujuan dan prinsip dalam penetapan tarif, langkah-langkah penyusunan berupa usulan, bentuk, perhitungan, kebijakan dan analisa tarif, serta sistematika penulisannya. Konsep dalam tarif layanan, BLU dapat memungut biaya atas layanannya kepada masyarakat sebagai imbalan yang diberikan atas dasar perhitungan biaya per unit layanan atau hasil per investasi dana. Penetapan tarif merupakan landasan hukum dan transparansi Badan Layanan Umum dalam melakukan pungutan kepada masyarakat dalam rangka optimalisasi PNBP untuk peningkatan pengembangan mutu pelayanan dan memperluas akses/keterjangkauan pelayanan publik bagi masyarakat.
Pada sesi pertama acara sosialisasi Standar dan Sistem Akuntansi Pemerintahan dipaparkan gambaran umum Sistem Akuntansi Pemerintah oleh R. Wiwin Iswanti. Dalam kesempatan ini, ia menjelaskan tentang perjalanan sistem akuntansi pemerintahan dan penyusunan laporan keuangan yang berbasis pada sistem akuntansi pemerintah. Sesi berikutnya adalah pemaparan tentang IPSAP terbaru dari Kasi Dukungan Implementasi Standar Akuntansi Lingkup Pemerintah Pusat, Tio Novita. Ia menyampaikan materi IPSAP No.2 tentang Pengakuan Pendapatan yang Diterima RKUN/RKUD dan IPSAP No.3 tentang Pengakuan Penerimaan/Pengeluaran Pembiayaan yang Diterima/Dikeluarkan RKUN/ RKUD. Selain itu, Tio Novita memaparkan pula tentang bultek terbaru, yaitu Bultek SAP Nomor 11 tentang Akuntansi Aset Tidak Berwujud dan Bultek SAP Nomor 12 tentang Akuntansi Transaksi Dalam Mata Uang Asing.
Dialog selama 1 jam, yang dimulai pada pukul 09.00 WITA tersebut membahas tentang Peringatan Hari Oeang ke-67 Tahun 2013, disertai isu-isu terkait pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan di Provinsi Gorontalo. Diskusi semakin menarik dengan adanya respon pertanyaan dari pendengar yang menanyakan berbagai hal kepada para nara sumber diantaranya terkait dengan proses pencairan dana, pertimbangan pemusnahan barang sitaan bea dan cukai serta pertanyaan terkait proses lelang aset negara. Atas pertanyaan tersebut, masing-masing nara sumber memberikan penjelasan secara komprehensip.
Menurut penyelenggara, kegiatan ini digelar mengejawantahkan nilai-nilai Kementerian Keuangan yang bertepatan dengan peringatan Hari Oeang ke-67 di Poso. Berbagai pihak menjalin tali silaturahim, menguji indurance yang sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari dari pagi hingga sore, sportivitas sebagai basic attitude yang dekat dengan integritas, serta asah strategi. Bukan untuk sekadar mendapat pengakuan sebagai sang juara, namun spirit memperjuangkan prestasi hingga tetes peluh terakhir itulah yang lebih bermakna. 

