- Regional
- Dilihat: 3492
Rakorda PPAKP Awal Kunci Sukses PPAKP 2014
Liputan Rakorda PPAKP Wilayah Penyelenggaraan Sumatera Selatan
Palembang, djpbn.kemenkeu.go.id – “Mari tingkatkan koordinasi dan komunikasi demi tercapainya kesuksesan PPAKP 2014,” kata-kata tersebut berulang kali disampaikan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan, Rina Robiati dalam sambutannya mengawali acara Rakorda Program Percepatan Akuntansi Keuangan Pemerintah (PPAKP) 2014, Senin (14/4) di Ruang Rapat Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel.
Acara Rakorda dihadiri oleh 37 peserta yang berasal dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel, Balai Diklat Keuangan (BDK) Palembang, KPPN Palembang, KPPN Baturaja, serta tim Sekretariat Ditjen Perbendaharaan. Seluruh pihak berdiskusi, bersinergi membentuk persepsi yang sama antar panitia penyelenggara sehingga membentuk standar yang sama pula terhadap pelaksanaan workshop baik di pusat maupun di daerah, “Kita disini berkumpul membentuk sinergi dan teamwork dalam kepanitiaan daerah guna membahas teknis pelaksanaan workshop PPAKP 2014, karena rakorda ini merupakan awal kunci sukses PPAKP 2014,” ucap Yuniarto Hadiwibowo, Kepala Balai Diklat Keuangan Palembang.
PPAKP merupakan program yang telah dijalankan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan sejak tahun 2007. PPAKP bertujuan untuk menjadikan pengelolaan keuangan negara yang lebih berkualitas dan akuntabel dengan cara mendidik dan melatih SDM di berbagai Kementerian dan Lembaga mengenai ilmu dan pengetahuan di bidang Perencanaan dan Penganggaran, Pelaksanaan Anggaran, Manajemen Kas, Manajemen Aset dan Akuntansi Pelaporan Keuangan. Dalam periode 2007-2013, PPAKP DJPBN berhasil memberikan pendidikan dan pelatihan kepada 30.531 orang peserta. Pada tahun 2014, kewenangan penyelenggaraan PPAKP dialihkan dari DJPBN kepada BPPK yang kemudian dilaksanakan oleh Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan.
Tahun 2014 merupakan tahun transisi dimana seluruh satuan kerja Kementerian/Lembaga perlu disiapkan untuk dapat mengimplementasikan akuntansi pemerintahan berbasis akrual. Atas arahan jajaran pimpinan di lingkungan Ditjen Perbendaharaan dan BPPK, serta untuk menanggapi tuntutan yang ada, PPAKP 2014 akan diarahkan untuk mendukung implementasi akuntansi pemerintahan berbasis akrual. Oleh karena itu, konsep PPAKP 2014 akan berbeda dengan konsep PPAKP tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, Ditjen Perbendaharaan menyelenggarakan training dalam bentuk diklat yang terbagi dalam kelas manajerial dan kelas reguler. Pada tahun 2014, Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan akan menyelenggarakan “Workshop Implementasi Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual dan Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA)” yang diperuntukkan bagi para operator pelaporan keuangan satuan kerja pemerintah pusat dengan target 8.659 peserta.
PPAKP 2014 direncanakan digelar pada awal juni hingga November 2014, perlu disiapkan tenaga pengajar yang handal untuk mencetak peserta yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan, “Untuk mempersiapkan kualitas dan kompetensi narasumber/pengajar, Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan akan menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Kapasitas Narasumber/Pengajar yang meliputi Training For Master Trainers (TMFT), Training of Trainers (TOT) dan Training of Trainers Penyegaran (ToT Penyegaran),” Ujar Joko Kisworo, Perwakilan Pusdiklat AP.
Pada akhir sambutannya, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan mengingatkan bahwa tahun 2014 merupakan tantangan bagi Ditjen Perbendaharaan karena menghadapi Acrual Basis Accounting dan Implementasi SPAN, “untuk menjembatani SPAN dan Acrual Basis Accounting, Ditjen Perbendaharaan akan meluncurkan Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) oleh karena itu dibutuhkan SDM yang berkompetensi tinggi” imbuh Rina Robiati.
Oleh : Muksin – Kontributor Kanwil Ditjen perbendaharaan Provinsi Sumsel dan Imam Saroni – Setditjen Perbendaharaan











“Dalam pelaksanaan Seminar Mini ini, Kanwil Bali diharapkan sebagai Pioneer diantara 33 Kanwil dalam mewujudkan organisasi yang dinamis dan berdasarkan riset. Kegiatan ini akan dilaksanakan rutin tiap bulan”, demikian disampaikan oleh Rizki T. Karipany dalam pembukaannya.
Seminar mini semakin hidup dengan beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh peserta, antara lain bagaimana korelasi antara belanja pemerintah dengan PDB dan kaitannya dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Agar efektif, sebagaimana dilakukan di negara maju, Spending Review diharapkan dilakukan pada organisasi Kementerian Keuangan yang melaksanakan fungsi perencanaan anggaran dan metodenya bisa bottom-up ataupun joint review dengan Kementerian/Lembaga. Disamping itu, belum maksimalnya Spending Review karena penganggaran masih fokus dengan input bukan output/outcomes dan base line pengeluaran belum diteliti lebih mendalam serta perlu adanya Strong Will dari Pemerintah dan DPR agar penghematan dari Spending review ini dapat digunakan untuk mendukung inisiatif program baru dan prioritas pembangunan pemerintah.
Rakor dengan pemda ini mengundang empat instansi penting pada pemerintah daerah, yaitu Sekretaris Daerah, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Inspektorat dan BAPPEDA. Hampir semua pucuk pimpinan keempat instansi dari pemda di seluruh Prov. Sulsel hadir kecuali ada beberapa yang berhalangan namun tetap mengirimkan wakilnya. Panelis yang memberikan materinya adalah Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan dengan materi Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan APBN. Narasumber dari BPK Provinsi Sulawesi Selatan dengan materi Pengelolaan Keuangan Daerah. Narasumber dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara dengan materi Peranan Bendahara Dalam Membantu Pembiayaan Pembangunan Daerah.
Setelah berjalan hampir 5 tahun hingga saat ini, pengelolaan administrasi belanja pegawai yang dikelola oleh masing-masing Satker pada K/L telah terlaksana dengan baik dan tertib serta didukung dengan penggunaan aplikasi yang sama dan seragam untuk seluruh Satker yaitu Aplikasi Gaji PNS Pusat (Aplikasi GPP). Sebagai tahap berikutnya, kini tiba gilirannya pengalihan pengelolaan administrasi belanja pegawai bagi seluruh Satker di lingkungan POLRI.
Pengalihan ini adalah sebuah komitmen bersama agar kedepan pengelolaan administrasi belanja pegawai POLRI di Lingkup Polda Riau akan lebih tertib, transparan dan akuntabel serta tepat sasaran. “Apabila dalam pelaksanaannya secara teknis masih terdapat kendala agar segera berkonsultasi dan tidak segan-segan meminta bimbingan dari KPPN mitra kerja masing-masing”, Kata Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau R.M. Wiwieng Handayaningsih.

