Liputan Kunjungan Kerja Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu ke Gubernur Provinsi Bengkulu
Bengkulu, djpbn.kemenkeu.go.id - Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu Niken Pudyastuti melakukan kunjungan kerja dengan mendatangi Gubernur Provinsi Bengkulu, Junaedi Hamsyah, Rabu (3/9). Niken Pudyastuti tiba di Rumah Dinas Gubernur Provinsi Bengkulu yang dahulu merupakan istana Gubernur Inggris Thomas Stamford Raffles. Kehadiran Niken disambut langsung oleh Junaedi Hamsyah.
Niken menyampaikan perkenalan sekaligus menyampaikan beberapa hal mengenai tugas dan fungsi Kanwil Ditjen Perbendaharaan yang antara lain penyusunan laporan Kajian Fiskal Regional (KFR) dan Government Financial Statistics (GFS). Niken melanjutkan, KFR dan GFS yang disusun oleh Kanwil Ditjen Perbedaharaan Provinsi Bengkulu merupakan konsolidasi data antara Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dengan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat, yang nantinya akan dipergunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam penyusunan APBN.
Dalam kesempatan tersebut jua, Niken mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang telah terjalin baik antara Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu dengan Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Hasil kerjasama tersebut diantaranya telah dibuat Memorandum of Under Standing (MoU) antara Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu dengan Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota. Di Provinsi Bengkulu terdapat 10 Kabupaten/Kota yaitu: Kota Bengkulu, Kab. Bengkulu Tengah, Kab. Bengkulu Utara, Kab. Bengkulu Selatan, Kab. Seluma, Kab. Kaur, Kab. Lebong, Kab. Rejang Lebong, Kab. Kepahiang dan Kab. Mukomuko. Kedepan ia berpesan agar kerjasama yang baik ini dapat terus terjalin mengingat data Laporan Keuangan Pemerintah Daerah sangat diperlukan dalam rangka penyusunan Government Financial Statistics (GFS).
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu juga mengucapkan selamat Kepada Gubernur Provinsi Bengkulu yang telah mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu Tahun 2013 oleh Badan Pemeriksa Keuangan.
Gubernur Provinsi Bengkulu, Junaedi Hamsyah juga mengucapkan terimakasih atas kunjungan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu. Beliau memberikan apresiasi atas layanan Ditjen Perbendaharaan baik Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu maupun Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara di wilayah Provinsi Bengkulu yang telah menerapkan penyelesaian Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) 1 jam dan tanpa biaya. Layanan ini yang menurut beliau akan diterapkan di lingkup Pemerintah Provinsi Bengkulu. Beliau juga menyampaikan kesiapannya dalam mendukung kerjasama dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu berupa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.
Oleh : Wahyu Purnomo ~ Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu











Dalam kesempatan yang sama, Rina Robiati menyampaikan materi I dengan judul, “Peran Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan”. Rina menyampaikan perkembangan pelaksanaan tugas dan fungsi Kanwil Ditjen Perbendaharaan, sebelum dan pasca reorganisasi. Rina juga menjelaskan arah peran Kanwil Ditjen Perbendaharaan sebagai pengelola fiskal regional yang antara lain: menyusun Kajian Fiskal Regional (KFR) yang berisi analisis terkait keadaan fiskal wilayah berupa rasio ruang fiskal, rasio kemandirian daerah dan rasio dana transfer; Reviu Pelaksanaan Anggaran (RPA); dan Government Finance Statistics (GFS) yang bahan/datanya diperoleh dari Laporan Keuangan Pemda (APBD dan LKPD) selain dari institusi lain yaitu Badan Pusat Statistik (Berita Resmi Statistik) dan Bank Indonesia (Kajian Ekonomi Regional) serta tugas forum bersama yang antara lain monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran pusat/daerah dan inventarisasi permasalahan dan perumusan solusi terkait pelaksanaan pengelolaan keuangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rangka sebagai bahan masukan untuk pengambil keputusan dalam menentukan kebijakan fiskal daerah.
Pada sesi pertama, materi membahas tentang dasar dasar akuntansi dan akuntansi berbasis akrual oleh Kabid Pembinaan Aklap Kanwil Ditjen Provinsi Babel, Azwar. Dalam materinya ia menyampaikan “sebelum belajar tentang akrual, Bapak Ibu harus mengetahui dulu dasar-dasar akuntansinya, aplikasi hanyalah alat. Sehingga apapun aplikasi yang digunakan tidak masalah, yang penting mengetahui proses transaksi akuntansinya,” ujar Azwar. Sesi kedua disampaikan oleh Imam Hartawan sebagai Narasumber Aplikasi SiABAD (Sistem Akuntansi Berbasis Akrual Daerah) aplikasi ini merupakan tool sederhana berbantuan komputer yang dikembangkan oleh Tim Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Babel.
Pada acara yang dihadiri sivitas akademik FE UMRAH beserta segenap jajaran Kanwil DJPBN Kepri tersebut, Kepala Kanwil DJPBN Kepri dan Kepala Perwakilan BI selaku narasumber menyampaikan presentasi tentang keadaan ekonomi regional di Provinsi Kepulauan Riau. Selaras dengan tugas dan fungsi masing-masing instansi, fokus presentasi Kepala Perwakilan BI adalah perkembangan sektor moneter dimana inflasi di Provinsi Kepulauan Riau per Agustus 2014 sebesar 4,56% (yoy), sejalan dengan target inflasi BI. Sementara itu, presentasi Kepala Kanwil DJPBN Kepri berfokus pada sektor fiskal. Dalam paparannya, disampaikan bahwa dana APBN-APBD yang disalurkan di Kepri mencapai 16,8 Trilun, dan sampai dengan Semester I terdapat penerimaan sebesar Rp 5,07 triliun dan belanja yang disalurkan Rp 4,83 Triliun.
Acara ini merupakan pelaksanaan amanah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 169/PMK.01/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang menjadikan Kanwil Ditjen Perbendaharaan sebagai Penyelenggara Fungsi Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) yang merupakan pendelegasian kewenangan dari Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU.
prosedur dan serta penataan Sumber Daya Manusia. Setelah Sosialisasi menyeluruh mengenai tahapan pembentukan BLUD disusunlah target dan time schedule yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah selaku penanggungjawab tahapan-tahapan persiapan dan penyusunan ketentuan-ketentuan teknis pengelolaan BLUD di wilayah Kabupaten Sangihe.
Kepala KPPN Makassar II,Teddy, dalam sambutannya diawali dengan mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H mewakili segenap pimpinan dan seluruh jajaran KPPN Makassar II. Selanjutnya Kepala KPPN Makassar II menyampaikan apresiasi atas kinerja satuan kerja terkait target penyerapan anggaran semester I TA 2014 sebesar 40% yang ditetapkan pemerintah telah terlampaui yaitu dicapai 40.82%. Terkait dengan pelaksanaan kewajiban rekonsiliasi dan LPJ Bendahara secara keseluruhan telah dilaksanakan 100%. Prosentase terjadinya retur juga berada di dibawah 2% yaitu 1.43%. Kinerja satker ini secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi capaian kontrak kinerja KPPN Makassar II, yang mana dari 14 item Indikator Kinerja Utama (IKU) pada triwulan II/semester I TA. 2014 semua berstatus hijau (target tercapai).
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Sulawesi Selatan juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi terhadap seluruh pengelola keuangan satker atas kinerja yang telah dicapainya. Ucapan terima kasih juga disampaikan atas kontribusi satker di lingkup KPPN Makassar II yang merupakan salah satu objek kegiatan survey kepuasan pengguna layanan di tahun 2013. Dari hasil analisa survey tersebut Ditjen Perbendaharaan juga berhasil meraih indeks persepsi korupsi sebesar 0% (zero cost) yang artinya tidak ada biaya yang harus dikeluarkan oleh pengguna layanan saat mendapatkan layanan dari petugas KPPN. Terkait dengan pelaksanaan SPAN, beliau juga menyadari dan tidak bisa menghindari adanya permasalahan dalam proses SPM menjadi SP2D, mulai dari keterlambatan proses konversi ADK SPM, ADK kontrak/Suplier sehingga hal ini menyebabkan penumpukan petugas satker yang mengantri di loket FO KPPN. Dalam kesempatan tersebut Kepala Kanwil menyampaikan permohonan maaf dan mengharapkan pengertian dari para pemangku kepentingan dalam rangka menuju penyempurnaan proses bisnis SPAN. Mengakhiri sambutannya Kepala Kanwil berharap kedepannya agar kinerja yang telah diraih tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. 

