- Regional
- Dilihat: 2983
Semarak Hari Keuangan Dari Timur Borneo
Samarinda, djpbn.kemenkeu.go.id – Halaman Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur tampak seperti lautan manusia, Minggu pagi (26/10). Tua, muda dan anak-anak berbaur dalam suasana penuh keakraban dan keceriaan. Spanduk besar bertuliskan “Selamat Hari Oeang Ke-68” terpajang diatas panggung yang telah dihias dengan indah. Sesekali tampak beberapa peserta ber’selfie’ didepan panggung mengabadikan puncak perayaan hari keuangan Provinsi Kalimantan Timur yang dipusatkan di Kota Samarinda.
Tepat pukul 07.00 WITA, peserta tampak berjejal didepan gerbang. Sejenak setelah mendengarkan aba-aba, bendera diangkat sebagai tanda dimulainya perhelatan jalan sehat dalam rangka perayaan hari keuangan ke-68. Lebih dari 300 peserta yang berasal dari jajaran Kementerian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Taspen dan perbankan lingkup Provinsi Kalimantan Timur, sangat antusias mengikuti acara ini. Tampak pada barisan depan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur Ade Rohman beserta jajaran dan pejabat Kementerian Keuangan serta utusan dari perbankan dan lembaga terkait. Mengambil rute mengelilingi jalan sekitar, dalam tempo satu jam seluruh peserta sudah kembali ke halaman Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur.
Selanjutnya, acara diisi dengan pembagian doorprize yang telah disediakan panitia. Tampak wajah-wajah penuh harap bagi sebagian peserta saat pembawa acara menyebutkan satu persatu nomor undian. Puluhan hadiah yang disediakan panitia, menjadi pemanis kegiatan jalan sehat tersebut. Semua kembali kerumah dengan keceriaan dan tubuh yang lebih bugar. Bahkan anak-anak pun tampak begitu bahagia karena turut dihelat perlombaan anak-anak bagi peserta jalan sehat.
Prosesi perayaan Hari Keuangan ke-68 ditutup dengan upacara bendera pada Kamis (30/10) bertempat di halaman KPPN Samarinda. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur didaulat sebagai Pembina upacara. Dalam arahan yang dibacakan, Menteri Keuangan berpesan agar seluruh jajaran Kementerian Keuangan terus bersinergi menyukseskan program pemerintah dalam upaya peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat Indonesia. ”Dengan peringatan hari keuangan ke-68 ini, mari kita dukung program pemerintah dalam meningkatkan dan melakukan pemerataan kesejahteraan,” ungkap Ade Rohman.
Selain kegiatan jalan sehat dan upacara bendera, juga dihelat Pekan Olah Raga Kementerian Keuangan yang mempertandingkan Futsal, tenis lapangan, tenis meja dan bola volly. Sedangkan untuk kegiatan sosial, diselenggarakan donor darah jajaran Kementerian Keuangan bekerjasama dengan BPJS dan perbankan yang dipusatkan di Kantor Pelayanan Bea Cukai Samarinda. Dari Borneo Mengucapkan Selamat Hari Keuangan ke-68. Jayalah Selalu Indonesia!
Oleh: Panitia Hari Oeang RI Ke-68 Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Kaltim











Dalam sambutannya Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan, Alfiker Siringoringo, menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi seluruh jajaran Satbrimob Polda Sulsel yang telah menciptakan keamanan dan suasana kondusif di Sulawesi Selatan khususnya dalam proses Pemilu legislatif dan Pilpres beberapa waktu lalu. Beliau menegaskan suatu hal yang luar biasa kali ini diraih oleh Satbrimob Polda Sulsel, adalah karena mengingat disamping tugas yang berat tersebut, jajaran Satbrimob Polda Sulsel dengan wilayah kerja yang cukup luas meliputi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, ternyata tidak hanya baik dan mahir untuk mengangkat senjata, tetapi juga cakap dan tertib dalam mengelola Keuangan Negara yang menjadi tanggungjawabnya. Hal ini dibuktikan dengan capaian evaluasi kinerja Triwulan III, yang menempatkan Satbrimob Polda Sulsel sebagai Peringkat Pertama dari 236 satker pengelola DIPA TA. 2014 di lingkup KPPN Makassar II.
Sesuai dengan surat Sekretaris Ditjen perbendaharaan Nomor : S-4200/PB.1/2014 tanggal 3 Juli 2014 tentang Persiapan dan kick off pelaksanaan Tahapan Konsultasi Dalam Rangka Penerapan ISO 9001:2008 Sistem manajemen Mutu, KPPN Wates adalah salah satu KPPN yang ditunjuk sebagai piloting proyek berstandar Internasional yaitu ISO 9001:2008 Sistem Manajemen Mutu. Dari seluruh KPPN di Indonesia ada 4 (empat) KPPN yang ditetapkan sebagai piloting penerapan ISO 9001:2008 yaitu KPPN Malang, KPPN Semarang II, KPPN Makassar II, dan KPPN Wates.
Dalam kesempatan tersebut dijelaskan pula secara singkat dan padat beberapa hal yang bersinggungan dengan pengelolaan keuangan oleh pemerintah daerah. Para peserta rapat memperoleh informasi terkait alokasi anggaran yang ada (yang berasal dari anggaran belanja pemerintah pusat dan anggaran transfer ke daerah) setiap kabupaten/kota untuk Tahun Anggaran 2013 dan 2014 termasuk realisasi annggaran sampai dengan pertengahan September 2014. Dinformasikan bahwa sampai dengan pertengahan September 2014 masih terdapat beberapa satker yang belum ada realisasi anggarannya (nihil). Sakop juga memperkenalkan kepada seluruh peserta rapat koordinasi mengenai Aplikasi SiABAD (Sistem Aplikasi Berbasis Akrual Daerah). Aplikasi yang dirancang oleh pegawai Kanwil DJPB Provinsi Bangka Belitung bersifat user friendly (mudah penggunaannya). Aplikasi SiABAD ini telah diperkenalkan pada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bangka di Sungai Liat. Aplikasi ini sangat membantu pemerintah daerah khususnya DPPKAD (selaku Bendahara Umum Daerah) dalam penyusunan Laporan Keuagan Pemerintah Daerah (LKPD) berbasis akrual yang pelaksanaannya mulai 1 Januari 2015.
Adapun materi Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Tatacara Penyusutan Aset dipilh karena jumlah pemerintah daerah di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah yang mendapatkan opini WTP atas Laporan Keuangan tahun 2013 hanya empat. Jumlah tersebut menurun karena tahun sebelumnya jumlah pemerintah daerah yang mendapat opini WTP dari BPK sebanyak sembilan pemerintah daerah. Penurunan opini dari WTP menjadi WDP pada beberapa pemerintah daerah ini disebabkan antara lain berkaitan dengan pengelolaan aset. 

