- Regional
- Dilihat: 3048
KPPN SAUMLAKI BERSAMA SATKER POLRES MTB BERHASIL MELAKSANAKAN SERAH TERIMA PENGALIHAN PENGELOLAAN ADMINISTRASI BELANJA PEGAWAI POLRI
Liputan Acara Serah Terima Pengalihan Pengelolaan Administrasi Belanja Pegawai Polri dari KPPN Saumlaki Kepada Satker Polres MTB
Saumlaki, djpbn.kemenkeu.go.id - Dalam rangka percepatan pengalihan pengelolaan administrasi belanja pegawai Polri sesuai dengan Perdirjen Perbendaharaan No. 38/PB/2012 tentang Juknis Pengalihan Pengelolaan Administrasi Belanja Pegawai Polri/PNS Polri dari KPPN kepada Satker Polri.
KPPN Saumlaki menyelenggarakan acara Serah Terima Pengalihan Pengelolaan Administrasi Belanja Pegawai POLRI dari KPPN Saumlaki Kepada Satker Polres Maluku Tenggara Barat (MTB), Jumat (3/1), di Aula Gedung KPPN Saumlaki, yang dihadiri oleh Kapolres MTB, AKBP A.R. Tatuh beserta tim Bensat Polres MTB, dan seluruh pegawai KPPN Saumlaki.
Acara diawali dengan sambutan dari Kepala KPPN Saumlaki, Yohanis Mendila. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polres MTB khususnya tim Bensat yang telah bekerja sama dan bekerja keras bersama seksi PDMS KPPN Saumlaki sehingga berhasil menyelesaiakan semua tahapan proses persiapan pengalihan pengelolaan administrasi belanja pegawai Polri. Ia juga menyampaikan bahwa Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku, Mattaro Nurdin Arta mengucapan selamat dan appresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolres Maluku Tenggara Barat dan Kepala KPPN Saumlaki yang telah berhasil melaksanakan serah terima pengalihan pengelolaan administrasi belanja pegawai Polri di lingkungan Polres Maluku Tenggara barat.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Maluku Tenggara Barat, AKBP A.R. Tatuh mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama yang telah terjalin dengan baik dan harmonis antara tim Bensat Polres MTB dengan Seksi PDMS KPPN Saumlaki sehingga semua tahapan proses pengalihan pengelolaan administrasi belanja pegawai Polri dapat diselesaikan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga memberikan appresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan Polres MTB bersama KPPN Saumlaki dalam menyelesaikan Pengalihan Pengelolaan administrasi belanja pegawa Polri di MTB. Walaupun dengan sejumlah 17 Kepolisian Sektor yang tersebar pada pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan perairan Australia dan Timor Leste, tidak menyurutkan semangat dan kerja keras Polres MTB bersama KPPN Saumlaki untuk segera menyelesaikan proses pengalihan pengelolaan administrasi belanja pegawai Polri. Keberhasilan ini adalah Kado di awal tahun bagi Polri khususnya Polres MTB, ini akan menjadi pilot project di wilayah Polda Maluku karena Polres MTB adalah Satker Polri pertama yang berhasil menyelesaikan proses pengalihan pengelolaan administrasi belanja pegawai di wilayah Kepolisian Daerah Maluku, paparnya.
Acara selanjutnya adalah penyerahan secara simbolik dokumen pendukung kepegawaian dan dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Rekonsiliasi Kesesuaian database pegawai, Berita Acara Serah Terima Database dan Dokumen Pendukung Kepegawaian serta Kartu Pengawasan Belanja Pegawai Perorangan antara Kepala KPPN Saumlaki dengan Kapolres Maluku Tenggara Barat. Jumlah database Pegawai Polri/PNS Polri pada Polres MTB hasil rekonsiliasi adalah sebanyak 596 pegawai berikut dengan kelengkapan dosir pegawai dan karwas belanja pegawai perorangan.
Dalam kata penutupnya, Yohanis Mendila menyampaikan bahwa terhitung sejak ditandatanganinya berita acara serah terima ini, tanggung jawab formil dan materil atas pengelolaan administrasi belanja pegawai Polri beralih kepada Satker Polres MTB. Namun ia mengatakan KPPN Saumlaki tetap akan membantu/memberikan bimbingan dan konsultasi kepada Satker Polres MTB apabila di kemudian hari terdapat kendala/permasalahan berkaitan dengan Pengelolaan Administrasi Belanja Pegawai Polri.
Kontributor KPPN Saumlaki : Yofi Habibie Adnan











Selanjutnya Pardiharto juga menyampaikan beberapa langkah inovasi yang disiapkan untuk mendorong percepatan penyerapan anggaran khususnya yang bersumber dari APBN TA 2014, yang diantaranya berupa proses penelaahan RKA yang dilaksanakan secara on-line dan juga penetapan DIPA TA 2014 tanpa blokir.
Sedangkan terkait dengan pelaksanaan anggaran tahun 2013 Pak dhe Karwo menyampaikan bahwa rendahnya penyerapan belanja modal TA 2013 untuk Provinsi Jawa Timur lebih dikarenakan perilaku rekanan yang rata-rata mengeluarkan tagihan di akhir tahun anggaran berjalan, karena lebih memprioritaskan penggunaan pinjaman dari bank daripada menggunakan dana APBD. Kemudian koordinasi antara SKPD juga menjadi faktor penghambat penyerapan Dana Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan, maupun Urusan Bersama di Provinsi Jawa Timur. Lebih lanjut, Gubernur juga menghimbau agar setiap pengelola keuangan meningkatkan kualitas belanja dengan melakukan prioritasi belanja di sektor produktif (non konsumtif).
Penyerahan DIPA TA 2014 KPPN Bojonegoro kali ini mendapatkan dukungan dari pihak Pemerintah Daerah Kab. Bojonegoro dan berlokasi di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, Jalan P. Mas Tumapel nomor 1, Bojonegoro (23/12).
Tidak lupa pula Setyo Hartono menekankan pentingnya faktor kehati-hatian, ketelitian dan kecermatan. Setiap permasalahan atau hambatan hendaknya dikomunikasikan untuk dicarikan solusinya bersama-sama.
Sebagai penutup, Suyoto menyampaikan bahwa para pengelola keuangan khususnya pemegang DIPA harus merasa bersyukur telah mendapatkan amanah dan kepercayaan dari negara. Sudah sepatutnya kepercayaan itu dijaga demi kohormatan diri, bangsa dan negara dengan wujud nyata yaitu pelaksanaan pengelolaan keuangan negara yang transparan, efektif, efisien, akuntabel demi sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat.
Penyerahan DIPA dilakukan secara simbolis kepada satker yang mewakili unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera Utara dan beberapa satker berdasarkan pengguna dana DIPA. Berjajar menerima DIPA secara simbolis diantaranya Wakapolda Sumatera Utara, Danlantamal I Belawan, Pangkosek Hanudnas III, Dan Lanud, Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM, Kakanwil Kementerian Agama, Kepala Kejaksaan Tinggi ,Kepala Pengadilan Tinggi, Kepala Bappeda Provinsi, Ketua BPKP Provinsi, Rektor Unimed, Kepala KPPN Medan I dan Kepala KPPN Medan II.
Pertama, meningkatkan kapasitas para pengelola keuangan pada satker dalam menyusun rencana penarikan dana (disburshment plan) dan pelaksanaan seta pelaporan anggaran. Kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi bimbingan teknis kepada Satker di daerah dan pendampingan yang akan dilakukan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara di daerah. Kedua, menyempurnakan regulasi, khususnya terkait tata cara revisi anggaran tahun 2014 yang memberi kewenangan lebih besar kepada Kuasa Pengguna Anggaran dalam menyelesaikan revisi. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan oleh masing-masing Satker dan penyerapan anggaran pada tahun 2014 diharapkan dapat berjalan lebih baik dan merata.
“Pemanfaatan dana dalam DIPA tahun 2014 menjadi tanggungjawab sepenuhnya dari saudara-saudara sebagai pengguna anggaran. Oleh karena itu, saya minta saudara-saudara untuk memanfaatkan secara maksimal anggaran negara melalui program-program pembangunan yang saudara laksanakan, baik untuk pembangunan Infrastuktur; ketahanan pangan dan energi; transportasi publik; program perlindungan sosial, seperti Bantuan Operasional Sekolah, Bantuan Siswa Miskin, Program Keluarga Harapan, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri, Kredit Usaha Rakyat, dan Sistem Jaminan Sosial Nasional bidang kesehatan; maupun dalam menjaga pelaksanaan Pemilu tahun 2014 agar berjalan demokratis, lancar, aman, jujur, dan adil” lanjut beliau.
Pada tanggal 13 November 2013, bertempat di aula KPPN Balige telah dilaksanakan pembahasan dan penandatangan Memorandum Of Understanding (MOU) antara KPPN Balige dengan mitra kerja tentang “Loket Layanan Terpadu”.
Tepat pada tanggal 28 November 2013, BRI Balige telah memulai layanan ini dengan menempatkan petugas BRI pada loket layanan terpadu KPPN Balige. Sedangkan untuk jadwal layanan terpadu tahun 2013, khususnya pada bulan November dan Desember 2013 telah disusun sesuai kesepakatan KPPN Balige dengan mitra kerja.
Sesi selanjutnya adalah pemaparan oleh Kepala Bidang Pembinaan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, Azwar. Dalam paparannya Azwar menyampaikan bahwa pemerintah daerah (pemda) tidak perlu lagi mencari-cari atau juga membayar konsultan untuk menyusun LKPD karena sekarang sudah ada Kanwil Ditjen Perbendaharaan yang siap membantu pemda terkait laporan keuangan tanpa dipungut bayaran alias free. Untuk itu perlu peningkatan koordinasi dan komunikasi antar pemangku jabatan agar tujuan tersebut tercapai. Selanjutnya dipaparkan juga bahwa perlu dilakukan pertukaran data guna menunjang GFS yaitu data LKPD baik semesteran maupun tahunan. Disamping itu kanwil DJPBN juga memberikan data pagu dan realisasi dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan yang ada di Prov/kab/kota. Sesi ini diakhiri dengan tanya jawab terhadap kendala yang dihadapi Pemda serta temuan oleh BPK terhadap LKPD. Masing-masing pemda memberikan pertanyaan sehubungan dengan adanya temuan BPK yang rata-rata adalah terkait dengan aset yang pencatatannya belum wajar. Masih terdapat aset yang bernilai nol atau belum di nilai ataupun masih terdapat aset yang belum jelas akibat pelimpahan dari pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Disamping itu hampir sebagian besar pemda mengharapkan adanya petunjuk teknis terkait dengan pengelolaan dan pelaporan keuangan Badan Layanan Umum Daerah mengingat banyak pemda yang akan menjadikan RSUD yang ada didaerahnya menjadi BLUD. Selain itu, pemerintah daerah mengharapkan diadakannya sosialisasi laporan keuangan berbasis akrual terkait dengan implementasi laporan keuangan berbasis akrual yang akan laksanakan secara penuh pada tahun 2015. 

