- Regional
- Dilihat: 2673
KPPN Sumbawa Besar “Update” Status, Percontohan
Liputan soft launching KPPN Percontohan Sumbawa Besar
Sumbawa Besar, Perbendaharaa.go.id - Bertepatan dengan 47 Tahun hari Kesaktian Pancasila, geliat reformasi birokrasi di Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan ditegaskan kembali dengan dilaksanakannya Launching KPPN Percontohan Tahap VI. KPPN Sumbawa Besar mewakili tiga KPPN Percontohan dilingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Barat, mendapat kehormatan sebagai tempat untuk dilangsungkannya Launching KPPN Percontohan Tahap VI ini.
Dalam balutan kesederhanaan, acara dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Tepat pukul 10.00 WITA acara yang dihadiri oleh Assisten II Kab. Sumbawa, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. NTB, Para Kepala KPPN Lingkup Kanwil DJPBN Prov. NTB, Pimpinan Perbankan Mitra Kerja KPPN Sumbawa Besar, dan Para Kuasa Pengguna Anggaran wilayah pembayaran KPPN Sumbawa Besar dan diselenggarakan di halaman KPPN Sumbawa Besar secara resmi dibuka dengan diawali doa. Sebagai tuan rumah, Kepala KPPN Sumbawa Besar menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Ditjen Perbendaharaan atas terpilihnya Sumbawa Besar sebagai tempat untuk penyelenggaraan soft Launching KPPN Percontohan Lingkup Nusa Tenggara Barat ini.
“Tujuan utama reformasi birokrasi adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan public. Upaya perbaikan ini dilakukan secara sengaja (by design) dalam upaya memenuhi tuntutan kebutuhan yang berkembang, transparansi dan akuntabilitas,” kata Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov NTB, Alfiah.
“KPPN memang mempunyai sejarah kelam, namun reformasi birokrasi yang dijalankan oleh Ditjen Perbendaharaan telah mengubahnya. Pembentukan KPPN Percontohan yang terus bergulir hingga sekarang adalah bukti keseriusan reformasi tersebut,” sambungnya.
“Soft Launching ini bukanlah hanya merupakan kegiatan seremonial semata, melainkan titik awal yang me-refres¬h perubahan mindset kita ke arah yang lebih baik,” tegas orang nomor satu di Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB itu, “(Ini merupakan) tekad untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, tambahnya lagi.
Beliau juga berpesan kepada para stakeholders untuk kerjasamanya agar proses pelaksanaan dana APBN yang menjadi tanggung jawab masing-masing dapat dilaksanakan dengan prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi. Dalam penutupannya beliau menghimbau agar bersinergi dalam kebaikan dan ucapan terima kasih atas dukungannya selama ini.
Sebelum dilanjutkan dengan sambutan Bupati Kab. Sumbawa yang diwakili oleh Assisten II Kab. Sumbawa, acara diselingi dengan pemutaran film profil KPPN Mataram, KPPN Bima, KPPN Selong dan KPPN Sumbawa Besar.
Untuk diketahui bersama, bahwa upaya untuk melakukan reformasi birokrasi telah menjadi agenda pemerintah pusat sampai pemerintah daerah. Upaya tersebut tertuang dalam suatu grand design reformasi birokrasi yang berisi arah k
ebijakan reformasi birokrasi nasional untuk tahun 2010-2015, dengan tujuan agar arah reformasi birokrasi berjalan secara efektif dan efisien, konsisten, terintegrasi dan melembaga, serta berkelanjutan. Masih dalam kata sambutan, Assiten II berharap peran KPPN Sumbawa Besar sebagai pionir dalam mengawal penyerapan anggaran sekaligus sebagai pusat informasi APBN dapat lebih ditingkatkan. Terlebih keberadaan KPPN Sumbawa Besar selama ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat proses pencairan dana yang bersumber dari APBN. Mengakhiri sambutannya beliau berharap KPPN Sumbawa Besar dapat terus meningkatkan pelayanannya sehingga menjadi contoh bagi unit-unit kantor pelayanan pada instansi lain.
Sebagai samb
utan penutup, disampaikan testimoni atas pelayanan KPPN Sumbawa Besar selama menerapkan SOP KPPN Percontohan dalam hal ini diwakili oleh Kepala MAN 3 Sumbawa. Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas ketelitian, kecepatan, dan problem solver dari para petugas Front Office yang dirasakannya ketika berurusan dengan KPPN Sumbawa Besar.
Sebelum prosesi pengguntingan pita dilakukan, pengunjung disuguhkan penampilan kesenian tari daerah yang diperagakan oleh 4 siswi dari SMAN 1 Sumbawa. Pemotongan pita dilakukan oleh Assisten II didampingi oleh Ibu Kanwil. Kemudian dilanjutkan dengan demo layanan penerimaan SPM sampai dengan penerbitan SP2Dnya yang langsung dipandu oleh Kepala KPPN Sumbawa Besar.
Acara penutup berupa pemotongan tumpeng oleh Ibu Kanwil yang diserahkan kepada Assisten II dan dilanjutkan dengan acara makan bersama dengan para undangan.
Semoga Pancasila saktiku dengan kelima silanya yang kusinergikan dengan 5 nilai-nilai keuangan dapat mengawalku dalam memberikan pengabdian yang terbaik untuk ibu pertiwiku. Selamat berkarya, berinovasi dan berprestasi.
Oleh : Agus Iman Santosa dan tim – Kontributor KPPN Sumbawa Besar
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan











Pada hari pertama pembahasan masalah meliputi, masih lambatnya pengajuan usulan revisi DIPA berdasarkan Revisi DRA, sehingga validitas data pagu DIPA belum akurat. Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Tengah mengajukan usulan ke Direktorat Pelaksanaan Anggaran agar berkoordinasi dengan unit Eselon I K/L untuk percepatan pengiriman data RKAKL (ADK) ke Satker terkait. Kemudian terdapat usulan penetapan batas waktu perpanjangan pertanggungjawaban TUP dalam Perdirjen Perbendaharaan Nomor PER-11/PB/2011, usulan penyederhanaan pengisian check list dalam proses pencairan dana di Front Office, serta yang terakhir usulan untuk meniadakan verifikasi tanda tangan pada SPTB.
Memasuki acara yang pertama, Kasi Verifikasi dan Akuntansi Karli Mu’amal mengajak para tamu undangan untuk me-refresh kembali pengetahuannya tentang sitem akuntansi hibah. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembahasan mengenai penatausahaan SKPA yang disampaikan oleh Nike Christina Yuda. Meskipun besar kemungkinan pada tahun depan setelah adanya aplikasi SAKTI , SKPA akan dihapuskan, tetapi pembahasan ini dirasa penting untuk disampaikan mengingat masih adanya satuan kerja di wilayah bayar KPPN Batam yang mendapatkan SKPA. Sementara, pembahasan yang terakhir yakni materi tentang tata cara penyajian informasi akrual yang disampaikan oleh Hendra Gunawan.
Materi pelatihan disampaikan oleh Pemimpin Bidang Layanan PT. BNI (Persero) Cabang Ambon, Dionne E. Limmon. Kedatangan Dionne untuk memberikan gambaran teknik pelayanan prima dan praktek cara menerima stakeholder dan cara menerima telepon yang baik dan benar. Menurutnya, dalam melakukan pelayanan, para pegawai harus memperhatikan penampilan diri, pemilihan kata-kata yang baik serta sikap kita dalam melayani, papar Dionne. Ia menambahkan, bahwa para pegawai harus memiliki Key of Success dalam pelayanan adalah ”FRESH”, Friendly /ramah, Responsive / tanggap, Enthusiastic / antusias, Skillful / berpengetahuan dan Helpful / suka menolong.
Sosialisasi diadakan dalam 2 (dua) angkatan. Angkatan pertama jam 09.00 s.d. jam 12.00. Angkatan kedua pada jam 14.00 s.d. jam 17.00.
Pemateri kedua Kusnedi, Kasi Verak, menyampaikan Evaluasi Penyerapan Anggaran Data Satker Tahun Anggaran 2012. Dalam penyerapan anggaran, satker Polri mendapat apresiasi dari Kepala KPPN karena rata-rata sudah mencapai 75%. Sementara 80 satker penyerapannya masih di bawah 60%, dan 10 satker penyerapannya masih 0%. Sebagian satker yang masih 0% sudah melapor dengan alasan belum ditetapkan pejabat pengelola keuangan.
Pasukan Merah mewakili pegawai KPPN Cirebon yang menggunakan seragam berwarna merah, Sedangkan pasukan putih adalah pegawai KPPN Kuningan dengan seragam SPAN berwarna putih. Dalam sambutan pembukaannya, Kepala KPPN Kuningan Eriswan mengharapkan agar jajarannya mampu mengambil hikmah dari beberapa permaianan yang dilakukan. Menurutnya, berbagai hikmah dalam permaianan itu sangat berguna dalam meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan prima kepada Stakeholders.
usut menjadi membentuk sebuah lingkaran. Dalam permainan tersebut para pegawai KPPN diajarkan untuk tidak berjalan sendiri namun mengikuti arahan pimpinan sehingga masalah yang semula sangat rumit diselesaikan dapat segera terpecahkan dan hasilnya pun maksimal.
Setelah ishoma, acara dilanjutkan dengan pemaparan service excellent dari BNI Cabang Cirebon. Dalam sesi tersebut dijelaskan detail mengenai cara bersikap yang baik dalam melayani, seperti mengucapkan salam, menyapa, dan menanyakan keperluan. Dalam sesi ini seluruh petugas Front Office dari KPPN Kuningan dan KPPN Cirebon saling bergantian memperagakan sikap pelayanan yang baik. Dalam pemaparan tersebut diberikan pula doorprize kepada peserta yang paling baik melayani dan kuis yang diberikan oleh Kepala KPPN Kuningan dan KPPN Cirebon. Akhirnya tepat pukul 16.00 WIB acara ditutup setelah Ahmad Nizar, Kepala KPPN Cirebon memberikan game kecil bermakna kekompakan.
Pada rakorwil ini, masing-masing unit eselon III lingkup Kanwil menyampaikan expose progress report capaian kinerja pada semester I TA 2012 dan langkah-langkah strategis dalam mencapai target kinerja semester II TA 2012.
Selepas sarapan pagi rakorwil dilanjutkan dengan sidang komisi. Para peserta dibagi dalam dua komisi, yaitu Komisi I membahas topik “ Persiapan Pembentukan KPPN Percontohan Tahap VI” dan Komisi II “ Langkah strategis mewujudkan percepatan penyerapan anggaran 2012”. Sidang komisi berhasil merumuskan beberapa langkah strategis yang kemudian diformulasikan menjadi intisari hasil rapat koordinasi wilayah.
Kunjungan berikutnya ke Museum Benteng Vredeburg yang terletak berseberangan dengan Istana Presiden. Bekas benteng Belanda tersebut dibangun pertama kali oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1760 atas permintaan Belanda yang dipimpin Gubernur Wilayah Pantai Utara Jawa Nicolaas Harting. Maksud dibangunnya benteng tersebut dengan dalih untuk menjaga keamanan keraton dan sekitarnya akan tetapi dibalik itu sesungguhnya Belanda ingin mengontrol segala perkembangan yang terjadi di keraton. Sejak dibangun sampai dengan sekarang, Benteng Vredeburg telah beberapa kali mengalami perubahan status hingga pada tahun 1992 Benteng Vredeburg ditetapkan sebagai Museum Khusus Perjuangan Nasional dengan nama Museum Benteng Vredeburg. Selama satu jam lebih para peserta seakan berada di masa lampau melihat sejarah bangsa yang terukir dalam bermacam visualisasi dan diorama di museum ini. 

