- Regional
- Dilihat: 3089
Wakil Walikota Palopo Apresiasi Peran KPPN Palopo
Liputan Kunjungan Wakil Walikota Palopo di KPPN Palopo
Palopo, djpbn.kemenkeu.go.id - Wakil Walikota Palopo Rahmat Masri Bandaso, melakukan kunjungan yang pertama kali ke KPPN Palopo, Senin (22/10). Ia ingin menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada para pegawai Palopo, karena KPPN Palopo dianggap olehnya sebagai salah satu instansi yang berperan penting dalam kegiatan perekonomian di Kota Palopo.
”Terima kasih, realisasi penyerapan anggaran belanja negara di kota Palopo tidak lepas dari peran kantor ini. Secara grafik, realisasi penyerapan anggaran belanja negara yang terjadi di tahun lalu, menunjukkan grafik yang cukup baik, dan hal ini merupakan indikator kinerja yang baik”, ucap Wakil Walikota tersebut sebagai rasa terima kasihnya kepada KPPN Palopo.
Selain ucapan terima kasih yang dilontarkannya, Wakil Walikota Palopo tersebut juga memberi apresiasi atas penataan lay out Front Office yang cukup modern, didukung dengan pelayanan prima (service excellent). ”Pelayanan fisik dan non-fisik yang diterapkan kantor ini sudah sangat modern, ruang pimpinan juga demikian, dari ruangan front office ini tampak keadaan ruangan pimpinannya, beginilah kantor yang nyaman” lanjutnya. Ia juga menghampiri, salut dan bangga atas dedikasi salah satu pegawai yang sedang memakai tongkat akibat kecelakaan, tetapi tetap masuk kerja dan menanyakan keadaan pegawai tersebut.
“KPPN Palopo memberikan pelayanan dengan sistem pelayanan One Stop Service, misalnya pelayanan penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana berlangsung di front office, tidak dibolehkan berhubungan kepada petugas kami selain petugas front office, layanan yang kami berikan berdasarkan standar pelayanan yang telah ditetapkan kepada mitra kerja KPPN Palopo. Dengan pelayanan tersebut, Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada keluhan yang kami terima’’, demikian Saor Silitonga, kepala KPPN Palopo, mengawali sambutannya.
Kunjungan tersebut meski terkesan mendadak, namun tidak mengganggu pelayanan yang diberikan oleh KPPN Palopo kepada mitra kerja. Kepala KPPN Palopo juga menambahkan bahwa KPPN sebagai kuasa BUN di daerah, secara utuh berperan aktif, mendorong, dan memberikan kewenangan kepada KPA/ mitra kerja/ satker untuk melaksanaan tugas dan fungsinya dalam rangka penyerapan realisasi anggaran Belanja Negara sesuai dengan prinsip Let’s the manager manage.
Saor Silitonga juga mengingatkan kembali, ”Dalam rangka percepatan penyerapan anggaran belanja, Kementerian Keuangan telah menerapkan berbagai kebijakan agar tidak terjadi “bom SPM”, penumpukan SPM di tahun anggaran”, balas Saor, Kepala KPPN Palopo, ”Pada Triwulan III tahun 2012, realisasi penyerapan Anggaran Belanja oleh Satuan Kerja telah melampaui target realisasi yang telah dikontrakkan dalam Kontrak Kinerja Kemenkeu Three, kami punya kontrak kinerja atas hal itu”.
Setelah beramah tamah dengan para pegawai di ruang front offce, Kepala KPPN Palopo mengajak Wakil Walikota tersebut untuk berdiskusi di dalam ruangan kepala kantor sebagai wujud sinergitas Pemerinatah Pusat dengan Pemerintah Kota Palopo, perwujudan nilai “Sinergi”, Nilai-Nilai Kementerian Keuangan yang diterapkan oleh KPPN Palopo. Di dalam ruangan tersebut, Kepala KPPN Palopo didampingi oleh para kepala Seksi dan Kepala Subbag Umum, meyampaikan beberapa layanan yang diberikan KPPN Palopo. Wakil Walikota mengharapkan agar pelayanan yang diterapkan KPPN Palopo dapat dipertahankan dan berharap agar seluruh bentuk pelayanan yang diterapkan pemerintah Kota Palopo, khususnya Kantor Pelayanan, dapat menerapkan pelayanan seperti pelayanan yang diberikan oleh KPPN Palopo. Dirinya juga optimis bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Kota Palopo pada tahun 2013 mendapat predikat status Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
Oleh: Kontributo KPPN Palopo










Masalah yang selama ini menyebabkan penyerapan anggaran tidak sesuai dengan target antara lain sebagaimana hasil survey yang telah dilaksanakan terhadap 62 satker menunjukkan bahwa tingkat pemahaman satker terkait pelaksanaan anggaran sebesar 75%. Yang masih perlu mendapat perhatian adalah klasifikasi penyelesaian hak tagih yang hanya mencapai 55%, hal ini menunjukkan bahwa ketentuan dalam PMK Nomor : 170/PMK.05/2010 tentang Penyelesaian Tagihan Atas Beban
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Kalimantan Barat Teddy Rukmantara dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan khususnya Ditjen Perbendaharaan mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pelayanan publik. Hal ini ditandai dengan pembentukan KPPN Percontohan yang dibentuk secara bertahap sejak tahun 2007. Pada Tahun 2012 pembentukan KPPN Percontohan sampai pada tahap VI sehingga lengkap 176 KPPN di Indonesia saat ini berstatus sebagai KPPN Percontohan. Beliau juga meminta dukungan dan kerja sama kepada semua pihak yang hadir untuk ikut serta menjaga agar reformasi birokrasi di Ditjen Perbendaharaan selalu berjalan sukses dan lancar.
an agar kinerja KPPN Singkawang selama ini yang sudah baik agar dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Senada dengan sambutan awal pimpinan, siraman rohani yang disampaikan oleh Ustadz Malik juga memberikan nasehat kepada seluruh pegawai agar senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahuwata’ala atas perubahan status menjadi KPPN Percontohan. Selain itu, menurutnya harus diingat bahwa dengan status percontohan ini akan menambah amanah bagi semua pegawai karena pelayanan kantor harus senantiasa dijaga, ditingkatkan dan menjadi contoh teladan yang baik bagi satuan kerja atau pihak lain. Para pegawai harus dapat bekerja dengan hati, saling menghormati,menemukan solusi terbaik, bersikap proaktif, melakukan perbaikan terus-menerus dan selalu mengembangkan inovasi dan kreativitas. Dengan amanah yang semakin bertambah ini, segala perilaku para pegawai dalam bekerja harus dilandasi nilai-nilai religius sehingga dapat menjadi pegawai yang professional dan selalu ada perubahan untuk menjadi lebih baik.
Layanan KPPN di wilayah Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung meliputi layanan Pembayaran dana APBN, administrasi Penerimaan negara dan Panatausahaan / pelaporan pertanggungjawaban APBN. Adapun misi layanan KPPN percotohan adalah menjamin kelancaran pencairan dana APBN secara cepat, tepat dan tanpa biaya, mengelola penerimaan negara secara profesional, akurat, dan tertib, serta mewujudkan pelaporan pertanggungjawaban APBN yang akuntabel. Launching KPPN Percontohan ini merupakan momentum penting bagi seluruh keluarga besar Ditjen Perbendaharaan. “Impian kami untuk memiliki kantor layanan yang menerapkan proses bisnis modern, sumber daya manusia yang berkualitas dan handal serta nyaman di seluruh Indonesia telah terwujud, meskipun masih terdapat beberapa hal yang memerlukan penyempurnaan. KPPN Percontohan ini merupakan persembahan bagi perbaikan layanan kepada seluruh stakeholder kami,” ujar R. Moch Atlap Noor Syamsoe, mengawali sambutannya sebelum meresmikan KPPN Kotabumi, KPPN Metro dan KPPN Liwa menjadi KPPN Percontohan.
Dana APBN yang dikelola/disalurkan melalui empat KPPN di Provinsi Lampung adalah sebesar Rp.6.376.251.955.000,- dengan rincian melalui KPPN Bandar Lampung Rp 4.979.645.081.000,- KPPN Kotabumi Rp 534.020.353.000,- KPPN Metro Rp 599.400.724.000,- dan melalui KPPN Liwa sebesar Rp 162.932.790.000,-
Sejalan dengan komitmen reformasi birokrasi (penyempurnaan Proses Bisnis, Penataan Organisasi, dan Manajemen SDM), Ditjen Perbendaharaan memperoleh berbagai prestasi tingkat nasional, yaitu pertama Survey Kepuasan Stakeholder yang diselenggarakan UI dan IPB menempatkan Ditjen Perbendaharaan dengan angka tertinggi selama empat tahun berturut-turut yaitu mulai tahun 2008, 2009, 2010, dan 2011, kedua Ditjen Perbendaharaan mendapatkan Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden pada tahun 2008 dan 2010, keempat peringkat pertama pada Penilaian Inisiatif Anti Korupsi (PIAK) yang diselenggarakan oleh KPK pada tahun 2010, kelima Survey Integritas Layanan pada tahun 2010 dan 2011 oleh KPK dengan nilai tertinggi, dan keenam adalah KPPN Semarang II sebagai Kantor Pelayanan Terbaik tingkat Kementerian Keuangan di tahun 2011, sedangkan ditahun 2012 ini mewakili Kementerian Keuangan untuk memperebutkan Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden.
Selain itu, Yusuf Widjaya mengingatkan kembali layanan-layanan yang telah disediakan oleh KPPN Putussibau antara lain mailing list, website, rekonsiliasi melalui e-mail, sms center, dan Klinik Perbendaharaan untuk dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Hingga saat ini baru beberapa satuan kerja yang menggunakan layanan-layanan tersebut. Klinik Perbendaharaan sebagai layanan terbaru dari KPPN Putussibau ditujukan untuk menyediakan konsultasi terkait layanan-layanan yang diberikan oleh KPPN Putussibau contohnya aplikasi SAI. Di akhir sambutan, dirinya juga memberikan motivasi kepada para peserta sosialisasi untuk mempersiapkan satuan kerja masing-masing menjelang akhir Tahun Anggaran 2012. “Sebagai ujung tombak Kementerian/Lembaga masing-masing di wilayah ini, mari kita saling berkoordinasi agar semua berjalan dengan sempurna,” tambahnya.
Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lalu penyampaian laporan dari KPPN Baturaja yang disampaikan oleh Kasubag Umum KPPN Baturaja, Sri Wiyono selaku Plh. Kepala KPPN Baturaja mewakili Kepala KPPN Baturaja yang sedang mengikuti Diklatpim III, Soft Launching implementasi KPPN Percontohan di Baturaja ini diresmikan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan. Peresmian secara simbolik ditandai dengan penandatanganan dan penyerahan plakat simbol soft launching kepada seluruh Kepala KPPN di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel, Iskandar.
Dalam sambutannya, Iskandar menyatakan bahwa implementasi KPPN-P merupakan jawaban dan koreksi atas stigma lama pelayanan birokrasi yang lamban, berbelit-belit, tanpa kepastian dan sarat KKN. Menurutnya, sesuai amanat reformasi birokrasi, dengan SOP percontohan yang baku, serta didukung perbaikan sarana-prasarana, SDM terseleksi kompetensinya, serta uji prosedural dengan kriteria yang ketat, pelayanan perbendaraan terutama pencairan dana APBN seperti yang selama ini dikenal masyarakat bisa berjalan cepat, tepat, transparan, jelas norma waktunya, jelas prosedur dan persyaratannya serta terutama tidak lagi bernuansa KKN. Ia menambahkan , sebagai contoh yang paling nyata adalah penyelesaian Surat Perintah Membayar (SPM) dari satuan kerjamenjadi Surat Perintah Percairan Dana (SP2D) sebagai dokumen pencairan anggaran yang semula waktu penyelesaiannya 1-3 hari bahkan 1 minggu, kini bisa diselesaikan hanya dalam tempo 1 jam saja.
Dengan perbaikan layanan ini, diharapkan keberadaan KPPN dapat bersinergi, menjadi mitra kerja yang baik bagi instansi pemerintah di daerah (satker), termasuk Pemda, dalam upaya menyukseskan pembangunan nasional serta memberi dampak positif bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat luas. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov.Sumsel juga menyampaikan agar segenap jajaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov.Sumsel, utamanya KPPN Percontohan dapat senantiasa mewujudkan layanan perbendaharaan dengan semangat “melayani dengan hati” sebagai pengejawantahan nilai-nilai utama Kementerian Keuangan.
tinggalan, untuk memperkuat penyampaian komitmen layanan percontohan, juga dideklarasikan janji layanan KPPN Percontohan yang dibacakan oleh pejabat/pegawai KPPN Baturaja mewakili segenap jajaran insan Perbendaharaan di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel. Mengawali tinjauan layanan percontohan di front office KPPN Baturaja, dilakukan pengguntingan pita/rangkaian melati oleh Wakil Bupati OKU, Kuryana Azis didampingi istri, sebagai tanda telah beroperasinya SOP Percontohan pada KPPN Baturaja, Lahat, Lubuk Linggau dan Sekayu.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ahmad Santoso, Kasubbag Kepegawaian Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau. Materi pertama yang disampaikan adalah Disiplin PNS (PP 53 Tahun 2010/ Peraturan Kepala BKN No. 21 Tahun 2010, dilanjutkan dengan pemutaran film "Kita v.s. Korupsi", kemudian disambung dengan pengenalan whistleblowing system di Kementerian Keuangan. 

