- Regional
- Dilihat: 2488
JAUH LEBIH DEKAT, DALAM SATU HARI YANG SINGKAT
Liputan Kunjungan Kerja Kepla Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel ke KPPN Sekayu
Sekayu, perbenadharaan.go.id - Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan, Iskandar, melakukan kunjungan kerja ke KPPN Sekayu, Rabu (25/7). Menempuh perjalanan tiga jam, Iskandar mengunjungi KPPN Sekayu didampingi oleh pejabat dan staf Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel.
Terlihat, dengan sapaan yang ramah dan gesture penuh wibawa, Iskandar menyapa semua pegawai. Front Office KPPN Sekayu menjadi terminal kedatangan Iskandar, didampingi oleh Kepala KPPN Sekayu, Ander, beliau meninjau kelengkapan sarana dan prasarana di Front Office. Kakanwil , yang akrab dipanggil Pak Is ini, mengaku cukup puas dengan layout dan tatanan interior KPPN Sekayu. Tampak Iskandar berdialog dengan beberapa petugas satuan kerja terkait pengajuan SPM ke KPPN Sekayu. Dirinya secara terbuka memberi kesempatan kepada satuan kerja untuk memberikan saran dan kritik yang membangun bagi fungsi pelayanan KPPN.
Memasuki ruang middle office, penataan arsip menjadi perhatian utama Iskandar. “Arsip harus mulai diberikan perhatian lebih, mengingat fungsi arsip yang kritikal sebagai alat informasi dalam pengambilan keputusan, alat bukti bila diperlukan dan juga alat transparansi birokrasi,“ demikian ia berpesan. Menurutnya, arsip elektronik atau e-filling menjadi solusi terbaik untuk menciptakan tatanan arsip yang rapi.
Aula KPPN Sekayu menjadi ruang transit terakhir Iskandar, sekaligus menjadi wadah acara pertemuan dan ajang silahturahmi, yang kebetulan bertepatan dengan Bulan Ramadhan, dengan semua pegawai. Pertemuan dimulai tepat pukul 09.00 WIB. Sambutan hangat Iskandar berhasil mencairkan suasana pagi itu.
Pada kesempatan pertama, Kepala KPPN Sekayu, Ander, melakukan paparan singkat tentang Profil KPPN Sekayu. Diawali dengan sejarah singkat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, capaian kinerja per Semester I 2012, serta permasalahan-permasalahan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi KPPN sebagai Kuasa BUN di daerah diuraikan secara ringkas dan jelas. Ander juga melaporkan bahwa realisasi APBN di wilayah pembayaran KPPN Sekayu per Semester I telah mencapai 43 % dari total pagu Rp. 355.127.737.000.
Pada sesi selanjutnya, Kepala Kanwil berkesempatan untuk menyampaikan beberapa pesan dan himbauan kepada semua pegawai. Dimulai dengan cerita perjalanan panjang karir beliau selama di Kementerian Keuangan. Selama mengabdi di Kementerian Keuangan, Beliau telah melalui berbagai tahapan perubahan. Mengingat tahapan perubahan selanjutnya akan segera dihadapi, dengan adanya implementasi SPAN, beliau berpesan agar semua pegawai dapat berperan aktif dan siap mengikuti arus perubahan tersebut. “Orang yang berhasil adalah yang melihat perubahan sebagai sebuah tantangan bukan sebagai masalah,” pesannya.
Dalam kesepatan tersebut, Iskandar memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pegawai KPPN untuk menyampaikan permasalahan maupun uneg-unegnya selama bekerja. Semua pegawai tidak melewatkan kesempatan berdiskusi langsung dengan Iskandar, sungguh kesempatan yang langka. Dari hasil diskusi, semua pegawai merasa sangat puas dengan tanggapan dari Iskandar.
Selama kurang lebih tiga jam Iskandar membagikan semangat kepada pegawai KPPN Sekayu. Penyampaian pesan-pesan yang dibalut dengan guyon-guyon cerdas membuat suasana kekeluargaan menjadi kental. Sebagai penutup, Kepala Kanwil mengajak semua pegawai berperan aktif dan bekerjasama dalam menyambut pembentukan KPPN Sekayu menjadi KPPN Percontohan. Para pegawai KPPN Sekayu merasa satu hari yang singkat menjadi jauh lebih dekat dengan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel.
Oleh: Stephanus Kukuh Dewanto - Kontributor KPPN Sekayu











Selanjutnya, Hari Utama juga berpesan bahwa pelaksanaan Rakor disamping sebagai sarana memperkuat jalinan koordinasi, diharapkan dapat menghasilkan solusi alternatif terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi melalui sumbangan pemikiran dari segenap peserta sehingga tugas pelayanan semakin sempurna.
rkualitasnya penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Pusat ( LKPP ) pada akhir tahun. Reorganisasi di lingkup Ditjen Perbendaharaan juga menjadi isu hangat yang disampaikan Kepala Bidang PA, Ana Sariasih. Masalah Gratifikasi terus diingatkan kepada segenap pegawai melalui pemaparan Kepala Bagian Umum Abubakar A.B., demikian juga Kepala Bidang Aklap, Juli Kestijanti dan Kepala Bidang PP, Tedjo Prakosa, secara bergantian memberikan penekanan khususnya terhadap penyelesaian LKPP , rekonsiliasi serta pembinaan KPPN. Solusi alternatif yang disumbangkan para peserta menjadi jawaban yang tepat dalam rangka meningkatkan pelayanan yang sempurna yang menjadi dambaan stakeholder dan pada akhirnya berdampak pada optimalnya penyerapan serta berkualitasnya Laporan Keuangan.
Dalam sambutannya Kepala KPPN Sintang Sudirman menyampaikan bahwa service excellent adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan pada saat ini. Keberhasilan suatu instansi, ujarnya, sebagian besar tergantung pada bagaimana para karyawan berinteraksi dan melayani para stakeholder-nya secara baik. Oleh karenanya, setiap karyawan harus memiliki keterampilan yang mumpuni dalam melayani stakeholder agar tercipta pelayanan yang prima. Kombinasi antara pelayanan yang baik, fasilitas kantor yang nyaman, lingkungan yang asri dan sejuk akan meningkatkan kinerja KPPN, serta selanjutnya akan mempertinggi kepuasan stakeholder. “Petugas pelayanan di front-office, utamanya, harus mempunyai sikap yang ramah dan murah senyum,” pesannya.
Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten-H.Muhadi, Kepala Bappeda Provinsi Banten-Widodo Hadi, perwakilan Bappeda Kabupaten dan Kota se-Provinsi Banten, perwakilan Badan Perencanan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kemendagri serta beberapa SKPD terkait. Juga Perwakilan Tim Monev Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Banten. Dalam sambutan pembukaannya, H Muhadi, mewakili Gubernur Banten beharap agar hasil rakor pelaporan APBN Semester I ini nantinya mampu meningkatkan kualitas realisasi dan laporan anggaran yang telah dialokasikan, baik kepada pemerintah pusat maupun masyarakat luas.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelaksanaan Anggaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Banten, Ana Sariasih memaparkan progress penyerapan anggaran yang meliputi serapan, permasalahan dan hal-hal yg dapat dilakukan untuk memperbaiki penyerapan di semester II. Widodo Hadi selaku Kepala Bappeda, yang juga hadir sebagai narasumber, mengapresiasi monev penyerapan anggaran yang dilakukan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Banten sekaligus mengingatkan kepada satker terlebih satker dengan penyerapan anggaran dibawah rata rata nasional untuk segera mengupayakan penyerapan anggaran di semester II agar lebih baik. Bahkan Beliau memberikan penekanan khusus kepada SKPD yang belum merealisasikan anggarannya sama sekali. Widodo juga berharap kerja sama dengan Kanwil Perbendaharaan dapat dilanjutkan di waktu yang akan datang.
Sementara itu, dalam pengarahannya Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh, Achmad Saefudin menekankan agar para Petugas FO, Sekretaris, dan Pengemudi dapat bekerja dengan tulus, ikhlas dan penuh senyuman. Saefudin menghimbau peserta agar dapat bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan tersebut, sehingga sesampainya di kantor masing-masing dapat menerapkan dan memberikan pengaruh yang baik kepada pegawai yang lain terkait ilmu yang diperoleh selama pelatihan. Selanjutnya kemampuan tersebut dapat meningkatkan pelayanan pada masing-masing unit kerja.
Dalam materi yang disampaikan Hilwasi menyampaikan bahwa Kanwil dan KPPN dapat menerapkan brand experience dalam memberikan pelayanan kepada stakeholders, seperti, aman, proses cepat, produk kompetitif, serta pelayanan terbaik. Peserta juga diberikan motivasi untuk senantiasa semangat dan tulus dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Dengan diadakannya sosialisasi ini diharapkan agar seluruh satuan kerja wilayah pembayaran KPPN Mamuju, khususnya Pejabat Penandatangan SPM, mampu memahami dan menggunakan PIN-PPSPM yang dimilikinya untuk melindungi transaksi keuangan negara, melindungi dirinya sendiri, dan petugas KPPN dari kecurangan yang mungkin dilakukan, baik dari kalangan internal maupun eksternal satuan kerja. Terbersit harapan agar nantinya ada tindak-lanjut lagi dalam memberikan keamanan yang lebih dalam pencairan APBN setelah pengaplikasian PIN-PPSPM ini. Tidak menutup kemungkinan akan ada oknum yang berusaha mencari celah untuk mengakali sistem keamanan ini. 

