Sosialisasi Aplikasi Perencanaan Kas, Evaluasi Penyerapan APBN, dan PIN PPSPM
Batam, djpbn.kemenkeu.go.id - Sebanyak 122 Satuan kerja telah mengikuti Sosialisasi Aplikasi Perencanaan Kas, Evaluasi Penyerapan APBN, dan PIN PPSPM di aula KPPN Batam secara marathon, pada 3 – 6 Juli 2012. Setiap harinya, sosialisasi ini diikuti oleh 25 Satuan Kerja, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar setiap Pejabat Penandatangan SPM dapat melakukan registrasi PIN PPSPM sekaligus aktivasi PIN pada hari yang sama.
Dalam sambutannya, Kepala KPPN Batam Fauzi Syamsuri menekankan pentingnya penyerapan anggaran, karena belanja pemerintah merupakan salah satu faktor penting dalam mengekskalasi kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Fauzi mengharapkan pencairan dana satuan kerja tidak menumpuk di akhir tahun. “Ikan sepat ikan gabus makin cepat penyerapan makin bagus,” candanya kepada para peserta soialisasi. Intinya bagaimana solusi penyerapan anggaran tepat waktu dengan tetap sesuai aturan dan akuntabel.
Fauzi melanjutkan, perencanaan kas tujuannya bukan untuk mempersulit Satker, tetapi membantu satker agar mendapatkan kas tepat waktu dan tepat jumlah. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mencari sumber pembiayaan yang efisien dalam hal terjadi kekurangan kas, sehingga pemerintah harus mencari sumber pembiayaan yang lain untuk memenuhi kewajiban pemerintah.
Fauzi menyampaikan pula bahwa Personal Identification Number PPSPM (PIN PPSPM) bersifat rahasia dan merupakan tanggung jawab PPSPM yang bertujuan meningkatkan good governance serta tentu saja sebagai instrumen keamanan dalam transaksi keuangan negara salah satunya menghindarkan adanya SPM fiktif.
Ditambahkan pula oleh Kepala Seksi Pencairan Dana, Selamet Riyadi, bahwa rata-rata penyerapan anggaran di wilayah kerja KPPN Batam telah mencapai 40,66%, dengan lima Kementerian/Lembaga dengan realisasi anggaran tertinggi yaitu Kementerian Dalam Negeri (62,20%), Kepolisian Negara Republik Indonesia (50,03%), Kementerian Pertanian (48,54%), Badan Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika (43,19%), serta Kementerian Perhubungan (41,60%). Acara kemudian dilanjutkan pemaparan tentang dasar hukum perencanaan kas sampai dengan Aplikasi Forecastng Satker yang telah terintegrasi dengan Aplikasi RKAKL-DIPA 2012 dan Materi PIN PPSPM serta Aplikasi Injeksi PIN.
Setelah acara selesai dilanjutkan dengan registrasi dan aktivasi PIN PPSPM. Sampai hari terakhir sosialisasi, dari 122 Satuan Kerja di wilayah kerja KPPN Batam, sudah 112 Satker (91,80%) yang telah melakukan registrasi PIN PPSPM dan 94 Satker (77,05%) telah melakukan aktivasi PIN PPSPM.
Oleh: Kontributor KPPN Batam











Dalam sambutan pembuka Bimtek Mekanisme Pengajuan SPM dan Aplikasi Keuangan bagi satker mitra kerja KPPN Banjarmasin pada hari Selasa, tanggal 10 Juli 2012, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel, Elin Sumarlina meminta kepada operator keuangan yang telah ditunjuk oleh masing-masing KPA untuk mengikuti Bimtek ini dengan sungguh-sungguh dan sekembalinya nanti dapat meneruskan pengetahuan yang diperolehnya kepada staf pengelola keuangan lainnya. Selain itu dirinya berpesan agar satker juga proaktif memantau perkembangan peraturan keuangan dan aplikasi-aplikasi versi terbaru yang ada di website “perbendaharaan.go.id” maupun juga informasi peraturan keuangan yang dipasang di papan pengumuman Kanwil/KPPN. Dengan demikian, peraturan baru tersebut dapat segera dipedomani dan aplikasi keuangan versi terbaru dapat segera diimplementasikan.
Lebih lanjut Elin menyarankan bagi petugas satker yang masih mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan aplikasi keuangan, dipersilahkan untuk belajar di Mini TLC Kanwil/KPPN yang akan dipandu oleh petugas Customer Service Kanwil/KPPN tanpa dipungut biaya.
alam dua angkatan, angkatan pertama pada tanggal 20 Juni 2012 dan angkatan kedua pada tanggal 21 Juni 2012. Cara itu digunakan bertujuan agar materi dapat didistribusikan secara optimal, efektif, dan tepat sasaran. Materi disampaikan oleh Kepala KPPN Sekayu, Kepala Seksi Verak, Kepala Seksi Pencairan Dana, Pelaksana dari Seksi Verak, dan Pelaksana dari Seksi Pencairan Dana. Pemateri pertama adalah Kepala KPPN Sekayu yang menyampaikan gambaran besar mengenai Kebijakan Umum Fungsi Perencanaan Kas yang Akurat.
Acara dibagi dalam tiga sesi dimana sesi I disampaikan pemaparan mengenai laporan belanja secara akrual yang disampaikan oleh Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Raini Rahmania dilanjutkan dengan sesi II yaitu workshop penyusunan LPJ Bendahara yang dipandu oleh Irfan Ashadi Hamid.
Di samping itu, Kakanwil Provinsi Bali, Ni Luh Putu Kumalawati dalam sambutannya juga berpesan kepada peserta rakor mengenai empat hal sbb. Pertama, Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan KPPN sebagai supporting agency. Artinya, Kanwil dan KPPN harus mampu memberikan dukungan pelayanan terbaik bagi tercapainya kepuasan pelanggan di lingkungan Ditjen Perbendaharaan serta mampu menunjang tercapainya visi dan misi Ditjen Perbendaharaan sebagai the real treasurer. Kedua, Kantor Kanwil Ditjen PBN dan KPPN sebagai strategic partner. Artinya, kanwil dan KPPN mempunyai hubungan yang terikat dan satu kesatuan yang tak terpisahkan dari kantor pusat dalam menyusun dan mengimplementasikan peran dan tujuan strategis Ditjen Perbendaharaan dalam rangka meningkatkan capaian kinerja organisasi dan transformasi organisasi. Ketiga, implementasi transformasi kelembagaan yang akan dilakukan Ditjen Perbendaharan adalah sebuah agenda besar untuk mewujudkan Ditjen Perbendaharaan yang unggul, terintegrasi dan berkelas internasional. Kanwil dan KPPN harus mampu bertransformasi dan meninggalkan sekat-sekat sektoral, serta harus lebih berorientasi pada proses bisnis yang terintegrasi, berbasis pada teknologi informasi dan sumber daya manusia yang unggul sehingga kita mampu melakukan penajaman fungsi treasury dalam pengelolaan keuangan negara dan sumber daya manusianya. Keempat, Kanwil Ditjen PBN dan KPPN sebagai change agent. Kita semua diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menjadi sumber daya manusia yang capable dan amanah di Kanwil dan KPPN, sehingga transformasi kelembagaan tersebut di atas akan terus berkelanjutan terutama dalam menyambut implementasi SPAN pada tahun 2013.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah, Ibu R. M. Wiwieng H., memaparkan materi mengenai Pendelegasian Sebagian Tugas dan Fungsi Direktorat SMI kepada Kanwil Ditjen Perbendaharaan serta ulasan mengenai Kredit Program itu sendiri. Dari sesi diskusi, terungkap beberapa kendala yang ditemui dalam pelaksanaan penyaluran kredit program antara lain mindset dari para petani dan kelompok tani yang beranggapan bahwa kredit program tersebut merupakan program bantuan/hibah dari pemerintah. Selain itu juga disebutkan bahwa masih kurangnya informasi mengenai skema kredit program tersebut.
Materi Workshop berikutnya disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Penerimaan Negara Direktorat Pengelolaan Kas Negara, Taukhid, SE, MSc yang menyampaikan sistem penerimaan negara kontemporer dan upaya pengembangan, serta penyempurnaannya. Menghimpun setoran penerimaan negara secara cepat dan aman untuk menjamin ketersediaan kas (providing cash, timely and sufficiently) dalam rangka mendukung pelaksanaan pembayaran tagihan kepada Negara sebagai Misi pengelolaan penerimaan negara ditegaskan dalam workshop tersebut. Pelaporan Data Transaksi Reversal Penerimaan Negara menjadi materi yang cukup penting disampaikan karena data reversal berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK merupakan data yang kurang diyakini kebenarannya sehingga dapat mengakibatkan LKPP mendapatkan penilaian Wajar Dengan Pengecualian, demikian Deni Rusdijaman, Kepala Seksi Bank/Giro Pos KPPN Klaten memberikan penegasan pada materi yang disampaikan. Seluruh peserta workshop ternyata cukup antusias untuk berdiskusi tentang materi –materi yang disampaikan, hal tersebut dibuktikan banyaknya pertanyaan yang harus mendapat pencerahan dari para Pemateri/Narasumber. Antara lain tentang reversal, interface Bank dan Perjanjian Jasa Pelayanan Perbankan. 

