- Regional
- Dilihat: 3551
KPPN SURAKARTA LAKUKAN LATIHAN SERVICE EXCELLENCE
Liputan Training Service Exellence KPPN Surakarta
Surakarta, djpbn.kemenkeu.go.id - “Janganlah berhenti pada satu titik kulminasi, kita senantiasa melakukan Continuous Improvement untuk memberikan pelayanan yang excellence. S3 (senyum, salam, dan sapa. red) merupakan tiga kata sering kali sulit dilakukan namun akan mudah ketika sering berlatih dan terus mencoba,” demikianujar Asri Isbandiah Hadi Kepala KPPN Surakarta dalam sambutannya ketika membuka training service excellence pada hari Sabtu, (12/5) di Aula Gedung KPPN.
Kegiatan ini tak hanya diikuti oleh seluruh pegawai, melainkan juga petugas security, mengingat perannya yang tak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban namun juga sebagai pemberi informasi awal bagi mitra kerja pelanggan yang datang ke ruang layanan.
Kegiatan ini dipandu oleh narasumber professional Rudi Christianto dari Bank BNI ’46 Cabang Surakarta. Rudy menyampaikan bahwa untuk membangun sebuah layanan yang prima, dibutuhkan komitmen yang kuat untuk merubah paradigma dan dilakukan secara konsisten dengan adanya: Knowledge, Skill, Habit, dan Attitude.
Sementara itu dalam lanjutannya dijelaskan bahwa guna mewujudkan layanan yang prima maka syarat utama layanan harus terpenuhi yang mencakup : Tangible, Emphaty, Responsiveness, Realibility, dan Assurance.
Tangible, berarti layanan akan terwujud apabila didukung dengan penampilan petugas layanan yang rapi, bersih dan ramah, Penataan ruangan yang baik dan kebersihan service area diantaranya meja kerja tersedia alat tulis dan hanya dipergunakan untuk` meletakkan kertas-kertas kerja yang akan diselesaikan pada hari itu.
Emphaty, mempunyai makna sebagai pelayan kita harus mempunyai rasa emphaty terhadap customernya . Untuk menumbuhkan rasa emphaty maka kita harus bisa menggali kebutuhan pelanggan, mampu memberikan solusi yang sesuai, dan menghargai pelanggan.
Responsiveness, tanggapi kebutuhan pelanggan dengan cepat, tepat dan akurat. Keluhan-keluhan pelanggan harus segera kita berikan solusinya dan jangan membiarkan permasalahan menjadi berlarut-larut tanpa ada suatu kepastian.
Realibility, output layanan yang diberikan harus dapat dipertanggung jawabkan (sesuai yang dijanjikan), dan tidak melakukan kesalahan.
Assurance.tanamkan kepercayaan kepada pelanggan , bahwa layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Penjelasan materi tidak hanya searah dari narasumber, namun berlangsung sangat interaktif karena langsung dilakukan role play bagaimana petugas front office menerima tamu dan bagaimana sekretaris menerima dan menyampaikan telepon serta bagaimana menangani complain dari mitra kerja.
Pada sesi terakhir, Rudy menyampaikan bahwa guna mendukung tercapainya motto KPPN Surakarta “Layanan KPPN Surakarta selalu PINTAR (Profesional, Integritas, Tangguh, Amanah, dan Ramah), maka hanya ada tiga kata kunci yang harus dilakukan yakni dengan berlatih, berlatih, dan berlatih serta melakukan perbaikan terus menerus serta perlu kiranya dilakukan standarisasi layanan lingkup Ditjen Perbendaharaan.
Oleh: Kontributor KPPN Surakarta











Harry Basar Hutapea merasa perlu mengadakan pertemuan bersama para pegawai KPPN Dumai. Pembekalan serta dorongan semangat kepada para pegawai dalam menghadapi assessment diberikannya. Tim dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau juga memberikan tips yang positif dalam mengikuti assessment sehingga para pegawai KPPN Dumai semakin percaya diri untuk mengikuti assessment nantinya. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau menekankan bahwa semangat, kompetensi serta integritas yang tinggi yang bisa membuat kita melangkah maju ke depan menuju Pengelolaan Keuangan Negara yang Profesional, transparan dan akuntabel.
intensif, maka pergunakanlah kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Sebelumnya Kepala KPPN Dumai Tamzil melaporkan bahwa pegawai KPPN dumai telah siap dengan penuh semangat untuk mengikuti assessment KPPN Percontohan serta siap menjadi pegawai KPPN Percontohan. “Berusaha sungguh-sungguh dan diiringi dengan doa, Insya Allah Kita Bisa Berhasil.” ujar Tamzil.
yang penyerapan anggarannya rendah, hal ini antara lain disebabkan karena perencanaan tidak sesuai dengan kebutuhan, sehingga memerlukan revisi DIPA. Untuk itu, demi memperlancar revisi DIPA perlu diberikan pemahaman tentang tata cara revisi DIPA 2012 kepada satuan kerja.
Pada sesi tanya jawab, para peserta sosialisasi mengajukan pertanyaan dengan antusias tidak hanya terkait dengan revisi DIPA akan tetapi menyangkut juga masalah pelaksanaan anggaran secara keseluruhan. Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan pengisian daftar kuesioner dan post-test sebagai evaluasi dari kegiatan sosialisasi tersebut
Dalam kesempatan ini Sujadi juga menegaskan kembali komitmen KKPN Sorong bahwa semua jenis layanan di KPPN Sorong tidak dipungut biaya sama sekali. Untuk itu Kepala KPPN menghimbau kepada seluruh satker agar tidak memberikan sesuatu dalam bentuk apapun kepada staf maupun pimpinan KPPN Sorong.
Dalam sambutannya, Kepala KPPN Raha, Herbudi Adrianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk mengingatkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) akan kewajibannya menyampaikan rencana penarikan dana ke KPPN, baik secara harian, mingguan, atau bulanan. Herbudi melanjutkan, perencanaan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dana di Kuasa BUN yang dibutuhkan satker untuk membiayai seluruh kegiatannya secara tepat waktu dan sesuai keperluan. Kewajiban penyampaian perencanaan kas ini bukan untuk mempersulit atau memperlambat proses pencairan dana, melainkan untuk lebih meningkatkan pengelolaan keuangan negara yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel.
Materi sosialisasi berikutnya disampaikan oleh Sri Budiyono H dan Purwakhidin, yang menyampaikan materi Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 192/PMK.05/2009 tentang Perencanaan Kas, Peraturan Ditjen Perbendaraan Nomor PER-03/PB/2010 tentang Perkiraan Penarikan Dana Harian Satuan Kerja dan Perkiraan Pencairan Dana Harian KPPN, dan Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor S-3552/PB.3/2012 tentang Penggunaan Aplikasi Forecasting Satker (AFS) dan Aplikasi Forecasting KPPN (AFK) dalam Penyusunan dan Penyampaian Perkiraan Penarikan Dana/Pencairan Dana TA 2012. Sesi terakhir mengenai Rencana Penyerapan Anggaran (RPA) disampaikan oleh Cornelis Z.J. Pay.
Dalam sambutannya Sutyawan mengajak satker berkomitmen untuk menyampaikan data rencana perkiraan kas yang tepat dan akurat.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan isu-isu aktual oleh masing-masing Kepala Bidang, diantaranya bidang PA memaparkan tentang Revisi DIPA dan RPA, Bidang PP menyampaikan Laporan Hasil Pembinaan KPPN, dan Bidang Aklap menyampaikan hasil evaluasi pembuatan LKPP tingkat kuasa BUN dan Rekonsiliasi. Pemaparan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan sosialisasi kepada peserta Rakor dalam rangka pelaksanaan tugas. 

