- Regional
- Dilihat: 2688
Layanan “Jemput Bola” dengan KPPN Mobile
Liputan Peluncuran Layanan Mobile KPPN Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2012
Jakart, djpbn.kemenkeu.go.id - Ditjen perbendaharaan selalu menyajikan terobosan dan inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada stakeholder, salah satunya adalah dengan menciptakan layanan Mobile KPPN. Senada dengan hal tersebut Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta -Hasudungan Siregar-, Senin (23/04) telah melaksanakan acara peluncuran yang sekaligus menandai pengoperasian kembali layanan Mobile KPPN yang akan melayani stakeholder mitra kerja KPPN Jakarta I s.d KPPN Jakarta V.
Layanan KPPN Mobile untuk minggu ke empat bulan April 2012 dijadwalkan berada di tujuh lokasi kantor, yaitu Kemenkokesra jalan Medan Merdeka Barat-Jakpus, Biro Keuangan Kemenakertrans jalan TMP Kalibata-Jaktim, Biro Umum Sekjen Kemensos jalan Salemba Raya-Jakpus, Sekjen Kementeriaan Perindustrian jalan Gatot Subroto-Jaksel, Kementerian Perdagangan jalan M. Ridwan-Jakpus, dan Kementerian Kehutanan jalan Gatot Subroto-Senayan Jakarta.
Dalam arahannya, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta menyampaikan bahwa pelayanan KPPN Mobile pada dasarnya sama dengan layanan front office KPPN pada umumnya, tetapi bedanya mereka akan melakukan “jemput bola” SPM dari Satker-satker, sehingga akan menghemat waktu perjalanan ditengah kemacetan Jakarta dan pelayanan perbendaharaan akan terasa semakin dekat. Beliau juga berpesan kepada seluruh personil KPPN Mobile untuk selalu berpegang teguh kepada nilai-nilai Kementerian Keuangan dan merefleksikannya dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
KPPN Mobile pada dasarnya adalah perpanjangan tangan layanan front office pada KPPN induk. Dalam melaksanakan tugasnya, KPPN Mobile menyelenggarakan fungsi penerimaan Surat Perintah Membayar (SPM) beserta dokumen pendukung dan Arsip Da
ta Komputer (ADK), pengujian SPM secara substantif dan formal, pemindaian SPM beserta dokumen pendukung, serta pelaksanaan rekonsiliasi laporan keuangan. Layanan KPPN Mobile akan dilaksanakan secara kontinyu sesuai dengan jadwal yang telah disusun oleh tim. Selanjutnya Kepala Kanwil beserta Kepala KPPN Jakarta I s.d. KPPN Jakarta V akan melaksanakan monitoring di lokasi penempatan KPPN Mobile untuk memantau secara langsung kondisi riil yang terjadi di lapangan serta memberikan support kepada para petugas layanan KPPN mobile.
Oleh: Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan DKI Jakarta











Dalam sambutan pembukaannya, Kepala KPPN Marisa mengemukakan urgensi penyampaian data AFS oleh satker Kementerian/Lembaga. “Secara makro kita masih sulit menghitung kebutuhan dana sehari-hari sehingga terjadi idle cash di bank. Oleh karena itu, sebagai suatu langkah antisipasi maka arti penyampaian data AFS oleh satker Kementerian/Lembaga sangatlah penting, selain menjamin ketersediaan dana atas SPM satker, juga merupakan sebuah strategi manajemen kas”, demikian antara lain isi sambutan Kepala KPPN Marisa. Hal yang menarik dan menjadikan Sosialisasi dan Bimtek AFS 2012 wajib digelar adalah terjadinya perubahan mekanisme aplikasi tersebut yang semula merupakan aplikasi independen, kini telah menjadi aplikasi yang terintegrasi (atau dilebur) dengan aplikasi RKAK/L-DIPA. Perubahan tersebut tertuang dalam surat Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor S-3552/PB.3/2012 tanggal 23 April 2012, yang juga mewajibkan setiap satker kementerian/lembaga untuk menyampaikan data AFS secara tertib mulai bulan ini.
Atas proses pelaksanaan dan pertanggungjawaban anggaran, dalam kesempatan tersebut Kepala KPPN Marisa tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh satker yang selama ini telah menyampaikan data AFS secara tertib. Sebagai bagian dari proses pembelajaran, apresiasi yang sama juga disampaikan kepada seluruh satker yang telah melaksanakan rekonsiliasi laporan keuangan secara tepat waktu, serta melaksanakan pencairan anggaran secara konsisten. Dalam kaitannya dengan penyerapan dana, Kepala KPPN Marisa juga mengingatkan kembali kepada seluruh satker untuk tidak mengumpulkan tagihan yang sifatnya berkala seperti pembayaran honorarium (bulanan). Hal tersebut kiranya dapat dimaklumi karena berimplikasi pada lambatnya penyerapan serta menumpuknya tagihan pada suatu periode tertentu.
ateri bimtek disampaikan oleh Kepala Seksi Pencairan Dana, Bayu Budi Santosa, Kepala Subbagian Umum, M. Unggul Yudianto, dan Jawawi, pelaksana seksi pencairan dana.
ne stop service (semua pelayanan dilakukan di Front Office ), business process yang sederhana, informasi real time, minimazing paper work , more transparant and accountable, didukung SOP yang jelas dan semua pelayanan tanpa dipungut biaya.
Pada kesempatan itu juga disosialisasikan ketentuan terkait pelaksanaan anggaran tahun 2012 antara lain Penerapan Bagan Akun Standar berdasarkan Perdirjen Perbendaharaan Nomor PER-80/PB/2011, mekanisme pengiriman dan Koreksi data pada KPPN berdasarkan Perdirjen Perbendaharaan No.PER-89/PB/2011, mekanisme pencairan dana non belanja pegawai khususnya terkait dengan pengujian-pengujian yang dilakukan oleh KPPN terhadap SPM dari Satker berdasarkan Surat Edaran Dirjen Perbendaharaan No.SE-14/PB/2012 dan ketentuan mengenai Revisi Anggaran/DIPA/POK berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No.49/PMK-02/2012 dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan No.PER-15/PB/2012.
Selesai melakukan peninjauannya, Tata Suntara melakukan pertemuan bersama seluruh pegawai KPPN Batam. Dalam kesempatan tersebut, ia berpesan agar para pegawai memberikan kesungguhan dan kerjasama dalam melaksanakan tugas. Selain itu, para pegawai didorong untuk mau belajar dan meningkatkan kemampuan termasuk dalam menghadapi assesment KPPN Percontohan dan penerapan SPAN.
sar kepada pihak yang bertanya. Terakhir dirinya berpesan agar seluruh pegawai KPPN Batam dapat menjalani pekerjaan secara tawakal.
it berlebihan, dapat diibaratkan layaknya semangat yang dibawa oleh pejuang Sparta, dengan jumlah pejuang yang sedikit mereka berhasil mengalahkan lawan yang jauh lebih banyak bermodalkan semangat, strategi, kemauan, keuletan, dan pengorbanan. Delapan orang ingin mengalahkan soal-soal seleksi KPPN Percontohan hingga lulus dengan nilai terbaik, demikian ungkapan beberapa orang dari mereka.
eluruh rangkaian kegiatan pembekalan berjalan lancar dan menyenangkan, Manfaat dari acara pembekalan tersebut benar-benar dirasakan oleh pegawai KPPN Sekayu. Pengetahuan, semangat, dan percaya diri pegawai semakin bertambah, rasa takut yang mungkin dulu menyelimuti pegawai akan diadakannya assessment kini telah pudar dengan diadakannya pembekalan ini.
Pembekalan hari kedua dipandu oleh Wahyu Musukhal. Ia menguraikan kompetensi yang harus dimiliki pegawai pelaksana pada KPPN Percontohan mulai dari adapting to change sampai dengan Interpersonal communication, melalui berbagai analogi. Dengan teknik pembawaan yang menarik dan atraktif, Wahyu mampu membawa peserta menjadi bersemangat dan senang mengikuti pembekalan. Disela-sela acara diberikan permainan yang diikuti oleh semua peserta, peserta sangat antusias dan tertantang untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh pemandu. Walaupun pembekalan ini berlangsung satu hari penuh, namun tidak nampak adanya rasa lelah tetapi sebaliknya wajah-wajah ceria yang ada.
sment adalah suatu proses yang harus dijalani oleh semua pegawai Ditjen Perbendaharaan termasuk pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I.Yogyakarta,” demikian ungkap Hendro Baskoro. 

