- Regional
- Dilihat: 2499
Wagub Provinsi Sulawesi Tenggara: “Target penyerapan anggaran tercapai, Laporan Keuangan WTP”
(Liputan Sosialisasi Monitoring dan Evaluasi Penyerapan Anggaran dan Standar Akuntansi Pemerintahan pada Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara)
Kendari – Upaya meningkatkan target penyerapan anggaran Kementerian Negara/ Lembaga dan pemahaman satker terhadap akuntansi berbasis akrual, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan dua kegiatan sosialisasi.
Sosialisasi Sosialisasi Monitoring dan Evaluasi Penyerapan Anggaran dan Standar Akuntansi Pemerintahan
Kegiatan sosialisasi pertama diadakan dengan tema “Sosialisasi Monitoring dan Evaluasi Penyerapan Anggaran dan Standar Akuntansi Pemerintahan”, Jumat (1/6), di Atthaya Hotel Hotel Kendari. Hadir sebagai peserta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) penerima dana Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan/Urusan Bersama lingkup Kota Kendari, Kab. Bombana, Kab. Konawe, Kab. Konawe Selatan, dan Kab. Konawe Utara.
Kegiatan sosialisasi dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur, Saleh Lasata didampingi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Bilmar Parhusip. Dalam keynote Speech-nya, Saleh Lasatamenyampaikan terdapat beberapa SKPD yang sampai dengan Triwulan I 2012 realisasi penyerapannya baik pada belanja pegawai, barang, modal dan bantuan sosial masih rendah dibawah rata-rata target nasional. Terkait dengan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN/APBD,
Saleh mengingatkan bahwa SKPD harus meningkatkan kualitas atas Laporan Keuangan yang dibuat. “Target penyerapan anggaran tercapai, Laporan Keuangan WTP” pesan beliau. Saleh Lasata juga mengingatkan bahwa SKPD jangan ragu untuk selalu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara jika terdapat kendala atau masalah terkait dengan penyerapan maupun pelaporan
Sesi pertama kegiatan sosialisasi, terkait dengan monev penyerapan anggaran disampaikan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Bilmar Parhusip dengan moderator Plh. Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggaara. Dalam paparannya, Bilmar Parhusip memberikan data kondisi penyerapan SKPD penerima dana DK/TP/UB baik untuk Triwulan I 2012 maupun kondisi sampai dengan per 30 April 2012. Selain itu, terkait dengan kendala, rencana tindak dan Rencana Penyerapan Anggaran (RPA) Tahun Anggaran 2012 juga beliau jelaskan secara detil dan komprehensif.
Untuk sesi kedua, masalah SAP khususnya berbasis akrual PP Nomor 71 Tahun 2010, materi disampaikan secara bergantian yaitu Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Bilmar Parhusip, Kepala Seksi Pelaporan Keuangan, dan Kepala Seksi Bimbingan Teknis dan SAP Bidang Akuntansi Pelaporan, Suhardin dan Bambang Hariyadi. Sesi ini, materi terkait dengan PSAP 1 sampai dengan 12 dibahas secara tuntas dan mendetail.
Sosialisasi Sosialisasi Standar Akuntansi Pemerintahan
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung di Aula KPPN Kendari, dengan tema ”Sosialisasi Standar Akuntansi Pemerintahan”. Peserta berasal dari satuan kerja Kantor Pusat/Kantor Daerah lingkup Kota Kendari, Kab. Bombana, Kab. Konawe, Kab. Konawe Selatan, dan Kab. Konawe Utara.
Kegiatan sosialisasi ini, dibuka langsung oleh Kepala Kanwil Ditejn Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Bilmar Parhusip didampingi oleh Kepala Bagian Umum, Patata, Kepala Bidang Aklap, Djemi Yohanes Rogi, dan Kepala KPPN Kendari, Judika Sirait. Dalam sambuatannya Bilmar Parhusip, meenyampaikan bahwa penerapan PP Nomor 71 Tahun 2010 akan diberlakukan selambat-lambatnya tahun 2015, namun dalam rangka implementasi SPAN pada tahun 2013 akan diterapkan SAP basis akrual secara bertahap. “Mari kita bersinergi bersama dalam rangka implementasi SPAN dan SAP akrual untuk mendapatkan opini WTP dari BPK” pesan beliau di hadapan peserta sosialisasi.
Materi sesi pertama terkait dengan Gambaran Umum dan Kerangka Konseptual SAP berbasisi akrual disampaikan langsung oleh Bilmar Parhusip. Selanjutnya materi berikut disampaikan oleh La Hane, Kepala Seksi PDA. Setelah Ishoma, sesi kedua kegiatan sosialisasi ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pelaporan Keuangan, dan Kepala Seksi Bimbingan Teknis dan SAP Bidang Akuntansi Pelaporan, Suhardin dan Bambang Hariyadi.
Dua kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung dengan lancar dan peserta kegiatan sosialisasi mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan penuh antusias. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan peserta terkait dengan realisasi anggaran, masalah akun, aset, pelaporan, sampai dengan SAP berbasis akrual. Sesi sosialisasi ini di isi juga dengan kegiatan pra-test dan post-test kepada peserta sosialisasi guna mengetahui sejauh mana pengetahuan dan pemahaman peserta sosialisasi tentang SAP berbasis akrual. Tepat pada pukul 17.45 WITA, kegiatan sosialisasi ini ditutup langsung oleh Bilmar Parhusip, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Oleh: Affandi Pattangai – Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara











Tenaga pendamping selama kegiatan workshop ini merupakan gabungan pegawai Bidang Pembinaan Perbendaharaan, Bidang Pelaksanaan Anggaran di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel dan pegawai KPPN. Hal ini merupakan salah satu implementasi Nilai-Nilai Kementerian Keuangan berupa sinergisitas hubungan kerja antara Bidang PA sebagai pengelola Aplikasi RKA-KL DIPA, Bidang PP yang berperan untuk memonitor Pelaksanaan Perencanaan Kas serta KPPN sebagai ujung tombak Ditjen Perbendaharaan di daerah yang menghimpun data Aplikasi Forecasting Satker (AFS) di lingkupnya.
Pelaksanaan workshop di setiap KPPN dibuka oleh Kepala KPPN untuk memaparkan materi terkait maksud dan tujuan pelaksanaan Workshop RPA/AFS. Kemudian dilanjutkan pemaparan materi oleh petugas Kanwil sekaligus praktek pengoperasian Aplikasi RKAKL DIPA untuk penyusunan RPA/AFS, yang dimulai dari proses install aplikasi sampai dengan pengiriman data AFS ke KPPN.
Selanjutnya acara dipandu oleh seorang motivator, Ronal Hutagalung dari Briliant. Ronal memberikan pencerahan terkait perubahan cara berpikir (mindset) yang sangat penting dalam kehidupan. Beliau menerangkan bahwa ada dua jenis hambatan mental (mental block) yang harus disingkirkan. Kedua hambatan tersebut umumnya disebabkan karena pengalaman masa lalu sehingga menjadi trauma dan akhirnya membatasi pola pikir. Beberapa permainan juga dilaksanakan dan Senam Otak merupakan permainan yang menarik.
Bimtek dilaksanakan dalam dua angkatan. Angkatan pertama jam 08.30 sampai dengan jam 11.30 dan angkatan kedua jam 14.00 sampai dengan jam 17.00. Agar materi yang disampaikan para narasumber bisa terserap dan diimplementasikan dalam tupoksi masing-masing satker.
Untuk efektifitas dan mendekatkan lokasi satuan kerja dengan tempat sosialisasi, acara sosialisasi dilaksanakan dalam lima sesi di empat.Yaitu pada tanggal 24 s.d. 25 Mei 2012 di Bandar Lampung untuk Satker-satker di wilayah Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Pringsewu. Di Metro, sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2012 untuk Satker-satker yang berada di wilayah Kota Metro, Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Tengah. Sosialisasi untuk Satker-satker di wilayah Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan Kabupaten Lampung Utara dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2012 di Kotabumi. Sedangkan untuk Satker-satker di wilayah Kabupaten Lampung Barat acara sosialisasi dilaksanakan tanggal 31 Mei 2012 di Liwa.
“Dengan adanya nilai-nilai kementerian keuangan ini, maka meleburlah semua nilai dan budaya yang terdapat di masing-masing Eselon I Kementerian Keuangan menjadi INPROSPEK, singkatan dari Integritas, Profesional, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan” ujar Eriswan. Dalam penjelasannya, beliau menyampaikan bahwa nilai kementerian keuangan diawali dengan Integritas yang bermakna bahwa nilai ini merupakan pondasi penting karena berisi kejujuran, ketulusan, dan dapat dipercaya. Nilai yang kedua yakni Profesional, yang berarti mempunyai pengetahuan dan keahlian yang luas serta dapat bekerja dengan hati. Sinergi, berarti menghormati dan memiliki prasangka yang baik serta menemukan dan melaksanakan solusi terbaik. Pelayanan dapat diartikan bahwa kita harus berorientasi terhadap kepuasan stakeholders dan bersikap proaktif. Nilai terakhir yaitu Kesempurnaan, berarti melakukan inovasi dan perbaikan terus menerus. 

