Liputan Capacity Building KPPN Kuningan dan KPPN Cirebon
Kuningan, djpbn.kemenkeu.go.id – KPPN Kuningan dan KPPN Cirebon menggelar kegiatan capacity building bersama, Sabtu (22/9), di Bumi Perkemahan Sidomba, Desa Peusing, Kab. Kuningan. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk aktivitas outbond.
Dimulai pukul 09.00 WIB pasukan merah putih telah bersiap untuk menguji ketangguhan menghadapi musuh. Setelah briefing sejenak, mereka membentuk barisan rapi dan kokoh dengan semangat pantang mundur menghadapi lawan yang tidak kentara. Lawan tersebut bukanlah makhluk halus yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata, melainkan sikap diri negatif dalam memberikan pelayanan prima kepada Stakeholders. Pasukan merah putih yang terdiri dari 5 regu berjuang menggunakan berbagai strategi yang akhirnya berhasil menyingkirkan musuh dengan perjuangan sengit di tengah terik matahari yang memancar. Itulah ilustrasi sederhana dari pelaksanaan outbond.
Pasukan Merah mewakili pegawai KPPN Cirebon yang menggunakan seragam berwarna merah, Sedangkan pasukan putih adalah pegawai KPPN Kuningan dengan seragam SPAN berwarna putih. Dalam sambutan pembukaannya, Kepala KPPN Kuningan Eriswan mengharapkan agar jajarannya mampu mengambil hikmah dari beberapa permaianan yang dilakukan. Menurutnya, berbagai hikmah dalam permaianan itu sangat berguna dalam meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan prima kepada Stakeholders.
Setelah dibagi dalam 5 kelompok, seluruh peserta dengan hikmat mengikuti perintah dari instruktur untuk mengikuti beberapa game, diantaranya game mencapai target yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Kepala KPPN. Dalam game tersebut, para peserta mengeluarkan semua kemampuan yang dimiliki, bahkan hingga melepaskan kaos demi mencapai target yang ditetapkan. Dalam game ini, hikmah yang dapat diambil adalah kemauan kita untuk berkorban demi kepentingan kelompok
Selain ituada pula game merangkai tali yang kusut menjadi membentuk sebuah lingkaran. Dalam permainan tersebut para pegawai KPPN diajarkan untuk tidak berjalan sendiri namun mengikuti arahan pimpinan sehingga masalah yang semula sangat rumit diselesaikan dapat segera terpecahkan dan hasilnya pun maksimal.
Usai aktivitas soft games, peserta bergerak menuju arena lain untuk mencoba permaianan menantang. Flying Fox, Jaring Laba-laba, dan Jembatan Satu Tali bergiliran dicoba oleh peserta. Ada kejadian unik nan menegangkan, saat Untung menaiki Flying Fox, tiba-tiba sampai ditengah berhenti dan membuatnya bergantung selama 10 menit, sontak saja para kru langsung bergegas menolong dan peserta yang lain tidak henti meneriakkan untuk tetap tenang.
Setelah ishoma, acara dilanjutkan dengan pemaparan service excellent dari BNI Cabang Cirebon. Dalam sesi tersebut dijelaskan detail mengenai cara bersikap yang baik dalam melayani, seperti mengucapkan salam, menyapa, dan menanyakan keperluan. Dalam sesi ini seluruh petugas Front Office dari KPPN Kuningan dan KPPN Cirebon saling bergantian memperagakan sikap pelayanan yang baik. Dalam pemaparan tersebut diberikan pula doorprize kepada peserta yang paling baik melayani dan kuis yang diberikan oleh Kepala KPPN Kuningan dan KPPN Cirebon. Akhirnya tepat pukul 16.00 WIB acara ditutup setelah Ahmad Nizar, Kepala KPPN Cirebon memberikan game kecil bermakna kekompakan.
Oleh: Teguh Puspandoyo, Kontributor KPPN Kuningan











Khusus paparan Kepala KPPN Wonosari dan Wates disampaikan pula bagaimana kesiapan menghadapi perubahan status menjadi KPPN Percontohan pada bulan Oktober mendatang.
Dengan diawali permainan sederhana yang dipandu narasumber namun dapat menyegarkan semua peserta kemudian dilanjutkan dengan berbagi pengalaman bagaimana Service Excellence yang sudah dijalankan oleh Bank BRI selama ini. Untuk mewujudkan Service Excellence kita harus tahu kebutuhan dari stakeholder dan harapan mereka begitu kata narasumber. Dengan S3 Senyum, Sapa dan Salam, tiga hal yang sangat mudah untuk dilakukan, kita dapat mewujudkan rasa simpati dan empati orang yang kita layani yang akhirnya mereka akan memberikan puas atas layanan yang kita berikan.
Alah bisa karena biasa. Budayakan Senyum, Sapa dan Salam kepada siapapun juga...
Trainer Service Excellence menyampaikan paparan menyangkut materi tentang kepuasan akan standar layanan yang dipengaruhi berbagai variable atau dapat dilihat dari dimensi, antara lain Sikap Pelaku Layanan, Kualitas Layanan, Ketepatan Waktu Layanan, Kemudahan, Kenyaman dan Keamanan dalam pemberian layanan. Materi pelatihan juga dilaksanakan dengan metode role play atau simulasi atas aktivitas layanan, di antaranya simulasi penampilan petugas Front Office untuk menampilkan citra layanan yang dapat memberikan kesan profesional meliputi tata rias wajah, tata rias rambut, tata busana yang dikenakan, dan pemakaian aksesoris yang tidak berlebihan. Dilanjutkan role play menganai sikap tubuh, bagaimana cara berjalan, berdiri, sikap duduk dan berbicara kepada stakeholder yang dilayani. Dan tidak kalah pentingnya, simulasi terhadap sikap mengakhiri layanan, berupa tetap menjaga kontak mata, menawarkan bantuan lainnya, mengucapkan salam dan menyebutkan nama mitra kerja yang dilayani.
Kegiatan pelatihan ini diselingi dengan sesi tanya jawab para pegawai KPPN Raha dengan trainers menyangkut berbagai tips and tricks dalam memberikan layanan prima kepada mitra kerja. Secara umum, kegiatan pelatihan Service Excellence ini sangat penting karena merupakan transfer knowledge dari perbankan yang dapat diadopsi guna meningkatkan layanan prima pada KPPN Raha yang terus menerus dan berkesinambungan. 

