Liputan Kunjungan Direktur SMI ke KPPN Parepare
Parepare.perbendaharaan.go.id – Semangat tanpa mengenal lelah , itulah yang ditunjukkan oleh Direktur SMI Ditjen Perbendaharaan, Dra. Anandy Wati, MPM beserta rombongan untuk melihat dari dekat Kesiapan KPPN Parepare menjadi KPPN Percontohan, Rabu (12/9). Sebelumnya ia menghadiri acara di Makassar untuk mensosialisasikan PMK 114/PMK.05/2012 tentang Penyelesaian Piutang Negara Yang Bersumber Dari Penerusan Pinjaman Luar Negeri, Rekening Dana Investasi, Dan Rekening Pembangunan Daerah Pada Perusahaan Daerah Air Minum.
Dalam kunjungan ke KPPN Parepare, Anandy ingin mengetahui kesiapan Sarana dan Prasarana Pelayanan, serta Penataan Arsip yang ada di KPPN Parepare, “SOP sudah dilaksanakan dengan baik, Layout Ruang Pelayanan, Ruang Middle Office maupun back office sangat bagus sesuai dengan Standard Sarpras yang telah ditetapkan, Sumber Daya Manusia juga sudah memenuhi Kompetensi yang diinginkan oleh Organisasi, jadi KPPN Parepare siap menjadi KPPN Percontohan” ungkapnya.
Kepala KPPN Parepare, Drs. Mattaro Nurdin Arta juga menyampaikan kepada Direktur SMI beserta rombongan bahwa KPPN Parepare sudah banyak melakukan perubahan baik Perubahan tata layout maupun pembenahan kompetensi pegawai, “Kami telah banyak berbenah untuk menghadapi kesiapan KPPN Percontohan maupun Implementasi SPAN, Tata layout sudah kami tata sedemikian rupa sesuai dengan sarpras, ruang pelayanan kami percantik sehingga stakeholders merasa nyaman. Untuk Kompetensi Pegawai, hasil assessment pegawai pelaksana mencapai kelulusan sebesar 99% artinya seluruh pegawai KPPN Parepare siap menjadi KPPN Percontohan dan Menjalankan Implementasi SPAN secara penuh,” kata Kepala KPPN.
Hal senada juga di
sampaikan oleh Kepala bagian Umum Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulselbar, Usdek Rahyono, dirinya mengatakan bahwa berdasarkan pengamatan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulselbar, 24 Pegawai KPPN Parepare sudah cukup layak kompetensinya untuk dijadikan sebagai pegawai KPPN Percontohan, dan beliau berharap agar senantiasa melakukan perbaikan dan menggali informasi yang up to date, “Kemampuan SDM KPPN Parepare harus senantiasa ditingkatkan dengan mengadakan beberapa kegiatan seperti Gugus Kendali Mutu dan pemantapan kesiapan penerapan SPAN,” imbuhnya.
Dra. Marni Misnur, Kabid PP Kanwil yang ikut dalam rombongan, mengapresiasi juga tata layout KPPN Parepare, “Ruang Pelayanan sudah sangat memadai, layak dan sesuai Sarpras harus bisa memotivasi pegawai agar lebih meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada stakeholders terutama pembinaan kepada satker,” tegasnya.
Masih dalam kunjungannya Anandy mengamati langsung sarana pelengkap sebagai pra-syarat terpenuhinya standard pelayanan seperti tempat parkir tamu yang aman, “jangan sampai tamu sulit memarkir kendaraannya, tempat parkir itu ditata dengan rapi dan dihiasi dengan tanaman hidup yang teduh dan asri karena itu juga bagian dari kenyamanan pelayanan,” ujarnya.
Setelah berbincang di ruangan kepala kantor, M.Nurdin Arta mengajak Anandy melihat ruang arsip, “ruang arsip kami tata seperti ini bu, dengan fasilitas yang sederhana masih kelihatan rapi, namun sudah ditata dengan E-Filling System, kami ingin ruang arsip itu plus ruang bermain, oleh karena itu kami letakkan ditengahnya meja pingpong untuk bermain secara bergantian, kemudian dilengkapi juga dengan kulkas. Sehingga tidak terkesan seperti gudang arsip,” ujar kepala KPPN Parepare.
Anandy berpesan bahwa kalau dialokasikan dananya, ruang arsip agar segera direhabilitasi dan mengolah System arsip menggunakan teknologi informasi secara penuh. “Nantinya ada ruang untuk penyimpanan softcopy , hardcopy, arsip statis , serta arsip yang menanti dihapus karena sudah diusulkan untuk dihapus. Nanti SOP akan kita sempurnakan karena pak menteri itu selalu memperhatikan tata arsip, bahkan pak sesditjen pun selalu perhatian dengan arsip kantor” imbuh Anandy
Mengakhiri kunjungannya Anandy sekali lagi mengingatkan kepada kita semua agar senantiasa meningkatkan pelayanan kepada stakeholders semua pejabat harus inovatif dan harusnya lebih bersemangat kalau udah menjadi KPPN Percontohan, selanjutnya beliau meninggalkan KPPN Parepare menuju ke Makassar.
Dilaporkan Oleh : Imam Saroni – Kontributor KPPN Parepare











Sekapur sirih dari Kepala KPPN Wates, Lili Khamiliyah, memaparkan tentang pentingnya kegiatan sosialisasi dan mendorong para Kuasa pengguna Anggaran untuk lebih memperhatikan perkembangan penyerapan anggaran yang dikelolanya. Selepas menyampaikan sambutannya, Lili Khamiliyah melanjutkan acara dengan menyampaikan presentasi mengenai Percepatan Penyerapan Anggaran. Lili menampilkan data realisasi penyerapan anggaran non belanja pegawai sampai dengan tanggal 29 Agustus 2012 secara rinci pada masing-masing satker. Diinformasikan juga oleh Ibu Lili bahwa target pencapaian penyerapan anggaran untuk Belanja Barang, Belanja Modal, dan Belanja Bantuan Sosial (Non Belanja Pegawai) sampai dengan Triwulan III TA 2012 yang akan berakhir pada tanggal 28 September 2012 adalah 60 %. Dari data tersebut, Ibu Lili mengharapkan agar seluruh satker dapat mengambil langkah-langkah percepatan penyerapan anggaran agar target yang ditentukan dapat tercapai pada waktunya.
Acara dibuka oleh Plh. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh, Isrin.
Selanjutnya setelah istirahat acara dilanjutkan dengan materi Gambaran Umum Monev TA 2012 Semester I yang dipimpin oleh Muliasyah, Kepala Bidang PA. Dalam sesi ini dibahas mengenai penyebab-penyebab rendahnya penyerapan anggaran Satker dan menumpuknya SPM yang diajukan di akhir Tahun Anggaran, dimana penyerapan anggaran satker dalam wilayah kerja Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh sampai dengan tanggal 31 Juli 2012 masih 45,74% dan jumlah satker dengan realisasi penyerapan anggaran rendah adalah sebanyak 581 satker dari jumlah satker keseluruhan. Selain itu juga dibahas mengenai langkah-langkah yang diambil dalam rangka meningkatkan penyerapan anggaran Satker.
sebagai media dalam meningkatkan keakraban bersama, mencairkan kekakuan, sehingga tidak ada rasa kesungkanan untuk belajar bersama khususnya di bidang pengelolaan keuangan negara. Hal itu dikatakan oleh Kepala KPPN Sintang Sudirman dalam kata sambutannya. Pada akhir sambutannya Sudirman menyampaikan banyak terima kasih kepada pemimpin Bank Mandiri Cabang Sintang, pemimpin PT ASKES (Persero) Cabang Sintang, serta pemimpin satuan kerja-satuan kerja yang telah menghadiri acara ini sehingga berlangsung meriah.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulsel, Pardiharto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pentingnya memahami tujuan negara, “APBN merupakan tangga untuk mencapai tujuan Negara, kita harus bangga dengan tugas mulia kita untuk mengelola APBN, dengan semangat kita akan bisa jalankan amanah tersebut,” ujarnya.
kesempatan tersebut Hendro juga menyampaikan bagaimana perkembangan organisasi Ditjen Perbendaharaan terkini kepada para pensiunan yang hadir, dimana pada akhir tahun ini seluruh KPPN akan menjadi KPPN Percontohan. Acara halal bi halal ini merupakan kali kedua setelah pada tahun yang lalu (1432 H) juga mengundang para pensiunan Ditjen Perbendaharaan khususnya eks lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Yogyakarta. Halal bi halal yang berlangsung dengan meriah namun khidmat tersebut diisi dengan ceramah agama yang menghadirkan penceramah dr. H. Probosuseno, SpPD, K-Ger, FINASIM yang sehari-harinya bertugas di RS Dr. Sardjito Yogyakarta dengan tema “Kesehatan dikaitkan dengan Agama.”
ada 4 ciri dari orang yang BAIK, yaitu Bermanfaat bagi sesama, mau Berubah kearah yang lebih baik, gemar memBaca, Beri contoh nyata dan Biasakan aktivitas yang berulang-ulang, Badan sehat agar bisa membuat kebaikan yang lebih banyak dan lama; Agama dijadikan landasan dalam menjalani hidup ini, dengan 10 S (Syahadat, sholat, syukur, sabar, shodaqoh, shoum, silaturahim, serah diri pada Allah, syiar dan santun); Ilmu yang semakin bermanfaat, dengan cara selalu membaca, mendengar, tulis, lihat dan praktekkan, disertai dengan Itqan yaitu melakukan tugas dengan kualitas terbaik; Konsisten= istiqomah, yaitu dengan senantiasa berdoa, sholat tahajud, puasa dawud dan mencari lingkungan yang baik.
Disamping itu beliu juga mengingatkan kembali bahwa penyerapan belanja Kementerian/Lembaga belum menunjukkan tingkat penyerapan yang diharapkan atau target di setiap triwulan, bahkan menunjukkan tingkat penyerapan belanja yang rendah sampai dengan triwulan III, dan akhirnya akan terjadi penumpukan di akhir triwulan IV atau rata-rata 6 minggu sebelum tahun anggaran berakhir. Apabila kondisi yang demikian berjalan secara terus-menerus, dikhawatirkan akan berdampak pada hasil pekerjaan yang kurang optimal, disamping itu juga dapat menghambat peran APBN dalam pertumbuhan ekonomi, perluasan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan. Untuk itu bersamaan dengan acara ini juga dilakukan Knowledge Sahring mengenai Perencanaan Kas dan Rencana Penyerapan Anggaran sehingga pencapaian penarikan dana APBN tahun anggaran 2012 dapat dilakukan tingkat penyerapan yang proporsional, fleksibel dan tepat waktu.
Sebelum dilakukan bimtek pelayanan service excellent dilakukan knowledge sharing Perencanaan Kas oleh Charis Yulianto dan Rencana Penyerapan Anggaran oleh Sutrisno . Materi Bimtek Teknis Layanan disampaikan oleh Duta Layanan Kanwil BRI Palembang, Dely dengan didampingi 3 frontliner dari BRI Cabang Jambi yaitu Sari, Ira , dan Popy. Kedatangan team dari BRI tersebut untuk memberikan gambaran teknik pelayanan yang prima kepada pelanggan sekaligus praktek di lapangan menghadapi situasi sulit dan tak terduga. “Kunci dalam melayani pelanggan adalah ketulusan hati dan keiklasan ,” papar Mbak Dely penuh semangat. Tanpa kedua hal tersebut tidak pernah akan terwujud pelayanan prima. Senyum yang dilakukan terpaksa akan tidak enak dilihat, tapi senyum yang dilakukan dengan penuh ketulusan akan indah dilihat. Untuk itu kepada peserta diajarkan teknik senyuman 7-2-7 yaitu teknik senyuman lebar dengan panjang mulut 7 cm , tinggi 2 cm sehingga kelihatan gigi dan ditahan selama 7 detik. Berulang –ulang dipraktekkan sehingga senyuman manis seluruh pegawai Kanwil DJPB menghiasi seluruh ruangan. Disamping senyuman maka kita juga harus punya ketrampilan kata-kata, bahasa tubuh, dan Magic Word. Jangan sampai kita mengeluarkan killer words yang akan membuat kita kehilangan simpati dari pelanggan, tetapi sambutlah pelanggan dengan magic words sehingga pelanggan akan merasa nyaman walaupun mungkin kepentingannya tidak bisa dipenuhi karena suatu aturan. Dely merekomendasikan TUNTAS (Tenang, Upayakan menyimak, Nyatakan maaf, Telusuri permasalahan, Ajukan solusi, Selesaikan dengan positif) untuk mengatasi situasi sulit dengan pelanggan.
Di akhir acara Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi,Kiswandoko menegaskan kembali bahwa meskipun pelayanan yang dilakukan antara instansi pemerintah dan perbankan terdapat perbedaan karena KPPN sebagai Bendahara Umum Negara Tingkat Daerah tidak memiliki competitor dalam menjalankan tugasnya namun pelayanan kepada stakeholder tetap harus dilaksanakan dengan baik. Bahkan tekad kita adalah memberikan pelayanan prima. “Apakah Bapak / Ibu bersedia melaksanakan ?” Tanya Beliu kepada peserta, yang dijawab peserta dengan penuh semangat ,”bersedia.” Acara diakhiri dengan buka bersama untuk meningkatkan tali silahturami bagi seluruh pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jambi. 

