Liputan Peresmian Kantor Layanan Filial KPPN Meulaboh di Sinabang Kabupaten Simeleu
Simeuleu, djpbn.kemenkeu.go.id - Wakil Bupati Kabupaten Simeuleu, Drs. M. Yunan T, meresmikan Kantor Layanan Filial KPPN Meulaboh di Sinabang Kabupaten Simeleu, Rabu (30/11). Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simeleu, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, Kapolres, Danlanal, Wakil dari Kodim dan para Kuasa pengguna Anggaran di wilayah Kabupaten Simeleu.
Besarnya dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Simeleu menyambut kehadiran layanan filial ini, dibuktikan dengan melakukan penundaan terhadap Rapat Paripurna DPRD untuk membahas beberapa Qanun yang sebelumnya telah dijadwalkan pada saat bersaamaan.
Dalam sambutannya Wakil Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, yang telah menetapkan Kantor Layanan Filial KPPN Meulaboh di Sinabang sebagai salah satu dari lima kantor layanan filial yang ditetapkan di Indonesia. Selanjutnya atas nama Pemerintah Kabupaten Simeulue, menyambut gembira kahadiran kantor layanan filial ini, karena selain mempermudah Satuan Kerja dalam proses pencairan dana APBN, lebih efisien dari segi pembiayaan, juga dapat mempercepat realisasi APBN dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Simeleu, serta meningkatkan kualitas dalam penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah.
Acara diawali dengan laporan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Meulaboh. Dalam laporannya Ahmad Yusuf menyampaikan Layanan Filial KPPN Meulaboh di Sinabang telah mulai beroperasi pada tanggal 1 Juli 2011, dengan jam layanan mengikuti jam kerja pada KPPN induk mulai pukul 07.30 WIB sampai dengan 17.00 WIB dan tanggal layanan dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 15 pada setiap bulannya.
Jumlah satker yang dilayani sebanyak 27 unit kerja atau 33 DIPA, dengan jumlah SPM yang diajukan sampai saat ini adalah 705 SPM senilai Rp2.885.857.352,-. Sedangkan nilai SP2D yang diterbitkan sebesar Rp2.396.899.524,-
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh. Dalam sambutannya, Achmad Saefudin telah memberikan gambaran pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan mewujudkan Pemerintahan yang Good Governance serta peningkatan dalam pelayanan kepada masyarakat. Direktorat Jenderal Perbendaharaan telah membentuk KPPN Percontohan yang pada saat ini telah berjumlah 42 unit, menerapkan SOP KPPN Percontohan pada seluruh KPPN Non Percontohan di seluruh Indonesia, membentuk Layanan Unggulan pada seluruh Kantor Wilayah dan yang terbaru adalah membentuk layanan bergerak berupa KPPN Mobile, juga layanan filial KPPN di berbagai daerah di seluruh Indonesia, khususnya daerah yang sulit transportasinya.
“Kita patut berbangga bahwa di Provinsi Aceh sebelumnya telah memiliki layanan fililal sebagai pelopor dibentuknya layanan filial yakni Layanan Filial KPPN Banda Aceh yang terletak di kota Sabang.” Ujar Achmad Saefudin
Achmad Saefudin berpesan khusus kepada para pejabat/pegawai KPPN Meulaboh yang ditugaskan pada layanan filial di Sinabang, agar dapat melakukan tugas-tugas pelayanan kepada Masyarakat Kabupaten Seimelue dengan cepat, tepat akurat dan akuntabel serta tanpa biaya, selalu mematuhi SOP dan memperhatikan peraturan yang berlaku namun tetap tetap ramah dan prudent,sehingga pelaksanaan pencairan dana APBN di Kabupaten Siemeleu dapat berjalan baik lancar dan sesuai peraturan perundang-undangan.
Acara ditutup dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Kabupaten Simeulue dilanjutkan dengan peninjauan layanan penerbitan SP2D untuk Satuan Kerja Polres Simeleu dan diakhiri dengan ramah tamah dan makan siang bersama.
Ketua DPRD Kabupaten Simeleu setelah meninjau ruangan kerja dan proses penerbitan SP2D yang cukup cepat, telah memberikan komentar bahwa terobosan yang telah ditempuh oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan dalam mewujudkan Good Governance, dengan membentuk layanan
Filial yang mengedepankan percepatan, transparansi, akuntablitas dan tanpa biaya dalam pemberian layanan ini, patut ditiru dan akan dibicarakan dengan pihak eksekutif untuk dapat diterapkan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Simeleu.
Kedepan semoga pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang dipelopori oleh Kementerian Keuangan dapat menular dan diterapkan pada seluruh unit kerja pemerintah baik pada Pemerintahan Pusat maupun pada Pemerintahan Daerah.
Oleh : Sachrul Damhudi dan Yasmi (Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh)











Adapun materi yang dibahas pada hari pertama adalah meliputi peran KPPN dalam rangka percepatan realisasi anggaran dan percepatan pengesahan DIPA 2012. Sebagai narasumber materi ini adalah Budiarto Widodo dari Bidang Pelaksanaan Anggaran. Materi kedua adalah pengamanan database pada server KPPN yang disampaikan Kepala Sub Bagian Dukungan Teknis, Ricardo Hutapea. Materi ketiga yaitu retur SP2D disampakan Supiyono dari Bidang Pembinaan Perbendaharaan I. Terakhir evaluasi LKPP kuasa BUN KPPN Untung Setya Nugraha dari Bidang Akuntansi dan Pelaporan.
Pada sabtu malam, dilangsungkan acara ramah-tamah yaitu masing-masing peserta dan narasumber menyanyikan lagu dengan diiringi musik organ tunggal. Kemudian acara dilanjutkan dengan bermain sepak bola dengan bola api khas budaya debus Banten sebagai bolanya. Acara sepak bola api berlangsung cukup meriah dan lama sehingga menjadi tontonan penghuni lain hotel Mambruk Anyer.
Survei kesiapan perubahan tahap kedua merupakan kelanjutan survei kesiapan perubahan tahap satu yang hasilnya masih belum sesuai yang diharapkan.
Kedua wakil bupati yang hadir pada saat itu juga menyampaikan sambutannya dan harapannya atas dibukanya pelayanan filial KPPN Buntok di Muara Teweh. Wakil Bupati Murung Raya menyampaikan harapannya bahwa suatu saat akan dibuat juga layanan filial di Murung Raya. “layanan filial di Muara Teweh ini sangat membantu pak, tetapi jika boleh kami berharap ada layanan serupa di Murung Raya, atau kalau perlu KPPN Definitif di Muara Teweh dan Layanan Filial di Murung Raya” demikian ucapnya, diikuti oleh tepuk tangan dari para tamu yang hadir
Djoko Wihantoro juga menyampaikan tentang komitmen pemerintah untuk dapat menyampaikan DIPA tepat pada waktunya yaitu pada tanggal 20 Desember 2011. “Penyampaian DIPA akan dilaksanakan di jakarta secara simbolis oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono kepada para Menteri dan Gubernur. Dan oleh karena itu sangat penting untuk para Kepala satuan Kerja untuk dapat bekerja sama dengan baik dalam proses validasi DIPA yang akan berlangsung pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya” jelasnya. Lanjutnya lagi bahwa penyampaian DIPA yang lebih cepat diharapkan dapat mempercepat proses realisasi dan penyerapan anggaran pada awal tahun anggaran.
Sebelumnya acara diawali dengan laporan Ketua Pelaksana Kegiatan, Arief Rokhman. Dalam laporannya disampaikan pelatihan diikuti oleh 60 peserta yang terbagi dalam 9 kelas dengan materi yang diajarkan antara lain ; Windows 7, Microsoft Word 2007, Microsoft Excel 2007 dan pengenalan internet.
Pada acara penutupan ini dilakukan penyerahan Serifikat dan Piagam Penghargaan kepada Peserta Terbaik dan Peserta Favorit. Adapun untuk Peserta terbaik diraih oleh :
Kegiatan ini diikuti oleh semua satuan kerja dalam wilayah tugas KPPN Mamuju (berjumlah 174 satker), para mitra kerja dari perbankan dan kantor pos, Kepala Biro Keuangan Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Bagian Keuangan Kabupaten Mamuju, asosiasi jasa konstruksi, dan para awak media massa. Acara dibuka oleh dengan penyampaian laporan oleh Kepala KPPN Mamuju Nanang Maharani. Nanang menyatakan bahwa tujuan KPPN Mamuju sebagai KPPN Percontohan adalah terciptanya derajat pelayanan yang berkualitas, yaitu cepat, tepat, akurat, transparan, dan akuntabel, serta tanpa biaya, dengan memanfaatkan sumber daya secara optimal, dalam mendukung kelancaran pencairan dana APBN, ketepatan dan keakuratan data penatausahaan penerimaan/ pengeluaran negara sehingga lebih memantapkan salah satu peran APBN sebagai stimulus fiskal untuk mendorong peningkatan perekonomian nasional. Di samping itu, mempercepat penyusunan laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban APBN.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulsel dan Sulbar yang diwakili oleh Kepala Bidang PP Marni Misnur yakin bahwa setelah menjadi KPPN Percontohan, KPPN Mamuju akan menjadi lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan. Pada akhir sambutannya ia menghimbau kepada para pengelola anggaran negara agar segera merealisasikan dana APBN.
Hadir dalam acara tersebut seluruh adalah pejabat lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta, unsur muspida di wilayah Jakarta, satuan kerja dan bank operasional mitra kerja KPPN Jakarta III dan KPPN Jakarta V.

