Liputan workshop akuntansi dan pelaporan keuangan KPPN Jambi
Jambi, djpbn.kemenkeu.go.id – Opini wajar tanpa pengecualian (WTP) sepertinya telah menjadi harga mati bagi KPPN Jambi. Beberapa kali KPPN itu melakukan koordinasi dengan satuan kerja untuk meraih opini laporan keuangan pemerintah ang WTP. Bertempat di aula, KPPN Jambi mengundang bendahara pengeluaran dan petugas SAKPA dari 85 satker. Mereka yang terdiri dari satker UAPPA-W, satker terbaik dalam rekonsiliasi dari masing-masing kementerian / lembaga dan satker yang masih sering terlambat rekon dari masing-masing kementerian/lembaga. Acara diselenggarakan pada tanggal 10 Nopember 2011.
Rakor dengan tajuk workshop akuntansi dan pelaporan keuangan itu digelar menindaklanjuti rakor Bidang Aklap 2011 di Jakarta dan Diseminasi Pelaporan Keuangan di Medan dengan fokus agar temuan berulang BPK tidak terjadi lagi pada tahun anggaran 2011. Perhatian kepada satker yg bertindak sebagai UAPPA-W diberikan mengingat peran sentral mereka dalam menggabungkan laporan keuangan dan mengantisipasi agar UAKPA tidak mengirim data yang berbeda antara yang dikirim ke KPPN dan ke UAPPA-W. Satker terbaik dalam rekonsiliasi diundang agar terus menjadi teladan bagi satker lainnya dalam kementeian / lembaga yang sama. Satker yang terlambat rekon diundang
sebagai bentuk perhatian khusus dari KPPN Jambi agar lebih meningkatkan kinerja rekonnya di bulan-bulan mendatang. Pada akhirnya tujuan yang ingin dicapai adalah mengejar target tingkat partisipasi rekon dengan satker hingga mencapai angka sebagaimana tertuang dalam kontrak kinerja kemenkeu four.
Dalam sambutannya Kepala KPPN Jambi, Arief Rahman Hakim, menyampaikan bahwa KPPN Jambi dari waktu ke waktu senantiasa berusaha meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah pusat .
“Untuk mencapai WTP perlu strategi yang terarah dan terukur,” kata Arief Rahman Hakim mengawali kata sambutannya.
“Sesuai tema yang diambil “satukan langkah dan tekad menuju laporan keuangan yang WTP” artinya langkah stategis yang diambil KPPN dalam penyusunan LKPP harus senantiasa maju bersama-sama satker. Satker tidak boleh ketinggalan mengikuti dinamika dan perkembangan yang terjadi terkait penyusunan laporan keuangan. Dengan selalu mendapat up-date materi akuntansi dan pelaporan keuangan dari KPPN diharapkan satker mendapat ilmu akuntansi dan pelaporan keuangan serta bisa langsung diterapkan ,” terang Kepala KPPN Painan.
“Pentingnya Pembekalan pemahaman mengenai aturan-aturan akuntansi dan pelaporan keuangan serta keseragaman dalam penerapannya agar dihasilkan laporan keuangan yang berkualitas. LKPP dan LKKL adalah wujud pertanggungjawaban pemerintah atas pelaksanaan APBN yang dari tahun ke tahun telah mendorong para pengelola keuangan
untuk bertransparansi dan berakuntabilias dengan lebih baik serta mendukung upaya terciptanya clean government. Kita harus konsisten melakukan perbaikan-perbaikan untuk selalu meningkatkan kualitas laporan keuangan pemerintah sehingga pada akhirnya dapat menyajikan seluruh informasi keuangan yang relevan, andal dan dapat dipahami serta memperoleh opini audit terbaik yaitu WTP,” lanjutnya.
Acara terbagi dalam beberapa sesi membahas banyak materi terkait Bagan Akun Standar, Langkah Akhir Tahun 2011 Bidang Akuntansi dan Pelaporan, Penyelesaian UP 2011, Hibah Langsung dalam bentuk uang, Analisis Laporan Keuangan Tingkat Satker dan Informasi Pendapatan dan Belanja Secara Akrual.
Menutup rangkaian acara Kasi Vera menyampaikan “Orang yang berbahagia adalah orang yang bisa memberi banyak manfaat bagi orang lain, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Pengelola keuangan adalah wadah bagi Bapak Ibu sekalian untuk memberi manfaat bagi rekan kerja, instansi dan kementerian masing-masing . Jadikan itu sebagai motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi satker dan kementerian tempat Bapak Ibu bekerja. Khususnya lewat momen penyusunan laporan keuangan tahun 2011 berikan yang terbaik sehingga dapat mencapai Laporan Keuangan yang WTP,” pesan Kepala Seksi Vera, Nugroho.
Oleh : Nugroho – Kontributor KPPN Jambi
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan











“Saya tekankan agar Bapak dan Ibu dapat lebih memahami dan mematuhi ketentuan-ketentuan yang terkait dengan langkah-langkah akhir tahun anggaran 2011,” kata Kepala KPPN Sekayu, Raden Muhammad Adil saat membuka acara sosialisasi dan bimtek.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, Abdul Gofar, menekankan agar semua unit kerja di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung meningkatkan kinerja yang saat ini belum mencapai kinerja maksimal. Selain itu, Kakanwil juga menegaskan tiga hal yang harus dilakukan agar di masa datang, kinerja pelayanan dan kualitas pelayanan kepada stakeholder Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung lebih baik. Ketiga hal tersebut adalah (1) Profesionalisme Sumber Daya Manusia yang berkualitas, yang mempunyai kompetensi sama atau lebih daripada yang dibutuhkan, (2) Modernisasi system, penggunaan teknologi informasi yang mendukung pelaksanaan tugas-tugas, dan (3) Akuntabilitas seluruh hasil pekerjaan yang dilaksanakan semua unit kerja di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung.
Dalam acara yang diikuti semua bagian dari unit kerja di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung ini, diharapkan juga agar KPPN betul-betul memperhatikan masalah pencairan dana di unit kerjanya masing-masing dengan melakukan pendampingan dan bimbingan kepada satker-satker yang mempunyai kendala dalam pencairan dana. Karena penyerapan anggaran, walaupun bukan merupakan tanggung jawab Ditjen Perbendaharaan, menjadi salah satu IKU Ditjen Perbendaharaan.
Ketiga satker tersebut adalah Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat, Biro Logistik Polda Kalimantan Barat, dan Politeknik Kesehatan Pontianak.
Memasuki sesi pertama, Kepala KPPN Semarang II Dedi Sopandi memaparkan dua aspek utama penilaian Kinerja Pelayanan Publik pada KPPN Tahun 2011, yaitu aspek Kinerja Pelayanan Publik dengan bobot 60% dan Indeks Kepuasan Masyarakat dengan bobot 40%. Pemaparan materi disajikan terkait tema, “Upaya Meraih Unit Pelayanan Publik Terbaik”. Lebih lanjut Dedi Sopandi menjelaskan poin-poin penilaian Kinerja Pelayanan Publik secara detail, termasuk inovasi unggulan yang selama ini dilakukan KPPN Semarang II. Dinahkodai oleh Kepala Kanwil Ditjen. Perbendaharaan Prov. D.I Yogyakarta, Hendro Baskoro, acara mengalir santai namun mengena. Paparan kedua oleh Kepala Bidang AKLAP Kanwil Ditjen. Perbendaharaan Prov. D.I Yogyakarta, Haris Budi Susila, mengusung tema “Meraih Penilaian Terbaik LKPP Tingkat Kuasa BUN”. Haris mengungkapkan strategi dan kunci sukses meraih predikat terbaik dan peringkat teratas LKPP tingkat Kuasa BUN selama tiga tahun berturut-turut. Strategi dimaksud yaitu, Kualitas laporan ; Partisipasi yaitu semua kendala yang terjadi di lapangan baik yang terkait dengan peraturan maupun aplikasi disampaikan melalui surat ke Kantor Pusat dan diupload ke helpdesk ; Ketepatan waktu ; Beban kerja. Strategi yang diprioritaskan adalah kualitas LKPP dimana poin ini sangat tergantung pada kualitas data KPPN. Guna mengawal data KPPN tersebut dilakukan validasi harian, setidak-tidaknya meliputi akurasi data transaksi non anggaran: (1) Penerimaan dan pengeluaran kiriman uang dalam rangka TSA; (2) Penerimaan dan pengeluaran pemindahbukuan intern KPPN; (3) Kas di Bendahara Pengeluaran ; (4) Transaksi Transito. Haris menekankan bahwa dedikasi dan etos kerja tidak bergantung pada usia, tercermin dari prosentase pegawai Bidang Aklap Kanwil Ditjen. Perbendaharaan Prov. D.I. Yogyakarta yang 80% lebih berusia lebih dari 45 tahun. Yang penting adalah keyakinan, komitmen dan semangat kebersamaan, dukungan penuh dan apresiasi dari pimpinan, serta inovasi tiada henti.
Hari kedua dilanjutkan dengan penyegaran dan ice breaking masing-masing peserta melalui kegiatan senam pagi dan outbound. Suasana semakin mencair manakala eksibisi olahraga berupa voli pasir, tenis lapangan dan futsal pasir antar peserta dua Kanwil digelar. Malamnya merupakan malam apresiasi seni yang menampilkan para peserta membawakan lagu andalannya, diselingi dengan drama, persembahan para pegawai Kanwil Ditjen. Perbendaharaan Prov. Jawa Tengah. Sebelum ditutup kedua Kepala Kanwil saling bertukar vandel sebagai cindera mata.
Penganugeraahan Satyalencana Karya Satya kepada pegawai yang telah menunjukkan kesetian dalam bertugas kepada empat puluh empat pegawai yang penyerahannnya dilakukan secara simbolis kepada lima orang pegawai dari masing-masing unit eselon I di Samarinda oleh pembina upacara.

