- Regional
- Dilihat: 2646
Upaya Menghapus Rapor Merah LKPP dari KPPN Sekayu
Liputan sosialisasi penyusunan laporan keuangan KPPN Sekayu
Sekayu, djpbn.kemenkeu.go.id – Laporan keuangan bagi instansi pemerintah adalah layaknya rapor bagi siswa sekolah. Sebagaimana rapor untuk siswa sekolah, rapor merah tentu bukan hasil yang diharapkan oleh instansi pemerintah. Sebab itu adalah aib, sama dengan para siswa yang menganggap rapor merah adalah hal yang buruk yang mesti dihindari.
Agar terhindar dari hasil yang buruk tersebut, diperlukan peran aktif dan keseriusan satuan kerja dalam menyusun laporan keuangan masing-masing. Sebab, laporan keuangan mereka adalah salah satu unsure dari laporan keuangan pemerintah pusat atau yang sering disingkat LKPP. Jika laporan mereka merah, maka merah pula LKPP-nya.
Adalah cita-cita bersama antara Ditjen Perbendaharaan yang dalam hal ini KPPN dan satuan kerja untuk menjadikan LKPP beropini wajar tanpa pengecualian. Sebagai bentuk dukungan kepada satker dalam rangka meningkatkan kualitas laporan keuangan, KPPN Sekayu mengadakan sosialisasi penyusunan laporan keuangan dan AFS, Rabu (30/11).
Sebanyak 64 orang kuasa pengguna anggaran dan bendahara pengeluaran dalam lingkup pembayaran KPPN Sekayu hadir pada acara sosialisasi tersebut.
Kepala KPPN Sekayu, Raden Muhammad Adil, dalam sambutannya menghimbau menghimbau agar seluruh satuan kerja mampu menunjukkan semangat dalam menghadapi akhir tahun ini.
“Saya menghimbau agar seluruh satuan kerja menunjukkan semangatnya dalam menghadapi momentum tutup tahun anggaran 2011 ini,” kata Raden Muhammad Adil.
“Mengingat opini wajar tanpa pengecualian telah yang menjadi target pemerintah tahun ini. Tidak kalah penting dari itu, optimalisasi realisasi penyerapan dana diharapkan dapat terwujud,’ lanjutnya.
“Kami akan selalu memberikan dukungan dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan,” ungkap Raden Muhammad Adil di hadapan para peserta sosialisasi.
Pada kesempatan sosialisasi tersebut, KPPN Sekayu juga memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan terbaik satu, dua dan tiga bagi satker yang telah menyampaikan dan menyajikan laporan keuangan yang berkualitas serta telah melakukan penyerapan dana dengan baik sesuai dengan target yang diharapkan. Dengan penghargaan tersebut diharapkan dapat memacu semangat satuan kerja untuk bekerja lebih baik di tahun 2012.
Selain bimbingan teknis penyusunan LKPP, pada acara tersebut ditekankan pula mengenai pentingnya perencanaan kas. Seperti yang telah disosialisasikan beberapa waktu yang lalu, pelaksanaan perencanaan kas akan mulai diterapkan secara penuh pada tahun 2012. Jika pada tahun 2011 sanksi bagi yang tidak melaksanakan perencanaan kas belum diterapkan sepenuhnya, maka pada tahun 2012 mendatang sanksi akan diberlakukan secara penuh. Sanksi berupa tidak diprosesnya SPM yang diajukan ke KPPN.
Kepala KPPN Sekayu, Raden Muhammad Adil, secara terbuka mempersilahkan satuan kerja untuk berkonsultasi sehubungan dengan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan pelaksanaan perencanaan kas.
“Dengan sangat senang hati dan terbuka, kami, KPPN Sekayu, akan memberikan bimbingan tanpa biaya kepada Bapak Ibu,” pesan Muhammad Adil menutup sambutannya.
Oleh : Kontributor KPPN Sekayu
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan











“Dengan memperhatikan dan mematuhi rambu – rambu yang sudah ada maka pelaksanaan pembayaran akan berjalan dengan aman, lancar, transparan dan tentu saja tanpa biaya,” tambahnya.
Kepala Seksi Bank / Giro Pos, Sutyawan menyampaikan materi berkaitan dengan SP2D retur yang masih berada pada rekening “rr” BO I untuk segera di tanggapi oleh satker. Sebab tanggal 30 Desember 2011 semua dana SP2D retur akan disetor ke Rekening Kas Negara. khusus dengan perbankan disampaikan waktu pembukaan loket / pelimpahan dan penyampaian LHP ke KPPN sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
Penandatanganan piagam komitmen bersama tersebut dimaksudkan sebagai tanda bahwa segenap jajaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel bertekad untuk menginternalisasikan Nilai-Nilai Kementerian Keuangan. Momen ini secara simbolis juga dimaksudkan untuk mengawali langkah-langkah lebih lanjut internalisasi Nilai-Nilai Kementerian Keuangan, baik yang nantinya diupayakan sendiri oleh Kanwil DJPBN Prov.Sumsel, atau yang merupakan bagian dari program kantor pusat Ditjen Perbendaharaan.
Hasil rakor bersifat teknis disempurnakan dengan isi arahan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumsel. R.Moch Atlap Noor Syamsoe kembali menguingatkan pesan-pesan Direktur Jenderal Perbendaharaan dalam rapimnas beberapa saat yang lalu. Selain itu, R.Moch Atlap Noor Syamsoe menekankan sejumlah hal seperti, koordinasi dan keharmonisan instansi serta penciptaan iklim kerja yang kondusif, semangat dan etos kerja, termasuk komitmen terhadap kelanjutan reformasi birokrasi dan pemberantasan KKN, terakhir semangat terus memperbaiki diri dan meningkatkan kinerja selaku pengemban tugas perbendaharaan.
Pembentukan KPPN Percontohan Manokwari diharapkan dapat menghapus stigma negatif birokrasi pemerintah yang berbelit-belit, tidak transparan, tidak professional, dan stigma negatif lain. Anonom CF Sitinjak juga menyampaikan bahwa KPPN Manokwari dalam memberikan pelayanannya berpegang teguh pada semangat pengabdian yang mengutamakan efisiensi dan keberhasilan mencapai tujuan, yang dimanifestasikan dalam perilaku “melayani, bukan dilayani”, “mendorong, bukan menghambat”, “mempermudah, bukan mempersulit”, “sederhana, bukan berbelit-belit”, “terbuka untuk setiap orang, bukan segelintir orang”.
KPPN Percontohan Manokwari diharapkan dapat menjadi role model bagi instansi pelayanan publik di Propinsi Papua Barat untuk benar-benar menjadi contoh penegakan martabat aparat pemerintah yang bersih dan professional, demikian disampaikan oleh Asisten II Daerah Propinsi Papua Barat mewakili Gubernur Papua Barat.
Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Tengah, Djoko Wihantoro. Dalam sambutannya, Djoko Wihantoro menyampaikan bahwa organisasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan adalah organisasi dinamis yang terus menyesuaikan diri dalam menghadapi tantangan saat ini dan di masa yang akan datang. Djoko Wihantoro juga menyatakan pentingnya implementasi nilai-nilai kementerian keuangan dalam menghadapi pelaksanaan tugas keseharian di kanwil dan KPPN untuk mendukung terciptanya budaya kerja yang prima di setiap unit kerja.
Pada bagian ketiga dibahas tugas Akuntansi dan Pelaporan meliputi peningkatan mutu penyusunan LKPP oleh KPPN dengan adanya keseragaman yang merujuk pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor PER-36/PB/2009 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor SE-35/PB/2011, kewajiban KPPN untuk mengingatkan satker untuk menyetor sisa UP sebelum akhir tahun anggaran, serta persiapan rekomendasi bidang Aklap kepada Kantor Pusat DJPBN terkait penyempurnaan menu rekonsiliasi neraca pada aplikasi.
Dalam sambutannya Bilmar Parhusip mengingatkan para pejabat yang dilantik untuk menerapkan Nilai-nilai Kementerian Keuangan, serta mengajak seluruh pejabat dan pegawai lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk langsung “tancap gas” dalam bekerja mengingat saat ini merupakan masa-masa yang krusial dalam menghadapi akhir Tahun Anggaran 2011.
Pada hari kedua, kegiatan dipimpin oleh Kepala Kanwil, dengan moderator Kepala Bagian Umum Patata, dilakukan pemaparan dan diskusi mengenai permasalahan yang terjadi di Kanwil maupun KPPN oleh para Kepala Bidang / Bagian yang terkait dengan permasalahan tersebut. Pada sesi pertama Kepala Bagian Umum memaparkan masalah Kepegawaian dan Keuangan, antara lain terkait dengan Aplikasi SILPA dan SILK. Sedangkan Kepala Bidang PA Imam Subagyo, memaparkan permasalahan Revisi DIPA terkait Daftar Revisi Anggaran APBN-P serta Monitoring dan Evaluasi Penyerapan Anggaran. Selanjutnya Kepala Bidang PP Guruh Utomo, memaparkan permasalahan Dispensasi TUP, Retur SP2D dan permasalahan lainnya terkait BO I. Kemudian Kepala Bidang Aklap yang baru dilantik, Djemi Yohanes Rogi, memaparkan permasalahan pelaksanaan rekonsiliasi tingkat UAPPA-W, Transaksi Kiriman Uang yang masih terdapat selisih serta permasalahan terkait Data Harian kiriman dari KPPN (Seksi Vera). 
Nilai-nilai Kementerian Keuangan ini tak hanya berhenti pada tahapan pencetusannya saja. Akan tetapi, perlu tindak lanjut dengan diinternalisasikan nilai-nilai ini kepada seluruh pegawai Kementerian Keuangan agar dapat dipahami, dihayati, dan diterapkan dalam pekerjaan keseharian. Menteri Keuangan sebagai pelopor dan inisiator dari gagasan nilai-nilai Kementerian Keuangan ini pun menghimbau kepada seluruh jajaran pejabat eselon I dan II agar menginternalisasikan nilai-nilai ini pada unit kerja masing-masing yang menjadi tanggung jawabnya.

