- Regional
- Dilihat: 2758
UNTUK 2012 YANG LEBIH BAIK
liputan sosialisasi penyusunan laporan akhir tahun dan langkah-langkah menghadapi awal tahun anggaran 2012
Mamuju, djpbn.kemenkeu.go.id - Pada hari Rabu tanggal 28 Desember 2011 tepatnya pukul 08.00 WITA diadakan Sosialisasi Penyusunan Laporan Akhir Tahun dan Langkah-Langkah Menghadapi Awal Tahun Anggaran 2012 di d’Maleo Hotel and Covention Center di Mamuju. Ada pun sosialisasi ini dimaksudkan agar seluruh satker dalam wilayah pembayaran KPPN Mamuju mampu lebih memahami dalam menyusun laporan keuangan kementerian/ lembaga dan laporan pertanggungjawaban bendahara, serta satker mendapatkan gambaran mengenai langkah-langkah dalam menghadapi awal tahun anggaran 2012.
Pelaksanaan sosialisasi diwarnai dengan semangat dan antusiasme yang tinggi dari para undangan yang hadir. Kegiatan ini diikuti oleh semua satuan kerja dalam wilayah pembayaran KPPN Mamuju, sejumlah 170 satker. Acara ini dibuka dengan sambutan Kepala KPPN Mamuju Nanang Maharani. Dalam sambutannya, Nanang menyampaikan bahwa tujuan diadakannya sosialisasi ini agar DIPA tahun 2012 bisa dipercepat penyerapannya sekaligus dapat dipertanggungjawabkan secara tepat waktu. Nanang juga menekankan agar satker segera menihilkan UP /TUP, dan apabila masih terdapat sisa UP/TUP agar disetorkan ke Rekening Kas Negara pada tanggal 30 Desember 2011.
Kegiatan selanjutnya yaitu penyajian materi-materi oleh narasumber. Adapun materi
yang disajikan yaitu mengenai Laporan Pertanggungjawaban Bendahara, Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga, Penatausahaan Penerimaan Negara dan Langkah-Langkah Menghadapi Awal Tahun Anggaran 2012. Dalam kesempatan yang sama, para satker diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab dan diskusi terhadap materi yang disampaikan. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para satker mampu menyusun laporan keuangan kementerian negara /lembaga tahun anggaran 2011 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara. Para satker diharapkan juga dapat melakukan persiapan dalam menghadapi awal tahun anggaran 2012.
Rizki Wahyuni dan Ridha Fithri Fathonah (Kontributor KPPN Mamuju)











Pada kesempatan itu juga disampaikan hasil kajian Tim Monev Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I.Yogyakarta tentang pola realisasi anggaran yang cenderung menumpuk di akhir tahun anggaran yang selalu berulang pada setiap tahun anggaran sehingga penyerapan anggaran tidak optimal. “Ada empat faktor penyebab tidak optimalnya penyerapan anggaran di lingkungan satker wilayah Provinsi D.I.Yogyakarta, yaitu lemahnya perencanaan kegiatan, kelemahan di bidang pengadaan (procurement), kelemahan di bidang regulasi, dan ketidaklengkapan regulasi dan prosedur” tutur Hendro Baskoro.
Perbendaharaan akan membantu terlaksananya penyusunan disbursement plan dan procurement plan; Kelima, tingkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program-program pembangunan melalui pola participative development ; Keenam, mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dalam setiap pelaksanaan kegiatan; Ketujuh, pastikan pelaksanaan kegiataan dapat dimulai secepat mungkin sehingga roda perekonomian rakyat dapat bergerak sejak awal tahun anggaran; Kedelapan, kepada para Bupati/Walikota beserta jajaran untuk menghilangkan hal-hal yang berpotensi menghambat investasi di daerah; Kesembilan, segera mengimplementasikan rencana kegiatan; Kesepuluh, segera melakukan pembayaran gaji, tunjangan, dan honorarium guru serta dana BOS kepada sekolah-sekolah setelah menerima transfer dari Pemerintah Pusat; Kesebelas, korupsi, kolusi dan nepotisme harus menjadi musuh nomor satu, tingkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kerja pemerintah, dan pastikan program-program yang disusun dapat berjalan dengan transparan dan bersih serta rakyat melihat dengan jelas apa yang kita lakukan.
Bupati Kabupaten Muna juga memerintahkan para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Bendahara untuk mematuhi ketentuan perpajakan dan melaksanakan kewajiban membayar pajak-pajak atas belanja yang dilakukan berdasarkan Anggaran Belanja Negara maupun Belanja Daerah. Hal tersebut sesuai maksud dari Surat Menteri Keuangan Nomor S-812/MK.05/2011 tentang Kepatuhan Atas Kewajiban Perpajakan. Surat itu disampaikan oleh Kepala KPPN Raha, Herbudi Adrianto langsung kepada Buapti Kabupaten Muna sesaat sebelum dimulainya acara penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2012.
Percepatan penyelesaian dan penyerahan DIPA tahun anggaran 2012 ini tentu bukanlah satu-satunya faktor yang secara otomatis akan menghilangkan masalah lambatnya atau rendahnya capaian tingkat realisasi atau penyerapan anggaran yang selama ini selalu berulang terjadi tiap tahun.
Selain itu Gubernur menekankan bahwa dibutuhkan suatu gerakan yang sistematis agar dapat mencapai tujuan nasional yang telah ditetapkan. Untuk itu diperlukan kerja kolektif antar instansi guna mengambil langkah-langkah debirokritasi dan deregulasi. Langkah ini diperlukan untuk percepatan pencapaian tujuan, mengurangi hambatan administrasi dan hambatan lain yang tidak perlu. “Saya yakin, apabila bekerja sama dan bersinergi pasti akan mudah mencapai cita-cita nasional yaitu kesejahteraan bersama,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kanwil mengucapkan terima kasih kepada Para Kepala Satuan Kerja atas segala upaya dan kerjasamanya sehingga DIPA TA 2012 dapat selesai tepat pada waktunya. Dengan keberhasilan percepatan penyelesaian dan penyerahan DIPA TA 2012 ini, merupakan awal yang baik bagi pelaksanaan anggaran 2012, karena setiap Kuasa Pengguna Anggaran dapat segera memulai langkah pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan dalam melaksanakan tugas Pemerintah dalam mengemban amanah rakyat melalui pelayanan publik dan pembangunan.
Pada pukul 14.00 WIB di hari yang sama, bertempat di auditorium Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Kepala KPPN Sekayu melanjutkan rangkaian acara penyerahan DIPA 2012 kepada Bupati Musi Banyuasian untuk diserahkan kepada KPA satker di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. Acara ini merupakan kerja bareng antara KPPN Sekayu dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Hadir dalam acara tersebut adalah Bupati Musi Banyuasin, Pahri Azhari, unsur muspida, anggota DPRD , kepala satker dan SKPD di Lingkungan Pemkab Musi Banyuasin. Acara yang diawali dengan lagu mars Kabupaten Muba yang dinyanyikan oleh seluruh undangan, dilanjutkan dengan laporan Kepala KPPN Sekayu yang antara lain menyampaikan bahwa penyerahan DIPA di daerah merupakan rangkaian kegiatan setelah penyerahan DIPA di Jakarta yang dilakukan presiden beberapa waktu sebelumnya. Disampaikan pula bahwa untuk Kabupaten Musi Banyuasin DIPA yang diserahkan berjumlah 33 DIPA dengan nilai Rp144.003.739.000,- yang meliputi DIPA TP sebanyak 8 DIPA dengan nilai Rp7.367.125.000,-, DIPA KP sebanyak 1 DIPA dengan nilai Rp12.386.000.000,-, Instansi vetikal K/L sebanyak 23 DIPA dengan nilai Rp94.703.054.000,- dan DIPA UB sebanyak 1 DIPA dengan nilai Rp9.547.560.000,-.
Sementara itu Muhammad Uswanas selaku Bupati Fakfak dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih atas perhatian Pemerintah yang telah menaikkan alokasi dana DIPA untuk wilayah pembayaran KPPN Fakfak sebesar 66% meningkat dibanding alokasi dana DIPA diawal tahun anggaran 2011. Disamping itu ia berpesan agar Kuasa pengguna Anggaran Satker melakukan koordinasi dengan Pemda agar kegiatan tidak duplikasi, mekanisme tender bisa lebih transparan dan memberikan laporan berkala atas pelaksanaan kegiatan belanja modal sebagai bentuk sinkronisasi dan sinergi antara pendanaan APBN dan APBD.
DIPA baru tersebut diatas dilihat dari kode kewenangannya terdiri dari 4 jenis yaitu Kantor Pusat (KP) ada 2 DIPA, Kantor Daerah (KD) 43 DIPA, Tugas Pembantuan (TP) 8 DIPA, dan Urusan Bersama (UB) 2 DIPA. Dilihat dari jumlah DIPA per Kabupaten, Fakfak memperoleh 38 DIPA (69,09%) sementara Kaimana hanya 17 DIPA (30,91%). Penyerahan DIPA kali ini dilakukan secara simbolis kepada 10 satker mewakili kriteria keragaman kode kewenangan dan wilayah.
Pada penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2012 ini diwilayah pembayaran KPPN Merauke sebanyak 105 DIPA dengan total pagu Rp. 1.503.248.430.000,-. Jumlah tersebut mengalami peningkatan baik dari segi pagu dana maupun jumlah DIPA dari tahun 2011. Sebelum ditutup dengan doa, diserahkan DIPA secara simbolis. 

