- Regional
- Dilihat: 3146
DUTA SPAN Ajak Pegawai Untuk Siap Hadapi Perubaha
Liputan Sosialisasi SPAN
Aceh, djpbn.kemenkeu.go.id -Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) yang menurut rencana akan diimplementasikan pada tahun 2012 menuntut agar setiap unit di jajaran Ditjen Perbendaharaan untuk mempersiapkan diri. Salah satunya adalah dari sisi Sumber Daya Manusia. Untuk itu upaya mendukung implementasi SPAN terus dilaksanakan oleh Duta SPAN Unit Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh, melalui penyelenggaraan sosialisasi pengenalan mengenai program-program SPAN, Jumat (16/12).
Duta SPAN Unit dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh dan KPPN Banda Aceh melaksanakan sosialisasi SPAN dengan tema “SPAN Menciptakan Proses Bisnis yang Terintegrasi, Berbasis Teknologi Informasi, SDM yang Unggul dan Organisasi yang Efektif dan Efisien”. Acara dilaksanakan di halaman komplek rumah dinas Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh di Lamlagang.
Acara dimulai dengan senam bersama di halaman Gedung Keuangan Negara Banda Aceh, kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama, dimana pada hari itu para pegawai begitu dimuliakan, yaitu dilayani oleh Kepala Kanwil dan jajaran eselon III dalam menghidangkan makanan yang disajikan.
Memasuki acara inti, penyampaian sambutan dan pengarahan dari Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh, Achmad Saefudin. Dalam sambutannya beliau juga mensosialisasikan nilai-nilai Kementerian Keuangan. Selain itu Achmad Saefudin juga berpesan agar para pegawai dapat memahami nilai-nilai Kementerian Keuangan serta diharapkan dapat menerapkannya dalam pekerjaannya. Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi SPAN oleh Duta SPAN Unit dari Kanwil dan KPPN Banda Aceh.
Dalam Sosialisasinya Duta SPAN Unit Kanwil dan KPPN Banda Aceh menjelaskan pengertian dari SPAN serta mangajak para pegawai untuk siap dalam menghadapi perubahan pada saat SPAN diimplementasikan nantinya. Untuk itu para Duta SPAN Unit Kanwil dan KPPN Banda Aceh menghimbau agar para pegawai untuk segera mengikuti Survei Kesiapan Perubahan Kedua (SKP-2)
Terakhir acara dilaksanakan penghijauan, yaitu penanaman pohon di halam komplek rumah dinas. Dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pegawai tentang perkembangan SPAN dan juga semangat kebersamaan serta kekompakan antar pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh.
Oleh : Samsul Bahri dan Yasmi – Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh











Sebelum penyerahan DIPA TA 2012 didahului dengan sosialisasi tentang Percepatan Pencairan Dana APBN TA 2012, dengan narasumber Kepala KPPN Tegal Drs. Mirza Effendi. Sosialisasi ini bertujuan antara lain untuk mengingatkan kembali kepada semua Kepala Satuan Kerja penerima DIPA TA 2012, akan pentingnya percepatan pencairan dana APBN sehingga tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Selain materi pencairan dana, Kepala Seksi Bank/Giro Pos Agus Effendi menyampaikan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-74/PB/2011 tanggal 3 Nopember 2011 tentang tata cara Penyelesaian & Penatausahaan retur Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
Dalam sambutannya Kepala KPPN Tegal Drs. Mirza Effendi antara lain menyampaikan, dengan diserahkannya DIPA pada tanggal 23 Desember 2011 diharapkan Satker dapat segera melaksanakan anggarannya, sehingga kegiatan dapat segera dilaksanakan dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Belanja pemerintah tersebut dapat menjadi stimulus perekonomian di daerah tersebut sejak awal tahun anggaran. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan realisasi penyerapan anggaran tahun anggaran 2011 di wilayah pembayaran KPPN Tegal per tanggal 21 Desember 2011 sebesar Rp.999.961.245.898 atau 99,54% dari pagu DIPA .
Sebelum DIPA diserahkan, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur, Abdullah Nanung, melaporkan kepada Gubernur bahwa DIPA TA 2012 yang diserahkan pada satuan kerja di wilayah Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 648 DIPA dengan jumlah Pagu Rp.8.104.068.512.000,- meliputi DIPA Kantor Pusat dan Instansi Vertikal berjumlah 464 DIPA senilai Rp.7.121.192.995.000, DIPA Tugas Pembantuan sejumlah 94 DIPA senilai Rp.326.269.958.000,- DIPA Dekonsentrasi berjumlah 70 DIPA senilai Rp.462.273.402.000,- dan DIPA Urusan Bersama berjumlah 20 DIPA senilai Rp.194.332.157.000,- Selain alokasi tersebut, alokasi APBN berupa Dana Transfer 2012 untuk Provinsi/Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp.15.816.486.557.885, dengan rincian DBH Pajak sebesar Rp.3.286.953.715.797, DBH SDA sebesar Rp.6.670.375.794.088,- DAU sebesar Rp.4.536.156.684.000,- DAK sebesar Rp.327.285.000.000,- dan Dana Penyesuaian sebesar Rp.995.715.364.000,-
Tiada kata terlambat untuk belajar, berubah dan berani mecoba itulah spirit yang dicoba untuk dibangun oleh KPPN Batam untuk mewujudkan nilai-nilai profesionalisme, pelayanan dan kesempurnaan. Tak bisa ditawar lagi bahwa penggunaan teknologi khususnya komputer sudah menjadi sebuah kewajiban dalam operasional perkantoran. Saat ini pekerjaan kantor seperti yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (Treasury Office) menuntut penyelesaian yang cepat, tepat dan akurat dan semua itu salah satunya dapat ditunjang dengan penggunaan teknologi komputer.
Tiga metode yang digunakan dalam capacity building “aplikasi perkantoran” di KPPN Batam yaitu, pertama, pemaparan teori yang disampaikan oleh trainer disertai simulasi visual. Kedua, praktik langsung sesuai yang contoh yang diberikan oleh trainer. Dalam kegiatan ini, peserta dibagi dalam beberapa kelompok berdasarkan tingkat keterampilan komputer. Peserta yang memiliki keterampilan komputer kurang melakukan praktik langsung mengerjakan soal latihan dengan bantuan rekan satu kelompok yang memiliki ketrampilan komputer lebih. Ketiga, evaluasi hasil pelatihan dengan mengerjakan soal dari trainer
Pesan Kepala Kanwil DJPBN dan Kepala Bidang Pembinaan Perbendaharaan dapat sangat dimaklumi, mengingat lebih dari 70% pegawai Kanwil DJPBN Propinsi Kalimantan Tengah usianya tidak muda lagi, di atas usia 45 tahun. Kebanyakan dari mereka masih dirasa kurang dalam penguasaan di bidang IT, sementara di sisi lain kemampuan itu sangat dibutuhkan dalam implementasi SPAN. Persiapan implementasi SPAN sendiri selalu didengungkan oleh pimpinan dalam acara rapat dinas maupun forum khusus sosialiasi SPAN oleh DSU dalam gugus kendali mutu (GKM).
Pemberian baju kaos oleh Kepala Bagian Umum, Sunoto, kepada Yashinta yang adalah Kasi Bidang PA, menandai secara resmi dimulainya pelaksanaan SKP II di Kanwil DJPBN Propinsi Kalimantan Tengah. Untuk menghindari terganggunya pelayanan kepada stakeholders, SKP II dilaksanakan secara bergantian sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan DSU. Pegawai yang telah melakukan SKP II diberikan cindera mata berupa baju kaos dan topi.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan menyatakan bahwa tema Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan di tahun 2012 adalah “Peningkatan Kualitas Pelayanan Kebutuhan Dasar dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat”. Untuk mencapai hal tersebut, di prioritaskan terhadap peningkatan akses pendidikan dan kesehatan; peningkatan produksi pertanian, perikanan dan pengembangan pariwisata unggulan; pengembangan industri pengolahan dan perdagangan hasil pertanian; perluasan kesempatan kerja dan kualitas tenaga kerja; pembinaan dan pengembangan koperasi dan UMKM; dan pembangunan infrastruktur wilayah dan lingkungan hidup. Prioritas tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan (pro growth), perluasan lapangan kerja (pro job), mengurangi kemiskinan (pro poor) dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih baik (pro environment).
dukungan dan kerja samanya dalam mewujudkan penyerapan DIPA di Provinsi Sulawesi Selatan yang secara prosentase lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi yang lain. Satu hal yang membuat gubernur merasa tersanjung adalah karena beliaulah orang pertama yang dipanggil oleh Presiden SBY pada saat acara penyerahan DIPA di Istana Negara pada tanggal 20 Desember 2011.
Nilai DIPA TA 2012 mengalami kenaikan sebesar 18,39% atau sebesar Rp. 123 miliar lebih dari pagu TA 2011 yaitu sebesar Rp.528 miliar. DIPA yang diserahkan sebanyak 41 DIPA terdiri dari 31 satker vertikal/SKPD dengan pagu DIPA sebesar Rp648 miliar yang terdiri dari 4 DIPA KP dengan nilai Rp362 miliar, 28 DIPA KD dengan nilai Rp234 miliar, 7 DIPA TP dengan nilai Rp.13 miliar, dan 2 DIPA UB senilai Rp.37 miliar.
Dalam sambutannya Kepala KPPN Timika Sri Hartama mengatakan bahwa Satker masih sulit mengubah kebiasaan yang selama ini dilakukan dalam pencairan dana dan cenderung menarik dananya dari KPPN kecil di awal sampai pertengahan tahun dan sangat besar pada saat akhir-akhir tahun anggaran. Sebagai gambaran menunjukkan bahwa realisasi per tanggal 12 Desember 2011 penyerapan dana baru mencapai 78,47%, sedangkan realisasi penyerapan dana pada tanggal 20 Deseember 2011 mencapai 89,31 %, hal ini sangat berbeda jauh dari realisasi penyerapan dana triwulan I yang hanya mencapai 13,77%, triwulan II sebesar 33,83% bahkan akhir triwulan III realisasinya penyerapan dananya hanya sebesar 69,47%.
Pertama, satuan kerja hendaknya melakukan penyusunan jadwal kegiatan dan penyusunan perkiraan penarikan dana dengan baik, dan juga sekaigus diikuti kedisiplinan satuan kerja dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan yang telah direncanakan. Penyusunan penarikan dana dibuat dalam bulanan, mingguan, dan harian sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 192/PMK.05/2009 tentang Perencanaan Kas


