Liputan Acara Halal-Bihalal dan Rakor Tingkat Wilayah Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara
Kendari, perbendaharaan.go.id. Masih dalam suasana Idul Fitri 1432 H, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara mengadakan dua rangkaian acara sekaligus pada hari Senin 12 September 2011, yaitu acara Halal Bihalal dalam rangka menyambut Idul Fitri 1432 H, dan Rapat Koordinasi Tingkat Wilayah. Penyelenggaraan kedua acara tersebut bertempat di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kendari.
Halal Bihalal
Pelaksanaan acara Halal Bihalal bertempat di aula, dihadiri oleh seluruh pejabat dan pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sultra, pegawai KPPN Kendari, serta para ibu Dharma Wanita. Acara dihadiri pula oleh para kepala KPPN lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sultra, yaitu KPPN Kendari, KPPN Raha, KPPN Kolaka, dan KPPN Bau-Bau yang didampingi oleh kepala seksi atau staf yang akan mengikuti acara rakorwil.
Acara dimulai pada pukul 09.00 WITA, diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh pegawai kanwil, Agus Iman Santoso, serta saritilawah oleh Affandi Patangai. Kepala kanwil Alfiah dalam sambutannya menyampaikan selamat Idul Fitri 1432 H kepada seluruh pegawai lingkup kanwil Sultra. Kepala kanwil juga mengharapkan agar seluruh pegawai dapat mengambil hikmah dari rangkaian ibadah yang telah dilaksanakan pada bulan Ramadhan serta Idul Fitri 1432 H, dan menjadikannya sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan amal ibadah, serta memperbaiki perilaku agar kondisi yang sudah ‘kembalifitrah’ dapat selalu terjaga.
Acara pokok Halal Bihalal diisi ceramah agama oleh Ust. Ulhaq, S.Q. Dalam ceramahnya, Ust. Ulhaq menyampaikan esensi makna dari minal ‘aidzin wal faizin, yaitu kembali kepada kondisi yang fitrah, yang untuk mencapainya setidaknya memerlukan dua syarat, yaitu meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas). Berkenaan dengan hablum minallah, rangkaian ibadah yang dilaksanakan selama bulan Ramadhan diharapkan dapat menghapus seluruh catatan dosa, sehingga dapat memperoleh rahmat dan maghfirah serta dijauhkan dari api neraka. Namun hal tersebut harus diikuti oleh perbaikan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas), dengan cara saling memaafkan atas segala kesalahan yang telah diperbuat serta selalu menjaga tali silaturahmi.
Rapat Koordinasi Tingkat Wilayah (Rakorwil)
Rakorwil dilaksanakan di Ruang Rapat Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sultra pada pukul 10.30 WITA dan diikuti oleh 34 peserta yang berasal dari Kanwil dan perwakilan seluruh KPPN lingkup Kanwil Sultra. Tema rakorwil kali ini adalah “Melalui Rapat Koordinasi Wilayah Mari Kita Bangun Komitmen dan Persepsi yang Sama antara Kanwil dan KPPN Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pengelolaan dan Pertanggungjawaban APBN yang dilandasi dengan Nilai-nilai Kementerian Keuangan”.
Dalam arahannya Kepala kanwil Alfiah menyampaikan harapan agar rakorwil yang dilaksanakan dapat menjadi ajang untuk menyamakan persepsi antara kanwil dan seluruh KPPN atas kondisi terkini yang terjadi, serta untuk saling berbagi (sharing) terhadap penyelesaian permasalahan maupun inovasi-inovasi yang telah dilakukan. Hal tersebut pula yang melandasi alasan pemilihan metode rakorwil kali ini, yaitu berupa diskusi terbuka yang diikuti oleh seluruh peserta, tanpa dibentuk komisi-komisi sebagaimana biasanya.
Dalam pemaparannya, kepala kanwil menyampaikan hasil rapat kerja nasional Kementerian Keuangan yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 29 Juli 2011, yaitu mengenai Nilai-Nilai Kementerian Keuangan (Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, dan Kesempurnaan), capaian IKU Kemenkeu wide, serta rencana tindak terhadap temuan BPK atas LKPP 2010. Kepala Kanwil memberikan penekanan terhadap rencana tindak tersebut, khususnya yang terkait langsung dengan Ditjen Perbendaharaan, yaitu mengenai transaksi reversal perpajakan dan permasalahan Uang Muka BUN.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula hasil Rapimtas Ditjen Perbendaharaan tanggal 22 Agustus 2011, yaitu mengenai permasalahan potensi penerimaan pajak dari daerah yang berasal dari dana APBD, permasalahan dalam rangka percepatan penyaluran BOS-BOK, serta Capaian IKU Kemenkeu two Ditjen Perbendaharaan.
Rangkaian acara Rakorwil selanjutnya adalah pemaparan dari seluruh bidang/ Bagian Umum, serta dari masing-masing KPPN, yang berisi profil singkat, capaian kinerja, dan permasalahan yang terjadi. Pemaparan dibawakan oleh para kepala bidang, Kepala Bagian Umum, serta para Kepala KPPN, dan diberikan waktu selama 15 menit. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembahasan permasalahan dari masing-masing KPPN. Permasalahan dikelompokkan dengan berdasarkan kesesuaian tupoksi masing-masing bidang/ Bagian Umum .
Kepala Bagian Umum Patata memimpin diskusi sesi pertama yang membahas permasalahan yang berkaitan dengan tupoksi Bagian Umum. Selanjutnya Kabid PA Imam Subagyo memimpin diskusi untuk permasalahan yang terkait dengan Bidang PA, antara lain mengenai pelaksanaan Monev dan Capaian IKU Penyerapan Anggaran serta pentingnya menyamakan persepsi atas pengajuan revisi anggaran oleh satker dan pengesahannya oleh kanwil.
Sesi selanjutnya, diskusi permasalahan yang terkait Bidang PP, dipimpin oleh Kabid PP Guruh Utomo. Dalam sesi Bidang PP banyak diungkap permasalahan terkait dengan mekanisme pelaksanaan pembayaran APBN (PER-66/PB/2005 dan PER-11/PB/2011), pengelolaan RPK BUN, masalah retur SP2D, serta hubungan antara KPPN dan pihak perbankan.
Adapun diskusi permasalahan terkait Bidang Aklap dipimpin oleh Plh. Kabid Aklap Patata, banyak membahas permasalahan berkaitan dengan pelaksanaan rekonsiliasi dan penyusunan laporan keuangan.
Pada intinya, diskusi bertujuan untuk saling sharing permasalahan yang terjadi di masing-masing KPPN, serta berusaha membentuk persamaan persepsi dalam mencari solusi bersama terhadap permasalahan-permasalahan tersebut. Acara diskusi berlangsung hangat, bahkan terkadang sedikit ‘panas’ ketika para peserta mempertahankan pendapatnya masing-masing. Hal ini dibuktikan dengan molornya waktu pelaksanaan rakor, yang semula dijadwalkan berakhir pada pukul 20.30 WITA, namun ternyata baru berakhir pada pukul 22.30 WITA.
Pada penutupan Rakorwil, Kepala Kanwil mengharapkan persamaan persepsi dan dapat diimplementasikan dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan dan pertanggungjaaban APBN. Kepala Kanwil juga menggarisbawahi beberapa hal yang perlu mendapat perhatian seluruh peserta, baik kanwil maupun masing-masing KPPN, antara lain tim Monev Kanwil dan KPPN agar mengingatkan dan berkoordinasi dengan satker-satker yang penyerapan anggarannya masih rendah, pentingnya penyampaian LKPP tepat waktu, serta penyelesaian masalah retur. Diingatkan pula agar seluruh KPPN meningkatkan kewaspadaan atas upaya pembobolan rekening Kas Negara, misalnya melalui pembayaran DAMU ataupun transaksi reversal.
Meskipun Rakorwil baru berakhir pada pukul 22.30 WITA, namun demikian seluruh peserta mengikutinya dengan penuh semangat dan tetap dalam suasana kekeluargaan.
Andi Permadi dan Adnan Agung Nugraha (Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Sultra)