- Regional
- Dilihat: 3510
Komitmen Bersama Meningkatkan Kualitas Perkiraan Penarikan Dana dan LPJ Bendahara Pengeluaran
Liputan Bimtek AFS dan LPJ Bendahara Pengeluaran di KPPN Surabaya I
Surabaya, djpbn.kemenkeu.go.id - Menjadi “Guru” yang baik bagi mitra kerja sudah menjadi kewajiban bagi KPPN Surabaya I dalam memberikan pembelajaran kepada semua stakeholder. Hal tersebut diwujudkan kembali saat KPPN Surabaya I menghelat acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Forecasting Satker (AFS) dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara Pengeluaran mitra kerja KPPN Surabaya I, pada hari Kamis, (18/8), di Aula Lantai I Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur.
Bimtek dilaksanakan selama dua hari, yaitu tanggal 18 s.d 19 Agustus 2011 yang diikuti oleh operator AFS dan Bendahara Pengeluaran. Narasumber bimbingan teknis Aplikasi Forecasting Satker digawangi oleh Seksi Pencairan Dana sedangkan Penyusunan LPJ Bendahara Pengeluaran digawangi oleh Seksi Verifikasi dan Akuntansi.
Bimtek tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala KPPN Surabaya I, Mas Heru Prabowo. Dalam sambutannya Kepala KPPN Surabaya I kembali menegaskan kesiapan jajaran KPPN Surabaya I dalam menghadapi perubahan-perubahan menuju ke arah yang lebih baik dalam hal pengelolaan Keuangan Negara sehingga tercipta Pengelolaan Keuangan Negara yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Salah satu partisipasi nyata kontribusi satuan kerja dalam mewujudkan pengelolaan Keuangan Negara yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel adalah dengan merealisasikan penyusunan perkiraan penarikan dana dan LPJ Bendahara Pengeluaran yang valid dan tepat waktu.
Tujuan utama pelaksanaan bimbingan teknis ini adalah untuk mengejar target sebagaimana yang tercantum dalam surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor S-7139/PB/2011 tanggal 26 Juli 2011 hal penggunaan Aplikasi Forecasting Satker (AFS) dan Jadwal Implementasi ketentuan Pasal 8 PMK 192/PMK.05/2009 tentang Perencanaan Kas serta Pasal 17 Per-03/PB/2010 tentang Perkiraan Penarikan Dana Harian Satker. Untuk melengkapi satuan kerja dalam melaksanakan ketentuan tersebut maka KPPN Surabaya I secara pro aktif meningkatkan kemampuan mitra kerjanya di bidang penyusunan perkiraan penarikan dana dan LPJ Bendahara Pengeluaran.
Selama acara berlangsung, para peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti materi yang disampaikan hingga akhir acara pelaksanaannya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan dari satker perihal tata cara penyusunan perkiraan penarikan dana satker maupun penyusunan LPJ Bendahara Pengeluaran. Para narasumber melakukan pendekatan secara personal kepada peserta Bimtek, dengan cara melakukan pendampingan secara langsung, khususnya kepada para peserta yang secara kemampuan dianggap kurang mumpuni jika dibandingkan dengan peserta lainnya. Hal ini dianggap lebih efektif dan tepat sasaran karena para peserta dapat secara langsung melakukan praktik penyusunan perkiraan penarikan dana dan penyusunan LPJ Bendahara Pengeluaran.
Pada akhir acara, semua mitra kerja KPPN Surabaya I secara bersama-sama berkomitmen untuk mewujudkan tercapainya target yang disepakati bersama yaitu bahwa terhitung mulai bulan September 2011, satker harus memenuhi kewajibannya dalam menyampaikan perkiraan penarikan dana dan LPJ Bendahara Pengeluaran yang valid dan tepat waktu.
Oleh: Tim Sosialisasi AFS dan LPJ Bendahara Pengeluaran KPPN Surabaya I











Pardiharto juga berpesan agar para duta SPAN Unit menyosialisasikan istilah-istilah dalam implementasi SPAN kepada masyarakat.
Selepas kunjungan ke Pemda, I.B.G. Kartika Manuaba bertolak ke KPPN Tual untuk meninjau kondisi dan ruang kerja yang ada disana. Dia juga sempat berbincang-bincang dengan beberapa pegawai dalam suasana yang akrab dan santai. Sore harinya, acara dilanjutkan dengan kegiatan pertemuan dengan seluruh pegawai KPPN Tual di ruang serba guna KPPN. Dalam acara tersebut, Kepala Kanwil kembali mengingatkan kepada para pegawai KPPN Tual bahwa target LKPP tahun 2011 adalah WTP, oleh karena itu KPPN Tual sebagai salah satu ujung tombak DJPB dalam penyusunan LKPP tingkat daerah diminta agar memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan LKPP Tahun 2010 mendapat opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian) dan memperbaikinya. Salah satu faktor yang ditekankan oleh Kakanwil dan menjadi salah satu faktor utama penyebab LKPP Tahun 2010 mendapat opini WDP adalah masalah MPN (Modul Penerimaan Negara).
Dia juga menjelaskan bahwa untuk mencapai Costumer Satisfaction itu diperlukan 4P (product, people, process, and place). Product, artinya output yang kita hasilkan harus berkualitas. People, artinya memberikan pelayanan kepada Stakeholders harus ramah, professional, selalu menerapkan 3 S (senyum, sapa, salam), helpful, dan memiliki product knowledge. Process, artinya dalam memberikan pelayanan kepada Stakeholder harus cepat, akurat, dan simple. Dan yang terakhir adalah Place, artnya tempat atau kantor harus bersih, nyaman, rapih, antrian tidak panjang, dan terdapat petunjuk pelayanan. Dalam materi pelayanan Costumer Service/Front
“Target tersebut harus disambut dengan kerja keras dan upaya yang sungguh-sungguh oleh KPPN dan para pengelola keuangan satuan kerja di daera,” lanjutnya.
“Kalau Bendaharanya professional dan mandiri, temuan berulang BPK terkait realisasi belanja yang tidak sesuai peruntukkannya dan tidak didukung bukti pengeluaran yang sah, tidak akan terjadi lagi. Dengan sendirinya apabila bendaharanya berkualiatas maka laporan keuangannya akan akuntable,” terangnya lagi.
Pada bagian lain sambutannya, Haryana menekankan pentingnya jajaran Kanwil dan KPPN meningkatkan mutu pelayanan kepada mitra kerja seiring dengan meningkatnya tuntutan pelayanan dari mitra kerja. “Setelah menciptakan motto pelayanan cepat, tepat, bebas biaya, dan pelayanan yang transparan, mitra kerja menuntut pelayanan yang ramah, murah senyum dan sepenuh hati. Kita perlu mengembangkan model-model layanan yang melampaui harapan mitra kerja tanpa mengabaikan layanan kepada pegawai sendiri”, tambah Haryana.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula data dan fakta mengenai penyerapan anggaran satuan kerja sampai dengan semester I tahun 2011. Kepada satuan kerja yang mampu menyerap anggaran lebih tinggi dari rata-rata nasional, KPPN Karawang memberikan apresiasi dan ucapan selamat. Sedangkan untuk satuan kerja yang realisasi anggarannya masih di bawah rata-rata nasional, diminta untuk lebih meningkatkan kinerja keuangannya agar mampu merealisasikan anggarannya dengan lebih baik.

