- Regional
- Dilihat: 4210
KPPN Banjarmasin: Kami Ada, Kami Kompak
Liputan Pelaksanaan Pelatihan Service Excellence KPPN Banjarmasin
Banjarmasin, djpbn.kemenkeu.go.id – “KPPN Banjarmasin, Kami Ada, Kami Kompak” , “Nilai-nilai Kementerian Keuangan, Stop Malas, Start Sinergi, Countinue Prestasi”
Demikian pekik semangat dan teriakan yel-yel para peserta Pelatihan Service Excellence KPPN Banjarmasin Tahun 2013 memecah suasana sunyi ruang pertemuan Hotel Amaris Kabupaten Banjar pada tanggal 4 Mei 2013. Acara yang diikuti oleh seluruh pegawai dan para tenaga honorer (pramubakti dan satuan pengamanan) pada KPPN Banjarmasin ini, merupakan wujud sinergi antara KPPN Banjarmasin dengan Bank BRI Cabang Banjarmasin Pangeran Samudera. KPPN Banjarmasin sebagai panitia pelaksana dan BRI menyediakan narasumber serta instruktur model dalam pelatihan.
Dalam sambutan pembuka, Kepala KPPN Banjarmasin, Aris Saputro, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada para peserta karena datang sebelum acara dimulai. “Saya sangat bangga dengan para pegawai dan tenaga honorer KPPN Banjarmasin, meskipun acara ini dilaksanakan pada hari libur dan tempat pelaksanaannya jauh dari kantor, kalian dapat hadir tepat waktu, tidak ada satu pun yang terlambat dan acara dapat dimulai sesuai jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Ini pertanda kita semua peduli dan siap memberi pelayanan yang terbaik kepada stakeholder kita,” kata Aris Saputro disambut tepuk tangan oleh para peserta.
Pelatihan ini bertujuan untuk melatih para pegawai, pramubakti, dan satpam KPPN Banjarmasin dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada para stakeholder.
“Kita sengaja mengundang narasumber profesional dari Bank BRI, agar kita semua dapat belajar dan melihat contoh baik secara langsung dari yang biasa melayani konsumen, bagaimana melayani dengan baik, bagaimana bertutur kata dengan sopan dan bersikap sempurna dalam menghadapi stakeholder,” lanjut orang nomor satu di KPPN Banjarmasin itu.
Acara diawali dengan tiga permainan seru dan sarat dengan nilai sinergi yang dipimpin langsung oleh kepala KPPN Banjarmasin. Permainan pertama adalah Permainan Cari Kawan. Para peserta diinstruksikan mencari kawan kelompoknya masing-masing dengan mencocokkan warna huruf pada lembaran yang telah dibagikan secara acak saat registrasi. Peserta berlomba menyusun huruf-huruf yang diterima tadi menjadi sebuah kata atau kosakata utuh. Terbentuklah lima kelompok dengan nama kelompok sesuai dengan kata yang telah disusun, yaitu: KEMENKEU, STOP MALAS, START SINERGI, COUNTINUE, dan PRESTASI. Permainan selanjutnya adalah ‘Sudoku’ dan ‘Merapikan Benang Kusut’ yang menuntut adanya kekompakan dan kerja sama tim dalam penyelesaiannya.
Materi Service Excellence disampaikan oleh Muhammad Yudi Juliannoor, Service Ambasador Kanwil BRI Kalimantan Selatan. Dalam paparannya Yudi menjelaskan bahwa Pelayanan Prima adalah bentuk pemenuhan kebutuhan konsumen (dan kalau perlu) melampaui harapan mereka. “Nasabah (Stakeholder.red) itu datang ke kita karena butuh dan tentunya mereka mempunyai harapan untuk dilayani menurut standar mereka masing-masing. Mereka datang dengan segala kebutuhan dan keluhannya. Tugas kita adalah memenuhi kebutuhannya dan kalau perlu melampui standar pelayanan yang mereka
harapkan” tegas Yudi. Berbagai metode dan contoh kongkrit beliau paparkan, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung standar pelayanan di BRI, dengan menghadirkan Security, Frontliner, dan, Costumer Service dari BRI Cabang Pangeran Samudera. Satpam, Petugas FO, dan Petugas CSO KPPN Banjarmasin diberi kesempatan untuk mempraktikkan pelayanan pada KPPN Banjarmasin dan kemudian dinilai kekurangan dan kelebihannya.
Para peserta terlihat antusias dan penuh semangat mengikuti materi yang disajikan oleh narasumber. Rusbandi (51 tahun), Satpam KPPN Banjarmasin, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti acara ini. “Ulun (bahasa banjar: Saya) tak sangka acara sebagus ini, kami bisa menginjak hotel mewah dan mendapatkan ilmu dari pengajar yang luar biasa. Ulun sebagai satpam merasa bangga dan merasa terhormat, ternyata satpam bagian yang sangat penting dalam pelayanan KPPN. Insya Allah Ilmunya kami akan jalankan” Ujar Rusbandi.
Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dan fotobersama. Suasana seru dan penuh semangat sepanjang acara, berbagai permainan menarik serta komunikasi yang baik dari narasumber membuat pelatihan ini berkesan bagi para peserta. Semoga ilmu yang diperoleh dapat menambah kualitas pelayanan di KPPN Banjarmasin.
Oleh : Alam Haris Harjuni – Kontributor KPPN Banjarmasin
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan








Pada pagi hari, acara diawali dengan sambutan Kepala KPPN Kuningan, Eriswan. Dalam sambutannya ia menekankan pentingnya kerjasama antara seluruh pegawai KPPN Kuningan dalam meningkatkan kinerja. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam melatih kerjasama dan kekompakan seluruh pegawai KPPN Kuningan”. Demikian pesannya.
ngan tempat permainan yang terpisah, masing-masing tim tidak ada yang bisa meiru strategi lawan. Hikmah yang dapat dipetik dari beberapa permainan tersebut yakni kerjasama antar anggota tim, pemimpin yang bisa mengkomando dan kesabaran dalam mencapai tujuan. Seluruh permainan dapat berhasil dimainkan hingga pukul 11.30 WIB. Setelah Ishoma, acara dilanjutkan dengan seminar motivasi yang menghadirkan motivator Dra. Yetty Nteseo, M.Eng.Sc.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendendaharaan Provinsi Bali Ida Bagus Gde Kartika Manuaba dengan para Kepala Bidang, Kepala Bagian Umum, dan Tim Kajian Fiskal. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Kepala Kanwil Ditjen Perbendharaan Provinsi NTB Alfiah, dengan Kepala Bidang PP Herman Hiidayat, juga Kepala Kanwil Ditjen Perbendharaan NTT Herry Sunardjo, bersama Kepala Bidang PA Ahmad Sapriannoor.
h), Keputusan dibuat atas dasar marjin,Perdagangan mendorong kemajuan ekonomi,Biaya transaksi merupakan penghalang perdagangan,Keuntungan mengarahkan bisnis kepada kegiatan yang meningkatkan kemakmuran Profits,Orang memperoleh pendapatan karena membantu orang lain,Kemajuan ekonomi terjadi terutama melalui perdagangan, investasi, metode yang lebih baik, dan lembaga ekonomi yang sehat,Tangan-tangan yang tak tampak (‘invisible hand”), dp harga pasar mengarahkan pembeli dan penjual pada kegiatan yang mendorong kemakmuran umum,Terlalu sering dampak jangka panjang, atau dampak sekunder, dari suatu kegiatan diabaikan,” ujarnya.
Dalam kunjungan kerja yang berlangsung masing-masing sekitar dua jam tersebut, kedua belah pihak saling memperkenalkan visi, misi, tujuan dan tugas yang diemban instansi serta berbagai sinergi yang dapat dilakukan dalam mewujudkan tujuan tersebut. Dalam kata pengantarnya, Hendro Baskoro menyatakan bahwa dengan reorganisasi Ditjen Perbendaharaan sesuai PMK 169/2012, Kanwil Ditjen Perbendaharaan dihadapkan pada peran yang cukup strategis sebagai representasi Kementerian Keuangan di daerah. Tugas baru dimaksud antara lain penyusunan konsolidasi LKPP dan LKPD, GFS, Kajian Fiskal Regional dan lainnya yang memerlukan ketersediaan data dan informasi yang komprehensif di tingkat regional serta SDM yang memiliki kompetensi analitis dalam membuat kajian tersebut. Dengan demikian, peran ini menuntut koordinasi dan kerjasama yang semakin luas mencakup berbagai kalangan di tingkat regional seperti Pemda, BI, BPS, BPK dan instansi lain yang terkait.
Dalam sambutannya pada acara penutupan sosialisasi aplikasi vera 2013 tentang PMK No. 233/PMK.05/2011 dan Perdirjen No.55/PB/2012, Kepala KPPN Bitung menyampaikan selamat kepada satker terbaik dan surat keputusan tentang penilaian satker terbaik akan dilaporkan kepada unit eselon I dan eselon II atasan satker bersangkutan, dengan harapan dapat diikuti oleh satker lainnya pada tahun 2013 dan tidak henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh satuan kerja agar tidak memberikan gratifikasi atas pelayanan yang diberikan. Ditambahkan dalam sambutannya bahwa rekonsiliasi ke KPPN merupakan suatu kewajiban, oleh karenanya akan mendapatkan sanksi bagi yang terlambat. Ke depan, seluruh satuan kerja agar memanfaatkan teknologi informasi dalam berhubungan dengan KPPN menyongsong tahun ini akan diimplementasikan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) . Khususnya bagi satker yang lokasinya jauh seperti Kabupaten Kepulauan Talaud, diminta untuk melakukan rekonsiliasi online dengan menyampaikan Arsip Data Komputer (ADK) melalui email KPPN Bitung terlebih dahulu untuk kemudian mengirimkan hardcopynya melalui sarana tercepat.
Berdasarkan aturan baru tersebut, pihak yang berwenang dalam revisi anggaran kini adalah KPA, Eselon I kementerian/lembaga, Kanwil Ditjen Perbendaharaan, dan DJA. Untuk Kanwil Ditjen Perbendaharaan sendiri, kewenangannya sebagian besar meliputi revisi dalam hal pagu tetap dan yang bersifat ralat administratif. Terkait anggaran dan revisi anggaran ini, Tiarta menegaskan bahwa, ke depannya, yang harus diperhatikan adalah bagaimana anggaran yang telah disahkan tidak hanya dapat terserap, tetapi juga bagaimana serapan tersebut efektif, efisien, tepat sasaran, dan memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
Selanjutnya terkait dengan arah kebijakan fiskal 2013 beliau menyampaikan pesan kepada para Kuasa Pengguna Anggaran satker dan SKPD agar mempunyai komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kualitas belanja negara yang menjadi tanggungjawabnya sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sejak Februari hingga April 2013, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali melakukan kunjungan kerjanya. I. G. B. Kartika Manuaba melakukan pertemuan bersama Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada tanggal 8 Februari 2013. Pertemuan tersebut menyepakati pembentukan suatu Forum Komunikasi Pengelolaan Keuangan Daerah beserta seluruh Kepala Daerah. Gubernur Provinsi Bali berpesan “Kerja sama dibidang pengelolaan keuangan negara dapat diteruskan, sebagai unit pemerintah pusat harus dapat meyakinkan saya, di dalam pengelolaan dan pemanfaatannya harus jelas, sebagai bentuk tanggung jawab,” ujarnya.
enpasar, Bupati Gianyar, Bupati Badung, Bupati Karangasem, Bupati Bangli dan terakhir Bupati Klungkung,. Semantara itu, dua kabupaten selanjutnya, yakni Buleleng dan Tabanan masih dalam penjadwalan. Kehadiran Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan selain bentuk hubungan kerja, juga menjalin tali siraturahmi antar pimpinan di daerah. Hal tersebut mendapat tanggapan positif dari berbagai kepala daerah. 

