
Jakarta, djpbn.kemenkeu.go.id, - Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono mengatakan bahwa inisiatif pembentukan jurnal ilmiah bermula dari keinginan untuk me-record berbagai kebijakan terkait fiskal, perbendaharaan, dan keuangan negara. “Heavy-nya kalau bisa ke Treasury, karena belum ada lembaga Treasury lain di Indonesia sehingga nantinya tulisan yang ada bisa dijadikan pembelajaran dan referensi dalam pengambilan keputusan pada masa depan,” ungkap Marwanto dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Sinergi dalam Meningkatkan Kualitas Jurnal Ilmiah Direktorat Jenderal Perbendaharaan: Indonesian Treasury Review(ITRev)” di Gedung Jusuf Anwar, Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan, Jakarta, Rabu (09/05).
FGD ini mengundang narasumber akademisi dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka seperti IPB, UI, dan UNPAD yaitu Prof. Dr. Ir. Bambang Juanda, M.S., Kodrat Wibowo, S.E., Ph.D, Prof. Heru Subiantoro S.E., M.Sc., Ph.D, Prof. Dr. Muhammad Firdaus, S.P., M. Si., dan Dr. Maman Setiawan, S.E., M.T.
ITRev mulai diterbitkan pada Juli 2016. Pada tahun 2016, ITRev terbit sebanyak tiga kali dan pada tahun 2017 terbit sebanyak empat kali. Tema yang diangkat dalam Jurnal ITRev mencakup tema Perbendaharaan, Keuangan Negara, dan Kebijakan Publik.
Dalam sambutannya, Direktur Sistem Perbendaharaan juga mengatakan fokus pengelolaan ITRev pada 2018 adalah pengajuan akreditasi nasional. Beberapa syarat untuk akreditasi tersebut adalah pengelolaan jurnal secara elektronik. Saat ini, DSP sudah bekerja sama dengan Direktorat SITP dan Pusintek dalam membangun aplikasi Open Journal System (OJS). Selain itu, pelibatan mitra bebestari dari berbagai lembaga yang mempunyai kualifikasi internasional dan nasional turut memengaruhi kualitas jurnal sebagai syarat penilaian akreditasi nasional.
Dalam FGD tersebut, pembahasan mengenai peningkatan kualitas jurnal ilmiah berlangsung begitu menarik. Prof. Dr. Muhammad Firdaus, S.P., M.Si. mengungkapkan dua hal penting yang perlu jadi perhatian adalah isu plagiarisme. Ditegaskan pula, referensi yang digunakan dalam penulisan lebih baik juga bersumber dari jurnal ilmiah. Prof. Heru Subiyantoro, S.E., M.Sc, Ph.D dan Kodrat Wibowo, S.E., Ph.D mengingatkan konsistensi penerbitan agar ITREv tidak layu setelah beberapa kali penerbitan seperti banyak jurnal ilmiah yang temanya sangat spesifik. Dr. Maman Setiawan, S.E., M.T dan Prof. Dr. Ir. Bambang Juanda, M.S, juga mengingatkan beberapa hal teknis guna perbaikan kualitas ITRev.
[PAS-Kontributor DSP]


