Merauke, perbendaharaan.go.id – Perencanaan merupakan suatu strategi manajemen kas yang dilaksanakan Bendahara Umum Negara guna memastikan negara selalu memiliki kas yang cukup. Namun masih banyak satuan kerja yang belum memahaminya. Indikasinya, dari tahun ke tahun, penyerapan anggaran selalu menumpuk di akhir tahun. Fenomena ini tentu tidak sejalan dengan semangat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.05/2009 tentang Perencanaan Kas. Oleh karenanya, KPPN Merauke merasa perlu untuk melakukan sosialisasi kepada satker-satker yang dilayaninya. “Dengan sosialisasi ini, diharapkan satker dapat memahami manajemen kas dengan baik,” kata Puji Ardi Susatyo Achmadi, Kepala KPPN Merauke. “Agar mereka mengetahui berapa dana yang akan dibelanjakan dan mengetahui sisa lebih dana yang direncanakan,” lanjutnya di hadapan peserta sosialisasi Perencanaan Kas 21 – 21 April 2010 di Aula KPPN Merauke.
Perencanaan kas sudah dimulai sejak tahun 2006 dengan nama Cash Forecasting. Setiap Kuasa Pengguna Anggaran wajib menyampaikannya kepada KPPN. Penyampaian Cash Forecasting ini dilakukan pada minggu pertama sebelum bulan berkenaan.
Untuk memudahkan satuan kerja dalam merencanakan penarikan dana, Ditjen Perbendaharaan meluncurkan aplikasi perencanaan kas yang diberi nama Aplikasi PERAN, medio tahun 2008.
Sosialisasi yang dilaksanakan tanggal 21 dan 22 April 2010 di Aula KPPN Merauke ini diikuti oleh 80 satker termasuk satker perangkat daerah. Kegiatan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama dihadiri 40 satker dengan kode kewenangan Kantor Daerah (KD) dan Kantor Pusat (KP). Tahap kedua diikuti 40 satker dengan kode kewenangnan Dana Dekonsentrasi (DK), Tugas Perbantuan (TP) dan Kantor Urusan Bersama (BUK). Pembagian tersebut bertujuan agar acara dapat berjalan efektif.
Dalam paparannya, Puji Ardi SA mengatakan bahwa Menteri Kuangan dalam hal ini bertindak sebagai CFO (CHIEF FINANCIAL OFFICER) yang berfungsi sebagai kasir, pengawasan dan regulator pengelolaan keuangan negara serta fund managemen pemerintah. Sedangan Kementerian/Lembaga sebagai COO ( CHIEF OPERATIONAL OFFICER) berfungsi sebagai penguji atas pembebanan tagihan serta pemberi perintah membayar.
Sementara itu Drs. Suwito Edy Purnomo, sebagai nara sumber kedua, menjelaskan bagaimana manajemen kas yang baik. “Manajemen kas yang baik tidak
mungkin ada tanpa perencanaan kas yang baik,” paparnya. “Perencanaan kas yang baik meliputi investasi atas idle cash dan operasional pemerintah,” lanjutnya.
Terakhir, para peserta diberi penjelasan mengenai tata cara menjalankan aplikasi. Sesi ini diadakan untuk memastikan bahwa tidak ada satuan kerja yang tidak menyerahkan laporan PERAN dengan alasan tidak dapat mengoperasikannya. Demonstrasi aplikasi dipandu oleh instruktur dari Seksi Perbendaharaan.
Guna menyempurnakan pelayanannya, KPPN Merauke menyosialisasikan sms center. Sms center ini berfungsi sebagai tempat pengaduan, layanan berita/informasi tentang hasil kerja KPPN Merauke serta keperluan dinas lainya tentang pengelolaan keuangan negara yang dibutuhkan oleh satuan kerja.
Oleh : Salampessy Merauke – KPPN Merauke dan Bambang Kismanto (Editor)-Perbendaharaan Media Center/Bagian PengembanganPegawai









Mengikuti semangat Kartini muda
Usia muda kantor percontohan, KPPN Semarang II sama seperti Kartini muda, mempunyai semangat dan berjuang terus meningkatkan pelayanan yang terbaik kepada semua stakeholder. Tetap berada di barisan terdepan dalam program reformasi birokrasi Kementerian Keuangan.
Kepala Cabang PT Askes (Persero) Jember, Indah, sangat antusias dengan kegiatan bersama ini, dalam sambutannya beliau menyatakan kegiatan ini sekaligus sebagai media promotif bagi PT Askes (Persero) untuk menjelaskan pentingnya kesehatan bagi para peserta Askes dan bagaimana peserta bisa mendapatkan layanan kesehatan yang mudah dan murah.
Pembagian berbagai doorprize dari PT Askes (Persero) Cabang Jember bagi peserta Senam Sehat menjadi puncak acara dan closing yang sangat dinanti oleh para peserta senam.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam sambutannya yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Ferdinand Wenas, SH, MS, MM, memberikan apresiasi terhadap terobosan yang dilakukan pihak KPPN Tahuna. Beliau mengatakan, pendeklarasian SOP KPPN Percontohan ini sangat monumental karena KPPN Tahuna merupakan perintis dalam peningkatan pelayanan publik bagi semua instansi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan diharapkan hubungan kerja antara pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan KPPN Tahuna lebih bersinergi.
Bjardianto, mengulas beberapa hal terkait pengelolaan keuangan negara. Pembahasan awal dibuka dengan Penyegaran Peserta Musrenbang tentang Pokok-Pokok Reformasi Manajemen Keuangan Negara setelah berlakunya Paket Undang-Undang di Bidang Keuangan Negara. Perubahan paradigma dari pelaksana administrasi keuangan menjadi pengelola keuangan, prinsip let the managers manage dan prinsip check and balances dalam pengelolaan keuangan negara, memperbarui pandangan para peserta Musrenbang khususnya dalam mengimplementasikan anggaran berbasis kinerja yang dibutuhkan di daerah masing-masing. Bjardianto juga menekankan pentingnya perencanaan kegiatan dan perencanaan penarikan dana bagi setiap satuan kerja untuk memastikan tercapainya output dan target secara tepat waktu, tepat sasaran dan mendapat dukungan anggaran yang memadai. Para peserta juga diajak untuk bersama-sama berkomitmen dalam menjalankan reformasi birokrasi di instansi masing-masing untuk mewujudkan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mencapai visi dan misi masing-masing instansi. Terakhir, Bjardianto menghimbau kepada seluruh peserta Musrenbang dan masyarakat secara luas agar tidak memberikan gratifikasi dalam bentuk apapun atas pelayanan yang diberikan KPPN atau Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan.
Dengan diterapkannya SOP KPPN Percontohan ini, pelayanan kepada stakeholders dilakukan di satu tempat pelayanan atau one stop service. Pengajuan SPM maupun rekonsiliasi dana satker cukup dilakukan di front office, petugas pengantar SPM menunggu sebentar untuk mendapatkan kepastian apakah SPM-nya bisa diterbitkan SP2D atau tidak. "Dengan bisnis proses baru yang sederhana ini, dan dengan memanfaatkan teknologi informasi, SP2D dapat diterbitkan kurang dari 1 (satu) jam," Ismed Saputra, Kepala KPPN Lahat dalam laporannya di hadapan Kepala Kanwil VI Ditjen Perbendaharaan Sumatera Selatan dan para tamu undangan. "Di samping itu kami memberikan informasi secara real time, transparan dan akuntabel melalui layar monitor," lanjut orang nomor satu di KPPN Lahat ini. "Kami juga tidak menerima atau meminta upeti kepada satuan kerja sebagai imbalan jasa dalam memproses SP2D yang cepat diselesaikan tersebut," tambahnya mantap.
Dalam uji coba pencairan SP2D belanja barang operasional satuan kerja BPS Muara Enim diperlukan waktu penyelesaian 15 menit lebih 25 detik terhitung mulai Surat Perintah Membayar diterima dalam kondisi lengkap di front office sampai dengan SP2D beserta Daftar Penguji/Pengantar SP2D siap dikirim ke Bank Operasional. Hasil uji coba penerbitan SP2D di bawah satu jam tersebut menjawab permasalahan pelayanan KPPN yang lamban dan berbelit-belit selama ini. Antusiasme dan dukungan terpancar dari wajah para undangan dari satuan kerja yang hadir.
Selanjutnya, Kepala Kanwil DJPBN Provinsi Riau dalam sambutan tertulisnya menegaskan kembali komitmen seluruh jajaran untuk terus memperbaiki tata kelola layanan kepada stakeholders melalui prinsip 5 C, yaitu cepat, cermat, cekatan, cerdas, dan citra yang positif, sebagai bagian reformasi birokrasi yang dijalankan DJPBN. Harapannya, perbaikan layanan ini mampu memberikan kontribusi besar dalam menunjang kelancaran pembangunan nasional melalui layanan pencairan dana APBN, penatausahaan penerimaan negara, serta penyusunan laporan keuangan kepada stakeholders.

