- Regional
- Dilihat: 3584
Pjs. Kakanwil DJPBN Prov. Sultra : Sedikitnya diperlukan 3 elemen penting untuk mengelola keuangan yang handal
LIPUTAN ACARA SOSIALISASI KANWIL DJPBN PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Kendari, perbendaharaan.go.id - Dalam rangka mewujudkan pelaksanaan perbendaharaan yang handal pada setiap satuan kerja (satker) mitra kerjanya, Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara kembali melaksanakan kegiatan yang melibatkan unsur satker. Pelaksanaan kegiatan yang berupa acara sosialisasi ini dilaksanakan pada hari Kamis (23/9), bertempat di Hotel Athaya Kendari.
Tema sosialisasi yang diusung kali ini adalah ”Mewujudkan Pelaksanaan Perbendaharaan yang Handal bagi Satuan Kerja Lingkup Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara”. Acara ini dihadiri oleh para pejabat KPA/PPK dari 176 satker mitra kerja Kanwil, khususnya satker-satker lingkup KPPN Kendari sebagai KPPN Pembayar yang meliputi 6 Kabupaten, yaitu Kabupaten Bombana, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Konawe dan Kota Kendari.
Acara sosialisasi ini juga merupakan kelanjutan rangkaian acara sosialisasi
sebelumnya yang telah diaksanakan oleh Kanwil DJPBN Provinsi Sulawesi Tenggara pada satker-satker lingkup KPPN Raha, KPPN Bau-Bau, dan KPPN Kolaka di setiap kota tersebut.
Kepala Kantor Wilayah DJPBN Provinsi Sulawesi Tenggara, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Pejabat Sementara Kakanwil, Denny F. Singawiria, menjelaskan bahwa proses pengelolaan APBN yang transparan dan akuntabel dapat dicapai melalui proses pengelolaan keuangan yang handal. Untuk mencapai tingkat kehandalan yang memadai tersebut, diperlukan sedikitnya 3 elemen penting, yaitu peningkatan kapasitas personil (sumber daya manusia), kerja sama antar lini pemerintahan, serta komitmen pimpinan di setiap Kementerian/Lembaga terhadap pengelolaan keuangan negara. ”Untuk itu, melalui acara sosialisasi secara terpadu ini, ketiga elemen dimaksud diharapkan dapat terlaksana sebagai bagian dari pembinaan atas pelaksanaan perbendaharaan yang baik serta proses peningkatan peran serta satker dalam pengelolaan keuangan negara,” papar Denny.
Lebih lanjut disampaikan pula bahwa hingga bulan Agustus 2010, masih terdapat permasalahan-permasalahan dalam pelaksanaan perbendaharaan di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. ”Penyerapan dana yang masih tergolong rendah untuk periode yang telah memasuki triwulan ketiga ini mengindikasikan adanya hambatan dalam pelaksanaannya,” ujar Denny, ”dan seringnya revisi DIPA serta kurangnya kelengkapan persyaratan pengajuan TUP sehingga petugas satker berulang-ulang datang ke Kanwil DJPBN menunjukkan lemahnya tingkat ketepatan perencanaan dan tingkat pemahaman satker terhadap pelaksanaan perbendaharaan.” Demikian pula yang terkait dengan pelaporan keuangan tingkat wilayah, seperti rendahnya tingkat kepatuhan rekonsiliasi data serta ketidaklengkapan komponen Laporan Keuangan K/L (LKKL) tingkat wilayah yang diterima merupakan masalah yang perlu dibenahi.
Acara sosialisasi tersebut dibagi menjadi 3 sesi, di mana pemateri/narasumber pada setiap sesi tersebut adalah masing-masing Kepala Bidang lingkup Kanwil DJPBN Provinsi Sulawesi Tenggara yang mencakup Bidang Pelaksanaan Anggaran, Bidang Pembinaan Perbendaharaan, dan Bidang Akuntansi dan Pelaporan. Acara yang dilaksanakan selama satu hari tersebut diikuti peserta dengan antusias, terbukti dengan banyaknya peserta yang menggunakan kesempatan untuk bertanya jawab secara langsung dengan narasumber yang berkompeten terkait permasalahan teknis yang sering dijumpai satker dalam hal pengelolaan APBN.
Setelah berakhirnya sesi materi, panitia menyelenggarakan post-test yang diikuti oleh seluruh peserta. Hal ini untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman peserta terhadap materi-materi yang telah diberikan. Untuk memotivasi dan juga sebagai bentuk apresiasi terhadap para peserta sosialisasi, panitia memberikan kenang-kenangan kepada tiga peserta yang memperoleh nilai post-test terbaik, yaitu Yusran Yunus dari Polres Konawe Selatan sebagai peserta dengan nilai terbaik pertama, Heni Hadi Purwanto dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai terbaik kedua, dan Abdul Razak dari Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara sebagai terbaik ketiga.
Diharapkan acara sosialisasi terpadu ini dapat memberikan manfaat bagi para satker mitra kerja maupun bagi segenap komponen lingkup Kanwil DJPBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam rangka pelaksanaan perbendaharaan yang handal sehingga dapat tercapai outcome berupa pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Oleh: Andi Permadi – Kontributor Kanwil DJPBN Prov Sultra









”Sesungguhnya laporan keuangan kementerian negara/lembaga (LKKL) dan laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) yang berkualitas sangat bergantung dari peran serta satker dalam memperbaiki laporan keuangannya,” kata Teddy Rukmantara dalam sambutannya membuka acara tersebut. ”LKPP merupakan konsolidasi LKKL dan laporan keuangan bendahara umum negara (LKBUN) dimana penyusunannya dilakukan secara berjenjang dari tingkat satker, timgkat wilayah, tingkat eselon I sampai dengan tingkat kementerian negara/lembaga,” lanjutnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para satker yang memperoleh peringkat lima terbaik diberikan Piagam Penghargaan yang ditandatangani oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara. Piagam Penghargaan diberikan kepada: Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Peringkat Pertama, Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Peringkat Kedua dan berturut-turut BPKP Sulawesi Tenggara, Badan Pengawas Obat dan Makanan Kendari, Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara sebagai peringkat ketiga, keempat dan kelima.
Dalam rakor di bahas antara lain perlunya monitoring dan evaluasi terhadap penyerapan anggaran satuan kerja oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan KPPN sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-23/PB/2010 tanggal 28 Juli 2010. Disamping itu dibahas pula mengenai penerapan sanksi kepada satker oleh KPPN yang tidak melakukan rekonsiliasi BMN dengan KPKNL, serta tindak lanjut penerapan SOP percontohan di seluruh KPPN non percontohan lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Papua.
Kegiatan yang diadakan di Lembang Asri Hotel, Bandung tanggal 6-8 Agustus 2010 tersebut diikuti oleh seluruh pegawai KPPN Rangkasbitung. Disamping itu diundang juga Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Propinsi Banten, Kepala Bagian Umum dan para Kepala Bidang Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Banten. Namun karena berhalangan hadir, Kepala Kanwil dan Kepala Bagian Umum diwakili oleh Sofyan, kasi Duktek, Kabid Aklap diwakili oleh Reni, Kasi verifikasi bidang Aklap, Kabid PA diwakili oleh Darmawangsyah, Kasi PA 1a, dan kabid Pembinaan Perbendaharaan diwakili oleh Suma Wijaya, Kasi PP2a dan Mandar Trisno. Kegiatan ini merupakan agenda rutin KPPN Rangkasbitung tiap semester yang dimulai sejak tahun 2009.
menyampaikan apresiasi positif atas kegiatan ini,” kata Sofyan, Kepala Seksi Dutek yang mewakili Kepala Kanwil DJPBN Propinsi Banten. “KPPN sebagai ujung tombak Kuasa BUN di daerah merupakan kepanjangan tangan Menteri Keuangan di bidang Perbendaharaan. Oleh karena itu, KPPN harus dapat memberikan pelayanan prima se-optimal mungkin,” sambungnya. ”Jadikan rapat ini sebagai ajang untuk dapat bekerja professional, kreatif dan inovatif sehingga KPPN Rangkasbitung dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dimasa mendatang,” tambahnya lagi di hadapan para peserta.
Sementara outbond, sebagai rangkaian kegiatan yang tak terpisahkan dari acara rakor, diselenggarakan di Kampung Robinhood. Diantara permainan di dalam outbond tersebut adalah flying fox, wall climbing serta mini ATV. Kegiatan ini diikuti hampir semua peserta. Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan kegiatan team building (outbond) berupa permainan paint ball (simulasi perang). Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan dan melatih kerjasama, kekompakan, strategi atau taktik, kreatifitas dan konsentrasi dalam menghadapi tugas pokok Ditjen Perbendaharaan yang semakin berat di masa mendatang.
Selain itu beliau juga menjelaskan bahwa dalam rangka pembinaan kepada KPPN, Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan telah mengeluarkan ketetapan mengenai Modul Pembinaan KPPN yang nantinya akan digunakan oleh Tim Kanwil untuk melakukan pembinaan pada KPPN dimana tim juga akan memberikan konsultasi, asistensi dan solusi terhadap permasalahan yang terjadi pada KPPN.
Acara rakor ditutup pada pukul 17.00 WIB, dalam pidato penutupan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Barat berpesan bahwa perlunya ketelitian kita terhadap dokumen sumber yang diterima dari satker baik pada Kanwil maupun KPPN sehingga tidak terjadi salah langkah dalam pengambilan keputusan, pembinaan satker yang dilakukan oleh KPPN dan/atau Kanwil perlu ditingkatkan demi percepatan penyerapan dana APBN 2010 dan validitas data terhadap laporan yang disampaikan, Pemanfaatan Teknologi Informasi pada saat ini sangat dianjurkan terlebih mengingat begitu luasnya wilayah kerja Kanwil dan masih ada satker dan perbankan yang berada dipelosok. Selain itu perlunya meningkatkan pemahaman peraturan dan ketentuan yang berlaku sehingga kualitas kinerja baik secara individual maupun organisasi dapat meningkat.
Materi yang diterima oleh para peserta diklat antara lain (1) Pengujian dan Pembayaran Tagihan, (2) Sistem Penerimaan dan Pengeluaran Negara, (3) Pengujian dan Pembayaran Tagihan, (4) Perpajakan Bendahara Pengeluaran, (5) Pengelolaan Uang Persediaan, (6) Pembukuan Bendahara Pengeluaran, (7) Etika Profesi PNS, (8) Pelaporan Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran, (9) Ceramah Pemberantasan Korupsi dan Penyelesaia Kerugian Negara, dan (10) Ceramah Kebijakan APBN.
Sedangkan, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara, Hendro Baskoro, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada BDK Manado yang mempercayakan pelaksanaan Diklat Fungsional Bendahara Pengeluaran Angkatan III Tahun 2010 di Ternate. Selain itu, Beliau juga memberikan apresiasi kepada Kepala KPPN Ternate, I Nengah Gradug berserta staf, karena dengan waktu yang terbatas, dapat mempersiapkan dan menyelenggarakan pelaksanaan diklat. Kepada para peserta diklat, beliau berharap agar pelaksanaan diklat ini dapat meningkatkan kompetensi para peserta dan sekembalinya ke instansi masing-masing dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di bidang pengelolaan keuangan negara khususnya mengenai tata cara pembukuan dan penyusunan laporan pertanggungjawaban bendahara pengeluaran.
Kunjungan Kepala Kanwil ke Serui ini merupakan kunjungan yang kedua yang dilakukannya selama tahun 2010. Sebelumnya pada akhir Juni yang lalu, beliau berkunjung ke KPPN Serui pasca tragedi gempa bumi. Nampaknya medan yang berat dan transportasi yang sulit untuk menjangkau Serui tidak menyurutkan semangat beliau dalam melakukan kunjungan dan pembinaan terhadap kantor yang menjadi wilayah kerjanya.
Setelah acara pelantikan selesai dilakukan, Kepala Kanwil bersama rombongan pegawai KPPN Serui menyempatkan diri mengunjungi Pantai Aromarea untuk sedikit refreshing melepas lelah. Selama perjalanan menuju pantai, masih bisa dijumpai jejak-jejak gempa bumi yang melanda Serui beberapa waktu yang lalu. Di sebelah kiri dan kanan jalan banyak sekali terdapat reruntuhan tebing yang longsor dan beberapa ruas jalan yang amblas. Hal ini membuat perjalanan rombongan menjadi sedikit menegangkan, terutama para pegawai KPPN Serui yang masih belum sepenuhnya pulih dari trauma gempa. Akhirnya di senja hari yang cerah, rombongan tiba di Aromarea. Di pantai yang masih perawan dan pemandangan yang begitu indah, momen yang langka ini diabadikan dalam bingkai-bingkai foto yang bisa dijadikan kenangan.
Dalam kesempatan yang sama menutup materinya Kepala KPPN Samarinda mengucapkan terima kasih kepada para peserta sebagai wakil dari Satuan Kerja yang telah mendukung sistem pelayanan di KPPN Samarinda dengan bersama-sama tetap berkomitmen melaksanakan fakta Integritas yang sudah disepakati antara Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan Kepala KPPN, begitupun sebaliknya dengan komitmen semua pegawai KPPN Samarinda untuk tetap melaksanakan pelayanan kepada Satuan Kerja dengan penuh tanggung jawab, transfaran, tanpa membedakan Satuan Kerja dan semua pelayanan tanpa biaya serta dilaksanakan dengan Sistem One Stop Service pada Front Office. Semua ini bertujuan mendukung reformasi birokrasi yang telah berjalan dengan baik. 

