- Regional
- Dilihat: 4694
Memberi Senyuman dari Balik Meja Pelayanan
Liputan Training Service Excellence Pada Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali
Denpasar, perbendaharaan.go.id - Perwujudan layanan prima dalam sektor pelayanan publik senantiasa dilakukan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali. Untuk itu, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali bekerja sama dengan Bank Mandiri menyelenggarakan acara Training Service Excellence bagi para pegawaianya. Acara dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 Juli 2010, di aula Basement Gedung Keuangan Negara I – Denpasar.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Ni Luh Putu Kumalawati menyampaikan bahwa inti reformasi birokrasi adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat, transparan, akuntabel dan bebas dari segala pungutan. Tuntutan publik atas fungsi kita sebagai pelayan masyarakat
harus cepat kita wujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia secara terus menerus. Untuk itu, seluruh pegawai harus diberikan bekal tentang pengetahuan dan teknis pelayanan yang baik, misalnya bagaimana tata krama ketika menjawab telepon, menyambut tamu dan lain-lain. Sehingga melalui kegiatan training service excellence ini, layanan unggulan yang baru kita launching dapat memberikan kepuasan bagi para stakeholders.
Jiantok Hardjiman, Group Head Institusional Banking Bank Mandiri kemudian memaparkan, “Jangan mengharap orang lain akan berubah sebelum diri kita terlebih dahulu telah berubah.” Penggalan sambutan tersebut dapat diartikan bahwa jangan mengharap perubahan banyak dari satker sebelum institusi kita telah melakukan perubahan terlebih dahulu. Tingkat kepuasan orang lain tak akan kita dapatkan sebelum kita memberikan pelayanan yang baik kepada mereka. Hal tersebut harus dimulai dari interaksi internal kantor yaitu kesungguhan untuk memberikanpelayanan excellence kepada rekan sejawat dengan dilandasi keikhlasan untuk membantu orang lain.
Karena hanya dengan ketulusan, seseorang akan mampu tersenyum. Oh ya, tentunya senyum dengan rumus 2-2-7-7, dua senti ke kanan dan kiri, tunjukkan tujuh gigi anda dan tahan selama tujuh detik.
Materi pertama training ini tentang Service Quality. Untuk mendapatkan kepuasan customer, pelayanan yang diberikan tidak hanya berhenti pada level expected atau standart, melainkan juga harus selalu ditingkatkan step by step sampai pada level unbelieveble. Konsistensi menjaga kualitas pelayanan ini akan menentukan eksistensi dan kesuksesan organisasi dalam jangka panjang. Materi kedua yang disampaikan tentang ciri khas/keunikan masing-masing kantor dalam memberikan pelayanan kepada para customer yang membedakan organisasi lainnya. Sudahkan Ditjen Perbendaharaan memiliki trademark tersendiri? Sesi selanjutnya berupa motivasi agar setiap orang dalam organisasi harus fokus pada layanan prima yang tidak hanya dilakukan oleh para frontliners saja, namun tanpa kecuali bagi seluruh jajaran pimpinan dari top manager hingga pimpinan di unit kerja terkecil. Suasana training tampak lebih gayeng dan lebih mirip panggung “Kanwil Idol” karena ada sesi role play yaitu semua peserta maju ke depan untuk mempraktekkan bagaimana cara menerima tamu dan menerima dan mengangkat telepon. Mungkin karena demam panggung sehingga banyak peserta yang harus mengulang dua sampai tiga kali.
Oleh : Sugeng Hermanto dan Djoko Julianto - Kontributor Kanwil Prov. Bali









Papua dan Maluku Azhar Rasyidi serta dari Kanwil Ditjen Kekayaan Negara Propinsi Papua dan Maluku diwakili oleh Kasiamen Purba selaku Kepada Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Ditjen Kekayaan Negara Propinsi Papua yang saat itu berhalangan hadir.
Selanjutnya Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Propinsi Papua Azhar Rasyidi melakukan presentasi mengenai target Penerimaan Negara dari Bea dan Cukai untuk wilayah Propinsi Papua dan Papua Barat termasuk mengenai sejumlah kendala dan tantangan yang dihadapi
Rapat kerja berjalan dengan intens dan dinamis, karena menariknya topik-topik bahasan sampai tidak terasa waktu di Aula Gedung Kantor Wilayah Kanwil Pajak sudah menunjukkan pukul 16.00 WIT yang berarti melampaui waktu menurut jadwal acara yang diberikan oleh Protokoler DPR-RI. Penutupan rapat Kerja yang dilakukan oleh Ketua Komisi XI DPR-RI Ir.H.I Emir Moeis M.Sc dan selanjutnya dilakukan pertukaran Cinderamata antara Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Propinsi Papua Bjardianto Pudjiono dengan Ketua Komisi XI DPR-RI Emir Moeis kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara rombongan Komisi XI DPR-RI dengan jajaran pimpinan Kantor Vertikal Kementerian Keuangan di Propinsi Papua dan Propinsi Papua Barat.
Gedung baru yang berdesain modern tersebut merupakan salah satu wujud komitmen pelayanan maksimal kepada stakeholders. “ Selama ini image yang ada di masyarakat bahwa gedung maupun kantor pemerintahan terkesan angker, tidak transparan, membuat orang enggan untuk memasukinya, “ kata Bayu Andy Prasetya, Kepala KPPN Pacitan saat memberikan sambutannya. “ Dengan adanya pembangunan gedung baru tersebut yang didesain untuk semua pihak dapat melakukan pengawasan akan menghilangkan anggapan tersebut,” lanjut beliau.
Berdirinya bangunan KPPN Pacitan yang baru dimaksudkan untuk mewujudkan peningkatan fasilitas layanan oleh KPPN Pacitan kepada masyarakat Kab. Pacitan. Pembangunan dilakukan sebagai wujud atas tuntutan reformasi birokrasi yang sedang bergulir. “Renovasi yang dilakukan bukan semata-mata untuk bermegah-megahan atau bermewah-mewahan di tengah-tengah kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya stabil ini” ujar Bayu Andy Prasetya dalam pidatonya. “ Sebuah layanan prima (service excellence) ternyata tidak cukup hanya dengan semangat serta aspek mental aparat semata. Aspek tangible atau fisik tempat pelayanan itu dilaksanakan, ternyata telah menjadi sebuah keniscayaan yang harus selaras dengan kebutuhan atas layanan prima tersebut “ lanjut beliau.
Acara rapat gabungan ini sengaja dilakukan guna mengulas kembali tentang pelaksanaan TSA Penerimaan Negara kepada Bank-Bank Persepsi dan menyamakan persepsi terhadap Perjanjian Jasa Pelayanan Perbankan sebagai Bank Persepsi, untuk menghindari adanya kesalahan dan keterlambatan pelimpahan serta keterlambatan dalam penyampaian laporan harian sebagaimana pula telah dilakukan oleh Pimpinan di tingkat Pusat maupun di Provinsi seluruh Indonesia. Acara ini dihadiri oleh 5 Bank Persepsi dan 1 Kantor Pos Persepsi.
Kunjungan kerja Kepala Kanwil bertujuan untuk mensosialisasikan Penerapan System Operating Procedure (SOP) KPPN percontohan pada KPPN Serui terkait rencana KPPN Serui yang akan diikutkan lomba Penilaian KPPN Non Percontohan Tingkat Nasional. Dalam kesempatan tersebut Kepala Kanwil menyampaikan arahan berupa perlunya penyempurnaan Lay Out di Front Office untuk mengoptimalkan pelayanan kepada satker. Kemudian Beliau juga menegasakan larangan bagi pegawai KPPN untuk tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun dari satker atas pelayanan yang diberikan (larangan gratifikasi).
Di penghujung acara, Kepala Kanwil memberikan santunan untuk meringankan beban fisik maupun psikologis para pegawai KPPN Serui. Beliau juga memberi nasehat agar para pegawai KPPN Serui tetap bekerja dengan baik pasca gempa yang sempat membuat trauma sebagian pegawai KPPN Serui.
Disamping itu, diingatkan juga kepada masing-masing pimpinan bank persepsi dan kantor pos diminta agar para petugasnya yang berada di loket penerimaan negara untuk selalu meningkatkan ketelitian, ketertiban dan kebenaran pengisian atas surat-surat setoran ( SSP,SSBP,SSBP maupun SSPCP) dan menyampaikan speciment tanda tangan para petugasnya kepada KPPN di wilayah kerjanya termasuk apabila terjadi pergantian petugas loket penerimaan.
Acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Manado, Iskandar, yang baru bulan Juni ini mulai bertugas di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Manado, menggantikan Hasudungan Siregar. Dalam sambutannya disampaikan bahwa forum koordinasi ini sangat penting dimana penerimaan Negara dilakukan oleh sektor perbankan yang memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengkoleksi penerimaan Negara. Bapak Iskandar menambahkan bahwa jika penerimaan Negara berjalan dengan baik maka penyelenggaraan Negara akan berjalan dengan baik pula. Beliau berpesan agar koordinasi antara KPPN dengan bank/pos persepsi semakin diperkuat.
Terkait dengan MPN dan TSA Penerimaan pada sesi 2 dipaparkan oleh Kartono dan M. Ricky, yang menyampaikan bahwa sahnya penerimaan negara saat ini adalah ditandai dengan validasi penerimaan Negara dengan adanya Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan Nomor Transaksi Bank/Pos (NTB/NTP). Saat ini masih terdapat Bank BPD yang merekam penerimaan dari Pemda secara kolektif, sehinga NTPN dan NTB tidak tergambar dalam SSP. Hal ini merugikan Bank dan Wajib Pajak. Bank rugi karena tidak mendapatkan imbalan jasa sesuai dengan jumlah SSP yang diterima, sedangkan WP kesulitan membuktikan pajak yang disetor ke KPP yang meminta NTB dan NTPN. KPPN sendiri telah melakukan pendekatan secara persuasif kepada pimpinan bank yang bersangkutan untuk meningkatkan pelayanan penerimaan negara ini dengan cara merekam penerimaan per lembar setoran, namun pihak bank masih memiliki beberapa kendala.

