- Regional
- Dilihat: 3952
Penyerapan Anggaran Semester I Sebesar 40,80%, Kanwil Ditjen PBN Provinsi Kalbar Capai Target
Liputan Rapat Koordinasi Tingkat Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalbar
Singkawang, perbendaharaan.go.id - Dalam hal optimalisasi pelaksanaan APBN 2010 Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalbar pada semester I telah mencapai target, dengan besaran nilai 40,80% dari yang direncanakan semula sebesar 27,70%.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kalbar, Drs. Usman Pasaribu dalam pembukaan Rakoor, tanggal 6 Agustus 2010 di Pantai Pasir Panjang Singkawang Kalimantan Barat. Tema rakor kali ini adalah ”Meningkatkan Kualitas Kinerja Di Lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Barat Dalam Rangka Optimalisasi Pelaksanaan APBN 2010”.
Selain itu beliau juga menjelaskan bahwa dalam rangka pembinaan kepada KPPN, Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan telah mengeluarkan ketetapan mengenai Modul Pembinaan KPPN yang nantinya akan digunakan oleh Tim Kanwil untuk melakukan pembinaan pada KPPN dimana tim juga akan memberikan konsultasi, asistensi dan solusi terhadap permasalahan yang terjadi pada KPPN.
Acara dilanjutkan dengan pembahasan permasalahan dari masing-masing bidang guna mencari solusi dan kebijakan. Untuk permasalahan yang tidak dapat diputuskan, peserta rakor bersepakat untuk meneruskan ke Kantor Pusat DJPBN guna mendapatkan penyelesaian. Masing-masing KPPN juga memberikan paparan dalam pelaksanaan tugasnya selama ini.
Rapat koordinasi kali ini dihadiri oleh seluruh Pejabat Eselon III, seluruh Pejabat Eselon IV pada Kanwil dan perwakilan Pejabat Eselon IV dari KPPN serta pelaksana Lingkup Kanwil DJPBN Provinsi Kalimantan Barat dengan jumlah peserta seluruhnya 72 orang. Dilaksanakan pada tanggal 6 s.d. 8 Agustus 2010. Demikian dikatakan oleh Ketua Panitia rapat koordinasi Muhammad Zen.
Walaupun kegiatan ini menguras fikiran dan stamina yang ada namun peserta tampak antusias mengikuti acara demi acara. Hal ini karena panitia tidak melupakan arti pentingnya akan kesehatan, sehingga sebelum acara pembahasan pada tanggal 9 Agustus pada pagi hari dilakukan senam aerobic dengan instruktur senam berasal dari Singkawang.
Acara rakor ditutup pada pukul 17.00 WIB, dalam pidato penutupan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Barat berpesan bahwa perlunya ketelitian kita terhadap dokumen sumber yang diterima dari satker baik pada Kanwil maupun KPPN sehingga tidak terjadi salah langkah dalam pengambilan keputusan, pembinaan satker yang dilakukan oleh KPPN dan/atau Kanwil perlu ditingkatkan demi percepatan penyerapan dana APBN 2010 dan validitas data terhadap laporan yang disampaikan, Pemanfaatan Teknologi Informasi pada saat ini sangat dianjurkan terlebih mengingat begitu luasnya wilayah kerja Kanwil dan masih ada satker dan perbankan yang berada dipelosok. Selain itu perlunya meningkatkan pemahaman peraturan dan ketentuan yang berlaku sehingga kualitas kinerja baik secara individual maupun organisasi dapat meningkat.
Beliau berharap hasil pembahasan dalam rapat koordinasi ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya serta diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di tempat tugas masing-masing, sehingga pelayanan terbaik yang terwujud dalam pelayanan yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel dapat kita berikan kepada seluruh stakeholder kita dan optimalisasi APBN 2010 berhasil dilaksanakan. Pesan beliau juga agar menyampaikan hasil rapat koordinasi ini kepada seluruh pegawai di lingkungan unit kerja masing-masing.
Tak lupa dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan atas nama pribadi dan keluarga beliau memohon maaf yang sebesar-besarnya agar dalam menghadapi puasa Ramadhan nanti tidak menemui hambatan dan dapat berjumpa kembali pada Ramadhan yang akan datang, dan mendoakan semoga kita semua mendapat rahmat dan lindungan dari Yang Maha Kuasa.
Oleh : Muhammad Nur Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Kalimantan Barat. (edited by novri)











Materi yang diterima oleh para peserta diklat antara lain (1) Pengujian dan Pembayaran Tagihan, (2) Sistem Penerimaan dan Pengeluaran Negara, (3) Pengujian dan Pembayaran Tagihan, (4) Perpajakan Bendahara Pengeluaran, (5) Pengelolaan Uang Persediaan, (6) Pembukuan Bendahara Pengeluaran, (7) Etika Profesi PNS, (8) Pelaporan Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran, (9) Ceramah Pemberantasan Korupsi dan Penyelesaia Kerugian Negara, dan (10) Ceramah Kebijakan APBN.
Sedangkan, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara, Hendro Baskoro, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada BDK Manado yang mempercayakan pelaksanaan Diklat Fungsional Bendahara Pengeluaran Angkatan III Tahun 2010 di Ternate. Selain itu, Beliau juga memberikan apresiasi kepada Kepala KPPN Ternate, I Nengah Gradug berserta staf, karena dengan waktu yang terbatas, dapat mempersiapkan dan menyelenggarakan pelaksanaan diklat. Kepada para peserta diklat, beliau berharap agar pelaksanaan diklat ini dapat meningkatkan kompetensi para peserta dan sekembalinya ke instansi masing-masing dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di bidang pengelolaan keuangan negara khususnya mengenai tata cara pembukuan dan penyusunan laporan pertanggungjawaban bendahara pengeluaran.
Kunjungan Kepala Kanwil ke Serui ini merupakan kunjungan yang kedua yang dilakukannya selama tahun 2010. Sebelumnya pada akhir Juni yang lalu, beliau berkunjung ke KPPN Serui pasca tragedi gempa bumi. Nampaknya medan yang berat dan transportasi yang sulit untuk menjangkau Serui tidak menyurutkan semangat beliau dalam melakukan kunjungan dan pembinaan terhadap kantor yang menjadi wilayah kerjanya.
Setelah acara pelantikan selesai dilakukan, Kepala Kanwil bersama rombongan pegawai KPPN Serui menyempatkan diri mengunjungi Pantai Aromarea untuk sedikit refreshing melepas lelah. Selama perjalanan menuju pantai, masih bisa dijumpai jejak-jejak gempa bumi yang melanda Serui beberapa waktu yang lalu. Di sebelah kiri dan kanan jalan banyak sekali terdapat reruntuhan tebing yang longsor dan beberapa ruas jalan yang amblas. Hal ini membuat perjalanan rombongan menjadi sedikit menegangkan, terutama para pegawai KPPN Serui yang masih belum sepenuhnya pulih dari trauma gempa. Akhirnya di senja hari yang cerah, rombongan tiba di Aromarea. Di pantai yang masih perawan dan pemandangan yang begitu indah, momen yang langka ini diabadikan dalam bingkai-bingkai foto yang bisa dijadikan kenangan.
Dalam kesempatan yang sama menutup materinya Kepala KPPN Samarinda mengucapkan terima kasih kepada para peserta sebagai wakil dari Satuan Kerja yang telah mendukung sistem pelayanan di KPPN Samarinda dengan bersama-sama tetap berkomitmen melaksanakan fakta Integritas yang sudah disepakati antara Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan Kepala KPPN, begitupun sebaliknya dengan komitmen semua pegawai KPPN Samarinda untuk tetap melaksanakan pelayanan kepada Satuan Kerja dengan penuh tanggung jawab, transfaran, tanpa membedakan Satuan Kerja dan semua pelayanan tanpa biaya serta dilaksanakan dengan Sistem One Stop Service pada Front Office. Semua ini bertujuan mendukung reformasi birokrasi yang telah berjalan dengan baik.
Pelatihan service excellence ini merupakan respon pisitif atas kompetisi antar KPPN Percontohan dalam melayani masyarakat yang mulai dijadikan tradisi oleh Ditjen Perbendaharaan. “Kalau kita melihat saingan di tahun 2010 ini jelas lebih berat karena semua telah
manusia yang memiliki hati dan perasaan. Sementara kebutuhan mereka tidak hanya sekedar kebutuhan formal dalam pekerjaan, ada kebutuhan informal yang dipenuhi oleh KPPN, Kebutuhan informal itu adalah kepuasan atas sikap para pegawai. “Sikap, tutur kata dan perhatian yang baik kepada tamu yang kita layani merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suatu pelayanan prima,” kata Nurhidayat lagi. “Untuk itulah Pendidikan dan Pelatihan Service Excellence ini kita selenggarakan agar kita memahami bagaimana cara bersikap, bertutur kata dan memberikan perhatian kepada tamu yang kita layani,” lanjutnya mengakhiri kata sambutannya.
"20 menit 8 SP2D", itulah hasil dari peninjauan dan peragaraan proses penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) pada acara Launching Penerapan SOP Percontohan pada KPPN Solok. Hasil tersebut mendapatkan applause dari semua peserta Launching baik yang menyaksikan langsung maupun yang menyaksikan lewat layar LCD yang di pasang di teras KPPN Solok. Perbaikan pelayanan pada KPPN Solok dengan diterapkannya SOP KPPN Percontohan adalah penyelesaian SP2D Non Belanja Pegawai. "sekarang cukup satu jam sejak Surat perintah Membayar (SPM) diterima secara benar dan lengkap persyaratannya serta langsung ditangani petugas front office, bahkan seperti yang kita lihat bersama, ternyata dalam jangka waktu 20 menit berhasil diterbitkan 8 SP2D dan langsung dapat diambil satker yang bersangkutan" jelas Drs. Ferdinan Kepala KPPN Solok.
Wakil Bupati Solok dalam sambutannya mengingatkan penerapan SOP ini tidak mungkin dilaksanakan oleh KPPN sendiri tanpa adanya dukungan dari seluruh mitra kerja. Selain itu, beliau juga mengharapkan agar KPPN Solok dengan ikhlas dapat membantu dan memberikan pelayanan kepada satker terutama dalam rangka penerapan ketentuan tentang mekanisme pencairan dana APBN.
dan paradigma SDM yang profesional dan bertanggung jawab. Beliau juga menghimbau kepada para Satuan Kerja untuk tidak lagi memberikan imbalan dalam bentuk apapun terkait dengan pelayanan yang diberikan KPPN dan tidak perlu takut untuk melaporkan oknum pegawai KPPN yang melakukan pungli dan tindakan sejenis lainnya. Demikian juga dengan pelayanan yang diberikan KPPN, agar para Satuan Kerja tidak segan-segan memberikan kritik dan pengaduan melalui fasilitas yang telah disediakan apabila merasa tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya dari KPPN Nunukan.
Penandatanganan pakta integritas tersebut mengandung tanggung jawab moral kepada publik yang harus dibuktikan melalui prestasi kinerja aparaturnya. Pada kesempatan itu pula dilakukan simulasi penyelesaian SP2D untuk SPM-LSbelanja non belanja pegawai yang jangka waktu penyelesainnya 1 jam. Sesuai dengan janji layanan KPPN Nunukan yang cepat, tepat, akurat dan tanpa biaya, ternyata SP2D yang batas penyelesainnya 1 jam dapat diselesaikan hanya dalam waktu 10 menit saja setelah SPM yang diajukan diterima dan dinyatakan lengkap dan benar.
Kepiawaian Bjardianto Pudjiono dalam mendesain ruangan, front office kini sangat membanggakan bagi seluruh pegawai. Seluruh karyawan merasakan kenyamanan dalam bekerja. Ruangan dilengkapi C dan komputer yang memadai serta terintegrasi jaringan, menimbulkan kesan ’wah’ bagi pegawai. Lebih istimewa lagi, front office dibuat dengan memanfaatkan barang/meja bekas yang diperbaiki. Meja-meja itu di-wash menjadi seperti marmer.
Kata di-wash sendiri berawal dari suatu malam, saat Bjardoanto Pudjiono menengok tukang kayu yang sedang mengerjakan front office untuk layanan unggulan. Si tukang kayu setelah merapikan bagian atas meja front office, kemudian mengecat permukaan meja tersebut dengan cat warna kuning, kemudian dicat ulang kembali dengan cat warna coklat dan setelah itu disemprot dengan bensin, setelah itu diambil sebuah tas plastik kresek yang digengamnya erat, kemudian di usap-usap ke permukaan meja yang masih basah tersebut, nampak mudah pengerjaannya dan setelah menunggu kurang lebih dua jam, jadilah meja front office dengan permukaan seperti marmer. Beberapa pegawai yang ikut melihat pekerjaan pada malam itu terkesima dengan hasil pekerjaan si tukang kayu tersebut dan meluncurlah penjelasan pembuatan ’marmer’ tadi oleh si tukang kayu maupun Pak Anto, bahwa pekerjaan tadi disebut di-wash. Sejak saat itulah para pegawai kanwil mengetahui bahwa meja yang seperti marmer itu pengerjaannya disebut dengan di-wash.

