- Regional
- Dilihat: 4699
KPPN Sumbawa Besar MANTAP Puaskan Stakeholder
Liputan perjalanan Tim Penilai Kinerja Pelayanan Publik KPPN Non Percontohan
Berbekal predikat sebagai pemenang kedua Kantor Pelayanan Percontohan Tipe B di lingkup Kementerian Keuangan tahun 2005 dan sebagai pemenang pertama dalam penilaian KPPN Percontohan di lingkungan DJPBN di tahun yang sama, KPPN Sumbawa Besar terus memacu diri memberikan pelayanan terbaik kepada stakeholder.
Mengolaborasikan tenaga senior yang berpengalaman dengan tenaga muda yang mumpuni di bidang Teknologi Informasi(TI), KPPN Sumbawa Besar tumbuh sebagai kantor pelayanan dengan tim yang sangat solid. Bukan tidak mungkin penghargaan bergengsi yang pernah dirainya, dapat mereka rengkuh kembali. Komposisi 6 pegawai muda dan 40 pegawai berpengelaman telah diramu dengan baik oleh Kepala Kantor.
Layout KPPN Sumbawa Besar mengadopsi bentuk pelayanan satu tempat sesuai dengan SOP KPPN Percontohan. Mereka telah menerapkannya semenjak 1 juni 2008. Untuk menghasilkan pelayanan yang mantap, tidak hanya penampilan fisik yang diperbaiki, non fisik pun telah dibenahi. Diantara pembenahan non fisik itu adalah pemilihan motto kantor sebagai penyemangat para pegawai. “Kami mempunyai motto MANTAP,” tegas Slamet Parman, Kepala KPPN Sumbawa Besar, dengan nada semangat. “Mantap adalah singkatan dari MELAYANI, AMAN, NYAMAN, TRANSPARAN, AKUNTABEL DAN PROFESIONAL,“ tambahnya lagi saat memberikan kata sambutan dalam forum yang dihadiri oleh perwakilan dari stakeholder dan Tim Penilai Kinerja Pelayanan Publik KPPN Non Percontohan Tahun 2010.
Di dalam forum yang menyerupai acara dengar pendapat itu, beberapa perwakilan satuan kerja menyatakan puas atas pelayanan KPPN Sumbawa besar. Perwakilan dari sektor perbankan yang saat itu diwakili oleh Bank Mandiri Cabang Sumbawa Besar sebagai Bank Operasional I juga menyatakan hal serupa. “Kami puas atas pelayanan KPPN Sumbawa besar,” ungkapnya.
Mengenai penyerapan dana APBN, sampai dengan bulan Oktober 2010 KPPN Subawa Besar telah menyalurkan 45,34 % dari nilai pagu total Rp. 566.736.254.100,- yang dibebankan pada 71 DIPA satuan kerja.
Dalam hal untuk menyempurnakan penyusunan LKPP, KPPN Sumbawa Besar memberikan kemudahan dalam rekonsiliasi. Satuan kerja dapat melakukan rekonsiliasi melalui email. Tentu ini menjadikan para bendahara satuan kerja seprti dimanjakan dan lebih efisien dalam bekerja. Apalagi bagi satuan kerja yang posisi geografisnya jauh dari KPPN Sumbawa Besar.
Untuk menyempurnakan pelayanannya, KPPN Sumbawa Besar membangun sebuah website resmi sebagai sarana penyebaran informasi bagi stakeholder.
Perjalanan Tim.
Tim penilai yang terdiri dari Kepala Bagian (Kabag)Administrasi Kepegawaian, Ludiro, Kabag Organisasi dan Tata Laksana, Didyk Choiroel serta Kasubdit Transformasi Proses Bisnis Internal (DTP) , Saiful Islam kali ini melakukan penilai kinerja di KPPN Sumbawa Besar.
Kedatangan tim tersebut ke Sumbawa Besar disambut cuaca yang cukup panas. Bulir-bulir keringat mulai menetes di kening sebagian anggota tim sesaat setelah mereka menjejakkan kaki di Bandara Selaparang, Mataram, NTB. Walaupun kabarnya beberapa hari sebelumnya, Mataram diguyur hujan besar tetapi cuaca hari itu gerah di luar ruangan.
Perjalanan tim tidak bisa langsung dilanjutkan menuju Pulau Sumbawa. Adalah sebuah kewajiban dan mengikuti tata krama bahwa tim harus menuju ke Kanwil Prov NTB terlebih dahulu. Keramahan dan kehangatan Kepala Kanwil NTB Abdul Rahman Ritonga, sangat terasa saat beliau menyambut rombongan tim penilai. Setelah beristirahat sejenak untuk menunaikan ibadah sholat serta bersilaturahim dengan staff Kanwil DJPBN Provinsi NTB, rombongan meluncur menuju KPPN Sumbawa Besar. Perjalanan lanjutan ini didampingi oleh staff Kanwil DJPBN Provinsi NTB. Rombongan diangkut dengan tiga unit mobil minibus.
Cukup menguras energy, perjalanan lanjutan ini. Selama kurang lebih 2 jam tubuh semua anggota tim penilai bergoyang di dalam mobil. Rute perjalanan yang berbukit-bukit dan berkelok, menjadikan tubuh dan kepala penumpang berlenggak-lenggok dengan sendirinya. Menjelang Magrib rombongan tiba di daerah Terara, suatu daerah penghasil tembakau terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Langit tampak gelap oleh mendung menandakan hujan segera turun. Dan, benar tak lama kemudian air mengguyur iring-iringan mobil pembawa tim penilai dari Kantor Pusat DJPBN. Suasana semakin gelap saat listrik di daerah itu padam.
“Di daerah ini masih sering terjadi pemadaman listrik bergilir,” ungkap salah seorang staff Kanwil DJPBN Provinsi NTB.
Setelah menempuh jarak sekitar 75 km iring-iringan mobil tim memasuki gapura Pelabuhan Kayangan. Sambil menunggu giliran mobilnya dimasukkan ke dalam kapal ferry, beberapa anggota tim beranjak keluar dari mobil untuk meregangkan otot.
Satu persatu mobil masuk dalam kapal ferry, KMP Dingkis. Butuh waktu sekitar 45 menit untuk memasukkan semua mobil ke dalam angkutan penyeberangan tersebut. Setelah semuanya beres, terdengar nahkoda kapal memberikan instruksi kepada seluruh awak kapal untuk melakukan persiapan pelayaran. Dan KMP Dingkis pun melaju sesaat setelah jangkar jangkar terlepas dari tambatannya.
Keadaan di dalam ferry cukup minimalis. Ruang penumpang sangat sederhana. Khas angkutan rakyat jelata. Sarana penyeberangan kelas ekonomi. Namun untuk mengakomodasi kaum berduit, KMP Dingkis menediakan pula ruang VIP, agar penumpang bisa lebih nyaman. Arus laut saat itu cukup tenang. Semoa anggota rombongan tampak menikmati perjalanan laut ini. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam, akhirnya sampai di pelabuhan Pototano Sumbawa. Perjuangan belum selesai. Tujuan akhir, KPPN Sumbaw Besar masih harus ditempuh dengan perjalanan darat kurang lebih 2 jam lagi.
Pada perjalanan darat kali ini, para penumpang sangat menikmatinya. setidaknya, itulah yang dikesankan oleh mereka yang tampak tertidur pulas. Entah menikmati atau karena memang hari yang sudah sangat larut malam. Sekitar pukul 22.00 WITA, perjalan darat kedua dimulai tadi. Jalan menuju KPPN Sumbawa Besar tampak cukup halus. Tampak beberapa ruas jalan sedang dilakukan perbaikan. Kiri kanan terlihat samar ladang savanna.
Sekitar pukul 00.00 WITA, tengah malam, Tim Penilai Kinerja Pelayanan Publik sampai di tujuan, KPPN Sumbawa Besar. Hampir semua bernafas lega.
Meski hari telah larut, namun sambutan hangat Kepala Kantor beserta beberapa staff KPPN Sumbawa Besar diberikan kepada tim penilai. Tak lupa, Kepala KPPN memperlihatkan kepada tim penilai, tempat yang akan dilangsungkannya acara esok hari, sebelum akhirnya tim menuju tempat peristirahatan.
Keesokan harinya, acara penilaiaan kinerja pelayanan publik KPPN non percontohan berlangsung. Pukul 09.00 WITA acara dibuka. Selama kurang lebih dua jam acar tersebut digelar. Tim penilai, para pegawai dan para stakholder mengikuti acara hingga selesai.
Sebelum melakukan perjalanan pulang menuju Mataram, tim menyempatkan untuk makan siang. Makanan khas Sumbawa seperti singang dan sepat tersaji di depan mata, menyebabkan perut tiba-tiba bergerak menandakan rasa lapar telah menguasainya. Beberapa anggota tim seperti sedang bernostalgia dengan kenangan lama, saat menyantap makanan khas Sumbawa ‘sabalong samalewa’. (bk/edit)
Oleh : Tino Adi Prabowo Redaksi Media Center Ditjen Perbendaharaan .









Materi yang disampaikan adalah over view mengenai Perencanaan Kas, dilanjutkan dengan Aplikasi Forecasting Satker (AFS) terbaru (status up-date tanggal 2 Juli 2010-red) yaitu penyederhanaan tampilan menjadi tiga menu saja : Setting, Data, dan Utility. Praktek mengoperasikan aplikasi dimaksud secara bertahap dibimbing langsung oleh petugas KPPN Klaten. Dimulai dari Instal Up-date Aplikasi, kesiapan data Soft Copy RKA K/L, proses penyusunan/ pengisian sampai dengan tahap akhir yaitu pengiriman data melalui submenu kirim data. Selanjutnya dijelaskan pula tentang kewajiban KPPN yang harus menyampaikan laporan tersebut ke Kantor Pusat melalui Aplikasi Forecasting KPPN (AFK).
“Siapa yang gagal merencanakan, maka dia sedang merencanakan kegagalan”. Kalimat bijak ini cukup menggambarkan arah yang diinginkan dalam perencaan kas. Dengan adanya perencaan kas yang baik, maka satuan kerja akan terbiasa menyelesaikan pekerjaan yang by planning bukan by doing apalagi by trying. Perencanaan kas yang baik akan menentukan kualitas pelaksanaan kegiatan yang baik pula, karena perencanaan kas dapat memberikan rambu-rambu/ arahan bagi pelaksanaan kegiatan sehingga dapat diketahui sejauh mana hal tersebut dapat ber-deviasi terhadap pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Tercapainya tujuan satuan kerja dalam kegiatannya akan memberikan andil positif bagi pencapaian tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan.
“Namun, demikian masih ada 4 satker masih dibawah 25 persen,” ungkap Arief Rahman Hakim. “Bahkan dua satker diantaranya belum mencapai 10 persen,” tambahnya. 
Selain evaluasi dan monitoring realisasi APBN oleh satuan kerja, dalam acara tersebut juga dilakukan diskusi dan dialog antara narasumber dengan peserta mengenai berbagai permasalahan penyerapan anggaran satker serta solusinya. Di sesi terakhir, Rusli, Kepala Seksi PA Kanwil DJPB Provinsi Jatim, menjelaskan peraturan yang terkait dengan pengajuan revisi DIPA yang biasanya ramai di akhir tahun dapat berjalan lancar. “Dalam rangka menghadapi akhir tahun anggaran 2010, kepada seluruh satker saya ingatkan agar segera membuat perkiraan penarikan dana untuk tiga bulan ke depan,” kata Arief Rahman Hakim dalam sambutan penutupannya.
Dalam sesi diskusi, Kepala Kanwil DJPBN Prov Bali, Ni Luh Putu Kumalawati yang didampingi jajaran pejabat Eselon III Kanwil DJPBN Provinsi Bali menyampaikan kebanggaannya atas kunjungan Tim Federal Treasury of Russia. Beliau berharap agar pertemuan ini dapat menjadi kesempatan berharga untuk saling belajar dan bertukar pengalaman sebagai upaya untuk meningkatkan treasury management masing-masing negara.
Dalam membangun transparansi pelayanan, KPPN Meulaboh bekerjasama dengan RRI melakukan siaran on air. Siaran tersebut membahas mekanisme pengelolaan keuangan (APBN) secara interaktif. Para satuan kerja wilayah KPPN Meulaboh, antusias dengan berpartisipasi aktif dalam acara itu.
Beranjak dari Lhoknga, Tim Penilai mulai melintasi jalur Gunung Geurutee yang sangat sempit dan berkelok-kelok. Suasana hutan yang gelap di malam hari menjadi pemandangan sepanjang jalur tersebut.
“Kesempatan kali ini merupakan ajang evaluasi atas pemahaman satker dan review/penyegaran terhadap peraturan maupun aplikasi satker.” Imbuh Kepala KPPN Parepare, Teguh, dalam pengarahannya
Pada kesempatan itu pula, dilakukan penandatanganan Pakta Integritas antara Kuasa Pengguna Anggaran Satker Kementerian Negara / Lembaga dengan Kepala KPPN Parepare. Pada hari I , dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama ( Pakta Integritas ) secara simbolis antara Kepala KPPN dengan Perwakilan Satuan Kerja yang ada di Wilayah Kab. Barru, Kab. Enrekang, dan Kab. Pinran. Pada Hari Ke II dilakukan hal yang sama, namun kali ini dilakukan Oleh Perwakilan Satuan Kerja yang ada di Wilayah Kab. Sidrap dan Kota Parepare,
Sedangkan sanak/ keluarga Ditjen Perbendaharaan yang meninggal dunia adalah 1) Ibu mertua Bp. Drs. Hans Henry Hastowo, Kepala Bidang pada Kanwil DJPBN Prov. Sumatera Utara, yang meninggal pada tanggal 25 September 2010, dan dimakamkan di Tebing Tinggi Sumatera Utara; serta 2) Ny. Berlliani, ibu kandung dari Kabag Umum Kanwil DJPBN Prov. Kalimantan Timur (Ibu R. M. Wiwieng Handayaningsih) yang meninggal di Jakarta pada tanggal 26 September 2010, dan di makamkan di Salatiga.
Sedangkan untuk pelepasan jenazah dan prosesi pemakaman di Purwokerto dihadiri oleh Sekretaris Ditjen Perbendaharaan Bapak K. A. Badaruddin mewakili Direktur Jenderal Perbendaharaan, Kepala Kanwil DJPB Prov Jawa Tengah Bapak Minto Widodo, Kepala Kanwil DJPB Provinsi Yogyakarta Bapak Rudy Widodo, rekan-rekan KPPN Purwokerto, KPPN Cilacap, KPPN Banjar Negara, KPPN Purworedjo, dan KPPN Tegal, serta paguyuban para pensiunan Ditjen Anggaran/ Perbendaharaan yang berdomisili di Purwokerto di bawah koordinasi Bapak Drs.Tuswadi.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KPPN Sintang, Heru Kutanto mempersentasikan profil KPPN Sintang. Selain penerapan SOP (Standard Operating Procedure) KPPN Percontohan, pelayanan berbasis website menjadi layanan unggulan dari KPPN Sintang. Untuk itu, pelayanan yang lebih baik menjadi opini umum dari testimoni satker wilayah kerja KPPN Sintang. Mereka selama ini cukup puas dengan pelayanan yang disajikan.
Menurut Ketua Tim Penilai Kinerja Pelayanan Publik KPPN Non Percontohan Tahun 2010, Didyk Choiroel, kegiatan ini diadakan sebagai salah satu apresiasi dari upaya KPPN Non Percontohan dalam melakukan berbagai inovasi. Secara tidak langsung, kegiatan tersebut dapat membangun iklim kompetisi, sehingga akan terjadi persaingan positif diantara seluruh KPPN.

