- Regional
- Dilihat: 4887
Pasca Gempa, Bjardianto Pudjiono Kunjungi KPPN Serui
Liputan Kunjungan Kerja Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua
Serui, perbendaharaan.go.id - Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua, Bjardianto Pudjiono, tiba di Bandara Soejarwo Condronegoro Serui, di suasana pagi yang masih berkabut, Sabtu 26 Juni 2010. Kunjungan tersebut dalam rangka kunjungan kerja di KPPN Serui. Bjardianto Pudjiono datang bersama rombongan diantaranya, Kepala Bidang Aklap, Kepala Bidang Pembinaan Perbendaharaan dan beberapa staff Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Papua. Rombongan disambut oleh Kepala KPPN Serui, Didik Muryadi, beserta para pegawai. Rombongan kemudian menuju ke KPPN Serui untuk melaksanakan acara inti.
Kunjungan kerja Kepala Kanwil bertujuan untuk mensosialisasikan Penerapan System Operating Procedure (SOP) KPPN percontohan pada KPPN Serui terkait rencana KPPN Serui yang akan diikutkan lomba Penilaian KPPN Non Percontohan Tingkat Nasional. Dalam kesempatan tersebut Kepala Kanwil menyampaikan arahan berupa perlunya penyempurnaan Lay Out di Front Office untuk mengoptimalkan pelayanan kepada satker. Kemudian Beliau juga menegasakan larangan bagi pegawai KPPN untuk tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun dari satker atas pelayanan yang diberikan (larangan gratifikasi).
Selain acara sosialisasi, Beliau beserta rombongan juga menyempatkan diri meninjau bangunan gedung dan lingkungan KPPN Serui yang rusak akibat gempa. Setelah meninjau gedung KPPN, rombongan meluncur ke kompleks rumah dinas KPPN dan meninjau tingkat kerusakan beberapa rumah dinas yang ada.
Di penghujung acara, Kepala Kanwil memberikan santunan untuk meringankan beban fisik maupun psikologis para pegawai KPPN Serui. Beliau juga memberi nasehat agar para pegawai KPPN Serui tetap bekerja dengan baik pasca gempa yang sempat membuat trauma sebagian pegawai KPPN Serui.
Dengan adanya kunjungan kerja tersebut diharapkan bisa menambah pemahaman dan meningkatkan motivasi para pegawai untuk bekerja lebih baik dalam mengimplementasikan SOP KPPN percontohan dan bisa mempercepat pemulihan kondisi psikis para pegawai pasca tragedi gempa Serui.
Oleh : Kontributor KPPN Serui











Disamping itu, diingatkan juga kepada masing-masing pimpinan bank persepsi dan kantor pos diminta agar para petugasnya yang berada di loket penerimaan negara untuk selalu meningkatkan ketelitian, ketertiban dan kebenaran pengisian atas surat-surat setoran ( SSP,SSBP,SSBP maupun SSPCP) dan menyampaikan speciment tanda tangan para petugasnya kepada KPPN di wilayah kerjanya termasuk apabila terjadi pergantian petugas loket penerimaan.
Acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Manado, Iskandar, yang baru bulan Juni ini mulai bertugas di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Manado, menggantikan Hasudungan Siregar. Dalam sambutannya disampaikan bahwa forum koordinasi ini sangat penting dimana penerimaan Negara dilakukan oleh sektor perbankan yang memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengkoleksi penerimaan Negara. Bapak Iskandar menambahkan bahwa jika penerimaan Negara berjalan dengan baik maka penyelenggaraan Negara akan berjalan dengan baik pula. Beliau berpesan agar koordinasi antara KPPN dengan bank/pos persepsi semakin diperkuat.
Terkait dengan MPN dan TSA Penerimaan pada sesi 2 dipaparkan oleh Kartono dan M. Ricky, yang menyampaikan bahwa sahnya penerimaan negara saat ini adalah ditandai dengan validasi penerimaan Negara dengan adanya Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan Nomor Transaksi Bank/Pos (NTB/NTP). Saat ini masih terdapat Bank BPD yang merekam penerimaan dari Pemda secara kolektif, sehinga NTPN dan NTB tidak tergambar dalam SSP. Hal ini merugikan Bank dan Wajib Pajak. Bank rugi karena tidak mendapatkan imbalan jasa sesuai dengan jumlah SSP yang diterima, sedangkan WP kesulitan membuktikan pajak yang disetor ke KPP yang meminta NTB dan NTPN. KPPN sendiri telah melakukan pendekatan secara persuasif kepada pimpinan bank yang bersangkutan untuk meningkatkan pelayanan penerimaan negara ini dengan cara merekam penerimaan per lembar setoran, namun pihak bank masih memiliki beberapa kendala.
Hadir pada acara launching tersebut Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua DPRD Tarakan, Ketua Gapensi/Kadin, para Pimpinan Bank/Pos Mitra Kerja KPPN Tarakan serta para stakeholder/Kuasa Pengguna Anggaran diwilayah pembayaran KPPN Tarakan. Dalam acara tersebut diperkenalkan lebih jauh lagi mengenai SOP KPPN Percontohan pada KPPN Tarakan, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur, Abdulah Nanung, menegaskan bahwa kebijakan pembentukan KPPN Percontohan merupakan bukti keseriusan Pemerintah khususnya Departemen Keuangan c.q Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk melakukan langkah nyata dalam melakukan reformasi birokrasi dan mendorong terciptanya pengelolaan keuangan yang efisien, transparan, akuntabel dan bersih.

