- Regional
- Dilihat: 6328
Semangat Pelayanan Tinggi, Usia Tidak Peduli
Liputan Penilaian Kinerja Pelayanan Publik pada KPPN Non Percontohan Tahun 2010
Semangat memberikan pelayanan terbaik ternyata tidak pernah mengenal usia. Dari ujung barat wilayah negeri, KPPN Meulaboh dengan mayoritas sumber daya manusia yang tidak lagi muda, tampil sebagai nominator Penilaian Kinerja Pelayanan Publik pada KPPN Non Percontohan Tahun 2010.
“Dengan penilaian kali ini, semoga membuat kita lebih semangat lagi!” Ujar Kepala KPPN Meulaboh, Suparno, dengan gayanya yang enerjik dihadapan Tim Penilaian Kinerja Pelayanan Publik KPPN Non Percontohan Tahun 2010, Jumat (1/10), di Aula KPPN Meulaboh.
Semangat teamwork yang dibangun terpancar dari presentasi profil KPPN Meulaboh, yang disajikan langsung oleh Suparno.Memberdayakan potensi SDM yang ada, sebanyak 15 (71%) dari 21 jumlah pegawai KPPN Meulaboh berusia 46 tahun keatas. Kondisi tersebut tidak menyurutkan berbagai inovasi yang coba digagas dan direalisasikan dalam menyuguhkan atmosfir pelayanan prima bagi 165 satuan kerja yang harus dilayani.
Lebih mengagumkan, nahkoda dari seluruh awak KPPN Meulaboh, Suparno yang memimpin semangat pembangunan pelayanan prima, akan memasuki masa purna tugas. Dipenghujung masa kerjanya, beliau masih tetap semangat mengabdikan diri pada intitusi.
Dalam membangun transparansi pelayanan, KPPN Meulaboh bekerjasama dengan RRI melakukan siaran on air. Siaran tersebut membahas mekanisme pengelolaan keuangan (APBN) secara interaktif. Para satuan kerja wilayah KPPN Meulaboh, antusias dengan berpartisipasi aktif dalam acara itu.
Saat Tim Penilai mencoba mengorek keterangan dari para Satker, tanggapan mengenai citra pelayanan KPPN Meulaboh secara positif diberikan. Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Jaya mengatakan, “Saya berhubungan dengan KPPN dari tahun 1990, saya lihat sekarang sudah berubah 100%!” ujarnya disambut tepuk tangan oleh satuan kerja yang lain, seolah mengaminkan.
Cakupan wilayah kerja KPPN Meulaboh cukup luas, meliputi: Kab. Aceh Barat, Kab. Aceh Jaya, Kab. Nagan Jaya, dan Kab. Simeuleu. Jumlah Pagu DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) sebesar Rp. 532.799.129.000,-, telah terserap sebanyak Rp. 282.651.866.739,- (53.05%) (s.d Agustus 2010, red).
Pelayanan berbasis Website dan SMS Center dikembangkan guna mendongkrak kinerja. Fitur yang tersedia diarahkan untuk kemudahan satuan kerja dalam pengelolaan keuangan (APBN). Bangunan gedung yang didesain agar nyaman bagi stakeholder memberikan bukti orientasi pada pelayanan public. Semangat tinggi melengkapi profil dari KPPN Meulaboh.
Perjalanan Tim Penilai
Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Penilai memerlukan energi ekstra dalam penilaian kali ini. Selain jarak tempuh yang cukup jauh, medan yang dilalui sangat berat. Tsunami yang sempat menghancurkan seluruh wilayah Aceh, turut serta meratakan jalur infrastruktur Banda Aceh – Meulaboh. Rute Banda Aceh ke Meulaboh melalui pantai barat kini lebih panjang dibandingkan sebelum bencana. Menurut papan petunjuk jalan di dekat Lhok Nga, jarak antara Banda Aceh-Meulaboh tertulis 241,5 kilometer. Tetapi kenyataannya banyak jalur alternative tambahan yang dilalui, sehingga jarak Banda Aceh – Meulaboh setelah bencana sekitar 320 kilometer.
Tim penilai yang terdiri dari Kabbag Administrasi Kepegawaian, Ludiro, Kabbag Organisasi dan Tata Laksana, Didyk Choiroel, Kasubdit Pembinaan Kerja BLU, Catur Arianto Widodo, menuju Meulaboh didampingi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NAD. Rombongan mulai menempuh perjalanan pada pukul 18.30 WIB dari Banda Aceh. Tim dibagi dalam dua mobil, yaitu Toyota Hilux dan Kijang Inova. Senja dilalui dengan menyisir pantai Lhoknga dalam keadaan gerimis. Kondisi jalan yang dilalui sepanjang 20km di daerah Lhoknga sangat baik, tidak banyak tikungan yang dilewati.
Beranjak dari Lhoknga, Tim Penilai mulai melintasi jalur Gunung Geurutee yang sangat sempit dan berkelok-kelok. Suasana hutan yang gelap di malam hari menjadi pemandangan sepanjang jalur tersebut.
Sampai di daerah Lamno, ketegangan mulai terasa. Jembatan didaerah tersebut belum selesai diperbaiki, sehingga rombongan Tim Penilai harus melewati rakit kayu melintasi sungai. Rakit kayu itu mengangkut dua mobil beserta seluruh penumpangnya. Tanpa dilengkapi alat keselamatan apapun, rakit dengan kekuatan mesin 4PK menyeberangi sungai. Keadaan serupa harus dialuli sebanyak dua kali.
Selanjutnya, rombongan Tim Penilai mulai menjajal jalan tanah yang belum selesai diberi aspal. Jalur tersebut merupakan pembangunan jalan baru pasca tsunami. Goncangan terasa cukup kuat, karena tak jarang roda mobil harus melalui jalan yang tidak rata bahkan berlubang.
Saat mobil berlari kencang, sering kali rombongan Tim Penilai harus tersentak oleh binatang ternak Sapi yang melintas liar dijalanan. Tentu, keadaan tersebut menambah berat resiko kecelakaan yang terjadi.
Pukul 02.00 WIB dini hari, rombongan Tim Penilai sampai di Meulaboh. Sebuah perjalanan panjang yang melelahkan pun dilalui dengan adrenalin yang tinggi. Tentunya akan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh rombongan Tim Penilai Kinerja Pelayanan Publik pada KPPN Non Percontohan, yang hampir seluruhnya baru pertama kali mengunjungi Meulaboh.
Oleh : Novri H.S. Tanjung – Media Center Ditjen Perbendaharaan











“Kesempatan kali ini merupakan ajang evaluasi atas pemahaman satker dan review/penyegaran terhadap peraturan maupun aplikasi satker.” Imbuh Kepala KPPN Parepare, Teguh, dalam pengarahannya
Pada kesempatan itu pula, dilakukan penandatanganan Pakta Integritas antara Kuasa Pengguna Anggaran Satker Kementerian Negara / Lembaga dengan Kepala KPPN Parepare. Pada hari I , dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama ( Pakta Integritas ) secara simbolis antara Kepala KPPN dengan Perwakilan Satuan Kerja yang ada di Wilayah Kab. Barru, Kab. Enrekang, dan Kab. Pinran. Pada Hari Ke II dilakukan hal yang sama, namun kali ini dilakukan Oleh Perwakilan Satuan Kerja yang ada di Wilayah Kab. Sidrap dan Kota Parepare,
Sedangkan sanak/ keluarga Ditjen Perbendaharaan yang meninggal dunia adalah 1) Ibu mertua Bp. Drs. Hans Henry Hastowo, Kepala Bidang pada Kanwil DJPBN Prov. Sumatera Utara, yang meninggal pada tanggal 25 September 2010, dan dimakamkan di Tebing Tinggi Sumatera Utara; serta 2) Ny. Berlliani, ibu kandung dari Kabag Umum Kanwil DJPBN Prov. Kalimantan Timur (Ibu R. M. Wiwieng Handayaningsih) yang meninggal di Jakarta pada tanggal 26 September 2010, dan di makamkan di Salatiga.
Sedangkan untuk pelepasan jenazah dan prosesi pemakaman di Purwokerto dihadiri oleh Sekretaris Ditjen Perbendaharaan Bapak K. A. Badaruddin mewakili Direktur Jenderal Perbendaharaan, Kepala Kanwil DJPB Prov Jawa Tengah Bapak Minto Widodo, Kepala Kanwil DJPB Provinsi Yogyakarta Bapak Rudy Widodo, rekan-rekan KPPN Purwokerto, KPPN Cilacap, KPPN Banjar Negara, KPPN Purworedjo, dan KPPN Tegal, serta paguyuban para pensiunan Ditjen Anggaran/ Perbendaharaan yang berdomisili di Purwokerto di bawah koordinasi Bapak Drs.Tuswadi.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KPPN Sintang, Heru Kutanto mempersentasikan profil KPPN Sintang. Selain penerapan SOP (Standard Operating Procedure) KPPN Percontohan, pelayanan berbasis website menjadi layanan unggulan dari KPPN Sintang. Untuk itu, pelayanan yang lebih baik menjadi opini umum dari testimoni satker wilayah kerja KPPN Sintang. Mereka selama ini cukup puas dengan pelayanan yang disajikan.
Menurut Ketua Tim Penilai Kinerja Pelayanan Publik KPPN Non Percontohan Tahun 2010, Didyk Choiroel, kegiatan ini diadakan sebagai salah satu apresiasi dari upaya KPPN Non Percontohan dalam melakukan berbagai inovasi. Secara tidak langsung, kegiatan tersebut dapat membangun iklim kompetisi, sehingga akan terjadi persaingan positif diantara seluruh KPPN.
sebelumnya yang telah diaksanakan oleh Kanwil DJPBN Provinsi Sulawesi Tenggara pada satker-satker lingkup KPPN Raha, KPPN Bau-Bau, dan KPPN Kolaka di setiap kota tersebut.
Setelah berakhirnya sesi materi, panitia menyelenggarakan post-test yang diikuti oleh seluruh peserta. Hal ini untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman peserta terhadap materi-materi yang telah diberikan. Untuk memotivasi dan juga sebagai bentuk apresiasi terhadap para peserta sosialisasi, panitia memberikan kenang-kenangan kepada tiga peserta yang memperoleh nilai post-test terbaik, yaitu Yusran Yunus dari Polres Konawe Selatan sebagai peserta dengan nilai terbaik pertama, Heni Hadi Purwanto dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai terbaik kedua, dan Abdul Razak dari Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara sebagai terbaik ketiga.
”Sesungguhnya laporan keuangan kementerian negara/lembaga (LKKL) dan laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) yang berkualitas sangat bergantung dari peran serta satker dalam memperbaiki laporan keuangannya,” kata Teddy Rukmantara dalam sambutannya membuka acara tersebut. ”LKPP merupakan konsolidasi LKKL dan laporan keuangan bendahara umum negara (LKBUN) dimana penyusunannya dilakukan secara berjenjang dari tingkat satker, timgkat wilayah, tingkat eselon I sampai dengan tingkat kementerian negara/lembaga,” lanjutnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para satker yang memperoleh peringkat lima terbaik diberikan Piagam Penghargaan yang ditandatangani oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara. Piagam Penghargaan diberikan kepada: Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Peringkat Pertama, Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Peringkat Kedua dan berturut-turut BPKP Sulawesi Tenggara, Badan Pengawas Obat dan Makanan Kendari, Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara sebagai peringkat ketiga, keempat dan kelima.
Dalam rakor di bahas antara lain perlunya monitoring dan evaluasi terhadap penyerapan anggaran satuan kerja oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan KPPN sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-23/PB/2010 tanggal 28 Juli 2010. Disamping itu dibahas pula mengenai penerapan sanksi kepada satker oleh KPPN yang tidak melakukan rekonsiliasi BMN dengan KPKNL, serta tindak lanjut penerapan SOP percontohan di seluruh KPPN non percontohan lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Papua.
Kegiatan yang diadakan di Lembang Asri Hotel, Bandung tanggal 6-8 Agustus 2010 tersebut diikuti oleh seluruh pegawai KPPN Rangkasbitung. Disamping itu diundang juga Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Propinsi Banten, Kepala Bagian Umum dan para Kepala Bidang Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Banten. Namun karena berhalangan hadir, Kepala Kanwil dan Kepala Bagian Umum diwakili oleh Sofyan, kasi Duktek, Kabid Aklap diwakili oleh Reni, Kasi verifikasi bidang Aklap, Kabid PA diwakili oleh Darmawangsyah, Kasi PA 1a, dan kabid Pembinaan Perbendaharaan diwakili oleh Suma Wijaya, Kasi PP2a dan Mandar Trisno. Kegiatan ini merupakan agenda rutin KPPN Rangkasbitung tiap semester yang dimulai sejak tahun 2009.
menyampaikan apresiasi positif atas kegiatan ini,” kata Sofyan, Kepala Seksi Dutek yang mewakili Kepala Kanwil DJPBN Propinsi Banten. “KPPN sebagai ujung tombak Kuasa BUN di daerah merupakan kepanjangan tangan Menteri Keuangan di bidang Perbendaharaan. Oleh karena itu, KPPN harus dapat memberikan pelayanan prima se-optimal mungkin,” sambungnya. ”Jadikan rapat ini sebagai ajang untuk dapat bekerja professional, kreatif dan inovatif sehingga KPPN Rangkasbitung dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dimasa mendatang,” tambahnya lagi di hadapan para peserta.
Sementara outbond, sebagai rangkaian kegiatan yang tak terpisahkan dari acara rakor, diselenggarakan di Kampung Robinhood. Diantara permainan di dalam outbond tersebut adalah flying fox, wall climbing serta mini ATV. Kegiatan ini diikuti hampir semua peserta. Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan kegiatan team building (outbond) berupa permainan paint ball (simulasi perang). Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan dan melatih kerjasama, kekompakan, strategi atau taktik, kreatifitas dan konsentrasi dalam menghadapi tugas pokok Ditjen Perbendaharaan yang semakin berat di masa mendatang.

