- Regional
- Dilihat: 3059
PELAYANAN MOBILE HINGGA PANTAI LAUT SELATAN
Liputan Kunjungan Kerja KPPN Rangkasbitung di Wilayah Kecamatan Bayah
Rangkasbitung, perbendaharaan.go.id – Untuk mempercepat realisasi anggaran DIPA Tahun Anggaran 2010 secara efektif pada satuan-satuan kerja, KPPN Rangkasbitung melakukan kunjungan kerja selama dua hari, 27-28 nopember 2010. Kecamatan Bayah yang berlokasi di pantai laut selatan menjadi pilihannya. Salah satu kecamatan di Kabupaten Lebak ini adalah wilayah paling jauh dari KPPN Rangkasbitung. Kegiatan yang baru pertama kali ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan dan realisasi penyerapan APBN TA 2010 pada satker Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri, dan Madrasha Ibtidaiyah Negeri di wilayah Kecamatan Bayah.
Sengaja memilih satker yang lokasinya paling jauh dari pusat pembayaran, mengingat selama ini banyak kendala yang dihadapi seperti jarak yang sangat jauh, + 162 km dari KPPN Rangkasbitung, masalah komunikasi di mana infrastruktur yang kurang mendukung dan jaringan listrik yang sering padam. Untuk meminimalisir hambatan atau kendala yang sering terjadi, perlu dilakukan koordinasi dan konsultasi yang efektif antara KPPN dan satuan kerja sehingga mempercepat realisasi APBN sesuai ketentuan yang berlaku.
Perjalanan pelayanan dimulai pukul 9.00 pagi dengan menyisiri pantai selatan dan ditempuh dalam waktu lebih dari 3 jam. Sulit dan jauhnya perjalanan tidak menyurutkan semangat rombongan yang terdiri dari Kepala KPPN Rangkasbitung, Kepala Sub Bagian Umum, Kepala Seksi Pencairan Dana, Kepala Seksi Bank/Giro Pos dan para staf yang berjumlah 14 orang, untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin.
Setibanya di kantor MTsN Bayah dan melakukan ramah tamah sebentar, rombongan segera menuju ke penginapan di Villa Islamic Center yang berada di pinggir pantai untuk makan siang bersama. Setelah itu, rombongan menuju ke Gedung Islamic Center Bayah untuk melaksanakan acara sosialisasi pelaksanaan APBN. Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 ini, tidak hanya diikuti satuan-satuan kerja wilayah pembayaran KPPN Rangkasbitung, namun juga oleh Madrasah-madrasah swasta yang berlokasi diwilayah kecamatan Bayah. Mereka bangga, tersanjung dan antusias mendapat kunjungan dari perwakilan Kementerian Keuangan Kabupaten Lebak. Banyaknya pertanyaan dari mereka seputar pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2010 dan proses pembayaran Tunjangan Profesi Guru, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM), dan dana bantuan untuk kegiatan pendidikan di madrasah-madrasah. 
Kepala KPPN Rangkasbitung dan Kepala Seksi Pencairan Dana yang bertindak sebagai narasumber, menjelaskan tentang kemajuan dibidang keuangan negara yang ditandai dengan terbitnya Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Perbendaharaan Negara no.1 Tahun 2004, pelaksanaan reformasi birokrasi dimana Kementerian Keuangan sebagai pilot project telah melaksanakan reformasi pelayanan sejak tahun 2007 dengan prinsip Akuntabilitas, Profesional dan zero cost, serta prinsip let’s the manager manage dimana wewenang ordonansering telah berpindah dari Kementerian Keuangan kepada Kementerian/Lembaga Negara.
Meskipun banyak peserta yang masih ingin bertanya, namun mengingat padatnya acara dan singkatnya waktu kunjungan, maka menjelang maghrib, acara sosialisasi tersebut ditutup. Selanjutnya, rombongan menuju tempat penginapan untuk melaksanakan istirahat dan sholat. Kegiatan berlanjut dengan acara ramah tamah berupa karaoke bersama diiringi musik electone hingga pukul 9 malam. Kemudian dilaksanakan acara forum diskusi yang lebih memfokuskan pada langkah-langkah akhir Tahun Anggaran 2010 dan mencari solusi atas kendala yang dihadapi satker-satker wilayah kecamatan Bayah. Banyak kendala yang masih dihadapi satuan-satuan kerja seperti, ketidaksesuaian antara saldo UP/TUP antara karwas satker dengan karwas KPPN dimana penyebabnya adalah faktor teknis di Aplikasi SP2D KPPN, pembayaran Dana Bantuan Siswa Miskin yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing siswa masih dikenakan biaya dan saldo minimal oleh Bank BRI sehingga tidak sesuai ketentuan nilai nominal bantuan dan penyetoran penerimaan negara tidak bisa dilakukan di Bank BRI Unit yang sudah online. Oleh karena beberapa permasalahan tersebut tidak bisa diselesaikan oleh pada saat itu, maka berdasarkan kesepakatan bersama dengan satuan-satuan kerja, KPPN Rangkasbitung akan menindaklanjuti dengan mengirimkan surat ke Kantor Pusat DJPBN di Jakarta.
Sekitar pukul 12 malam, acara forum diskusi berakhir dan dilanjutkan dengan makan malam kemudian istirahat. Setelah berpamitan dengan beberapa satuan kerja, siang harinya rombongan KPPN Rangkasbitung dan Kementerian Agama Kabupaten Lebak berangkat pulang menuju kota Rangkasbitung. Kepala KPPN Rangkasbitung, Muliasyah, akan menjadikan kegiatan ini sebagai agenda triwulanan ke seluruh satuan kerja wilayah pembayaran KPPN Rangkasbitung, sehingga pelaksanaan APBN akan berjalan efisien dan efektif sesuai Cash Forecasting yang disampaikan satker. Dengan kegiatan ini, Muliansyah berharap Laporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) dapat tersusun dengan benar untuk mendukung LKPP mencapai status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dan tidak terjadi penumpukan realisasi DIPA di akhir Tahun Anggaran.
Kontributor : Chandra Julihandono SJ – KPPN Rangkasbitung
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan









Mengawali materi sosialisasi, Suhardi B, Kepala KPPN Serang, memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas peran aktif satker yang selama ini telah berkoordinasi sangat baik dengan KPPN Serang selaku Kuasa Bendahara Umum Negara di wilayah pembayaran Kota Serang, Pandeglang dan Kota Cilegon.
“Saya minta kedisiplinan satuan kerja untuk menyampaikan Surat Perintah Membayar UP/TUP/GUP/LS, NIHIL/gaji bulan Januari 2011 tepat waktu sesuai dengan yang tercantum dalam peraturan ini,” kata Suhardi B. “Ketidakdisiplinan akan berakibat terhadap SPM satker itu sendiri sehingga tidak terealisasi dalam Tahun Anggaran 2010,” lanjutnya.
Kepala KPPN Masohi, Fanny Fariyanto dalam laporannya menyatakan bahwa launching Penerapan SOP KPPN Percontohan ini dilaksanakan untuk menginformasikan kepada mitra kerja KPPN maupun masyarakat luas bahwa salah satu wujud dari Reformasi Birokrasi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk instansi vertikalnya adalah penerapan Standard Operating Procedures pada KPPN. SOP tersebut intinya adalah pelayanan yang cepat, akurat, transparan serta bebas pungutan. Mulai saat ini, KPPN Masohi telah melaksanakan SOP dimaksud. Disamping itu juga dijelaskan bahwa penandatanganan pakta integritas dilaksanakan dengan maksud agar semua pihak yang terkait dalam hal pencairan dan penyaluran dana APBN mempunyai tanggung jawab dan komitmen yang sama untuk menghindari hal hal yang terkait gratifikasi dan korupsi.
Indonesia) Kabupaten Maluku Tenggara, serta seluruh Kuasa Pengguna Anggaran dan Bendahara satuan kerja wilayah pembayaran KPPN Tual.
Sementara itu Bupati Maluku Tenggara yang diwakili oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara, Yunus Serang dalam sambutannya mengatakan rasa bangganya atas perubahan yang telah dilakukan oleh KPPN Tual untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang bebas dari praktik KKN. “Saya sangat senang serta turut bangga atas perubahan yang telah dilakukan oleh KPPN Tual untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada para satuan kerja dan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang transparan dan bebas biaya”, ujar beliau. “Penyederhanaan business process merupakan sebuah terobosan yang luar biasa dalam memotong rantai birokrasi berbelit-belit yang selama ini jamak terjadi”, lanjutnya.
Hari itu memang KPPN Tual sedang hajatan besar, dalam kesempatan yang sama acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Perdirjen Perbendaharaan Nomor: PER-44/PB/2010 tentang Langkah-langkah Dalam Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2010 dan PMK Nomor 170/PMK.05/2010 tentang Penyelesaian Tagihan atas Beban APBN pada Satuan Kerja.
Sosialisasi PER-44/PB/2010 dari sisi Akuntansi dan Pelaporan disampaikan oleh Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Julitha Betaubun. Dalam paparannya Julitha berpesan kepada para bendahara agar dapat membuat laporan keuangan yang akurat dan akuntabel. “Selain pandai dalam mencairkan dana, bendahara juga harus pandai dalam membuat Laporan Pertanggungjawaban Bendahara (LPJ Bendahara). Sebab LPJ tersebut harus dilampirkan pada saat rekon setiap bulannya”, pesan Julitha.
Sebagai apresiasi atas kinerja Satuan Kerja, Kepala KPPN Samarinda Widoyoko Sapto Putro memberikan penghargaan kepada satker terbaik. Penghargaan ini diberikan berdasarkan tingkat partisipasi rekonsiliasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI) dan penyampaian LPJ Bendahara periode Januari sampai dengan Okober 2010. Penghargaan ini diberikan kepada tiga satuan kerja terbaik yaitu Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur sebagai satuan kerja terbaik pertama disusul Bandara Melak dan Stasiun Karantina Pertanian Samarinda sebagai satuan kerja tebaik kedua dan ketiga. Untuk mengetahui pemahaman satuan kerja terhadap materi yang telah diberikan dan materi tentang perbendaharaan , di penghujung acara diadakan post test.
Keadaan yang terbatas itu, tidak mengurangi semangat para pegawai untuk tetap memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan motto KPPN Sukabumi yaitu CATAT (Cepat, Akurat, Tepat, Akuntabel, dan Tanpa biaya). Semangat para pegawai semakin bertambah dengan datangnya kepala kantor baru. Seperti mendapatkan darah segar, suasana kerja di kantor semakin bergairah. Tekad untuk meninggalkan budaya kerja lama yang tidak sesuai dengan semangat reformasi birokrasi di Ditjen Perbendaharaan semakin menggebu dirasakan hampir semua pegawai. Selain itu, ada komitmen yang selalu bertambah kuat untuk tidak menerima pemberian/gratifikasi dari pihak lain dalam bentuk apapun. Sesuai pakta integritas yang telah mereka tanda tangani.
Sehari setelah Idul Adha, 18 November 2010, KPPN Sukabumi menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor : 44/PB/2010 tentang langkah-langkah dalam menghadapi tahun anggaran 2010, khususnya untuk Pengeluaran Negara dan Akuntansi serta Pelaporan. Sosialisasi ini dimaksudkan agar seluruh satuan kerja segera melakukan penarikan dana DIPA, agar tidak terjadi keterlambatan. Hadir pada acara sosialisasi itu adalah kuasa pengguna anggaran dan bendahara pengeluaran dari seluruh satuan kerja di wilayah pembayaran KPPN Sukabumi.
Sosialisasi dipandu oleh para pejabat di KPPN Sukabumi. Totok Suyanto, Kepala Seksi Pencairan Dana I tentang pengeluaran, Anang Setiawan, Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Akuntansi dan Pelaporan, dan Widi Nugroho, Kepala Seksi Bank/Giro Pos, memaparkan tentang penerimaan.

