Liputan aktivitas akhir tahun 2010 di KPPN Banjarmasin
Banjarmasin, djpbn.kemenkeu.go.id – Tidak ada yang berubah di akhir tahun anggaran tahun ini di KPPN Banjarmasin dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hari Senin, 20 Desember 2010 adalah hari terakhir penerimaan SPM-LS. Ruang lobby KPPN, tempat para bendahara satker menunggu antrian, penuh sesak. Meja-meja baik di front office maupun midle office penuh oleh tumpukan berkas SPM. Ada 1.951 lembar SPM-LS diterima KPPN Banjarmasin di hari itu.
Tidak ingin mengecewakan para bendahara satker, KPPN Banjarmasin telah mempersiapkan sarana pendukung pencairan dana jauh-jauh hari sebelumnya. Sebagaimana yang dilakukan menjelang batas akhir penyampaian SPM-GUP dan SPM-UP, berbagai persiapan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah SPM-LS kali ini. Ruang tunggu tamu,tempat parkir kendaraan tamu,hingga penyiapan ruangan tempat satker yang perlu memperbaiki SPM-nya.
”
Mohon perhatian, Bapak dan Ibu tidak perlu khawatir karena kami akan melayani sampai jam berapapun. Usahakan agar SPM yang diajukan tidak ada yang salah, karena akan menghambat penerbitan SP2D,” kata Kepala KPPN Banjarmasin menyambut para bendahar satker yang saat itu memenuhi ruang tunggu KPPN.
Loket pelayanan yang dibuka lebih awal tidak pernah kosong. Tamu dari satker, silih berganti menyerahkan SPM. Para petugas dengan cekatan dan ramah melayani tamu satu per satu. Kepala Seksi Pencairan Dana I sesekali terlihat terjun langsung mengarahkan teman-teman di front office. Sementara kepala kantor mengawasi melalui monitor CCTV dan sesekali menyambangi di ruang tunggu.
Menjelang pukul 18.00 WITA, guratan kelelahan mulai nampak di wajah para petugas FO yang sejak pagi dituntut memberikan pelayanan cepat namun teliti. Suasana ’batin’ para pegawai tersebut rupanya disadari oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Banjarmasin, ElinSumarlina. Tanpa diduga oleh para pegawai, orang nomor satu di Direktorat Jenderal Perbendaharaan Propinsi Kalimantan Selatan itu menyambangi KPPN.
Wanita berjilbab itu mengamati langsung situasi di ruang tunggu dan memperhatikan beberapa orang yang sedang asyik memperbaiki SPM di meja yang telah disediakan. Setelah berbincang sejenak dengan Kepala KPPN Banjarmasin dan beberapa staf, beliau masuk ke front dan middle office. Sapaan lembut dari ibu yang dikenal ramah namun tegas ini menjadi pemacu semangat. ”Tolong perhatikan kesehatan teman-teman. Kalau ada masalah segera bicarakan,” kata beliau kepada Kepala KPPN Banjarmasin sambil berpamitan bertepatan dengan berkumandangnya azan maghrib.
Pukul 23.00 WITA, separoh dari kursi di ruang tunggu masih terisi tamu. Sementara petugas bergantian mandi, sholat dan makan. Setelah tidak ada lagi tamu yang menunggu, baru diketahui jumlah SPM yang masuk adalah 1.951
Oleh : Nur Hidayat - Kontributor KPPN Banjarmasin
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan











Dalam sambutannya Kepala KPPN Tual, Eriswan berpesan kepada semua satker untuk dapat segera melakukan pencairan dana. “Kepada satker yang mempunyai alokasi Belanja Modal agar segera melakukan proses pelelangan lebih awal. Dengan cara seperti itu, pada saat tahun anggaran baru dimulai kita dapat mengadakan perikatan/ menandatangani kontrak dan pelaksanaanya. Saya juga berharap agar satker berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 170/PMK.05/2010 tentang Penyelesaian Tagihan Atas Beban APBN Pada Satuan Kerja. Peraturan tersebut akan menjadi acuan time frame bagi setiap satker dalam pelaksanaan anggaran”, pesan Eriswan.
Selain itu, penyerahan DIPA dilakukan lebih awal daripada tahun lalu. Hal itu diharapkan agar satker dapat lebih cepat untuk merealisasikan anggarannya, sehingga tidak menumpuk diakhir tahun anggaran.
“Siapa namamu?” tanya beliau.
Selain apresiasi, beliau juga memaparkan hal-hal yang harus menjadi perhatian bersama yang harus diperbaiki. Antara lain penyerapan anggaran, pengelolaan pengeluaran negara secara tertib, peningkatan penerimaan negara dan penertiban pengelolaan aset negara.
”Kita menyadari bahwa upaya perbaikan terhadap kualitas LKPP memerlukan upaya yang maksimal dari berbagai pemangku kepentingan . Opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian, red) atas LKPP 2009 memang menunjukan adanya peningkatan terhadap kualitas. Namun, di samping itu juga menyiratkan adanya transaksi-transaksi dalam pengelolaan keuangan yang masih memerlukan pembenahan. Penyusunan laporan keuangan harus sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah” kata Arief Rahman Hakim, Kepala KPPN Jambi, saat membuka acara bimtek yang bertempat di aula KPPN Jambi.
Hal penting lainnya yang disampaikan adalah langkah-langkah yang perlu ditempuh satker dalam penyusunan laporan keuangan semester II tahun 2010 sehingga hasil yang dicapai semakin baik .
Dengan kejadian ini, Kepala KPPN Merauke, Ander, melalui Kasubbag Umum, Junaidi, mengumpulkan seluruh pegawai KPPN Merauke pada tanggal 8 Desember 2010 di ruang sub bagian umum.
Ucapan selamat dari para pimpinan satker dan bank/pos persepsi baik yang di ucapkan secara langsung maupun lewat SMS Center KPPN Merauke, dijawab dengan bentangan spanduk yang berisi kalimat “PACE MACE TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN DAN KERJA SAMANYA SEHINGGA DITJEN PERBENDAHARAAN DINOBATKAN SEBAGAI DESIMINASI PENILAIAN INISIATIF ANTI KORUPSI OLEH KPK”.
a Penyerahan DIPA 2011 ini memang berbeda dengan sebelumnya karena acara tersebut diselenggarakan pada sore hari dikarenakan Menunggu Acara Ceremonial Penyerahan DIPA 2011 yang dilaksanakan Gubernur Sulawesi Selatan di Toraja pada hari yang sama, serta dilaksanakan di Bulan Desember sebelum tahun anggaran berjalan, “hal ini kami lakukan diakhir desember agar para Satker dapat segera merealisasikan DIPA yang telah disusun oleh satker tersebut”.

