- Regional
- Dilihat: 4478
Katu KIPS, ATM SP2D bagi Satker
Liputan sosialisasi peraturan di KPPN Tuban
Tuban, djpbn.kemenkeu.go.id – Penyerapan anggaran triwulan I tahun 2011 masih rendah dan belum banyak satker yang mengajukan permintaan pembayaran gaji induk bulan Mei 2011 dengan besaran gaji pokok yang baru. Berangkat dari fenomena tersebut, KPPN Tuban menggelar acara Sosialisasi Peraturan Dirjen Perbendaharaan tahun 2011 di Aula KPPN, Selasa (12/4).
Acara sosialisasi dihadiri oleh 46 peserta dari 24 satker lingkup KPPN Tuban. Peserta terdiri dari pejabat pembuat komitmen dan bendahara pengeluaran.
“Sosialisasi ini dilaksanakan untuk sharing peraturan perbendaharaan yang baru dan diharapkan dapat menyamakan persepsi antara KPPN Tuban dan satker,” kata Bayu Budi Santoso, Kepala Seksi Pencairan Dana KPPN Tuban.
“Kesemuanya bertujuan untuk mengatasi kendala yang ada guna kelancaran proses pembayaran dan meningkatkan penyerapan dana APBN,” lanjutnya saat pembukaan acara sosialisasi.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Kepala KPPN Tuban, Pudji Ardi S. Achmadi, membahas Kartu Identitas Petugas Satker (KIPS), SE-9/PB/2011 tentang Penyesuaian Besaran Gaji Pokok, Per-11/PB/2011, Cara Menghindari Retur SP2D, dan Format DIPA 2011 guna mencapai Sasaran Reformasi Birokrasi.
“KIPS adalah ibarat kartu ATM bagi satker, tidak semua orang dapat mencairkan dana DIPA satker, hanya orang-orang yang berwenang dan punya otorisasi saja yang boleh mencairkan dana DIPA 2011,” kata Pudji Ardi S. Achmadi.
Kepala KPPN Tuban itu mengingatkan bahwa dalam pembuatan KIPS tidak dipungut biaya.
“Jika di ruang mesin ATM tidak dikenakan biaya tambahan, maka di KPPN Tuban pun juga demikian. Sama dengan kartu ATM, dengan KIPS kita juga bisa mencairkan dana DIPA berulang kali, yang penting sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada,” katanya lagi.
Dalam kaitannya dengan peningkatan penyerapan dana, Pudji Ardi S. Achmadi, memotivasi PPK dan bendahara pengeluaran, bahwa jabatan mereka adalah jabatan strategis yang banyak menghasilkan pahala yang berlipat ganda.
“Bapak dan Ibu sebagai PPK dan bendahara pengeluaran adalah agen pembangunan dan agen kebahagian orang lain, karena melalui kerja keras dan disiplin Bapak Ibu, negara kita bisa membangun gedung, jalan, jembatan, meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan semua itu tentunya membahagiakan orang banyak, dan Bapak Ibu akan menuai banyak sekali pahala,” kata Pudji lagi.
Untuk kelancaran pembayaran, bendahara satker diminta untuk memastikan kebenaran nama dan nomor rekening dalam daftar penerima, melakukan verifikasi atas kesamaan data antara daftar penerima dengan ADK SPM. Kepala KPPN Tuban itu menyarankan satker menghubungi bank penerima apakah dananya telah masuk ke rekening penerima atau belum.
Diakhir acara, Pudji Ardi S.A. menegaskan bahwa salah satu alasan yang mendasari perubahan format DIPA 2011 adalah untuk mencapai sasaran reformasi birokrasi yang telah dijalankan beberapa tahun ini, yaitu peningkatan kinerja birokrasi, good government, dan peningkatan pelayanan publik.
“Pelayanan Publik itu seperti lari maraton, jangka waktunya sangat panjang, perlu menghemat energi, tetap fokus, semangat, konsisten, dan mengerjakan sesuatu dari tahap satu ke tahap lainnya,” kata Pudji Ardi S. Achmadi meniru ucapan Wapres Budiono, meutup acara sosialisasi.
Kontributor: KPPN Tuban
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan











Acara sosialisasi diikuti 95 peserta dari satuan kerja yang ada di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu. Sebagai narasumber hadir Farhan Fatnanto, Izharul Haq, dan Basuki Rahmat yang menyampaikan materi seputar Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAP), Perbedaan PP 24/2005 dengan PP 71/2010, imlementasi akuntansi akrual melalui penyajian informasi akrual pada laporan keuangan. Hadir juga sebagai narasumber, Nasrul, Kepala Bidang AKLAP Kanwil DJPBN Provinsi Bengkulu, yang menyampaikan tentang Buletin Teknis Penyusunan Laporan Keuangan serta PSAP.
Para peserta yang merupakan perwakilan satuan kerja lingkup Kanwil DJPBN Provinsi Bengkulu ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Mereka terlihat bersungguh – sungguh dalam menyimak setiap penjelasan oleh narasumber. Begitu pun saat mengisi pre-test maupun post-test. Peserta dengan nilai hasil post test terbaik mendapatkan hadiah dari panitia.
diselesaikan dan disampaikan sesuai waktu yang telah ditentukan.
satuan kerja agar lebih di tingkatkan mengingat penyerapan anggaran satuan kerja di lingkup KPPN Benteng pada triwulan I tahun 2011 masih belum memenuhi target (25% dari pagu).
Rakor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Kalimantan Selatan tersebut mengambil tema, “Dengan Semangat Kebersamaan Kita Berikan Pelayanan Yang Terbaik di Tahun 2011”.
Pelaksanaan sosialisasi Tata Cara Revisi Anggaran dan Aplikasi RKAK/L-DIPA TA 2011 oleh KPPN Ambon, mengambil tempat di Aula Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku, 23 dan 24 Maret 2011. Sebanyak 251 satuan kerja (satker) hadir sebagai peserta. Setiap Satker menugaskan dua orang yaitu seorang pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)/ Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan seorang operator.
Sosialisasi Tata Cara Revisi Anggaran di wilayah pembayaran KPPN Masohi dilaksanakan, Rabu (23/3, di Aula Kantor Agama Kab Maluku Tengah). Sosialisasi tersebut dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penyerapan anggaran Triwulan I TA 2011 yang disampaikan oleh Kasi Pencairan Dana Proksrein D. Hetharia. Sebanyak 83 satker hadir dalam kegiatan itu. Masing-masing satker menugaskan KPA/PPK dan seorang operator. Sedangkan materi sosialisasi Tata Cara Revisi Anggaran disampaikan oleh Kasi PA Kanwil DJPBN Prov Maluku Diasz Samuel Benoni dan Aplikasi RKAK/L-DIPA TA 2011 oleh Yeams Silooy .
KPPN Tual menggelar Sosialisasi Tata Cara Revisi Anggaran, Senin (28/3), di Aula KPPN Tual. Acara dihadiri 73 satker yang masing-masing satker menugaskan KPA/PPK, seorang operator dan seorang Bendahara Pengeluaran. Acara dibuka oleh Plh. Kepala KPPN Tual Sherly L.J Pattinaja mewakili Kepala KPPN yang sedang mengikuti Diklatpim III di Magelang. Sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan, disampaikan pula sosialisasi Perdirjen Perbendaharaan No.Per-11/PB/2011 , bimtek aplikasi SAKPA dan BMN 2011 dan aplikasi SPM 2011 serta GPP yang disampaikan oleh Kasi Pencairan Dana Djon A. Lasut dan Kasi Vera Aan Rudiawan. Selanjutnya materi sosialisasi revisi anggaran disampaikan oleh Kasi PA Kanwil DJPBN Prov Maluku Amin Latarissa dan bimtek aplikasi RKAK/L-DIPA oleh Bandung Sapardi.
Kepala KPPN Saumlaki Sugiyana menyerahkan penghargaan I kepada BPS Kab Maluku Tenggara Barat (MTB), penghargaan II kepada Polres MTB, sedangkan penghargaan III kepada Pengadilan Negeri Saumlaki. Dalam sambutannya, Sugiyana menegaskan bahwa pemberian Award kepada satker yang terpilih tersebut sebagai wujud apresiasi KPPN Saumlaki. Harapan dari kegiatan ini dapat memicu semangat terhadap satker lainnya untuk terus meningkatkan daya serap anggaran.
Workshop dibuka oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Sugianto. Beliau menyampaikan arahan agar kesempatan yang baik ini bisa dimanfaatkan oleh para satker untuk meningkatkan pemahaman dalam pengelolaan keuangan. Selain itu, menurut Sugianto kegiatan ini penting dilakukan bagi KPPN Blitar untuk mampu menunjukkan layanan sebagai guru, serta mampu mengupdate pemahaman satker tentang hal-hal baru seperti perpajakan dan pengadaan barang dan jasa.
Sesi materi tekhnis ditutup dengan membagi dalam dua kelas. Kelas manajerial mengutamakan bagaimana melakukan analisa terhadap Laporan Keuangan yang disusun oleh staf pengelola. Sesi manajerial ini disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan (APK) dengan moderator Didyk Choiroel. Sedangkan kelas operasional subtansi materi diisi dengan cara menyusun laporan keuangan yang disampaikan narasumber kolaborasi narasumber antara Direktorat APK dan Didik Susilo dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Jatim, dengan moderator Soemarsono , Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi KPPN Blitar. 

