- Regional
- Dilihat: 3354
Menteri Keuangan Semangati Pegawainya di Daerah
Laporan Kunjungan Menteri Keuangan ke Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi jawa Timur
Surabaya, djpbn.kemenkeu.go.id – Akhir tahun anggaran adalah saat yang sangat krusial bagi para pegawai Kementerian Keuangan, khususnya Ditjen Perbendaharaan. Volume kerja yang meningkat tajam sering menyebabkan emosi para pegawai menjadi labil. Kondisi mental yang tentu saja akan mempengaruhi kinerja para pegawai. Hal ini rupanya disadari oleh pemimipinnya. Di tengah kesibukannya, Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, menyempatkan diri mengunjungi Kantor Perwakilan Kementerian keuangan Propinsi jawa Timur.
Kunjungan yang sangat membahagiakan para pegawai sekaligus menjadi penyemangat dalam menghadapi akhir tahun anggaran, meskipun tidak semua pegawai bisa bertatap muka dengan orang nomor satu di Kemenkeu tersebut. Hadir dalam acara tatap muka dengan Menteri Keuangan adalah para pejabat eselon 2 dan 3 dari seluruh Direktorat Jenderal di bawah Kementerian Keuangan. Pertemuan dilakukan di Gedung Keuangan Jawa Timur, tanggal 14 Desember 2010.
Pria yang dikenal sebagai bankir profesional ini, menjabat tangan beberapa hadirin sembari menanyakan kantor asal saat memasuki ruang pertemuan. Beliau juga sempat memberi komentar ketika berjabat tangan dengan salah satu hadirin yang mengambil posisi meja bundar, tidak bergabung dengan komunitasnya.
“Siapa namamu?” tanya beliau.
“Taukhid, dari Perbendaharaan Pak”. Jawab orang yang dtanya.
Bapak Menteri tersenyum seraya berucap “Bagus...!”. Dialog singkat tersebut mengandung pesan mendalam bahwa beliau tidak menginginkan segmentasi eselon 1 walaupun memang senyatanya berasal dari eselon 1 yang berbeda pada Kementerian Keuangan.
Acara formal namun terkesan santai oleh hantaran Dawam dan Tika yang luwes sebagai MC. Alunan musik keroncong dengan vokalis yang kebetulan bernama sama dengan Menkeu, menjadikan suasana semakin tampak akrab.
Banyak hal menjadi perhatian Menteri Keuangan. Beliau mengamanatkan agar seluruh jajarannya tidak memperhatikan segmentasi eselon.
“Masing-masing mempunyai tujuan yang sama sebagai Pengelola Keuangan Negara yang akuntabel, bermartabat dan terpercaya, selalu memegang teguh visi,” kata Agus Martowardojo.
“Untuk menjadi seperti itu memang mudah dibicarakan tapi tidak mudah dijalankan. Namun dengan memegang teguh karakter pegawai, yaitu kejujuran, integritas, disiplin, teamwork dan kemauan belajar tentu akan menunjukkan hasil yang signifikan. Karena pada hakikatnya keterampilan saja tidak cukup tanpa softskill ,” kata penerima anugerah Leadership Achievement Award tahun 2006 dari The Asian Banker ini.
Menteri Keuangan mengapresiasi kerja keras jajaran Kementerian Keuangan. Beliau juga menyampaikan rasa terimakasih dan bangganya atas keberhasilan-keberhasilan yang telah diraih. Khususnya terhadap capaian Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang mendapatkan penghargaan dari KPK atas pencapaian indeks PIAK tertinggi. Beliau juga tak lupa menyampaikan salam buat keluarga di rumah atas semua dukungan morilnya.
Selain apresiasi, beliau juga memaparkan hal-hal yang harus menjadi perhatian bersama yang harus diperbaiki. Antara lain penyerapan anggaran, pengelolaan pengeluaran negara secara tertib, peningkatan penerimaan negara dan penertiban pengelolaan aset negara.
“Penyerapan anggaran akan mendukung pertumbuhan ekonomi. Sekalipun peran pemerintah dalam hal tersebut hanya 9 persen, namun diharapkan dapat terealisasi 100% sehingga mampu menggerakkan perekonomian. Dan bagaimana hal tersebut bisa tercapai bila alokasi anggaran lebih banyak untuk anggaran yang mengikat sehingga sisa untuk pembangunan/investasi menjadi sangat sedikit,” jelasnya.
Menurut Menteri Keuangan, penerimaan negara harus ditingkatkan dengan memperbaiki tax ratio, pembangunan internal control dan melakukan hal-hal yang lebih strategis seperti pembangunan internal control, unit quality insurance dan melakukan examinasi. Disisi pengeluaran , lakukan perbaikan pada cash management, penyelesaian DIPA yang lebih baik agar pengeluaran menjadi lebih tertib.
Sementara itu untuk elaksanaan APBN di pemerintahan daerah beliau menyarankan kepada jajaran Kementerian Keuangan agar menjaga komunikasi dan membantu agar mereka mampu menyusun APBD yang tepat waktu dan lebih baik.
“Perhatikan satker di pemda, apakah sudah melakukan kewajiban perpajakan dengan benar. Pantau kesiapan dalam menerima pengalihan BPHTB pada tahun 2011. Karena kondisi saat ini baru 40 pemda yang telah selesai menyusun perdanya. Koordinasikan itu antar eselon 1 di wilayah masing-masing,” pessan Menteri Keuangan Agus Martowardojo.
Selanjutnya, menutup arahannya, beliau meminta seluruh agar jajaran Kementerian Keuangan siap atas dicanangkannya program transformasi kelembagaan pada tahun 2011 – 2014.
Oleh : Kontributor KPPN Blitar
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan









”Kita menyadari bahwa upaya perbaikan terhadap kualitas LKPP memerlukan upaya yang maksimal dari berbagai pemangku kepentingan . Opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian, red) atas LKPP 2009 memang menunjukan adanya peningkatan terhadap kualitas. Namun, di samping itu juga menyiratkan adanya transaksi-transaksi dalam pengelolaan keuangan yang masih memerlukan pembenahan. Penyusunan laporan keuangan harus sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah” kata Arief Rahman Hakim, Kepala KPPN Jambi, saat membuka acara bimtek yang bertempat di aula KPPN Jambi.
Hal penting lainnya yang disampaikan adalah langkah-langkah yang perlu ditempuh satker dalam penyusunan laporan keuangan semester II tahun 2010 sehingga hasil yang dicapai semakin baik .
Dengan kejadian ini, Kepala KPPN Merauke, Ander, melalui Kasubbag Umum, Junaidi, mengumpulkan seluruh pegawai KPPN Merauke pada tanggal 8 Desember 2010 di ruang sub bagian umum.
Ucapan selamat dari para pimpinan satker dan bank/pos persepsi baik yang di ucapkan secara langsung maupun lewat SMS Center KPPN Merauke, dijawab dengan bentangan spanduk yang berisi kalimat “PACE MACE TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN DAN KERJA SAMANYA SEHINGGA DITJEN PERBENDAHARAAN DINOBATKAN SEBAGAI DESIMINASI PENILAIAN INISIATIF ANTI KORUPSI OLEH KPK”.
a Penyerahan DIPA 2011 ini memang berbeda dengan sebelumnya karena acara tersebut diselenggarakan pada sore hari dikarenakan Menunggu Acara Ceremonial Penyerahan DIPA 2011 yang dilaksanakan Gubernur Sulawesi Selatan di Toraja pada hari yang sama, serta dilaksanakan di Bulan Desember sebelum tahun anggaran berjalan, “hal ini kami lakukan diakhir desember agar para Satker dapat segera merealisasikan DIPA yang telah disusun oleh satker tersebut”.
Dalam laporannya kepada gubernur, Bjardianto menjelaskan bahwa APBN 2011 menerapkan prinsip penganggaran berbasis kinerja.
tambah orang nomor satu di Ditjen Perbendaharaan Propinsi Papua ini.
IPA. Sedangkan DIPA 2011 yang tidak disampaikan secara simbolis, dibagikan langsung kepada para KPA seusai acara penyerahan DIPA 2011. Beberapa Bupati dan Walikota juga menerima secara simbolis Daftar Rekapitulasi DIPA 2011 yang dialokasikan ke Kabupaten/Kota masing-masing. Hal ini dilakukan dalam upaya peningkatan peran Bupati/Walikota dalam melakukan monitoring dan evaluasi penyerapan anggaran yang dialokasikan di masing-masing Kabupaten/Kota, khususnya Dana TP dan UB.
“Layanan Prima dengan menerapkan SOP KPPN Percontohan ini adalah ungkapan tekad kami, seluruh pegawai KPPN Bukittinggi, untuk melayani satuan kerja yang berjumlah 202 satker yang tersebar di 6 kabupaten/kota,” ungkap Zulkarnaini YN dalam sambutannya.
Kepala bidang, Kepala Bagian Umum dan Kepala KPPN memaparkan tugas dan permasalahan masing-masing. Ade Rohman, Kepala Bagian Umum mengambil critic point pada turunnya peringkat laporan keuangan Kanwil DJPBN Provinsi Sultra sebagai satker, yang sebelumnya mendapat predikat terbaik untuk Tingkat Kementerian Keuangan. “Perlu perbaikan dalam administrasi barang persediaan”, ungkapnya. Patata, Kepala Bidang PA, menyoroti i-monev agar dalam pelaksanaannya antara KPPN dan Kanwil dapat berkoordinasi dengan baik. Salah satu yang menjadi perhatian Kepala Bidang PP, Guruh Utomo, adalah permintaan penyediaan dana oleh KPPN kepada kantor Pusat agar benar-benar disesuaikan dengan data yang ada sehingga tidak terjadi kelebihan ataupun kekurangan dana.
Sebagaimana sudah diberitakan, reformasi birokrasi telah berjalan dengan baik di beberapa kanwil Ditjen Perbendaharaan, terutama setelah layanan unggulan diluncurkan secara resmi di 20 kanwil Ditjen Perbendaharaan tahap I dan dilanjutkan tahap II tanggal 4 Oktober lalu. ”Layanan unggulan ini merupakan komitmen pelayanan prima kepada stakeholders. Langkah tersebut diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap stigma layanan birokrasi pemerintah selama ini yang lamban, sulit dan berbelit-belit,” kata Hendro Baskoro lagi.
Dalam kesempatan itu juga Gubernur Maluku Utara menyampaikan bahwa Ditjen Perbendaharaan mempunyai peran strategis dalam membantu meningkatkan perekonomian di daerah, khususnya dalam pengelolaan keuangan negara. “Mengenai laporan keuangan, untuk menghasilkan laporan yang akuntabel dan transparan, kami berharap Kanwil Ditjen Perbendaharaan dapat terus melakukan pembinaan pada satker,” ungkap Hartoyo menutup kata sambutan dari gubernur.

