- Regional
- Dilihat: 5459
Kejutan ala KPPN Semarang II
Ada kejutan di KPPN Semarang II. Kamis, 20 Mei 2010 pukul 13.30 WIB, ada seseorang yang tidak biasa berada di area customer service. Lebih tidak biasa lagi, karena beberapa orang berada di belakangnya. Sardjito, Kepala KPPN Semarang II menyapa para tamu di customer service. Beberapa orang di belakangnya adalah para kepala seksi dan beberapa staf. Para tamu yang kebetulan hadir diminta untuk berkumpul di tempat itu. Ternyata, Kepala KPPN Semarang II sedang punya gawe. Launching fasilitas SMS Gateway.Tidak kurang dari 20 satuan kerja menyaksikan kejutan itu.
Meski spontanitas, acara itu juga disaksikan oleh Tim penilai dari Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan. “KPPN akan terus melakukan berbagai upaya dan inovasi guna meningkatkan pelayanan kepada Satuan Kerja sesuai dengan janji layanan kami,” kata Sardjito, mengawali kata sambutannya. “Kami akan memberikan layanan terbaik, cepat, tepat, transparan dan tanpa biaya,” lanjutnya. Kepala KPPN Semarang II itu menjelaskan bahwa salah satu bentuk pemenuhan janji itu adalah adanya layanan SMS Gateway. Oleh karena itu, beliau mengharapkan bantuan, dukungan, dan juga masukankepada semua pihak.
Budi Prasetyo, programmer SMS Gateway, menjelaskan bahwa sebagai tahap awal ada tiga layanan unggulan, yaitu monitoring Status SPM, SKPP, dan Penyampaian Perencanaan Kas. Fasilitas monitoring SPM dan SKPP digunakan untuk mendeteksi sampai dimana proses penyelesaian kedua dokumen tersebut. “Tahap awal ada tiga layanan unggulan,” kata Budi Prasetyo. “Monitoring status SPM, SKPP dan Penyampaian Perencanaan Kas,” sambungnya. “Perencanaan kas digunakan untuk mengirim perencanaan kas secara harian,” jelas supervisor KPPN Semarang II ini.
Dalam acara tersebut dijelaskan system kerja SMS Gatway. Untuk mengetahui status SPM ketik: spm#kode satker#no spm. Contoh : spm#423611#61. Untuk status SKPP, ketik: skpp#nama pegawai#tujuan SKPP. Contoh : skpp#saryanto#KPPN Surakarta. Sedangkan untuk membuat perencanaan kas dimulai dengan regristasi PIN, dengan format SMS : pin#kode satker#kode dept#kode unit#kode dekon. Setelah itu bisa melakukan pengiriman data perencanaan kas yang dibuat per tanggal dengan format SMS : tsa#kode satker#tgl rencana#non gaji#non gaji induk#gaji induk#PIN.
Dalam acara ini juga dilakukan simulasi oleh para tamu dari satker. Hasilnya fasilitas ini bisa berjalan dengan baik. Bagaimana dengan biayanya? SMS Gateway dikenakan tarif SMS biasa sesuai dengan standar operator seluler masing masing. Bahkan bendahara MTs Negeri Kendal mengatakan, SMS-nya gratis karena menggunakan operator seluler yang sama dengan SMS Gateway.
Salah seorang tamu mengungkapkan apresiasinya terhadap perubahan yang terjadi di KPPN Semarang II. “KPPN Semarang II luar biasa, baik dari layanan maupun layout ruangannya,” kata Tumiarsih, Pengelola Keuangan BBPOM. Lain lagi yang diungkapkan bendahara pengeluaran IAIN Salatiga, Karjan.Dia menceritakan bahwa dirinya sudah menjadi staf pengelola keuangan sejak jaman Orde Baru. “Saya merasakan betul perbedaan pelayanan KPPN dari waktu ke waktu,” kisahnya. “Dulu setiap pencairan dana harus disertai dengan amplop,” kenangnya sambil tersipu. “Pelayanan KPPN Semarang II betul-betul prima, transparan dan akuntabel,” tambahnya lagi.
Oleh: Kontributor KPPN Semarang II
Editor: Bambang Kismanto-Media Senter Perbendaharaan









Dalam paparannya, Haryanto, mengatakan bahwa kunci untuk mencapai service excellence pada sebuah institusi adalah pertama, adanya komitmen kualitas layanan pada semua lini (top-down and bottom up), kedua, adanya keterlibatan semua pihak dalam proses melayani, ketiga, adanya keseimbangan dalam memberikan layanan, adanya konsistensi atau pemeliharaan atas hasil layanan baik yang telah dicapai. Disamping itu, sikap egaliter atau kesetaraan juga sangat diperlukan untuk memberikan efek positif dan rasa saling menghargai. Dengan sikap itu jalinan komunikasi akan terbangun dengan penuh rasa empati yang rasional, obyektif namun tetap ada jarak dan semua pihak tetap dapat berpikir jernih.
Sosialisasi ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas antara Kepala KPPN Serui dan Kuasa Pengguna Anggaran. Pakta Integritas berisi pernyataan dari Kuasa Pengguna Anggaran untuk mendukung reformasi birokrasi (Ditjen Perbendaharaan) Kementerian Keuangan, dengan tidak memberikan atau menjanjikan memberikan imbalan/upeti/sejenisnya berupa apapun secara langsung maupun tidak langsung kepada pejabat/pegawai KPPN Serui atas layanan yang diberikan dan/atau pelaksanaan tugas KPPN Serui. Dengan ditandatanganinya Pakta Integritas, diharapkan akan terwujud pelayanan yang bersih, berwibawa, serta bebas korupsi sehingga akan meningkatkan citra di masyarakat atas institusi KPPN pada khususnya dan Kementerian Keuangan pada umumnya.
Grand Launching Layanan Unggulan yang dilaksanakan serentak di 20 Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan ini dimaksudkan sebagai tindak lanjut Reformasi Birokrasi di Kementerian Keuangan RI yang telah dirintis sejak tahun 2007. Dalam sambutan Menteri Keuangan yang dibacakannya, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah, menerangkan bahwa konsep unggulan tersebut diharapkan memberikan kontribusi signifikan untuk mengubah persepsi masyarakat selama ini terhadap stigma birokrasi pemerintah yang lamban, berbelit-belit, tidak ada unsur kepastian, bahkan masih mengenakan pungutan . Persepsi kedepan, dengan layanan unggulan ini adalah layanan yang cepat, sederhana, menjamin adanya kepastian, serta bebas pungutan. Peresmian ini menjadi bukti bahwa jajaran kementerian keuangan tidak pernah berhenti berbenah diri, terus melakukan inovasi dalam rangka mensukseskan reformasi birokrasi.
Grand Launching Layanan Unggulan Kanwil Ditjen. Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur, para Kepala Kanwil lingkup Kementerian Keuangan, para Kepala KPPN lingkup Kanwil Ditjen. Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur, unsur Muspida Provinsi Kalimantan Timur, pihak Perbankan Pemerintah, dan para Kuasa Pengguna Anggaran/Satker lingkup Provinsi Kalimantan Timur.
Sementara itu Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Sumatera Selatan berpesan agar kepada KPA dalam proses pencairan dana APBN disesuaikan dengan perencanaan. “Agar tidak terjadi penumpukan pada akhir tahun anggaran,” pesannya. “Di samping itu, saya menghimbau supaya KPA melakukan pertanggungjawaban dengan baik dan tepat waktu dana APBN. Termasuk di dalamnya membuat Laporan Keuangan dan Rekonsiliasi Laporan SAI dengan SAU dalam mendukung penyusuanan LKPP Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” lanjut beliau.
Dalam acara yang berlangsung sederhana namun khidmat ini, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, S. Bambang Suroso menyampaikan sambutan Menteri Keuangan dalam acara Peresmian Layanan Unggulan Kanwil Ditjen Perbendaharaan. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Ditjen Perbendaharaan sebagai pengelola APBN mempunyai peranan yang sangat strategis dalam meningkatkan kondisi perekonomian negara. Dengan demikian peningkatan kinerja yang disertai perubahan mindset adalah mutlak bagi seluruh jajaran Ditjen Perbendaharaan. Sasaran peningkatan kinerja tersebut adalah terwujudnya kehandalan sistem administrasi pendapatan negara, kelancaran penyaluran dana APBN yang didukung terlaksananya cash management yang optimal, serta diperolehnya laporan keuangan pemerintah dengan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).
Acara dilanjutkan dengan penekanan tombol secara bersama-sama oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Pimpinan Bank Indonesia Surabaya, Perwakilan DPRD Provinsi Jawa Timur, Kepala Biro Keuangan Pemprov Jawa Timur dan Kepala Bidang Keuangan Polda Jawa Timur sebagai simbol diresmikannya Layanan Unggulan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan satker memahami perlunya perencanaan penarikan dana, baik bulanan, minggunan maupun harian. Sehingga pemerintah dapat menyediakan dana yang cukup untuk keperluan satker. KPPN Wamena selama ini telah melakukan pembinaan satker secara rutin. “Mulai tahun 2010 ini mengalami perubahan format,” kata Junaedi, Kepala KPPN Wamena. “Untuk kegiatan yang bersifat penyampaian materi kebijakan, dilaksanakan dengan cara sosialisasi, sedang yang bersifat teknis melalui bimbingan teknis (bimtek),” lanjutnya. “Peserta untuk sosialisasi adalah para KPA dan bendahara, sementara untuk bimtek, ditujukan kepada operator yang menangani masalah keuangan,” terangnya lagi. Khusus untuk bimtek peserta dikelompokkan lagi berdasarkan maping/pemetaan kemampuan satker, agar proses pembelajaran bisa berjalan efektif and terjalin interaktif.
Materi yang disosialisasikan adalah: PMK 192/PMK.05/2009, Perdirjen-66/PB/2005, SAKPA2010, Bagan Akun Standar (BAS), GPP2010 dan Mekanisme Pencairan SP2D pada Bank Mitra Kerja KPPN Wamena. Acara yang digelar mulai pukul 09.00 sampai 17.00 itu berjalan lancar. Hampir seluruh peserta tetap bersemangat dan antusias mengikuti acara dari awal hingga akhir.

