- Regional
- Dilihat: 2716
KPPN RAHA PERKENALKAN MPN G-2 KEPADA MITRA KERJA
Raha, djpbn.kemenkeu.go.id,- KPPN Raha pada hari Sabtu (03/05) yang lalu, mengadakan acara sosialisasi tentang Modul Penerimaan Negara Generasi II (MPN G-2). Walau hari libur tapi tak menyurutkan semangat para pegawai KPPN Raha untuk menggelar acara yang bertempat di kompleks by pass Raha ini. Sosialisasi ini merupakan respon cepat KPPN Raha untuk memperkenalkan MPN G-2 kepada mitra kerjanya.
Acara kali ini mengusung tema “Melalui Sistem MPN G-2 Mari Kita Tingkatkan Kesadaran Dalam Melaksanakan Kewajiban Pembayaran Kepada Negara Serta Mewujudkan LKPP Yang Lebih Baik”. Sosialisasi dihadiri oleh seluruh Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran satuan kerja. Selain itu, KPPN Raha juga mengundang peserta dari perbankan dan kantor pos.
Kepala KPPN Raha, Haryono Efendi, pada sambutannya mengatakan bahwa Sistem MPN G-2 akan memberikan kemudahan dalam penyetoran Penerimaan Negara (dalam bentuk Pajak, Cukai, Kepabeanan, maupun PNBP). Nantinya, pembayaran setoran dapat dilakukan melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri), Internet Banking, mesin EDC (Electronic Data Capture), SMS Banking, dan juga tentunya OTC (Over the Counter).
“Hal ini yang akan membuat para wajib pajak/wajib setor/wajib bayar akan lebih mudah dan fleksibel, karena penyetorannya dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Dengan demikian para wajib pajak/wajib setor/wajib bayar sudah tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda penerimaan Negara.” ungkap pria yang pernah mengabdi di KPPN Cirebon, Kanwil DJPB Prov. Bali dan Jawa Timur itu.
Selanjutnya, Kepala Seksi Bank KPPN Raha, Azman memaparkan materi tentang PMK Nomor: 32 Tahun 2014 yang merupakan dasar hukum layanan MPN-G-2. Dalam kesempatan tersebut, ditampilkan pula demo penggunaan layanan Sistem MPN G-2 oleh Anang Febri Sulistyono, pegawai seksi Bank. KPPN Raha juga mengundang narasumber dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Baubau untuk memperkaya sumber informasi mengenai Sistem MPN-G2.
Setelah semua narasumber menyampaikan materinya, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi antara narasumber, bendahara, pihak perbankan dan kantor pos. Selanjutnya, acara ditutup oleh Kepala KPPN Raha yang menekankan bahwa layanan MPN G-2 memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam proses pembayaran setoran penerimaan negara. Namun, kemudahan tersebut tidak akan terwujud tanpa peran dan dukungan dari pihak yang terlibat. Untuk itu, kita semua harus ikut serta demi kesuksesan layanan MPN G-2 serta peningkatan kualitas dan kuantitas penerimaan negara.
Oleh: Anangfs, Kontributor KPPN Raha








Kegiatan ini didukung oleh Badan Kebijakan Fiskal yang menugaskan beberapa tenaga penelitinya untuk menjadi narasumber, yaitu Hidayat Amir, PhD dan Adrianus Dwi Siswanto, SE, ME. Materi yang disampaikan yaitu Risiko Fiskal Daerah dan Metode Penelitian Analisis Kebijakan Fiskal Daerah. Selain itu, Regional Economist untuk wilayah Jawa Timur I, DR. Rudi Purwono turut memberikan tambahan pengetahuan kepada peserta mengenai peranan pemerintah dalam perekonomian daerah. Para peserta antusias mengikuti materi yang diberikan, dan cukup banyak yang berpartisipasi dalam berdiskusi terkait materi. Pada hari pertama kegiatan, seluruh peserta juga diajak mengikuti studi banding mengenai pelaksanaan e-government pada Pemerintah Kota Surabaya yang dianggap berhasil menerapkan e-government dan telah menjadi acuan bagi beberapa Pemerintah Daerah lainnya.
Selanjutnya, materi pertama disampaikan Saut Siahaan dan Rafles Purba yang memaparkan materi SILABI yaitu tatacara pembukuan bendahara, mulai dari buku kas umum sampai penerbitan LPJ Bendahara, serta mengingatkan satuan kerja untuk menyampaikan LPJ bendahara ke KPPN secara tertib dan tepat waktu. Kemudian pada Aplikasi SILABI dijelaskan mulai dari pencatatan semua transaksi yang dilakukan oleh bendahara sampai bisa menghasilkan LPJ bendahara dan meminta satuan kerja mempelajari aplikasi tersebut dan apabila menemui kendala segera menghubungi petugas KPPN.
Dalam acara yang juga diliput-tayangkan TVRI nasional ini, juga memberikan apresiasi berupa Piagam Penghargaan kepada 10 (sepuluh) UAPPA-W sebagai penyusun LKKL TA 2013 terbaik. Peringkat pertama pada kesempatan ini diraih oleh Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat. UAPPA-W Kemenag Prov. Sumbar layak memperoleh penghargaan karena dengan jumlah satker sebanyak 316 yang dikoordinirnya mampu menyusun laporan keuangan K/L tingkat UAPPA-W dengan berkualitas dan tepat waktu.
Pagi itu seluruh pegawai KPPN Tanjungbalai dan KPPN Rantauprapat dapat berkenalan dengan Mirza Efendi yang baru sekitar satu bulan memimpin Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Sumatera Utara, didampingi oleh Kepala Bagian Umum, Syahril Anwar. Dalam sambutannya Mirza meng-internalisasi Nilai-nilai Kementerian Keuangan, antara lain nilai integritas yang merupakan penjelmaan dari rasa kesetiaan yang merupakan modal utama dalam pelaksanaan tugas. Lebih lanjut, ia juga berpesan agar dalam bertugas setiap pegawai meningkatkan komunikasi dan koordinasi baik intern maupun eksternal termasuk kantor wilayah dan kantor pusat, di samping perencanaan yang baik dalam bekerja. Menutup sambutan sekaligus membuka secara resmi Kegiatan Capacity Building ia berpesan agar kegiatan ini memupuk sinergi sehingga pelayanan kepada stakeholder semakin baik, sesuai tema kegiatan yaitu “Meningkatkan Semangat Kebersamaan Meraih Prestasi”.
Ice breaking penuh tawa dan keceriaan dilanjutkan dengan berbagai permainan untuk memupuk kekompakan dan kerjasama kelompok dipandu oleh Tim Outbound berlangsung hingga jam 12.00 WIB. Enam kelompok saling berkompetisi melalui lima permainan yang disiapkan tanpa menghiraukan terik mentari dan keringat yang membasahi badan. Seluruh pegawai dan pejabat termasuk Kepala Kanwil berbaur dalam kesetaraan dan kekompakan. Rasa capek terbayar dengan kecerian dan pembagian hadiah kepada para pemenang. Semangat yang luar biasa dilanjutkan dalam sesi ramah tamah dan bernyanyi bersama. Masing-masing menunjukkan kebolehannya dalam membawakan lirik lagu beraneka genre musik.Lagu berjudul kemesraan dilanjutkan dengan deretan lagu bertemakan keakraban menutup kegiatan capacity building pada sore hari yang indah itu.
Setelah pemaparan materi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Badan Keuangan dan Kekayaan daerah Provinsi Kepulauan Riau, dan Regional Economist Provinsi Kepulauan Riau, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi. Beberapa catatan penting dan kesimpulan dari sesi diskusi tersebut adalah:
Didalam sambutannya Nursaid menyampaikan bahwa seluruh pegawai dan pejabat agar senantiasa menerapkan nilai-nilai Kementerian Keuangan dan terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas SDM.
Dihari kedua kegiatan dilanjutkan di Pantai Bira di Kabupaten Bulukumba, dengan mengadakan perlombaan balap karung yang berhasil dimenangkan oleh Tim Putri dari KPPN Bantaeng dan Tim Putri dari KPPN Sinjai sebagai peringkat kedua. Sedangkan Tim KPPN Sinjai dan Parepare berhasil menjadi juara pertama dan kedua balap karung putra.
Simulasi dipandu oleh Kepala Bidang Pembinaan AKLAP, Azwar, dan dibantu oleh Sugino staf Bidang Pembinaan AKLAP Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung. Peserta Bimtek sangat antusias dan banyak terdapat diskusi terkait dengan transaksi akrual sehingga makin menambah wawasan dan sekaligus sebagai masukan bagi tim penyusun materi simulasi untuk membenahi beberapa hal yang belum terakomodasi. 

