- Nasional
- Dilihat: 2594
Kanwil Ditjen Perbendaharaan Se-Jawa Mendukung Kesiapan Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2014 Dalam Rangka Keberhasilan Implementasi SPAN
Solo, perbendaharaan.go.id - Rapat Koordinasi Regional Kanwil Ditjen Perbendaharaan se-Jawa yang mengambil tema &ldquo&ldquoMewujudkan Komitmen Bersama Dalam Kesiapan Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2014 Dalam Rangka Keberhasilan Implementasi SPAN&rdquo dibuka secara resmi oleh Dirjen Perbendaharaan, Marwanto Harjowiryono, Rabu (24/10), di Solo.
Dalam pengarahannya, orang nomor satu di Ditjen Perbendaharaan tersebut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan rakor yang diharapkan dapat memberikan beberapa masukan dalam penyusunan kebijakan-kebijakan terkait implementasi SPAN, terlebih lagi dimulai dan dilaksanakan pada malam tahun baru Hijriyah. Hal menarik dalam acara pembukaan yaitu peserta disuguhi dengan penampilan Punakawan Guyon Maton dengan tema &ldquoNilai-nilai Kementerian Keuangan&rdquo, yang disajikan secara apik oleh pegawai-pegawai KPPN Surakarta.
Perhelatan akbar ini diikuti oleh 85 peserta yang terdiri dari 5 Pejabat Eselon II, 70 pejabat eselon III dan 10 pejabat eselon IV lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Se-Jawa.
Kegiatan ini diisi dengan paparan para nara sumber yaitu Peningkatan Pengelolaan Kinerja disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, Haryana, , Revisi DIPA terkait dengan Aplikasi Custom Web &ndash SPAN disampaikan oleh Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi, Direktorat Sistem Penganggaran, Ditjen Anggaran, Dody Triwibowo, dan Langkah-langkah Akhir Tahun anggaran 2014 terkait implementasi SPAN disampaikan oleh Direktur Transformasi Perbendaharaan, Ditjen Perbendaharaan, Sudarto.
Agenda rakorda hari kedua adalah paparan/diskusi pembahasan permasalahan yang dihadapi dalam melakukan Revisi DIPA dengan Aplikasi Custom Web &ndash SPAN, terkait dengan langkah-langkah akhir tahun anggaran tahun 2014 yaitu adanya potensi menumpuknya pengajuan SPM ke KPPN di akhir tahun anggaran, dan permasalahan yang dihadapi terkait dengan peningkatan pengelolaan kinerja.
Permasalahan yang dapat diselesaikan pada rapat koordinasi ini nantinya dapat menjadi acuan/pedoman/pemahaman yang sama bagi Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan dan Kantor Pelayananan Perbendaharaan Negara Se-Jawa. Permasalahan yang memerlukan tindaklanjut / penyelesaian kantor pusat akan disampaikan ke kantor pusat untuk mendapat penyelesaian
Dalam rangka meningkatkan kerjasama dan komitmen bersama peserta rakor agar siap dalam menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2014 untuk keberhasilan implementasi SPAN, peserta rakor juga melaksanakan kegiatan capacity building.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan ramah tamah dan performance dari perwakilan masing-masing kanwil sebagai sarana untuk meningkatkan sinergi bagi para pejabat lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan se-Jawa.








Hadir dalam acara tersebut adalah para Direksi Bank/Pos Persepsi, Kepala Cabang Bank/Pos Persepsi, Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, para Direktur lingkup Ditjen Perbendaharaan, Tenaga Pengkaji Ditjen Perbendaharaan, serta Kepala Kanwil Ditjen PBN Prov. DKI Jakarta, Kepulauan Riau, dan Jawa Timur.
Dalam laporannya, Didyk Choiroel menyampaikan bahwa Seminar Kebijakan Publik tahun 2014 membahas tiga materi sekaligus yaitu, pertama, mengenai kebijakan Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan kebijakan Dana Transfer Lainnya tahun 2015 yang disampaikan oleh Ahmad Yani. Kedua, mengenai Perkembangan Perekonomian Memberi Dampak yang Signifikan pada Postur APBN disampaikan oleh Kepala Bidang Analisis Moneter dan Lembaga Keuangan Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal, Ferry Irawan. Sedangkan materi ketiga yaitu mengenai Kinerja Perekonomian Di Prov. Kepulauan Riau yang disampaikan oleh H.B. Isyandi, Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Riau selaku Regional Economist wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Dwi Setyo Irawanto, yang lebih dikenal dengan Siba dari Tempo Institude dan Ahmad Zamroni, Editor Foto Majalah Forbes Indonesia menjadi narasumber dalam pelatihan. Workshop diawali pemaparan teknik menulis berita oleh Dwi Setyo Irawanto. Wartawan Tempo ini mengajak peserta lebih banyak menulis dibanding belajar teknik kepenulisan. Ia mengibaratkan seorang yang belajar menulis seperti belajar naik sepeda. &ldquoMenulis itu seperti naik sepeda, sedikit teknik, banyak mencoba. Orang tidak akan bisa naik sepeda kalau banyak belajar teknik tapi tidak pernah mencoba,&rdquo tegasnya. Setelah menyampaikan materi, Siba menugaskan para peserta melakukan reportase dan menuangkannya dalam berita feature. Tulisan para peserta kemudian diapresiasi dan dikoreksi. &lsquoPembedahan&rsquo hasil karya peserta ini dimaksudkan untuk menambah pemahaman peserta bagaimana seharusnya menulis yang baik dan menarik.
Sesaat lagi Asean Economic Community (AEC) 2015, negara Indonesia harus memiliki setrategi jitu untuk meningkatkan daya saing nasional. Pada tahun 2015, apabila AEC tercapai, maka ASEAN akan menjadi pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal dimana terjadi arus barang, jasa, investasi, dan tenaga terampil yang bebas, serta arus modal yang lebih bebas diantara Negara ASEAN. Dengan terbentuknya pasar tunggal yang bebas tersebut maka akan terbuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasarnya di kawasan ASEAN. 

