Liputan Rapat Koordinasi Teknis Evaluasi Pelaksanaan Anggaran 2011 dan Persiapan Pelaksanaan Anggaran 2012 Satuan Kerja lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I Yogyakarta
Yogyakarta, djpbn.kemenkeu.go.id - “Jogja memang Istimewa, Satker Mitra Kerja Juga Harus Istimewa,” ungkapan tersebut dilontarkan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta, Hendro Baskoro dalam acara pembukaan Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Anggaran 2011 dan Persiapan Pelaksanaan Anggaran 2012 Satuan Kerja Lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I Yogyakarta, pada tanggal 27 s.d. 29 Februari 2012. Acara tersebut mengambil tema.” Dengan evaluasi, kita mantapkan persiapan pelaksanaan anggaran tahun 2012 demi pengelolaan keuangan satuan kerja yang akurat, berdaya serap tinggi dan akuntabel”.
Acara diikuti oleh 352 peserta dari 201 satker. Dalam pengarahannya, Hendro Baskoro menyampaikan pentingnya prinsip dalam pengelolaan keuangan negara yaitu adanya pembagian tugas dan kewenangan antara Menteri Teknis sebagai COO dan Menteri Keuangan sebagai CFO sehingga tercipta mekanisme check and balance. Lebih lanjut dirinya menegaskan secara mendalam tugas KPA/PPK dalam penyusunan rencana kegiatan satker dan penarikan dananya, yang merupakan amanat dari UU No 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Disamping itu Hendro juga meluruskan pemahaman bahwa penyimpanan asli dokumen pembayaran adalah merupakan tugas PPSPM, yang selama ini dalam prakteknya pada sebagian besar satker, hal tersebut dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran.
Rakor ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi setiap tahun, yaitu rendahnya penyerapan anggaran di awal tahun namun di akhir tahun justru meninggi penyerapannya, sehingga melalui rakor evaluasi ini hal tersebut diharapkan tidak terjadi di tahun anggaran 2012. Satker yang diundang adalah satker yang mengajukan SPM relatif banyak di akhir tahun anggaran 2011. Peserta yang diundang adalah PPK dan PPSPM dengan pertimbangan bahwa para pejabat tersebut sangat berperan dalam cepat tidaknya penyerapan anggaran satker, baik tidaknya kualitas pengelolaan keuangan satker dan akuntabilitas aspek finansialnya. Tujuan akhirnya adalah percepatan penyerapan anggaran tahun 2012 serta pembenahan tata kelola pengelolaan keuangan satker sesuai dengan amanat UU No. 1 Tahun 2004.
Untuk meningkatkan pemahaman bagi para peserta diberikan materi Pengelolaan Keuangan Satker sesuai UU No 1 Tahun 2004, PMK 170/PMK.05/2010, dan Perdirjen PBN No. PER-66/PB/2005 dengan narasumber Kepala Kanwil, Kepala Bidang PP I dan Para Kepala Seksi Bidang PP I/II. Sebagai evaluasi kepada para peserta diberikan post tes untuk mengukur efektifitas edukasi yang diberikan. Hasil yang didapat cukup positif dengan indeks pemahaman peserta mencapai 85. Untuk menambah semangat dan motivasi peserta diberikan penghargaan kepada 5 peserta terbaik, yaitu :
1. Peserta terbaik I : Syamsul Munif dari PTA Yogyakarta
2. Peserta terbaik II : Sumaryatun dari UGM
3. Peserta terbaik III : Fahrudin dari PA Sleman
4. Peserta terbaik IV : W. Ari Widiawan dari Balai Bahasa Yogyakarta
5. Peserta terbaik V : Marsidjo dari Ditresnarkoba Polda DIY
Dari hasil rakor terdapat beberapa hal yang mengakibatkan terjadinya kelambatan penyerapan anggaran yaitu : revisi DIPA sebagai bagian dari APBN-P terbit menjelang akhir tahun yaitu pada bulan September-Oktober 2011, perlunya penyempurnaan regulasi mekanisme pengadaan sampai pencairan dana ( Perpres 54 2010, PMK 134/PMK.05/2005, Per-66/PB/2005), dan tata kelola pengelolaan keuangan satker yang belum baik. Sebagai kesimpulan Rapat Koordinasi ini menghasilkan tekad bagi satker untuk melakukan pembenahan tugas dan tanggung jawab antara pengelola keuangan, KPA, PPK, PPSPM dan Bendahara Pengeluaran agar tercipta pengendalian internal yang memadai serta mampu bersinergi untuk mempercepat penyerapan anggaran pada tahun 2012.
Oleh : Arief R - Kontributor Kanwil Yogyakarta








Selain itu, Patta Tope juga menyoroti persentase jumlah penduduk miskin di Provinsi Sulteng. Berdasarkan data bulan September 2011, kemiskinan menyentuh angka 16% dari jmlah penduduk. Angka tersebut cukup jauh apabila dibandingkan dengan target pemerintah sebesar 2%.Untuk menyelesaikan masalah kemiskinan ini, Pemda Provinsi Sulteng berharap adanya program pro rakyat yang berfokus pada hal-hal penting antara lain pertumbuhan ekonomi yang memadai termasuk pemerataan ekonomi itu sendiri, peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar, pemberian jaminan sosial, serta pemberdayaan masyarakat.
Dengan demikian, tidak mengherankan jika tata cara penerbitan SPM pun berubah sebagaimana dituangkan di dalam Per-88/PB/2011. Atas dasar kondisi tersebut, dalam rangka memberikan kecakapan yang memadai bagi para pengelolaan anggaran, setelah beberapa kali tertunda, akhirnya pada tanggal 29 Februari 2012 KPPN Marisa menyelenggarakan acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SAKPA 2012 dan Tata Cara Penerbitan SPM Tahun 2012.
Semua perubahan dan pergeseran akun yang terjadi dalam pelaksanaan dan pertanggungjawaban anggaran konon telah disusun sedemikian rupa sehingga mengakomodasi implementasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) di waktu dekat. Dengan demikian, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa acara ini diselenggarakan dalam rangka menyongsong perubahan. Setelah diselenggarakan estafet selama 2 kali 3 jam, acara ditutup pada pukul 16.00 waktu setempat oleh Kepala KPPN Marisa. Acara ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi para pengelola keuangan untuk menciptakan pengelolaan keuangan negara yang akuntabel.
rakor ini sarat makna karena banyaknya ragam permasalahan yang dibahas serta alternatif pemecahan yang diusulkan. Peserta rakor dengan penuh semangat mengikuti acara dari pagi hingga sore hari yang terdiri dari pembukaan, pemaparan capaian kinerja dan permasalahan, sidang komisi. Dalam siding komisi, peserta dibagi menjadi komisi perbendaharaan yang membahas permasalahan seputar proses pencairan dana, komisi pelaporan, membahas permasalahan seputar verifikasi, akuntansi, dan pelaporan keuangan, komisi bank/giro pos, membahas permasalahan seputar bank/pos mitra kerja KPPN, dan komisi umum yang membahas permasalahan seputar faktor pendukung non-teknis dan operasional kantor. Setelah dilaksanakan sidang komisi dan dibawa dalam rapat pleno, acara dilanjutkan dengan pembacaan hasil rakor yang dilanjutkan dengan penutupan.
Sesuatu yang berbeda dihadirkan dalam rakor ini khususnya pada sesi pemaparan, di mana jika dalam rakor-rakor sebelumnya pemaparan dari KPPN dibawakan oleh kepala KPPN, dalam rakor ini dibawakan oleh pejabat eselon IV. Dalam rakor ini, sebanyak 34 permasalahan yang telah dirumuskan kemudian dibahas secara mendalam dalam sidang komisi. Hasil dari masing-masing komisi kemudian dibacakan dalam rapat pleno untuk mendapatkan kesepakatan dari seluruh peserta rakor.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Gorontalo menyampaikan bahwa setidaknya ada tiga poin krusial yang harus dibahas kembali yaitu:
Dalam kesempatan yang sama, Kepala seksi Pencairan Dana, Djon A.Lasut menyampaikan materi mengenai Bagan Akun Standar yang berlaku untuk Tahun 2012. Pada sesi berikutnya perwakilan Satker Dinas Kesehatan Kota Tual menanyakan Aplikasi SPM dan Aplikasi GPP yang telah berulang kali dilakukan update, atas pertanyaan tersebut supervisor KPPN Tual Reza H.Utomo menyatakan bahwa Aplikasi tersebut masih memerlukan penyempurnaan dari Aplikasi yang sebelumnya.
ngungkapkan selama Tahun 2011 telah terjadi Retur sebanyak 139 SP2D dengan jumlah Nominal sebesar Rp12.269.132.985. Menurutnya hal itu terjadi karena tidak adanya cross check dari PPSPM(Pejabat Penandatangan SPM) sebagai penguji SPP dari Satker. Sedangkan untuk Tahun 2012 dalam dua bulan ini sudah ada empat retur SP2D. Kesalahan tersebut diharapkan agar dapat diminimalisir oleh satker karena proses penyelesainya memerlukan waktu. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos, Sunyoto. Ia menjelaskan mekanisme penyelesaian retur SP2D sebagai akibat kekeliruan penulisan nomor rekening, kesalahan pencantuman nama penerima, nomor rekening pasif,serta salah nama. Sementara itu, materi Aplikasi Kompirmasi Surat Setoran Satker disampaikan oleh Aditia. 

