Semarang, djpbn.kemenkeu.go.id - Berbekal semangat “Memberikan Yang Terbaik Untuk Laporan Keuangan Yang Berkualitas”, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan seluruh pemerintah daerah di Provinsi Jawa Tengah, Selasa (18/11), di aula lantai IV Gedung Keuangan Negara Semarang I.
Acara dibuka oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah, Muhson. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan koordinasi yang dilakukan oleh Tim Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah beberapa waktu lalu, diperoleh informasi bahwa pemerintah daerah telah melakukan persiapan penerapan sistem akuntansi berbasis akrual meliputi pengesahan Peraturan Bupati/Walikota tentang Sistem dan Kebijakan Akuntansi Berbasis Akrual, sarana dan prasarana, sosialisasi/pelatihan sistem dan kebijakan akuntansi kepada masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Adapun acara Rapat Koordinasi kali ini juga merupakan salah satu tindak lanjut dari beberapa saran yang masuk kepada Kanwil Ditjen Perbendaharaan, yang diharapkan dapat dijadikan ajang untuk berdiskusi dalam rangka membahas permasalahan yang muncul dan mencari solusi permasalahan dalam penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah maupun penerapan akuntansi berbasis akrual pada tahun 2015 mendatang.
Sebanyak 104 peserta yang terdiri dari seluruh pelaksana dan pejabat Bidang PAPK, Biro Keuangan Provinsi Jawa Tengah, seluruh DPPKAD Kabupaten/Kota di Jawa Tengah serta tamu undangan lainnya tampak antusias mengikuti acara sampai dengan selesai. Hal ini tak lepas karena paparan menarik yang disampaikan oleh para narasumber yaitu Kasubdit Akuntansi KUN Direktorat APK, Endah Martiningrum, Kepala Bagian Akuntansi Biro Keuangan Provinsi Jawa Tengah, Sumarno dan Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Jawa Tengah, Chris Kuntadi. Pada kesempatan tersebut, Endah Martiningrum menyampaikan Implementasi Akuntansi Berbasis Akrual. Narasumber dari Biro Keuangan Provinsi Jawa Tengah berbagi pengalamannya dalam mencapai opini WTP serta berbagi kiat untuk mempertahankan opini tersebut. Adapun Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Jawa Tengah memaparkan Perspektif dan Potensi Laporan Keuangan Berbasis Akrual. Bertindak selaku moderator adalah Kepala Bidang PAPK, Mulyo Slamet.
Pada sesi diskusi dan tanya jawab ada satu permintaan dari peserta yang cukup menarik, yaitu agar seluruh jajaran pemerintah daerah di Jawa Tengah bersemangat menyambut penerapan LKPD berbasis akrual, dan hendaknya BPK memberikan opini WTP untuk seluruh LKPD di Jawa Tengah. Permintaan ini disambut dengan tepuk tangan seluruh peserta. Dengan bijak Chris Kuntadi menanggapi bahwa opini WTP memang telah disediakan untuk seluruh LKPD di Jawa Tengah. Namun semua itu tergantung pada kinerja laporan keuangan masing-masing pemerintah daerah. Jika kinerja laporan keuangan masing-masing pemerintah daerah memenuhi kesesuaian LKPD dengan standar akuntansi pemerintahan dengan pengungkapan yang cukup dan tidak ada lagi pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan serta mampu menjalankan sistem pengendalian intern dengan baik, dipastikan opini WTP akan diberikan.
Sebelum acara ditutup, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah memberikan kenang-kenangan kepada para narasumber berupa plakat dan Laporan Keuangan Pemerintah Konsolidasian Semester I Tahun 2014 yang merupakan Exercise Goverment Finance Statistics. Pemberian laporan dimaksud adalah untuk memberikan suatu model laporan yang disusun berdasarkan kontribusi laporan keuangan seluruh UAPPAW dan 36 LKPD di Jawa Tengah periode Semester I tahun 2014. Akhirnya, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah menutup acara dengan teriring harapan agar melalui kegiatan ini dapat terbangun suatu sinergi guna menyongsong Laporan Keuangan Berbasis Akrual Tahun 2015.
Oleh: Kontributor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah








Pada saat koordinasi tersebut, Bapak Ander juga berpesan kepada seluruh bank/pos yang hadir termasuk kepada KPP Pratama Sekayu untuk tidak bosan-bosannya menyarankan kepada Wajib Pajak/Wajib Bayar/Wajib Setor untuk memanfaatkan layanan MPN-G2 dalam menyetorkan kewajibannya. Hal ini disebabkan Bank/Pos Persepsi mitra kerja KPPN Sekayu telah lama siap menerima setoran penerimaan negara melalui MPN G-2, namun wajib pajak/wajib bayar/wajib setor masih banyak yang enggan berpindah ke layanan MPN G-2. Di akhir acara rapat koordinasi tersebut, Bapak Ander memberikan piagam penghargaan kepada Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu sebagai Bank Persepsi Mitra Kerja KPPN Sekayu dengan Kinerja Terbaik Tahun Anggaran 2014 setelah mendapatkan nilai tertinggi atas penilaian kinerja bank/pos persepsi yang dilakukan KPPN Sekayu untuk periode Januari sampai dengan Oktober 2014. Pada saat penyerahan piagam, Bapak Ander berpesan agar Bank Sumsel Babel Sekayu selaku Bank Persepsi dapat terus meningkatkan prestasi dan mempertahankannya.
Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali tersebut juga berpesan agar mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang sudah dicapai. Untuk akhir tahun anggaran perlu dimonitor terkait rekonsiliasi agar tidak terjadi perbedaan antara KPPN dengan satuan kerja (satker). “Perhatikan masalah dispensasi dan jaminan!” kata Manuaba, “supaya tidak ada wan prestosi,” lanjutnya.
Prosesi perayaan Hari Keuangan ke-68 ditutup dengan upacara bendera pada Kamis (30/10) bertempat di halaman KPPN Samarinda. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur didaulat sebagai Pembina upacara. Dalam arahan yang dibacakan, Menteri Keuangan berpesan agar seluruh jajaran Kementerian Keuangan terus bersinergi menyukseskan program pemerintah dalam upaya peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat Indonesia. ”Dengan peringatan hari keuangan ke-68 ini, mari kita dukung program pemerintah dalam meningkatkan dan melakukan pemerataan kesejahteraan,” ungkap Ade Rohman.
Dalam sambutannya Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan, Alfiker Siringoringo, menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi seluruh jajaran Satbrimob Polda Sulsel yang telah menciptakan keamanan dan suasana kondusif di Sulawesi Selatan khususnya dalam proses Pemilu legislatif dan Pilpres beberapa waktu lalu. Beliau menegaskan suatu hal yang luar biasa kali ini diraih oleh Satbrimob Polda Sulsel, adalah karena mengingat disamping tugas yang berat tersebut, jajaran Satbrimob Polda Sulsel dengan wilayah kerja yang cukup luas meliputi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, ternyata tidak hanya baik dan mahir untuk mengangkat senjata, tetapi juga cakap dan tertib dalam mengelola Keuangan Negara yang menjadi tanggungjawabnya. Hal ini dibuktikan dengan capaian evaluasi kinerja Triwulan III, yang menempatkan Satbrimob Polda Sulsel sebagai Peringkat Pertama dari 236 satker pengelola DIPA TA. 2014 di lingkup KPPN Makassar II.
Sesuai dengan surat Sekretaris Ditjen perbendaharaan Nomor : S-4200/PB.1/2014 tanggal 3 Juli 2014 tentang Persiapan dan kick off pelaksanaan Tahapan Konsultasi Dalam Rangka Penerapan ISO 9001:2008 Sistem manajemen Mutu, KPPN Wates adalah salah satu KPPN yang ditunjuk sebagai piloting proyek berstandar Internasional yaitu ISO 9001:2008 Sistem Manajemen Mutu. Dari seluruh KPPN di Indonesia ada 4 (empat) KPPN yang ditetapkan sebagai piloting penerapan ISO 9001:2008 yaitu KPPN Malang, KPPN Semarang II, KPPN Makassar II, dan KPPN Wates. 

