- Nasional
- Dilihat: 5326
Abdul Rahman Ritonga: Penyuluh Perbendaharaan Adalah Corong Transfer Knowledge Kepada Stakeholders
Liputan Pembekalan Penyuluh Perbendaharaan Angkatan I
Jakarta, Perbendaharaan.go.id &ndash &ldquoPenyuluh Perbendaharaan adalah corong transfer knowledge kepada stakeholders,&rdquo ucap Direktur Sistem Perbendaharaan, Abdul Rahman Ritonga saat memberikan sambutan kepada 94 calon Penyuluh Perbendaharaan Ditjen Perbendaharaan yang hadir memenuhi Ruang Rapat Piet Haryono, Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan, Senin (10/10).
A. Rahman Ritonga  berpesan kepada Seluruh Peserta Pembekalan Angkatan I, &ldquoPara Penyuluh Perbendaharaan harus dapat mengamalkan Nilai &ndash Nilai Kementerian Keuangan sebaik-baiknya sehingga bisa mewujudkan visi Kementerian Keuangan sebagai Pengelola Keuangan Negara yang akuntabel, hal ini tentunya harus didukung dengan Penguasaan Materi / Peraturan Perbendaharaan serta Professional dalam memberikan Penyuluhan Kepada Stakeholders, kalau hal ini dapat diwujudkan tentunya sangat bagus dan secara tidak langsung juga ikut mendongkrak Nilai Indikator Kinerja Utama ( IKU ) DSP &ldquo.
Peserta yang dipanggil pada Pembekalan Penyuluh Perbendaharaan telah melewati seleksi dari berbagai tahapan. Dari 1394 pegawai  yang mengikuti Ujian Online maupun Offline , terpilih 570 Pegawai yang berhak mengikuti Ujian Presentasi, kemudian dari jumlah tersebut disaring lagi dan akhirnya lulus untuk mengikuti pembekalan sebanyak 421 pegawai.
Kegiatan Pembekalan Penyuluh Perbendaharaan ini akan dibagi menjadi 3 angkatan, dan masing &ndash masing angkatan akan dibagi pada beberapa kelas. Menurut Kasubdit Pengembangan Profesi Fahma Sari Fatma, materi yang dibekalkan kepada Calon Penyuluh antara lain : Tupoksi dan Pedoman PP, Ceramah Umum Keuangan Negara, Perencanaan dan Penyusunan Anggaran, Sosialisasi Peraturan terbaru, SPAN, materi pengembangan pribadi, Tekhnik Konsultasi, serta Keterampilan Presentasi. &ldquoNantinya, para penyuluh perbendaharaan ini akan mendapat sertifikat Penyuluh Perbendaharaan yang langsung ditandatangani oleh Dirjen Perbendaharaan.&rdquo imbuh Fahma.
oleh : Imam Saroni &ndash Kontributor KPPN Parepare (edited by novri)








&rdquoSeperti kita ketahui bahwa laporan statistik yang berdasarkan international best practice akan sangat berguna bagi pemerintah dalam menginformasikan seluruh potensi sumber daya yang dimiliki seperti hal-halnya negara-negara maju lainnya sehingga dalam jangka penjang dapat lebih meningkatkan kembali keuangan negara di Indonesia,&rdquo papar Yuniar Yanuar Rasyid.
Terkait pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penyerapan anggaran semester I, sampai dengan akhir bulan September 2011 kondisi penyerapan masih rendah, dari pagu total Kementerian Negara/Lembaga kondisi penyerapan baru sebesar 47,29 %. Penyebab rendahnya penyerapan anggaran semester I, berdasarkan hasil identifikasi disebabkan oleh proses pengadaan barang dan jasa, perencanaan yang tidak matang, sumber daya manusia tidak cukup memadai, kekurangan panitia pengadaan barang dan jasa yang bersertifikasi, serta nature satker (karakteristik). Sebagian besar permasalahan klasik tersebut merupakan permasalahan yang berulang setiap tahunnya.
Training ini dibuka oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat, Seto Utarko. Dalam welcome speech-nya, beliau memberikan apresiasi atas terpilihnya kota Bandung sebagai  penyelenggara Training Duta SPAN Unit Tahap II dan berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh kegiatan dengan baik .

Salah satu isu penting yang dibicarakan dalam rapat koordinasi SDM tahun 2011 adalah Program Pensiun Dini dengan Kompensasi Khusus (PPDK) sebagai upaya penataan pegawai untuk memenuhi kebutuhan SDM baik dari segi kuantitas dan kualitas. &ldquoPPDK merupakan salah satu alternatif exit strategy medium landing yang saat ini eligible ditempuh oleh Kementerian Keuangan&rdquo kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Tata Suntara.
&ldquoKami segenap jajaran Direktorat Jenderal perbendaharaan, dari Sabang sampai Merauke, secara ikhlas untuk meleburkan nilai-nilai Ditjen Perbendaharaan dengan nilai-nilai Kementerian Keuangan. Dengan mkomitmen yang Kuat, kami berikrar untuk mendukung, mengawal, dan menjalankan nilai-nilai Kementerian Keuangan,&rdquo ujar Dirjen Perbendaharaan dihadapan Menteri Keuangan.




Dalam surat dakwaannya, jaksa mendakwa Agus dan Erfan dengan dakwaan primer: &ldquosebagai orang yang melakukan atau turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara&rdquo. Di samping itu, kedua pegawai Ditjen Perbendaharaan itu juga dikenai dakwaan sekunder, yakni &ldquosebagai orang yang melakukan atau turut serta melakukan perbuatan yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan wewenang, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara&rdquo.
Pada sidang babak selanjutnya, yang diselenggarakan pada hari Selasa, 13 September 2011 di tempat yang sama, Agus dan Erfan melalui kuasa hukumnya menyampaikan keberatan atas dakwaan jaksa (eksepsi). Dalam eksepsinya Agus antara lain mempertanyakan mengenai adanya &lsquoSPM fiktif&rsquo sebagaimana yang diungkapkan dalam dakwaan jaksa. Menurut Agus, hingga saat ini  belum pernah dapat dibuktikan secara hukum atau adanya suatu putusan pidana atas &lsquoSPM fiktif&rsquo tersebut.

