Merauke, djpbn.kemenkeu.go.id – Menjelang akhir semester I tahun 2011 ini KPPN Merauke mengundang 108 satker yang tersebar di empat kabupaten yaitu Kabupaten Merauke, Mappi, Boven Digoel, dan Asmat guna menyamakan persepsi dalam pengelolaan APBN serta ingin mengetahui kendala apa yang dihadapi oleh satker dalam memanfaatkan aplikasi. Melalui kegiatan ini diharapkan penyerapan anggaran dan pelaksaan laporan keuangan nantinya dapat berjalan baik. Sampai saat ini masih banyak satker yang realisasinya masih dibawah 20 % .
Kegiatan kali ini dipimpin langsung oleh Junaidi selaku Pjs. Kepala KPPN Merauke. Dalam sambutanya Junaidi mengatakan bahwa pengelolaan APBN tahun 2011 sedikit berbeda jika dibandingkan dengan pengelolaan APBN tahun 2010.
“Tahun 2011 ini adalah pertama kalinya kita menerapkan penganggaran berbasis kinerja. Anggaran berbasis kinerja menghubungkan secara langsung antara anggaran yang disediakan dengan hasil atau output maupun outcome yang akan dicapai,” kata Junaidi. Junaidi juga berpesan agar koordinasi serta kerja sama antara KPPN dan satker agar lebih ditingkatkan lagi, sehingga pelaksanaan perencanaan penarikan dana dan pencairan dana oleh satker tidak menemui hambatan.
Acara dilanjutkan dengan arahan dari Kanwil DJBN Provinsi Papua yang diwakili oleh Robby Palijama. Beliau mengatakan bahwa citra KPPN saat ini sudah baik, ada komitmen bersama antara KPPN dan satker untuk menerapkan suatu pelayanan yang bersih, cepat, tepat, akurat, sederhana dan transparan tanpa pungutan apapun.
Dalam paparannya, Robby Palijama mengatakan bahwa Menteri Kuangan bertindak sebagai CFO (Chief Financial Officer) yang berfungsi sebagai kasir, pengawasan dan regulator pengelolaan keuangan negara serta fund managemen. Sedangan kementerian/lembaga sebagai COO (Chief Operational Officer) berfungsi sebagai penguji atas pembebanan tagihan serta pemberi perintah membayar bagaimana manajemen kas yang baik.
“Manajemen kas yang baik tidak mungkin ada tanpa perencanaan kas yang baik,” paparnya. “Perencanaan kas yang baik meliputi investasi atas idle cash dan operasional pemerintah,” lanjutnya.
Tepat pada pukul 09.00 WIT acara dilajutkan dengan penjelasan mengenai tata cara mengoperasikan aplikasi yang di pandu oleh Parji, S.IP dan tim aplikasi yang meliputi aplikasi AFS 2011, RKAKL-DIPA 2011, SPM 2011, GPP, SAKPA 2011, SIMAK dan Pesediaan 2009. Koordinasi KPPN dan Satker kali ini guna menyamakan persepsi dan memastikan bahwa satker tidak mengalami kendala dalam mengoperasikan aplikasi. Jika masih mengalami kesulitan dalam mengoperasikan aplikasi, petugas KPPN selalu siap untuk memberikan membimbing teknis dan pelayanan yang terbaik bagi satker dengan moto KPPN Merauke “Pelayanan Sepenuh Hati”.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 19 s/d 20 April 2011 ini bertempat di ruangan aula KPPN Merauke.
Oleh : Salampessy M. Insan – KPPN Merauke
Editor : Bambang Kismanto – Media Center Perbendaharaan








Menutup sambutannya, Abdullah Nanung berharap kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi media pembelajaran bagi KPA berikut operator DIPA dalam memahami aplikasi revisi DIPA yang baru. ”Seluruh peserta, terutama para operator diharapkan dapat memahami secara rinci tata cara revisi DIPA berikut aplikasinya,” tutupnya.
Dwinanto, Kabid Aklap Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku melaporkan bahwa sesuai dengan program kerja Bidang Aklap, kegiatan workshop ini direncanakan dengan maksud agar kewajiban penyusunan dan penyampaian Laporan Keuangan Kementerian Lembaga (LKK/L) untuk TA 2011 dari masing-masing UAPPAW semakin meningkat kualitasnya. Guna mewujudkan harapan tersebut Kanwwil Ditjen Perbendaharaan memandang perlu dilakukan bimtek aplikasi SAPPAW dan sosialisasi ketentuan baru Perdirjen No.PER-65/PB/2010 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Lembaga (K/L), sehingga kemampuan operator UAPPAW diharapkan meningkat khususnya dalam melaksanakan rekonsiliasi guna mewujudkan LKK/L dan LKPP tingkat Kanwil yang sesuai dengan standar yang ditetapkan dan beropini baik.
Lebih lanjut Hendro Baskoro berpendapat bahwa UAPPAW mempunyai peran yang cukup penting dan strategis dalam keberhasilan target LKPPO dengan opini WTP. Hal itu tentunya dapat dilakukan apabila adanya peningkatan komitmen dari masing-masing pimpinan satker UAPPAW yang didasari semangat yang tinggi, sensitivitas dan leadership yang baik. Tantangan-tantangan lain dalam penyelenggaraan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan kedepan adalah penerapan akuntansi berbasis akrual, pengintegrasian laporan keuangan dan kinerja dan penerapan reward dan punishment system. Kemudian Hendro Baskoro mengharapkan, hendaknya kegiatan semacam ini agar dilakukan secara periodik pada masa-masa mendatang sehingga akan tercipta persamaan kepentingan.
Pada bagian kedua, rapat dilanjutkan dengan pemaparan retur SP2D oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos Nazuar. Dalam kesempatan ini, dilakukan penjelasan kepada peserta rapat tentang penyebab retur SP2D, proses penyelesaian retur, dan proses pencairan pada KPPN. Ketika ditayangkan peringkat satker dengan penyumbang retur terbanyak pada tahun 2010, suasana berubah menjadi riuh. Banyak diantara Kuasa Pengguna Anggaran yang Satkernya termasuk kedalam peringkat sepuluh besar merasa kaget dengan jumlah yang ditayangkan pada sesi pemaparan ini. Bagian kedua ini ditutup dengan pemaparan materi yang dilakukan oleh perwakilan dari Bank Mandiri Samarinda Mulawarman Farida.
Kepala KPPN Tuban itu mengingatkan bahwa dalam pembuatan KIPS tidak dipungut biaya.
Acara sosialisasi diikuti 95 peserta dari satuan kerja yang ada di lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu. Sebagai narasumber hadir Farhan Fatnanto, Izharul Haq, dan Basuki Rahmat yang menyampaikan materi seputar Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAP), Perbedaan PP 24/2005 dengan PP 71/2010, imlementasi akuntansi akrual melalui penyajian informasi akrual pada laporan keuangan. Hadir juga sebagai narasumber, Nasrul, Kepala Bidang AKLAP Kanwil DJPBN Provinsi Bengkulu, yang menyampaikan tentang Buletin Teknis Penyusunan Laporan Keuangan serta PSAP.
Para peserta yang merupakan perwakilan satuan kerja lingkup Kanwil DJPBN Provinsi Bengkulu ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Mereka terlihat bersungguh – sungguh dalam menyimak setiap penjelasan oleh narasumber. Begitu pun saat mengisi pre-test maupun post-test. Peserta dengan nilai hasil post test terbaik mendapatkan hadiah dari panitia.
diselesaikan dan disampaikan sesuai waktu yang telah ditentukan.

