Acara penyerahan DIPA tahun anggaran 2011 dilaksanakan oleh KPPN Tolitoli pada tanggal 30 Desember 2010 di Hotel Bumi Harapan, TolitolI. Penyerahan DIPA 2011 ini dilakukan lebih awal, yaitu sebelum memasuki tahun 2011 dengan harapan agar dapat menjamin pelaksanaan kegiatan para Satuan Kerja (satker) mulai pada awal-awal tahun anggaran 2011.
Penyerahan DIPA tahun anggaran 2011 dilakukan langsung oleh Kepala KPPN Tolitoli Sujadi, S.H. kepada para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam wilayah pelayanan KPPN Tolitoli. Dalam sambutannya Sujadi menyampaikan bahwa DIPA 2011 diserahkan sebelum memasuki tahun 2011, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sebagai suatu langkah lebih maju dibanding tahun anggaran sebelumnya. Di samping itu, beliau menegaskan bahwa dalam proses pelaksanaan kegiatan, setiap satuan kerja agar memperhatikan perencanaan kas sebagaimana telah diamanatkan oleh Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-192/PMK.05/2009 tentang Perencanaan Kas. Dikemukakannya, bahwa dengan melakukan perencanaan kas yang baik, maka satker akan dapat memastikan ketersediaan dana guna memenuhi atas kewajiban negara, mengoptimalkan kelebihan kas atau menutupi kekurangan kas dengan efisien, dan memperoleh dana senilai perkiraan/ sesuai waktu pelaksanaan kegiatan.
Dalam acara tersebut disampaikan pula beberapa peraturan oleh Kepala Seksi Pencairan Dana Syamsuddin Talib, antara lain Peraturan Menteri keuangan nomor PMK-192/PMK.05/2009 tentang Perencanaan Kas dan Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-170/PMK.05/2010 tentang Penyelesaian Tagihan atas Beban APBN pada Satuan Kerja. Penyampaian peraturan tersebut adalah simbol bahwa KPPN Tolitoli akan lebih mempersiapkan diri dalam memahami peraturan-peraturan terkait dengan pencairan dana APBN untuk membantu satuan kerja.
Dapat disampaikan pula di sini, jumlah dan pagu DIPA 2011 yang diserahkan untuk dua kabupaten di wilayah pelayanan KPPN Tolitoli adalah sebagai berikut:
| No. | U r a i a n | Jumlah Satker | Jumlah DIPA | Pagu (Rp) |
| 1. | Kabupaten Tolitoli | 29 | 43 | 141.016.579.000,- |
| 2. | Kabupaten Buol | 25 | 37 | 122.021.860.000,- |
|
| Jumlah | 54 | 80 | 263.038.439.000,- |
Jika dibandingkan dengan DIPA 2010 dapat terlihat sebagaimana berikut:
Kabupaten | DIPA TA.2010 | DIPA T.A.2011 | % | ||
| DIPA | Rp. | DIPA | Rp. | ||
| Tolitoli | 41 | 262.587.562.800,- | 43 | 141.016.579.000,- | -46.30 |
| Buol | 36 | 147.234.361.800,- | 37 | 122.021.860.000,- | -17.12 |
| Jumlah | 77 | 409.821.924.600,- | 80 | 263.038.439.000,- | -35.82 |
Undangan yang hadir dalam acara Penyerahan DIPA 2011 adalah para kepala dinas, Kapolres, serta para Kepala Satuan Kerja di lingkup Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol.
Oleh : (Syamsuddin Talib)








“Siapa namamu?” tanya beliau.
Selain apresiasi, beliau juga memaparkan hal-hal yang harus menjadi perhatian bersama yang harus diperbaiki. Antara lain penyerapan anggaran, pengelolaan pengeluaran negara secara tertib, peningkatan penerimaan negara dan penertiban pengelolaan aset negara.
”Kita menyadari bahwa upaya perbaikan terhadap kualitas LKPP memerlukan upaya yang maksimal dari berbagai pemangku kepentingan . Opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian, red) atas LKPP 2009 memang menunjukan adanya peningkatan terhadap kualitas. Namun, di samping itu juga menyiratkan adanya transaksi-transaksi dalam pengelolaan keuangan yang masih memerlukan pembenahan. Penyusunan laporan keuangan harus sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah” kata Arief Rahman Hakim, Kepala KPPN Jambi, saat membuka acara bimtek yang bertempat di aula KPPN Jambi.
Hal penting lainnya yang disampaikan adalah langkah-langkah yang perlu ditempuh satker dalam penyusunan laporan keuangan semester II tahun 2010 sehingga hasil yang dicapai semakin baik .
Dengan kejadian ini, Kepala KPPN Merauke, Ander, melalui Kasubbag Umum, Junaidi, mengumpulkan seluruh pegawai KPPN Merauke pada tanggal 8 Desember 2010 di ruang sub bagian umum.
Ucapan selamat dari para pimpinan satker dan bank/pos persepsi baik yang di ucapkan secara langsung maupun lewat SMS Center KPPN Merauke, dijawab dengan bentangan spanduk yang berisi kalimat “PACE MACE TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN DAN KERJA SAMANYA SEHINGGA DITJEN PERBENDAHARAAN DINOBATKAN SEBAGAI DESIMINASI PENILAIAN INISIATIF ANTI KORUPSI OLEH KPK”.
a Penyerahan DIPA 2011 ini memang berbeda dengan sebelumnya karena acara tersebut diselenggarakan pada sore hari dikarenakan Menunggu Acara Ceremonial Penyerahan DIPA 2011 yang dilaksanakan Gubernur Sulawesi Selatan di Toraja pada hari yang sama, serta dilaksanakan di Bulan Desember sebelum tahun anggaran berjalan, “hal ini kami lakukan diakhir desember agar para Satker dapat segera merealisasikan DIPA yang telah disusun oleh satker tersebut”.
Dalam laporannya kepada gubernur, Bjardianto menjelaskan bahwa APBN 2011 menerapkan prinsip penganggaran berbasis kinerja.
tambah orang nomor satu di Ditjen Perbendaharaan Propinsi Papua ini.
IPA. Sedangkan DIPA 2011 yang tidak disampaikan secara simbolis, dibagikan langsung kepada para KPA seusai acara penyerahan DIPA 2011. Beberapa Bupati dan Walikota juga menerima secara simbolis Daftar Rekapitulasi DIPA 2011 yang dialokasikan ke Kabupaten/Kota masing-masing. Hal ini dilakukan dalam upaya peningkatan peran Bupati/Walikota dalam melakukan monitoring dan evaluasi penyerapan anggaran yang dialokasikan di masing-masing Kabupaten/Kota, khususnya Dana TP dan UB.
“Layanan Prima dengan menerapkan SOP KPPN Percontohan ini adalah ungkapan tekad kami, seluruh pegawai KPPN Bukittinggi, untuk melayani satuan kerja yang berjumlah 202 satker yang tersebar di 6 kabupaten/kota,” ungkap Zulkarnaini YN dalam sambutannya.
Kepala bidang, Kepala Bagian Umum dan Kepala KPPN memaparkan tugas dan permasalahan masing-masing. Ade Rohman, Kepala Bagian Umum mengambil critic point pada turunnya peringkat laporan keuangan Kanwil DJPBN Provinsi Sultra sebagai satker, yang sebelumnya mendapat predikat terbaik untuk Tingkat Kementerian Keuangan. “Perlu perbaikan dalam administrasi barang persediaan”, ungkapnya. Patata, Kepala Bidang PA, menyoroti i-monev agar dalam pelaksanaannya antara KPPN dan Kanwil dapat berkoordinasi dengan baik. Salah satu yang menjadi perhatian Kepala Bidang PP, Guruh Utomo, adalah permintaan penyediaan dana oleh KPPN kepada kantor Pusat agar benar-benar disesuaikan dengan data yang ada sehingga tidak terjadi kelebihan ataupun kekurangan dana. 

