- Regional
- Dilihat: 2349
Merajut Sinergi, Perkuat Koordinasi, Ukir Prestasi
Liputan Sosialisasi SAP Akrual, SPAN dan Bimtek Aplikasi SAPPA-W Tahun 2012 Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta
D.I. Yogyakarta, djpbn.kemenkeu.go.id - Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis kepada seluruh UAPPA-W mitra kerja di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, 27 – 28 Maret 2012. Kegiatan ini juga sekaligus dirangkaikan dengan acara penganugerahan” LKKL Award atas LKKL tingkat UAPPA-W tahun 2011.
Kegiatan Sosialisasi ini dihadiri oleh 129 Pimpinan UAPPA-W dan 6 Pimpinan Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPAKD) di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta Hendro Baskoro dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama dari seluruh pimpinan UAPPA-W beserta satker mitra kerja Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DIY selama ini yang telah memberikan andil besar atas prestasi yang berhasil diraih oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan provinsi DIY selama 3 tahun berturut-turut 2008, 2009 dan 2010 sebagai peraih predikat terbaik LKPP Nasional untuk tingkat Kanwil.
Lebih lanjut, Hendro Baskoro menegaskan bahwa tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memberikan kesamaan persepsi dan pemahaman bagi para pimpinan UAPPA-W terhadap Peraturan terkait Pengelolaan dan Pertangungjawaban keuangan Negara sehingga diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen seluruh pimpinan UAPPA-W di wilayah Provinsi DIY guna mendukung pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan yang semakin baik.
Kepada para pim
pinan UAPPA-W, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi D.I. Yogyakarta mengingatkan setidaknya ada tiga tantangan besar yang harus dihadapi oleh kementerian/ lembaga maupun Bendahara Umum Negara termasuk Pemerintah Daerah dalam beberapa waktu ke depan.
Tantangan pertama menurut Hendro Baskoro adalah capaian target Opini atas LKKL dan LKPP tahun 2011 yang harus mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK. Diharapkan seluruh UAPPA-W di wilayah DIY dapat memberikan kontribusi guna tercapainya target kementerian/ lembaga yaitu meraih Opini WTP.
Tantangan kedua, terkait implementasi SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran) yang akan segera dimulai fase roll out di bulan Juli 2012 yang menggambarkan perubahan bagaimana pelaksanaan pengelolaan APBN mulai dari perencanaan sampai pelaporan menjadi satu garis lurus, diterapkannya single data base yang terintegrasi guna pengelolaan keuangan Negara yang semakin baik.
Adapun tantangan ketiga menurut Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DIY, yaitu penerapan Standar Akuntansi Berbasis Akrual, yang harus sudah diimplementasikan secara penuh mulai tahun 2015 yang akan menggantikan basis akuntansi cash toward accrual yang saat ini dipakai.
Beliau juga menjelaskan bahwa saat ini sudah dilaunching, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 238 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Sistem Akuntansi Pemerintah (PUSAP). Diharapkan dengan adanya PUSAP, akan menjadi acuan bagi Pemrintah pusat maupun daerah dalam menyusun Sistem Akuntansi baik Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat maupun Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah. Dengan adanya pengaturan yang baru ini, diharapkan akan dapat disusun Laporan Keuangan Konsolidaisan antara Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dengan Seluruh Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dan bisa dihasilkan Laporan Statistik Pemerintah (Government Financial Statistic).
Sesi berikutnya mengenai Standar Akuntansi Pemerintah Basis Akrual dan SPAN yang disampaikan oleh Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan, Haris Budi Susilo dan dilanjutkan dengan sesi evaluasi terhadap Hasil Analisa Laporan Keuangan Triwulan IV TA 2011, Rekonsiliasi dan Permasalahannya, disajikan oleh Kepala Seksi Bimtek dan PSAP, Soeratman.
Puncak acara sosialisasi ditutup dengan Penganugerahan ”LKKL Award” kepada 5 UAPPA-W yang meraih prestasi terbaik atas LKKL tingkat UAPPA-W tahun 2011 yang dipandu oleh Kepala Seksi Pelpaoran Keuangan, Martina Sri Mulyani. Berturut turut ’LKKL Award” diserahkan oleh Kepala Kanwil DJPBN Provinsi DIY kepada 5 (lima) UAPPA-W terbaik, yaitu:
1. UAPPA-W Terbaik I : Kanwil Badan Pusat Statistik Provinsi DIY
2. UAPPA-W Terbaik II : Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi DIY
3. UAPPA-W Terbaik III : Polda DIY
4. UAPPA-W Terbaik IV : Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) Yogyakarta
5. UAPPA-W Terbaik V : Kejaksaan Tinggi Provinsi DIY.
Martina Sri Mulyani, Kontributor Kanwil DJPB Provinsi DIY








Sosialisasi diadakan dari pukul 09.00 WIB s.d 17.00 WIB. Materi disampaikan oleh Kepala KPPN Sekayu, Kepala Seksi Verak, Kepala Seksi Pencairan Dana, Pelaksana dari Seksi Verak, dan Pelaksana dari Seksi Pencairan Dana. Pemateri pertama adalah Kepala KPPN Sekayu yang gambaran besar mengenai Kebijakan Umum Fungsi Pelaksanaan Anggaran yang efektif dan efisien, dan sekilas mengenai Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN).
Kepala KPPN Sampit Irwan Wahyu Basuki membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, Irwan menegaskan kembali amanah dari Bapak Presiden RI, agar belanja pemerintah bisa terserap sejak awal semester. Materi yang disampaikan antara lain PMK 170/PMK/2010, Per-74/PB/2011, Per 80/PB/2011, Aplikasi SPM 2012 dan Aplikasi GPP 2012. Padatnya materi tidak mengurangi antusiasme peserta yang rata-rata berjumlah 40 orang untuk tiap tahapnya.
Kepala KPPN Parepare saat ditemui contributor mengatakan, “KPPN Parepare siap bersinergi dengan instansi pajak maupun instansi pemda dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, kami merasa bangga bisa bekerja sama dengan baik sehingga ikut andil dalam capaian peningkatan penerimaan negara khususnya target penerimaan pajak untuk wilayah kerja KPP Pratama Parepare dapat tercapai (sebesar Rp. 387 Miliar atau 101,03% dari target), semoga kerjasama yang telah terjalin selama ini tetap terjaga dengan baik bahkan terus meningkat pada tahun – tahun mendatang”. 
Selanjutnya Sahat MT Panggabean menjelaskan dihadapan para pegawai untuk memahami apa yang menjadi latar belakang dan tujuan diselenggarakannya assessment, serta bekal apa yang harus dipersiapkan sehingga mereka semakin yakin, lebih percaya diri dalam menghadapi Assessment dengan berusaha melakukan persiapan sebaik mungkin.
Melanjutkan tradisi tahun sebelumnya, sebagai penghargaan kepada satuan kerja terbaik, Kepala KPPN Samarinda Widoyoko Sapto Putro memberikan Penghargaan berupa Kartu Mitra Utama (KAMU). KAMU diberikan kepada dua satuan kerja terbaik di wilayah masing-masing. Keunggulan KAMU adalah bebas antrian untuk layanan KPPN dan bebas memilih petugas front office. 

