Kebakaran merupakan salah satu peristiwa bencana yang tidak diharapkan dan seringkali tidak terkendali. Daerah perkotaan (terutama kawasan dengan permukiman padat penduduk) merupakan daerah yang rentan terhadap terjadinya bencana kebakaran. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kota Padang, kebakaran yang terjadi di Kota Padang selama tiga tahun terakhir menyebabkan kerugian mencapai puluhan miliar lebih. Di Provinsi DKI Jakarta, bencana kebakaran yang terjadi bahkan mencapai angka rata-rata 800 kasus per tahun atau sekitar 67 kasus per bulan. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa masalah kebakaran di perkotaan perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam hal pencegahan dan penanggulangannya.
Kegiatan simulasi penanganan kebakaran dilakukan sebagai salah satu bentuk mitigasi risiko terjadinya bencana di Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat. Selain menjadi langkah mitigasi risiko, kegiatan ini juga merupakan salah satu dari rangkaian implementasi yang tertuang dalam dokumen manajemen risiko dari Business Continuity Plan (BCP) Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 26 Juni 2020 pukul 16.00 yang berlokasi di halaman belakang Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat dan diikuti oleh seluruh pejabat/pegawai dan PPNPN.
Sebelum dilaksanakannya sosialisasi dan simulasi, Bapak Haris Budi Susila selaku Kepala Bagian Umum membuka acara dengan menyampaikan sambutannya kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini. Beliau menegaskan kembali bahwa risiko akan terjadinya kebakaran akan selalu ada dan mengintai. Oleh karena itu, dituntut kepada seluruh pegawai dan PPNPN untuk selalu waspada dan disiplin mematikan perangkat yang menggunakan sumber kelistrikan seperti komputer, printer, scanner, dan lain sebagainya apabila selesai digunakan. Hal ini memang terasa sederhana namun memiliki dampak risiko yang tinggi akan terjadinya bencana kebakaran.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengundang Bapak Abdul Hamid selaku narasumber dari Satgas Damkar Kota Padang. Sebelum memberikan simulasi penanganan kebakaran kepada pegawai/PPNPN, Beliau menyampaikan pemahaman sekilas atas risiko kebakaran, sumber terjadinya kebakaran, dan teknik/metode yang bisa digunakan saat kebakaran terjadi.
Apabila terjadi kebakaran di lingkungan kantor, pegawai diminta untuk tidak panik dan berusaha mencari jarak aman dari titik api. Setiap kantor biasanya telah membentuk satgas penanganan bencana, yang di dalamnya termasuk kebakaran. Satgas bertindak sesuai protokol keselamatan umum apabila terjadi bencana kebakaran.
Setiap pegawai diminta untuk tetap tenang namun bersikap waspada apabila situasi genting terjadi. Kebanyakan korban yang ditimbulkan dari kebakaran itu sendiri diakibatkan oleh situasi panic attack yang dialami oleh korban sehingga terjadi kecelakaan-kecelakaan saat kebakaran tersebut terjadi. Apabila kebakaran terjadi maka satgas bencana masing-masing unit/kantor melakukan koordinasi dan evakuasi pegawai yang masih berada dalam radius area “bahaya”.
Selain pemaparan materi oleh petugas pemadam kebakaran, pegawai dan PPNPN juga diberi kesempatan untuk melakukan simulasi secara riil bagaimana cara memadamkan api apabila terjadi kebakaran di lingkungan sekitar. Satu hal harus menjadi perhatian adalah untuk tetap tenang dan tidak panik saat terjadi bencana, khususnya kebakaran. Kepanikan biasanya akan menimbulkan minor disaster selain adanya major disaster seperti kebakaran gedung. Minor disaster adalah bencana kecil yang terjadi di luar kejadian bencana utama, khususnya saat bencana utama terjadi, misalnya kecelakaan saat bencana terjadi.
Beberapa cara yang dapat digunakan dalam rangka menanggulangi bencana kebakaran di antaranya:
Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Penggunaan APAR merupakan salah satu cara cepat yang cukup efektif dan efisien untuk memadamkan api. Kantor Wilayah DJPb Provinsi Sumatera Barat telah dilengkapi dengan APAR di beberapa sudut gedung.
Penggunaan kain/karung goni Basah
Kain/karung goni basah dapat digunakan untuk memadamkan api (ukuran kecil) asalkan dilakukan dengan teknik yang benar. Pada simulasi seluruh pegawai diperlihatkan cara memadamkan api menggunakan kain basah.
Penggunaan hydrant
Hydrant merupakan alat pemadam kebakaran yang secara otomatis akan aktif apabila terjadi kebakaran. Sensor yang terdapat pada hydrant akan aktif apabila ada asap yang terdeteksi di suatu gedung kantor.
Melalui kegiatan ini diharapakan Pegawai dan PPNPN mengetahui dan memahami teknik dasar penanganan kebakaran apabila terjadi di lingkungan kerja dengan menggunakan berbagai media/alat yang tersedia di kantor. Selain itu Pegawai diharapkan untuk tetap tenang dalam menghadapi kebakaran yang terjadi dan tetap menjalankan prosedur keselamatan diri saat terjadinya bencana.