- Regional
- Dilihat: 4395
KPPN Non Percontohan Bersaing Positif
Liputan Penilaian Kinerja Pelayanan Publik pada KPPN Non Percontohan Tahun 2010
Sintang, perbendaharaan.go.id - Tanggapan positif mengenai pelayanan KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara), saat ini tidak hanya didominasi oleh KPPN Percontohan. Pembenahan berbagai aspek pada KPPN non Percontohan, telah cukup mendongkrak kinerja KPPN di berbagai penjuru negeri.
Ketika perwakilan satker diminta menyampaikan keluhan dan kekurangan mengenai pelayanan KPPN Sintang oleh Tim Penilai Kinerja Pelayanan Publik dari Kantor Pusat, Pejabat Bandara Udara Susilo Kabupaten Sintang, menyampaikan, “Kalau kami diminta mencari kelemahannya, sulit buat kami. Nanti kami menjadi fitnah!” Puji beliau dengan santai, dalam acara Penilaian Kinerja Pelayanan Publik pada KPPN Non Percontohan Tahun 2010, Jumat (24/9), di aula KPPN Sintang.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KPPN Sintang, Heru Kutanto mempersentasikan profil KPPN Sintang. Selain penerapan SOP (Standard Operating Procedure) KPPN Percontohan, pelayanan berbasis website menjadi layanan unggulan dari KPPN Sintang. Untuk itu, pelayanan yang lebih baik menjadi opini umum dari testimoni satker wilayah kerja KPPN Sintang. Mereka selama ini cukup puas dengan pelayanan yang disajikan.
Tim Penilai menempuh perjalanan darat yang cukup melelahkan, dengan waktu tempuh sembilan jam dari Pontianak menuju Sintang. Ditambah medan perjalanan yang cukup berat, menyisir sungai Kapuas, Tim Penilai memberikan apresiasi atas kondisi KPPN Sintang.
Gedung KPPN Sintang dengan model minimalis modern cukup terlihat megah diantara gedung-gedung pemerintahan disekitarnya. Dengan penerapan SOP KPPN Percontohan, KPPN Sintang tidak hanya berubah secara fisik, melainkan secara sistem prosedural telah berorientasi pada pelayanan publik.
KPPN Sintang merupakan salah satu dari sepuluh nominator KPPN Non Percontohan dengan pelayanan publik terbaik. Sebelumnya, seluruh KPPN non percontohan telah diseleksi administrasi secara berjenjang mulai dari Kanwil masing-masing.
Kegiatan Penilaian Kinerja Pelayanan Publik pada KPPN Non Percontohan Tahun 2010 dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan di Ditjen Perbendaharaan. Dimana, pada saat ini KPPN non Percontohan telah menerapkan SOP KPPN Percontohan.
Menurut Ketua Tim Penilai Kinerja Pelayanan Publik KPPN Non Percontohan Tahun 2010, Didyk Choiroel, kegiatan ini diadakan sebagai salah satu apresiasi dari upaya KPPN Non Percontohan dalam melakukan berbagai inovasi. Secara tidak langsung, kegiatan tersebut dapat membangun iklim kompetisi, sehingga akan terjadi persaingan positif diantara seluruh KPPN.
Sepuluh nominator KPPN Non Percontohan dengan pelayanan public terbaik yaitu, KPPN Meulaboh, KPPN Dumai, KPPN Klaten, KPPN Blitar, KPPN Sintang, KPPN Sampit, KPPN Sumbawa Besar, KPPN Atambua, KPPN Luwuk, dan KPPN Marisa.
Tim Penilai akan terjun bergiliran pada setiap KPPN untuk melakukan penilaian. Secara umum penilaian berpedoman pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 275/KMK.01/2010 tentang tata cara penilaian Kantor Pelayanan Percontohan di lingkungan Kementerian Keuangan.
Sepuluh KPPN nominator akan bersaing dalam memberikan layanan unggulan terbaiknya. Kriteria penilaian terdiri dari visi dan misi, sistem prosedur pelayanan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta kinerja pelayanan.
Oleh: Novri H.S. Tanjung – Media Center Ditjen Perbendaharaan








sebelumnya yang telah diaksanakan oleh Kanwil DJPBN Provinsi Sulawesi Tenggara pada satker-satker lingkup KPPN Raha, KPPN Bau-Bau, dan KPPN Kolaka di setiap kota tersebut.
Setelah berakhirnya sesi materi, panitia menyelenggarakan post-test yang diikuti oleh seluruh peserta. Hal ini untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman peserta terhadap materi-materi yang telah diberikan. Untuk memotivasi dan juga sebagai bentuk apresiasi terhadap para peserta sosialisasi, panitia memberikan kenang-kenangan kepada tiga peserta yang memperoleh nilai post-test terbaik, yaitu Yusran Yunus dari Polres Konawe Selatan sebagai peserta dengan nilai terbaik pertama, Heni Hadi Purwanto dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai terbaik kedua, dan Abdul Razak dari Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara sebagai terbaik ketiga.
”Sesungguhnya laporan keuangan kementerian negara/lembaga (LKKL) dan laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) yang berkualitas sangat bergantung dari peran serta satker dalam memperbaiki laporan keuangannya,” kata Teddy Rukmantara dalam sambutannya membuka acara tersebut. ”LKPP merupakan konsolidasi LKKL dan laporan keuangan bendahara umum negara (LKBUN) dimana penyusunannya dilakukan secara berjenjang dari tingkat satker, timgkat wilayah, tingkat eselon I sampai dengan tingkat kementerian negara/lembaga,” lanjutnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para satker yang memperoleh peringkat lima terbaik diberikan Piagam Penghargaan yang ditandatangani oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara. Piagam Penghargaan diberikan kepada: Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Peringkat Pertama, Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Peringkat Kedua dan berturut-turut BPKP Sulawesi Tenggara, Badan Pengawas Obat dan Makanan Kendari, Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara sebagai peringkat ketiga, keempat dan kelima.
Dalam rakor di bahas antara lain perlunya monitoring dan evaluasi terhadap penyerapan anggaran satuan kerja oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan KPPN sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-23/PB/2010 tanggal 28 Juli 2010. Disamping itu dibahas pula mengenai penerapan sanksi kepada satker oleh KPPN yang tidak melakukan rekonsiliasi BMN dengan KPKNL, serta tindak lanjut penerapan SOP percontohan di seluruh KPPN non percontohan lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Papua.
Kegiatan yang diadakan di Lembang Asri Hotel, Bandung tanggal 6-8 Agustus 2010 tersebut diikuti oleh seluruh pegawai KPPN Rangkasbitung. Disamping itu diundang juga Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Propinsi Banten, Kepala Bagian Umum dan para Kepala Bidang Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Banten. Namun karena berhalangan hadir, Kepala Kanwil dan Kepala Bagian Umum diwakili oleh Sofyan, kasi Duktek, Kabid Aklap diwakili oleh Reni, Kasi verifikasi bidang Aklap, Kabid PA diwakili oleh Darmawangsyah, Kasi PA 1a, dan kabid Pembinaan Perbendaharaan diwakili oleh Suma Wijaya, Kasi PP2a dan Mandar Trisno. Kegiatan ini merupakan agenda rutin KPPN Rangkasbitung tiap semester yang dimulai sejak tahun 2009.
menyampaikan apresiasi positif atas kegiatan ini,” kata Sofyan, Kepala Seksi Dutek yang mewakili Kepala Kanwil DJPBN Propinsi Banten. “KPPN sebagai ujung tombak Kuasa BUN di daerah merupakan kepanjangan tangan Menteri Keuangan di bidang Perbendaharaan. Oleh karena itu, KPPN harus dapat memberikan pelayanan prima se-optimal mungkin,” sambungnya. ”Jadikan rapat ini sebagai ajang untuk dapat bekerja professional, kreatif dan inovatif sehingga KPPN Rangkasbitung dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dimasa mendatang,” tambahnya lagi di hadapan para peserta.
Sementara outbond, sebagai rangkaian kegiatan yang tak terpisahkan dari acara rakor, diselenggarakan di Kampung Robinhood. Diantara permainan di dalam outbond tersebut adalah flying fox, wall climbing serta mini ATV. Kegiatan ini diikuti hampir semua peserta. Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan kegiatan team building (outbond) berupa permainan paint ball (simulasi perang). Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan dan melatih kerjasama, kekompakan, strategi atau taktik, kreatifitas dan konsentrasi dalam menghadapi tugas pokok Ditjen Perbendaharaan yang semakin berat di masa mendatang.
Selain itu beliau juga menjelaskan bahwa dalam rangka pembinaan kepada KPPN, Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan telah mengeluarkan ketetapan mengenai Modul Pembinaan KPPN yang nantinya akan digunakan oleh Tim Kanwil untuk melakukan pembinaan pada KPPN dimana tim juga akan memberikan konsultasi, asistensi dan solusi terhadap permasalahan yang terjadi pada KPPN.
Acara rakor ditutup pada pukul 17.00 WIB, dalam pidato penutupan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Barat berpesan bahwa perlunya ketelitian kita terhadap dokumen sumber yang diterima dari satker baik pada Kanwil maupun KPPN sehingga tidak terjadi salah langkah dalam pengambilan keputusan, pembinaan satker yang dilakukan oleh KPPN dan/atau Kanwil perlu ditingkatkan demi percepatan penyerapan dana APBN 2010 dan validitas data terhadap laporan yang disampaikan, Pemanfaatan Teknologi Informasi pada saat ini sangat dianjurkan terlebih mengingat begitu luasnya wilayah kerja Kanwil dan masih ada satker dan perbankan yang berada dipelosok. Selain itu perlunya meningkatkan pemahaman peraturan dan ketentuan yang berlaku sehingga kualitas kinerja baik secara individual maupun organisasi dapat meningkat.
Materi yang diterima oleh para peserta diklat antara lain (1) Pengujian dan Pembayaran Tagihan, (2) Sistem Penerimaan dan Pengeluaran Negara, (3) Pengujian dan Pembayaran Tagihan, (4) Perpajakan Bendahara Pengeluaran, (5) Pengelolaan Uang Persediaan, (6) Pembukuan Bendahara Pengeluaran, (7) Etika Profesi PNS, (8) Pelaporan Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran, (9) Ceramah Pemberantasan Korupsi dan Penyelesaia Kerugian Negara, dan (10) Ceramah Kebijakan APBN.
Sedangkan, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara, Hendro Baskoro, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada BDK Manado yang mempercayakan pelaksanaan Diklat Fungsional Bendahara Pengeluaran Angkatan III Tahun 2010 di Ternate. Selain itu, Beliau juga memberikan apresiasi kepada Kepala KPPN Ternate, I Nengah Gradug berserta staf, karena dengan waktu yang terbatas, dapat mempersiapkan dan menyelenggarakan pelaksanaan diklat. Kepada para peserta diklat, beliau berharap agar pelaksanaan diklat ini dapat meningkatkan kompetensi para peserta dan sekembalinya ke instansi masing-masing dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di bidang pengelolaan keuangan negara khususnya mengenai tata cara pembukuan dan penyusunan laporan pertanggungjawaban bendahara pengeluaran.
Kunjungan Kepala Kanwil ke Serui ini merupakan kunjungan yang kedua yang dilakukannya selama tahun 2010. Sebelumnya pada akhir Juni yang lalu, beliau berkunjung ke KPPN Serui pasca tragedi gempa bumi. Nampaknya medan yang berat dan transportasi yang sulit untuk menjangkau Serui tidak menyurutkan semangat beliau dalam melakukan kunjungan dan pembinaan terhadap kantor yang menjadi wilayah kerjanya.
Setelah acara pelantikan selesai dilakukan, Kepala Kanwil bersama rombongan pegawai KPPN Serui menyempatkan diri mengunjungi Pantai Aromarea untuk sedikit refreshing melepas lelah. Selama perjalanan menuju pantai, masih bisa dijumpai jejak-jejak gempa bumi yang melanda Serui beberapa waktu yang lalu. Di sebelah kiri dan kanan jalan banyak sekali terdapat reruntuhan tebing yang longsor dan beberapa ruas jalan yang amblas. Hal ini membuat perjalanan rombongan menjadi sedikit menegangkan, terutama para pegawai KPPN Serui yang masih belum sepenuhnya pulih dari trauma gempa. Akhirnya di senja hari yang cerah, rombongan tiba di Aromarea. Di pantai yang masih perawan dan pemandangan yang begitu indah, momen yang langka ini diabadikan dalam bingkai-bingkai foto yang bisa dijadikan kenangan. 

