- Nasional
- Dilihat: 4304
Together For Better
Workshop Manajemen Pelaksanaan Anggaran Satker di Wilayah KPPN Blitar
Batu, perbendaharaan.go.id  - &ldquoSaya terkesan sekali dengan pelayanan dari KPPN Blitar&hellip., acara workshop ini sangat baik untuk membentuk pejabat pengelola keuangan menjadi mahir dalam mengelola uang negara dan akurat menyusun laporan keuangan&rdquo. Demikian sedikit kesan dari Wahyuni Isdarwati, Bendahara Satuan Kerja (satker) Polres Blitar, seusai mengikuti workshop manajemen pelaksanaan anggaran untuk satker wilayah KPPN Blitar.
Berdasarkan aspirasi dari beberapa Kuasa Pengguna Anggaran, sebagai upaya peningkatan kompetensi pengelola keuangan satker dan menyamakan persepsi antara KPPN dengan satker, KPPN Blitar menyelenggarakan workshop manajemen pelaksanaan anggaran. Acara berlangsung pada tanggal 5-7 Pebruari 2009, di Royal Orchids Garden, Batu.
Acara workshop, yang dikemas dalam konsep retreat ini menjadi inovasi baru KPPN Blitar untuk meningkatkan kinerja pelayanan sekaligus melaksanakan fungsi sebagai &ldquoguru&rdquo, sebagaimana acap dipesankan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. Hadir sebagai peserta182 orang pengelola keuangan dari satker yang memiliki DIPA di wilayah Blitar dan Tulungagung ditambah dengan 26 pegawai KPPN Blitar.
Pembukaan workshop dilakukan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, S. Bambang Suroso. &ldquokesempatan seperti ini sangat baik untuk para satker meningkatkan pemahaman dalam pengelolaan keuangan, dan penting bagi KPPN Blitar untuk pencitraannya&hellip&rdquo, demikian konklusi pengarahan Bapak Kakanwil sebelum membuka acara.
Materi acara workshop, dibagi atas tiga bagian, sosialisasi, bimbingan aplikasi dan out door event. Sosialisasi diisi oleh A. Nizar dari Direktorat Pelaksanaan Anggaran, dan Trisnohadi, Kepala Bidang Pembinaan Perbendaharaan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur. Keduanya tampil dalam panel yang dipandu oleh Kepala KPPN Blitar, Didyk Choiroel, mendiskusikan tentang DIPA dan POK, serta prinsip-prinsip SOP KPPN Percontohan.
Dalam diskusi pelaksanaan anggaran, seluruh kepala seksi di KPPN Blitar memberikan pemaparan proses pengelolaan anggaran sejak pembuatan komitmen, pembayaran, pencairan dana dan akuntansi pelaporan keuangan. Dalam diskusi banyak permasalahan dan ketidaksepahaman. Hal tersebut akhirnya dapat diklarifikasi dan diberikan solusi.
Sesi selanjutnya dari workshop itu adalah bimbingan teknis aplikasi. Untuk mengantisipasi perubahan aplikasi dan updating kompetensi satker, sepanjang malam dilakukan installing, updating dan training yang dipimpin oleh pegawai KPPN Blitar. Antusiasme dan ketekunan peserta dalam mengikuti acara sangat besar. Meskipun acara berjalan hingga larut malam, jauh melampaui batas waktu yang ditentukan. Hal ini disebabkan semua pihak ingin melakukan uji coba atas seluruh aplikasi yang mendukung operasional tugasnya.
Agar tidak berjalan membosankan, disela makan malam dan training disisipkan beberapa hiburan live music. Peserta berpartisipasi menyumbangkan talenta suaranya. Sekedar untuk mengendurkan syaraf-syaraf yang tegang.
Dalam sesi out door event, yang bertajuk motivation challenge, seluruh peserta dan panitia membaur, bergembira ria, mengikuti berbagai aktivitas dan permainan motivasi, di pool side dan di green field hotel. Acara yang gegap gempita, dengan t-shirt hijau army yang bertuliskan &ldquotogether for better&rdquo, dinding-dinding struktural lumer dalam semangat kebersamaan untuk berbuat lebih baik dalam mengelola uang negara.
Pada saat penutupan, dianugerahkan KPPN Award dengan kategori satker dengan rekonsiliasi paling tepat waktu, satker dengan rencana pencairan dana paling akurat, dan satker dengan penyerapan dana paling optimal. Diberikan penghargaan pula untuk peserta paling tinggi nilainya dalam Pre-Test dan Post-Test.
&ldquo KPPN Blitar memang MANTAP&hellip.&rdquo, ucap salah seorang peserta workshop di penghujung acara, disambung dengan kata&ldquo &hellip menambah ilmu&hellipmenambah teman&hellipmenambah rejeki&hellip&rdquo, pernyataan tersebut kiranya cukup untuk menggambarkan kesuksesan acara ini.
Oleh : Kontributor KPPN Blitar










B. R. Simatupang juga memaparkan bahwa ada tiga hal penting di tahun 2010, yakni membuat perkiraan penarikan dan penyetoran dana ke KPPN, melaksanakan pembayaran gaji pegawai secara LS kepada pegawai melalui rekening masing-masing pegawai secara giral paling lambat bulan Juni 2010 dan menyajikan informasi pendapatan dan belanja secara akrual pada laporan keuangan.
Usai coffee break, sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang Mekanisme Pengelolaan Belanja Pegawai dan Tata Cara Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara yang masing-masing disampaikan oleh Kepala Seksi Perbendaharaan II, Muhammad Anar Amir dan Kepala Seksi Perbendaharaan I, Totok Suyanto. Sesi I sosialisasi ditutup oleh Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Ibnu Wahjudi, dengan pemaparan tentang Tata Cara Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja Secara Akrual pada Laporan Keuangan.
Gubernur Provinsi Banten mengharapkan seluruh satker penerima DIPA harus secepatnya mencairkan dana APBN agar semua program yang telah ditetapkan dalam DIPA segera dilaksanakan. Dengan terserapnya DIPA, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan menimbulkan dampak yang positif bagi masyarakat Banten khususnya dan Indonesia umumnya.
Terkait upaya meningkatkan penyerapan DIPA TA 2010, mulai tahun ini Pemerintah Banten akan melakukan evaluasi setiap tiga bulan dan melakukan koordinasi dengan satuan kerja dan dan Kanwil Provinsi Banten. Gubernur Provinsi Banten juga berharap agar pelaksanaan DIPA 2010 oleh seluruh satker penerima dilakukan secara akuntabel, profesional, transparan, dan proporsional.

