- Nasional
- Dilihat: 4784
Belajar Ke Negeri Serambi Mekkah
Lipuatan Kunjungan Kerja Sekretaris Ditjen Perbendaharaan di Provinsi NAD dan Sumut
NAD, perbendaharaan.go.id - &ldquoSelamat datang di Banda Aceh&rdquo, itulah sepenggal kalimat dari awak pesawat Garuda yang menandai kedatangan Sekretaris Ditjen Perbendaharaan (Ditjen PBN), K.A. Badaruddin dan rombongan pada hari Kamis, (1/7) pukul 09.30 WIB di Negeri Serambi Mekkah. Selanjutnya, Sekretaris Ditjen PBN dan rombongan disambut dengan hangat oleh Kepala Kanwil Ditjen PBN Provinsi NAD, Agus Santoso.
Sekretaris Ditjen Perbendaharaan dan rombongan melakukan kunjungan kerja di sejumlah kota Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), antara lain Banda Aceh, Lhokseumawe dan Langsa. Kunjungan kerja tersebut membawa pesan Direktur Jenderal Perbendaharaan, Herry Purnomo dalam hal peningkatan kualitas dan kehati-hatian pelayanan kepada stakeholders, pembenahan tata kelola arsip, dan apresiasi kinerja yang telah dicapai Ditjen PBN.
Dalam cuaca yang mendung, rombongan Sekretaris Ditjen PBN dan Kakanwil Ditjen PBN Provinsi NAD bertolak dari Bandara Sultan Iskandar Muda menuju ke Gedung Keuangan Negara (GKN). Di perjalanan, rombongan menyempatkan untuk melihat bangunan yang pernah ditempati oleh KPPN Khusus Banda Aceh dan kapal PLN yang menjadi situs sejarah atas kedahsyatan bencana Tsunami 5,5 tahun silam. Setibanya di GKN, Sekretaris Ditjen PBN dan rombongan langsung meninjau KPPN Percontohan Banda Aceh.
KPPN Percontohan Banda Aceh
Sekretaris Ditjen PBN mengamati secara khusus tata kelola dan ruang arsip KPPN Percontohan Banda Aceh. Kepala KPPN Percontohan Banda Aceh, Muslih Sukri menjelaskan bahwa kantornya telah menata ruang arsip lebih baik walaupun masih dibatasi ruangan yang belum memadai. Selain itu, beliau menyampaikan bahwa KPPN Percontohan Banda Aceh telah mengelola arsip secara elektronik melalui scanning dokumen SPM/SP2D, SSP, dan surat masuk/keluar. Hal tersebut terinspirasi dari inovasi KPPN Khusus Banda Aceh semasa beroperasi.
Berdasarkan penjelasan Kepala KPPN Percontohan Banda Aceh, Sekretaris Ditjen PBN mengingatkan agar data Modul Penerimaan Negara (MPN) harus diperhatikan, antara lain validasi SSP dan konfirmasi ke kantor Pajak, maupun penelusuran SSBP. Selain itu, Kasubbag Perlengkapan, Setditjen Perbendaharaan menginformasikan bahwa Kantor Pusat akan menyiapkan mesin antrian magnetik (bar code)sehingga dapat diambil gambar pengantar SPM, pencocokan identitas, dan tanda terima SPM/SP2D. Dengan demikian, KPPN melayani bukan hanya demi kepuasan satker, tetapi juga dengan kehati-hatian dan keamanan dalam bekerja.
KPPN Khusus Banda Aceh (Tahap Penutupan)
Selanjutnya, rombongan Sekretaris Ditjen PBN mengecek kondisi ruangan arsip KPPN Khusus Banda Aceh. KPPN tersebut telah berhenti beroperasi dan dalam proses penutupan (likuidasi) secara organisasi. Walaupun demikian, tata kelola arsip/dokumen KPPN Khusus Banda Aceh tetap terjaga dengan baik dalam bentuk fisik di box file dan soft copy sehingga mendapat banyak apresiasi dari BRR dan BPK. Perwakilan KPPN Khusus Banda Aceh secara bangga menyampaikan bahwa Dirjen Perbendaharaan sempat menyaksikan proses scanning dokumen menjadi soft copy arsip KPPN. Untuk itu, Sekretaris Ditjen PBN menyatakan tidak ragu-ragu untuk belajar pengelolaan arsip dari KPPN Khusus Banda Aceh sehingga dapat dimodifikasi di Kantor Pusat dan disosialisasikan ke seluruh unit vertikal.
Sekretaris Ditjen PBN juga mengharapkan Kakanwil Ditjen PBN Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam untuk mengkoordinir penanggung jawab/pengelola arsip KPPN Khusus Banda Aceh pasca penutupannya. Selain itu, Kakanwil Ditjen PBN Provinsi NAD mengingatkan agar KPPN Khusus Banda Aceh juga membuat neraca penutupan setelah pemeriksaan dan berita acara serah terima barang.
Kanwil Ditjen PBN Provinsi NAD
Pengamatan Sekretaris Ditjen PBN dan rombongan dilanjutkan ke Kanwil Ditjen PBN Provinsi NAD. Di sana, Kakanwil Ditjen PBN Provinsi NAD menyampaikan bahwa pihaknya telah berusaha menangani masalah listrik dan kecepatan jaringan internet sehingga pengiriman data dapat berjalan tepat waktu. Namun, Kakanwil Ditjen PBN Provinsi NAD mengakui bahwa Kanwil menghadapi kendala dalam penyiapan gudang arsip serta lay out Kanwil Layanan Unggulan (KLU) dengan konsep front office (FO) dan middle office (MO).
K.A Badarudin menyampaikan bahwa Dirjen Perbendaharaan mendorong setiap Kanwil agar menerapkan konsep KLU. Untuk itu, Setditjen Perbendaharaan siap mendukung Kanwil Ditjen PBN melalui SKPA.  Selain itu, Sekretaris Ditjen PBN memberi masukan tata letak FO, MO dan gudang arsip bagi Kanwil Ditjen PBN Provinsi Ditjen PBN NAD karena sebelumnya tidak terbersit membobol dinding non-pondasi.
Setelah pengamatan di Banda Aceh, Sekretaris Ditjen PBN, Kakanwil Ditjen PBN Provinsi NAD beserta rombongan segera meluncur ke Lhokseumawe.
KPPN Lhokseumawe
Rombongan Sekretaris Ditjen PBN tiba di Lhokseumawe sekitar pukul 20.00 WIB. Rombongan diterima oleh Kepala KPPN Lhokseumawe, Edy Prayitno dengan menunjukkan bangunan baru yang sedang dibangun untuk ditempati KPPN Lhokseumawe. Dalam suasana yang gelap di sekitar gedung baru tersebut, Sekretaris Ditjen PBN tampak serius berdiskusi dengan Kakanwil dan Kepala KPPN tentang tata ulang lay out KPPN Lhokseumawe agar disesuaikan dengan konsep kantor pelayanan modern yang telah dicanangkan Direktur Jenderal Perbendaharaan.
Selanjutnya, rombongan menuju kantor lama KPPN Lhokseumawe. &ldquoAssalamualaikum&rdquo, ujar Sekretaris Ditjen PBN untuk menyemangati para pegawai KPPN Lhokseumawe yang masih terjaga hingga malam hari. Keceriaan para pegawai tersebut cukup menghibur rombongan yang telah menempuh 6 jam perjalanan darat dari Banda Aceh.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Ditjen PBN kembali menyampaikan pentingnya pengamanan penerimaan SPM dan penyerahan SP2D serta penataan gudang arsip pada KPPN Lhokseumawe.
Rombongan Sekretaris Ditjen PBN bermalam di Lhokseumawe. Kemudian, rombongan berangkat ke Langsa pada Jumat. 2 Juli 2010 pukul 05.30.
KPPN Langsa
Di Langsa, rombongan Sekretaris Ditjen PBN tiba pukul 08.00 WIB. Kota Langsa merupakan persinggahan terakhir rombongan Sekretaris Ditjen PBN di Nanggroe Aceh Darussalam. Para pegawai KPPN Langsa yang beranggotakan 15 orang sangat antusias dan bangga atas perhatian Kantor Pusat yang diwakili rombongan Sekretaris DJPBN.
Pada kunjungan tersebut, Sekretaris Ditjen PBN sempat bertanya kepada perwakilan satker Pengadilan Negeri Langsa yang sedang melakukan rekonsiliasi tentang kualitas pelayanan KPPN. Perwakilan satker tersebut menjawab, &ldquoAlhamdulilah lancar dan sekarang pakai aplikasi dan simple persyaratannya, pak!&rdquo
Dalam forum tanya jawab dengan pegawai KPPN Langsa, Sekretaris Ditjen PBN menyampaikan salam dari Dirjen Perbendaharaan dan berterima kasih atas keberhasilan mempertahankan posisi sesuai survei kepuasan kerja. Sekretaris Ditjen PBN juga meneruskan pesan Dirjen Perbendaharaan yang mengharapkan KPPN agar harus berhati-hati walaupun ingin memberikan pelayanan yang fleksibel kepada satker.
Seusai briefing, rombongan melanjutkan perjalanan ke Medan, Sumatera Utara. Sebelum tiba, rombongan melaksanakan shalat Jumat di sekitar Pangkalan Brandan.
Kanwil Ditjen PBN Provinsi Sumut
Dalam kunjungan di Medan, rombongan Sekretaris Ditjen PBN meninjau area tanah rumah dinas Kanwil Ditjen PBN Provinsi Sumatera Utara yang diserobot oleh penghuni liar. Menurut Kakanwil Ditjen PBN Provinsi Sumatera Utara Achmad Fadillah, masalah tersebut telah dilaporkan dan diproses pihak berwajib.
Di depan seluruh pegawai Kanwil Ditjen PBN Provinsi Sumatera Utara,  Sekretaris Ditjen PBN menyampaikan pesan Dirjen Perbendaharaan bahwa Dirjen Perbendaharaan berterima kasih sehubungan dengan (1) kita berhasil tutup tahun anggaran dengan tepat waktu, (2) likuiditas kita mengalami surplus sehingga tidak masalah mengalami tahun anggaran baru, (3) dalam rangka tahun anggaran baru, kita berhasil terbitkan DIPA dan melaksanakan penyerahan DIPA oleh Presiden, sedangkan penyerahan DIPA oleh Kakanwil kepada Gubernur/Walikota/Bupati secara tepat waktu.
Selanjutnya, Sekretaris DJPBN dan rombongan mengamati fasilitas pada KPPN Medan I dan KPPN Medan II. Pada kesempatan tersebut, Kakanwil DJPBN Provinsi Sumut mengharapkan agar KPPN Medan I dibantu fasilitas standing AC.
Di akhir kunjungan yang penuh kenangan, Sekretaris Ditjen PBN bersalam-salaman dan berkenalan dengan para pegawai di lingkungan Kanwil Ditjen PBN Provinsi Sumut. Rombongan Sekretaris Ditjen PBN kembali ke Jakarta dengan pesawat pada hari Jumat, 2 Juli 2010 pukul 18.50 WIB.
Oleh: Jordan &ndash Gugus Tugas Pengelola Tindak Lanjut Aktivitas Dirjen Perbendaharaan










2. Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Barat
5. Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku
7. Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB
KPPN Cilacap dapat dicapai dalam waktu 1.5 jam dengan angkutan darat dari kota Purwokerto. Kantor yang terkesan darurat karena bertempat di gedung yang sedianya diperuntukkan untuk rumah dinas kepala kantor, terlihat tetap berusaha mengedepankan pelayanan prima untuk para stakeholder-nya. KPPN yang diresmikan pada tanggal 28 Mei 2004 tersebut telah merubah tampilan lay-out ruang pelayanannya tiga tahun belakangan layaknya KPPN Percontohan. Sebuah usaha yang patut dihargai mengingat keterbatasan ruangan yang dimiliki kantor ini.
Pada kesempatan ini, Dirjen Perbendaharaan juga menghimbau semua pegawai untuk tidak kembali ke masa lalu dengan mengulang praktek mempersulit satker. &ldquoWalaupun (unit-unit layanan DJPBN, red) Jawa Tengah telah terbukti menjaga komitmen reformasi birokrasi sehingga diindikasikan aman tanpa adanya keluhan dari satker yang dilayani sampai saat ini, tidak berarti menjadi alasan untuk tidak memeliharanya,&rdquo seru beliau.
Dari sekian banyak KPPN di seluruh Indonesia, mungkin KPPN Purworejo yang paling yang memberikan kesan mendalam kepada Herry Purnomo. Di kantor ini, hampir dua puluh tahun yang lalu, kali pertama beliau mendapatkan promosi pejabat eselon IV. Kesan tersendiri juga dirasakan oleh beberapa pegawai yang sempat merasakan satu kantor dengan beliau di saat itu. Beberapa foto kegiatan Herry Purnomo dikala menjadi Kepala Seksi Umum di Kantor Kas Negara Purworejo sempat ditampilkan di akhir acara pengarahan.
Dalam pengarahannya di kantor yang diperKuat oleh 48 orang pegawai ini, Herry Purnomo mengapresiasi semangat KPPN Purworejo dalam memberikan pelayanan prima kepada 69 satker yang ada. &ldquoTerakhir saya ke sini beberapa waktu yang lalu, bentuk kantor masih seperti yang dulu. Sekarang, lay-out front office sudah terlihat dengan tata ruang yang cukup luas dan nyaman untuk melayani petugas satker,&rdquo ujar beliau senang.
KPPN Wates yang selesai dibangun pada bulan September 2009 dan mulai ditempati pada bulan Januari 2010 ini terlihat megah di tengah lahan yang luas. Hery Purnomo, pada saat meninjau ruang layanan (front office) dan middle office sempat mengatakan bahwa secara umum, tampilan yang ada sudah patut diapresiasi, hanya saja masih perlu adanya beberapa perbaikan, diantaranya penyediaan toilet untuk petugas satker di ruang layanan dan pemasangan sketsel untuk menghindari aliran udara langsung dari pintu masuk dan pintu keluar di belakang kantor.
Setelah mengapresiasi gedung kantor baru yang dimiliki KPPN Wates, beliau meminta para pegawai untuk tetap semangat dalam memberikan pelayanan kepada para stakeholder-nya. &ldquoSaya sangat mendukung pengembangan SMS getaway yang sudah ada,&rdquo ujar beliau menyemangati. &ldquoSaya bahkan berharap tugas pelayanan yang klerikal ke depan dapat dikurangi dengan penggunaan e-service,&rdquo tambah beliau memberikan inspirasi.
Agar komitmen pihak Perbankan dapat diwujudkan hingga level ujug tombak pelayanan, Ditjen Perbendaharaan memberikan sosialisasi kontrak jasa pelayanan perbankan tersebut kepada Direktur Kepatuhan BO I dan Bank/Pos Persepsi serta Direksi Perbankan mitra kerja Ditjen Perbendaharaan, sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangannya. Hal tersebut dilakukan mengingat vitalitas perbankan dalam menunjang pengelolaan keuangan Negara. Bahkan, Belanja Negara menurut APBN-P 2010 yang akan disalurkan oleh Bank Operasional mencapai 1.126 Triliun. Seperti kita ketahui sejak tahun 1990-an, proses pencairan dana APBN tidak dilakukan lagi secara tunai oleh kantor-kantor vertikal Ditjen Perbendaharaan, melainkan telah dilimpahkan pada perbankan.
berada didalam gedung. Mereka berhamburan keluar menyelamatkan diri. Bahkan selanjutnya, mereka mengungsi di perbukitan karena beredar kabar gempa tersebut berpotensi tsunami. Beruntung tidak ada korban jiwa dari pihak keluarga besar KPPN Serui dalam kejadian ini. Kepala KPPN Serui, Didik Muryadi mengatakan, &ldquoKami patut bersyukur, keluarga besar KPPN Serui masih dilindungi oleh-Nya.&rdquo Ujar beliau saat dihubungi oleh perbendaharaan.go.id.
Kondisi KPPN Biak
Materi disampaikan oleh Chairman of IPSAS Board sekaligus pakar dari Swiss -Andreas Bergmann, pakar dari Afrika Selatan - Gert Van Linde, Ketua Komite Kerja KSAP, dan Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan - Ditjen Perbendaharaan. Narasumber menyampaikan international best practices dan pengalaman penerapan akuntansi berbasis akrual di Swiss dan Afrika Selatan, pemaparan penerapan standar yang existing, dan rencana penerapan SAP Berbasis Akrual di Indonesia.
Workshop ini akan diselenggarakan selama dua hari. Diikuti oleh peserta yang terdiri dari para praktisi dari Kementerian Keuangan, para praktisi dari kementerian negara/lembaga dan pemerintah daerah, auditor BPK, Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP), akademisi, dan observer.


