- Nasional
- Dilihat: 9540
Mutasi, Refleksi Dinamika Organisasi
Liputan Pelantikan/Pengukuhan Pejabat Eselon III dan IV
Jakarta, perbendaharaan.go.id &ndash Direktur Jenderal Perbendaharaan, Herry Purnomo melantik para pejabat Eselon III dan IV lingkup Kantor Pusat , serta lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jakarta, Selasa (6/7), di Gedung Prijadi Praptosuhardjo, Jakarta.
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 465/KM.1/UP.11/2010 tentang mutasi dan pengukuhan para pejabat dalam jabatan eselon III dilingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, serta Surat Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor: KEP 07/PB/UP.9/2010 tentang mutasi dan pengukuhan para pejabat eselon IV lingkup Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan.
Dalam Surat Keputusan  Menteri Keuangan tersebut, tercantum 282  nama pejabat Eselon III lingkup Ditjen Perbendaharaan, 124 diantaranya menduduki jabatan baru, bahkan 47 pegawai merupakan pejabat promosi. Sedangkan, 158 pejabat eselon III lainnya adalah pejabat yang dikukuhkan dalam jabatannya sebagai implementasi PMK 101/PMK.01/2008.
Implementasi PMK 101/PMK.01/2008 berdampak pula terhadap pengukuhan 1.119 pejabat eselon IV lingkup Ditjen Perbendaharaan. Mereka dikukuhkan dalam jabatannya tanpa ada pergerakan/ pergeseran daerah tugas (Tour of Area).
Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi latar belakang implementasi PMK 101/PMK.01/2008 yang telah ada cukup lama. Sehingga, PMK tersebut baru dapat terealisasi saat ini. Menyikapi hal tersebut, Herry Purnomo dalam arahannya dihadapan para pejabat yang dilantik mengatakan, &rdquo Melihat kondisi itu, kita perlu percepatan regenerasi.&rdquo ungkap beliau.
Masih terkait penerapan PMK 101/PMK.01/2008, perubahan nomenklatur terjadi pada intansi vertical Ditjen Perbendaharaan. Seksi Perbendaharaan pada KPPN, berubah nama menjadi Seksi Pencairan Dana. Kanwil Ditjen Perbendaharaan berubah nama, bila semula Kanwil Ibu Kota Propinsi, saat ini menjadi Kanwil Propinsi. Secara struktur organisasi Kanwil Ditjen Perbendaharaan mengalami perubahan juga. Bidang Pelaksanaan Anggaran (PA) yang semula dibagi menjadi dua bidang, saat ini dirampingkan menjadi satu bidang. Sedangkan, Bidang Pembinaan Perbendaharaan (PP) yang semula hanya satu bidang, saat ini ditambah menjadi dua bidang. Perubahan struktur organisai pada Kanwil merupakan wujud penyesuaian fungsi Ditjen Perbendaharaan yang akan lebih banyak memerankan fungsi pembinaan, atau dalam kata lain sering disebut fungsi &lsquoguru&rsquo.
Sementara itu, menyinggung masuknya sebelas pejabat eselon III yang baru di kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan, Herry Purnomo mengataka, &ldquoKita mulai mengisi posisi di Kantor Pusat dengan yang muda-muda, karena saya menginginkan Kantor Pusat itu bisa lebih dinamis.&rdquo  Bahkan dengan santai beliau melanjutkan, &ldquoMakanya yang saya masukin ke Direktorat PKN ini, kalau tidak bisa mempercepat penyelesaian pekerjaan, kita keluarin lagi aja.&rdquo Ujar beliau disambut senyum para pejabat yang ada pada saat itu.
Dinamisasi organisasi menjadi salah satu poin penting juga dalam arahan Dirjen Perbendaharaan. Penyesuaian peran dan fungsi seiring konsepsi reformasi keuangan negara, meniscayakan perubahan organisasi. Herry Purnomo mengatakan &ldquoDalam satu- dua tahun ini kita harus melakukan perombakan-perombakan.&rdquo Lebih lanjut beliau mencontohkan, &ldquoDi KPPN juga demikian, sebagai contoh bahwa nanti penerimaan itu akan dipusatkan, tidak lagi melalui KPPN penatausahaannya. Nah, ini harus kita siapkan.&rdquo Beliau mengingatkan.
Berkaitan dengan penyesuaian peran dan fungsi sebagai kebutuhan organisasi, instansi verticalDitjen Perbendaharaan  tidak akan kehilangan pekerjaan, melainkan akan mendapat tugas dan wewenang yang baru. Konsep revitalisasi KPPN saat ini sendiri tengah disusun. Begitu juga, penguatan fungsi Kanwil dalam memerankan fungsi pembinaan.  &ldquoJangan sampai teman-teman di KPPN nanti mengatakan, pekerjaan saya diambil lagi. Kita bisa menciptakan tugas-tugas baru.&rdquo Demikian beliau menjamin.
Usulan Ditjen Perbendaharaan untuk menambah satu unit eselon II baru, yakni Direktorat Kepatuhan Internal dan Peraturan Perbendaharaan sampai dengan saat ini belum mendapat persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Direktorat tersebut dirancang untuk menerima complain atas jaminan pelayanan.
Herry Purnomo juga menyampaikan tekad dari Menteri Keuangan yang baru, Agus Martowardjoyo, bahwa reformasi birokrasi tidak boleh berhenti. Agus Martowardjoyo mengiginkan bahwa remunerasi sesuai dengan produktifitas. Beliau tidak menginginkan ada pengangguran tidak kentara di Kementerian Keuangan.
Menutup arahannya, Herry Purnomo berharap pada pejabt yang baru dilantik agar memahami tugas baru dengan cepat (Fast Learning dan continues learning), mengembangkan kemampuan leadership, mampu dalam mengelola dan mengembangkan SDM, menciptakan teamwork  yang solid, dan mematuhi Kode Etik dan disiplin Pegawai.
Oleh : Novri H.S Tanjung dan Tino A. Prabowo &ndash Media Center Ditjen Perbendaharaan











Pengamatan Sekretaris Ditjen PBN dan rombongan dilanjutkan ke Kanwil Ditjen PBN Provinsi NAD. Di sana, Kakanwil Ditjen PBN Provinsi NAD menyampaikan bahwa pihaknya telah berusaha menangani masalah listrik dan kecepatan jaringan internet sehingga pengiriman data dapat berjalan tepat waktu. Namun, Kakanwil Ditjen PBN Provinsi NAD mengakui bahwa Kanwil menghadapi kendala dalam penyiapan gudang arsip serta lay out Kanwil Layanan Unggulan (KLU) dengan konsep front office (FO) dan middle office (MO).
Rombongan Sekretaris Ditjen PBN tiba di Lhokseumawe sekitar pukul 20.00 WIB. Rombongan diterima oleh Kepala KPPN Lhokseumawe, Edy Prayitno dengan menunjukkan bangunan baru yang sedang dibangun untuk ditempati KPPN Lhokseumawe. Dalam suasana yang gelap di sekitar gedung baru tersebut, Sekretaris Ditjen PBN tampak serius berdiskusi dengan Kakanwil dan Kepala KPPN tentang tata ulang lay out KPPN Lhokseumawe agar disesuaikan dengan konsep kantor pelayanan modern yang telah dicanangkan Direktur Jenderal Perbendaharaan.
Di depan seluruh pegawai Kanwil Ditjen PBN Provinsi Sumatera Utara,  Sekretaris Ditjen PBN menyampaikan pesan Dirjen Perbendaharaan bahwa Dirjen Perbendaharaan berterima kasih sehubungan dengan (1) kita berhasil tutup tahun anggaran dengan tepat waktu, (2) likuiditas kita mengalami surplus sehingga tidak masalah mengalami tahun anggaran baru, (3) dalam rangka tahun anggaran baru, kita berhasil terbitkan DIPA dan melaksanakan penyerahan DIPA oleh Presiden, sedangkan penyerahan DIPA oleh Kakanwil kepada Gubernur/Walikota/Bupati secara tepat waktu.
2. Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Barat
5. Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku
7. Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB
KPPN Cilacap dapat dicapai dalam waktu 1.5 jam dengan angkutan darat dari kota Purwokerto. Kantor yang terkesan darurat karena bertempat di gedung yang sedianya diperuntukkan untuk rumah dinas kepala kantor, terlihat tetap berusaha mengedepankan pelayanan prima untuk para stakeholder-nya. KPPN yang diresmikan pada tanggal 28 Mei 2004 tersebut telah merubah tampilan lay-out ruang pelayanannya tiga tahun belakangan layaknya KPPN Percontohan. Sebuah usaha yang patut dihargai mengingat keterbatasan ruangan yang dimiliki kantor ini.
Pada kesempatan ini, Dirjen Perbendaharaan juga menghimbau semua pegawai untuk tidak kembali ke masa lalu dengan mengulang praktek mempersulit satker. &ldquoWalaupun (unit-unit layanan DJPBN, red) Jawa Tengah telah terbukti menjaga komitmen reformasi birokrasi sehingga diindikasikan aman tanpa adanya keluhan dari satker yang dilayani sampai saat ini, tidak berarti menjadi alasan untuk tidak memeliharanya,&rdquo seru beliau.
Dari sekian banyak KPPN di seluruh Indonesia, mungkin KPPN Purworejo yang paling yang memberikan kesan mendalam kepada Herry Purnomo. Di kantor ini, hampir dua puluh tahun yang lalu, kali pertama beliau mendapatkan promosi pejabat eselon IV. Kesan tersendiri juga dirasakan oleh beberapa pegawai yang sempat merasakan satu kantor dengan beliau di saat itu. Beberapa foto kegiatan Herry Purnomo dikala menjadi Kepala Seksi Umum di Kantor Kas Negara Purworejo sempat ditampilkan di akhir acara pengarahan.
Dalam pengarahannya di kantor yang diperKuat oleh 48 orang pegawai ini, Herry Purnomo mengapresiasi semangat KPPN Purworejo dalam memberikan pelayanan prima kepada 69 satker yang ada. &ldquoTerakhir saya ke sini beberapa waktu yang lalu, bentuk kantor masih seperti yang dulu. Sekarang, lay-out front office sudah terlihat dengan tata ruang yang cukup luas dan nyaman untuk melayani petugas satker,&rdquo ujar beliau senang.
KPPN Wates yang selesai dibangun pada bulan September 2009 dan mulai ditempati pada bulan Januari 2010 ini terlihat megah di tengah lahan yang luas. Hery Purnomo, pada saat meninjau ruang layanan (front office) dan middle office sempat mengatakan bahwa secara umum, tampilan yang ada sudah patut diapresiasi, hanya saja masih perlu adanya beberapa perbaikan, diantaranya penyediaan toilet untuk petugas satker di ruang layanan dan pemasangan sketsel untuk menghindari aliran udara langsung dari pintu masuk dan pintu keluar di belakang kantor.
Setelah mengapresiasi gedung kantor baru yang dimiliki KPPN Wates, beliau meminta para pegawai untuk tetap semangat dalam memberikan pelayanan kepada para stakeholder-nya. &ldquoSaya sangat mendukung pengembangan SMS getaway yang sudah ada,&rdquo ujar beliau menyemangati. &ldquoSaya bahkan berharap tugas pelayanan yang klerikal ke depan dapat dikurangi dengan penggunaan e-service,&rdquo tambah beliau memberikan inspirasi.
Agar komitmen pihak Perbankan dapat diwujudkan hingga level ujug tombak pelayanan, Ditjen Perbendaharaan memberikan sosialisasi kontrak jasa pelayanan perbankan tersebut kepada Direktur Kepatuhan BO I dan Bank/Pos Persepsi serta Direksi Perbankan mitra kerja Ditjen Perbendaharaan, sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangannya. Hal tersebut dilakukan mengingat vitalitas perbankan dalam menunjang pengelolaan keuangan Negara. Bahkan, Belanja Negara menurut APBN-P 2010 yang akan disalurkan oleh Bank Operasional mencapai 1.126 Triliun. Seperti kita ketahui sejak tahun 1990-an, proses pencairan dana APBN tidak dilakukan lagi secara tunai oleh kantor-kantor vertikal Ditjen Perbendaharaan, melainkan telah dilimpahkan pada perbankan.
berada didalam gedung. Mereka berhamburan keluar menyelamatkan diri. Bahkan selanjutnya, mereka mengungsi di perbukitan karena beredar kabar gempa tersebut berpotensi tsunami. Beruntung tidak ada korban jiwa dari pihak keluarga besar KPPN Serui dalam kejadian ini. Kepala KPPN Serui, Didik Muryadi mengatakan, &ldquoKami patut bersyukur, keluarga besar KPPN Serui masih dilindungi oleh-Nya.&rdquo Ujar beliau saat dihubungi oleh perbendaharaan.go.id.
Kondisi KPPN Biak
Materi disampaikan oleh Chairman of IPSAS Board sekaligus pakar dari Swiss -Andreas Bergmann, pakar dari Afrika Selatan - Gert Van Linde, Ketua Komite Kerja KSAP, dan Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan - Ditjen Perbendaharaan. Narasumber menyampaikan international best practices dan pengalaman penerapan akuntansi berbasis akrual di Swiss dan Afrika Selatan, pemaparan penerapan standar yang existing, dan rencana penerapan SAP Berbasis Akrual di Indonesia.
Workshop ini akan diselenggarakan selama dua hari. Diikuti oleh peserta yang terdiri dari para praktisi dari Kementerian Keuangan, para praktisi dari kementerian negara/lembaga dan pemerintah daerah, auditor BPK, Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP), akademisi, dan observer.

