- Nasional
- Dilihat: 9121
KPPN Blitar, Kampiun Pada Lomba Website Djpbn
Liputan Lomba dan Bimtek Pengelolaan Website
Jakarta, perbendaharaan.go.id &ndash KPPN Blitar boleh berbangga tahun ini. Dalam kompetisi website kantor di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, kantor tersebut berhasil menggondol penghargaan paling bergengsi. Peringkat pertama! Alias juara.
Era keterbukaan informasi publik menuntut semua instansi pemerintah membuka pintu informasi mereka seluas-luasnya. Menjawab tuntutan tersebut, kantor-kantor di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan telah memiliki portal informasi berbentuk website yang dapat diakses oleh publik. Namun, apabila diperhatikan lebih seksama lagi, tampilan website masing-masing kantor masih memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas dan standar pembuatan website, Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyelenggarakan lomba website sekaligus bimbingan teknis pengembangan website.
&rdquoKegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan media informasi menggunakan internet,&rdquo kata Muslih, Kasubbag Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan, Bagian Pengembangan Pegawai, Sekretariat Ditjen Perbendaharaan saat melaporkan kegiatan lomba website, Senin, 23/8 lalu di Jakarta. &rdquoDi samping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menstandarisasikan website Kanwil dan KPPN,&rdquo lanjutnya lagi.
Lomba website ini diikuti oleh 64 peserta dari seluruh Indonesia. Para pengelolanya diundang ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk mengikuti bimbingan teknis pengelolaan website.
&rdquoSaya berharap, dengan adanya kegiatan ini, website kantor-kantor (KPPN dan
Kanwil &ndash red) di daerah bisa lebih meningkat lagi kualitas pengelolaan maupun kuantitas beritanya,&rdquo kata Sahat M.T. Panggabean, Kepala Bagian Pengembangan Pegawai saat memberikan sambutan dalam pembukaan bimtek. &rdquoJangan sampai meng-update beritanya itu satu tahun sekali,&rdquo lanjutnya.  
Penilai sekaligus pemateri dalam lomba dan bimtek pengembangan website ini adalah provider dari Brainmatics IT Training & Consulting, Jakarta. Penilaian berdasarkan parameter atau atribut pengukuran yang sudah ditentukan dan tersusun secara hirarkis. Terdapat empat komponen yang dinilai dari website yang mengikuti lomba tersebut. Keempat komponen itu adalah pertama, konten dengan bobot 40% dengan kriteria quantity, quality, language dan richmedia. Kedua, desain (20%), kriteria usability, navigation, composition, typography dan color. Ketiga, teknologi (20%), criteria content management system, features, compatibility, security dan accessibility. Keempat, komunitas (20%) dengan criteria collaboration, syndicationand, aggregation, community-generated content, social network dan traffic.
&ldquoKuantitas itu adalah banyaknya konten yang ada pada website, sedang quality adalah kualitas konten baik dari sisi tulisan maupun multimedia lainnya,&rdquo kata Romi Satria Wahono, Ketua Dewan Juri Kompetisi Website, dari Brainmatics Jakarta. &ldquoLanguage adalah pemilihan bahasa, sedang richmedia adalah kombinasi konten baik berupa teks, gambar, video atau suara yang memungkinkan pengunjung bisa langsung berinteraksi,&rdquo lanjut Romi saat memaparkan hasil penilaiannya.
Dalam ulasannya terhadap website KPPN Blitar yang memenangkan kompetisi ini, Romi mengatakan bahwa website KPPN Blitar memiliki desain yang interaktif. &ldquoDari segi konten, website KPPN Blitar kaya akan berita, dinamis dan penempatannya disajikan dengan prioritas yang sangat baik,&rdquo kata Romi Satria Wahono. &ldquoKonten yang ditawarkan pada halaman pertama sangat kaya namun tidak menghilangkan aspek user friendly pada navigasi,&rdquo sambungnya.
Di samping KPPN Blitar yang keluar sebagai kampiun, dalam lomba website ini memunculkan nama KPPN Tanjung Redeb sebagai juara kedua dan KPPN Atambua sebagai juara ketiga.
Bimbingan teknis pengelolaan website yang dilaksanakan di Treasury Learning Center (TLC) ini akan berlangsung selama tiga hari. Melalui bimbingan langsung dari provider yang sudah berpengalaman, diharapkan setelah mengikuti bimbingan teknis ini, semua website KPPN dan Kanwil dapat berkembang dengan baik. Secara rutin berita ter-update, sehingga masyarakat dapat mengikuti perkembangan yang terjadi di kantor-kantor di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, sebagai sarana mengawal reformasi birokrasi yang sedang berjalan.
Untuk hasil penilaian lomba website KPPN dan Kanwil silahkan unduh disini
Oleh    : Bambang Kismanto dan Sugeng Wistriono &ndash Media Center Perbendaharaan









Pemilihan &lsquoguru&rsquo dari Korea Selatan ini disebabkan adanya kemiripan antara sistem yang diterapkan di Indonesia dengan sistem di negeri ginseng tersebut. Sebagaimana diketahui, Kementerian Keuangan tengah mengembangkan sistem pengelolaan keuangan terpadu yang disebut dengan SPAN.
Acara workshop tersebut diikuti oleh Sekjen Kementerian Keuangan, Dirjen Anggaran, Staf Ahli Kemenkeu Bidang Penerimaan Negara, Staf Khusus Menkeu Bidang TI, Pejabat eselon II dan III DJPBN, Ketua PSSU-GFMRAP, Konsultan GFMRAP, Task Team Word Bank serta Tim SPAN Consultant. Hadir sebagai nara sumber acara workshop adalah delegasi dari Kementerian Strategi dan Keuangan Republik Korea yang dipimpin oleh Kwangho Kwon.
Sebuah organisasi pasti menginginkan ciri khusus yang dapat membedakan dengan organisasi lain. Begitu juga dengan DJPBN yang menginginkan seluruh pegawainya, termasuk pimpinannya, memiliki ciri khas sekaligus karakteristik yang berbeda dengan organisasi lainnya. &rdquoBudaya organisasi adalah ciri khas sekaligus karakteristik yang dijiwai dan ditampilkan oleh seluruh anggota organisasi, termasuk pimpinannya,&rdquo lanjut K. A. Badaruddin saat memberikan pengarahan kepada para peserta tadi pagi. &rdquoIdentitas organisasi yang bernilai keunggulan,&rdquo tambahnya lagi.
Workshop tersebut rencananya akan dilaksanakan dari tanggal 9-11 Agustus 2010 di Hotel Mirah, Bogor. Para peserta yang akan dipandu oleh Bayu Setiadji dari GML Performance Consultant, akan membahas dan memberikan masukan mengenai nilai budaya, definisi dan indikator perilaku yang sudah dihasilkan tim penyusun berdasarkan rangkaian kegiatan pembentukan budaya organisasi selama ini. Agenda lainnya adalah menentukan rencana strategi internalisasi budaya organisasi di tubuh DJPBN.
Selain itu, KPPN Mobile dapat memberikan pembinaan kepada stakeholders yang memerlukan bimbingan dalam rangka pelaksanaan anggaran.
Bila seluruh komponen telah cukup dianggap laik, maka KPPN Mobile akan dibentuk pada KPPN yang dianggap memerlukan layanan tersebut. Kriteria yang menjadi pertimbangan pembentukan layanan KPPN Mobile memperhatikan letak dan kondisi geografis wilayah kerja, fasilitas moda transportasi umum, jumlah stakeholders yang dilayani, volume pengajuan SPM setiap hari, serta efisiensi dan efektivitas.
&ldquoI hope this meeting will bring a mutual benefit to all ASEAN member countries, so gaps in governmental accounting Standards will start to narrow, and consequently, financial reports of all ASEAN member countries become more transparent and accountable to their people,&rdquo ungkap Herry Purnomo dalam opening speech-nya.
Momentum kali ini bertujuan membentuk suatu forum antara Negara-negara anggota ASEAN untuk mendiskusikan kepentingan bersama dari setiap negara dalam hal standar akuntansi pemerintahan. Selain itu, melalui forum ini Negara anggota ASEAN dapat bertukar pengalaman, saling bekerja sama dalam pengembangan dan penerapan standar akuntansi pemerintahan. Negara anggota ASEAN juga akan berusaha untuk terwakili dan mempunyai bargaining power yang Kuat dalam organisasi atau badan pemerintahan/sektor publik internasional untuk mengakomodasi kepentingan negara-negara anggota ASEAN.
Pembicara dalam pertemuan ini adalah Chairman of Australian Accounting Standard Board, Kevin Stevensson Head of Finance and Budget of ASEAN Secretariat General, Remedios J. Pascual International Public Sector Accounting Standard Board Chair, Andreas Bergmann anggota Komite Kerja KSAP, Hekinus Manao Sekretaris Komite Kerja KSAP, Sonny Loho dan perwakilan dari semua negara ASEAN yang akan mempresentasikan pengalaman dan kondisi akuntansi pemerintahannya di negaranya masing-masing.
Pedoman pokok yang akan dilaksanakan Kanwil meliputi beberapa aspek. Diantaranya, menguji dan membandingkan pelaksanaan pekerjaan dengan peraturan perundangan, aplikasi serta SOP berkenaan. Kemudian, memberikan konsultasi, asistensi dan solusi terhadap permasalahan yang terjadi di KPPN. Dalam hal ini, Herry Purnomo mengingatkan kepada para Kanwil untuk tidak sekedar mencari kesalahan, &ldquoPedoman pembinaan tentunya memberikan konsultasi, asistensi dan solusi terhadap permasalahan yang terjadi di KPPN. Jadi, bukan mencari-cari kesalahan.&rdquo ujarnya. .
Guna proses percepatan penyerapan anggaran, Direktorat Pelaksanaan Anggaran meluncurkan aplikasi monev (monitoring dan evaluasi) penyerapan APBN. Aplikasi dalam bentuk web intranet tersebut, memfasilitasi Kanwil Ditjen Perbendaharaan dalam melakukan monitoring dan evaluasi penyerapan anggaran pada satuan kerja wilayah masing-masing. Satuan Kerja yang realisasinya rendah yaitu Satuan Kerja yang realisasi Belanja Barang dan Belanja Modalnya dibawah realisasi rata-rata secara nasional. Berdasarkan kriteria, terdapat 10.309 Satker dengan angka realisasi rendah, yang merupkan objek monev, atau 55.95 % dari total jumlah satker seluruh Indonesia. 

