Liputan serah terima jabatan Menteri Keuangan
Jakarta, perbendaharaan.go.id &ndash Tuntas sudah masa perjuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan RI seiring serah terima jabatan yang dilakukannya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 20 Mei 2010. Namun dia menyadari bahwa sesungguhnya reformasi birokrasi yang dilakukannya belum selesai. Dalam pidatonya Sri Mulyani menjelaskan tentang keinginan para pegawainya untuk tetap melanjutkan reformasi. &ldquoBanyak sekali teman-teman di Kementerian Keuangan yang ingin berbuat baik, sedang berbuat baik dan ingin terus melakukannya,&rdquo  kata Sri Mulyani Indrawati saat menyampaikan pidato serah terima jabatan Menteri Keuangan kemarin.
Tidak sampai lima tahun, wanita yang sebentar lagi menduduki jabatan Direktur Operasional Bank Dunia ini memimpin Kementerian Keuangan, namun sudah banyak yang beliau lakukan untuk memperbaiki kementerian yang dipimpinnya itu. &ldquoSelama hampir lima tahun saya memimpin Kementerian Keuangan, banyak hal yang dialami,&rdquo ungkapnya. &ldquoDi dalam pengelolaan ekonomi, Indonesia diakui mengalami banyak kemajuan, baik itu ekonomi makro maupun dari sektor riil. Baik dari indikator-indikator yang mudah dilihat maupun yang relative susah dilihat, seperti masalah confident dan persepsi,&rdquo lanjut Sri Mulyani. &ldquoDan diakui, penyumbang terbesar dari kemajuan itu adalah dari Kementerian Keuangan,&rdquo tambahnya lagi.
Dalam kebijakan fiskal di masa kepemimpinannya, Sri Mulyani menjelaskan tentang keberhasilannya meski masih ada hal-hal yang belum dicapai. &ldquoAda hal-hal yang baik yang perlu dipertahankan, namun harus ditingkatkan karena masih ada hal-hal yang belum dicapai,&rdquo jelas istri Tony Sumartono ini. &ldquoKementerian Keuangan telah memiliki perangkat-perangkat yang cukup baik, namun masih bisa diperbaiki lagi dalam mendukung kebijakan-kebijakan sektor riil,&rdquo tambahnya.
Dalam pidato pengantar sertijab yang lebih merupakan pesan-pesannya kepada Menteri Keuangan yang baru itu, Sri Mulyani memaparkan proses reformasi yang telah dilakukan di Kementerian Keuangan. &ldquoDi Direktorat Jenderal Pajak, kita telah melakukan reformasi jilid II dengan memperbaiki system data base, dengan melakukan intesifikasi dan ekstensifikasi dengan menggunakan based marking profiling, dan sisi governence tata kelola untuk mengurangi penyelewengan maupun tindakan-tindakan yang tidak baik dari fiskus maupun wajib pajak ,&rdquo paparnya.
Di bidang perbendaharaan, Sri Mulyani secara khusus memberikan penekanan bahwa sudah banyak reformasi yang dilakukan di Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Dia sangat optimis bahwa akan ada percepatan treasury function, mengingat menteri yang baru seorang perbankan. &ldquoSudah banyak reformasi yang dilakukan di Ditjen Perbendaharaan, memberikan pelayanan yang sangat baik mulai dari penggunaan anggaran, pengelolaannya dan juga reportingnya,&rdquo tegas Sri Mulyani.  &ldquoDi bidang perbendaharaan, saya merasa sangat optimis, karena Pak Agus (Agus Martowardoyo-red) dengan latar belakang seorang bankers, akan dapat mempercepat treasury function,&rdquo lanjut beliau.
Di samping berpesan melalui pemaparan pengalamannya selama memimpin Kementerian Keuangan, Sri Mulyani juga menyinggung tujuh tugas yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudoyono kepada Menteri Keuangan, Agus Martowardojo.
Sebelumnya, seperti yang dilansir pada detikfinance.com saat melantik duet Agus Martowardojo dan Anny Ratnawati sebagai Menteri dan Wakil menteri Keuangan, Presiden SBY menyampaikan tujuh tugas yang harus dilaksanakan. Ketujuh tugas itu adalah:
1. Menyusun kebijakan fiskal yang prudent dan tepat.
&rdquoAPBN kita sekarang nilainya lebih dari Rp 1.000 triliun, susun APBN yang tepat dalam arti bisa mengalokasikan anggaran untuk pemerintah secara umum. Lalu untuk pembangunan, jaring pengaman sosial, subsidi, dan terutama kewajiban utang. Kita ingin untuk memperkecil beban utang luar negeri kita," urai Presiden.
2. Meningkatkan pendapatan dalam negeri baik dari pajak atau non pajak dengan cara mengeluarkan kebijakan dan instrumen yang tepat dan pengawasan yang efektif agar di masa depan penerimaan negara makin besar.
3. Meneruskan reformasi perpajakan, meningkatkan kinerja lembaga pajak, meningkatkan perolehan subsektor perpajakan dan mencegah penyimpangan yang bisa terjadi.
4. Meneruskan reformasi bea cukai agar penerimaan dan iklim bisnis berlangsung baik.
5. Mengembangkan kebijakan desentralisasi fiskal yang lebih luas.
"Kita harus mengalirkan anggaran yang lebih besar ke daerah sesuai otonomi daerah dan sistem yang desentralistik dengan catatan bangun kapasitas daerah untuk bisa menggunkan anggaran yang besar itu disertai pengawasan dan pembimbingan yang tepat," jelas SBY.
6. Meningkatkan kualitas pertanggungjawaban keuangan negara, tidak hanya di pusat tapi juga diseluruh daerah.
"Setiap rupiah uang negara harus dipertanggungjawabkan, lakukan sinergi yang baik dengan BPK dan BPKP," imbuh presiden.
7. Dalam rangka kerjasama global, terus memainkan peranan yang aktif sebagaimana dilakukan Indonesia, dan menteri keuangan sebelumnya baik di forum G20, APEC, ASEAN, kerjasama dengan Bank Dunia, ADB, dan IDB.
"Tugas yang tidak ringan dan sangat penting tapi saya yakin dengan tanggung jawab, semangat semua itu bisa dilaksanakan dengan baik. Kalau ada masalah, laporkan kepada Presidan dan atau Wapres untuk bersama-sama kita carikan jalan keluarnya," pesan Presiden.
Di tengah pidatonya, Sri Mulyani tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan suami dan anak-anaknya. "Semua yang saya lakukan untuk Indonesia tidak bisa saya lakukan tanpa dukungan dari Tony Sumartono," ujarnya dengan nada yang mulai bergetar. "Anak-anak yang menjadi pusat keKuatan dalam menjalankan semua tugas-tugas. Untuk itu saya ingin menyampaikan terima kasih," tuturnya sesegukkan.
Siap Melanjutkan Reformasi Birokrasi
Sementara itu dalam sambutannya saat menerima jabatan dari Sri Mulyani, Agus Martowardojo menyatakan kekagumannya dengan kinerja di jajaran kementerian Keuangan dan siap untuk melanjutkan reformasi birokrasi yang sudah berjalan. &rdquoKami sangat kagum dengan prestasi Departemen Keuangan saat ini,&rdquo kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo. &rdquoKita, di Kementerian Keuangan akan meneruskan etos kerja yang sudah ada, dan juga martabat kebanggaan kita sebagai korps pegawai negeri sipil&rdquo lanjutnya. &rdquoMeski kita paham, remunerasi di Kementerian Keuangan belumlah mencerminkan demikian, namun marilah kita bangun komitmen, bangun niat untuk bekerja bersama, kita jalankan Kementerian Keuangan ini dengan sebaik-baiknya agar kita dapat menciptakan karya untuk Indonesia,&rdquo tegasnya lagi.
Secara khusus, Menteri Keuangan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sri Mulyani Indrawati yang telah membangun landasan sistem yang Kuat di Kementerian Keuangan. &rdquoIbu Sri Mulyani Indrawati, terima kasih untuk semua landasan yang telah Ibu susun di lingkungan Kementerian Keuangan,&rdquo ucapnya. &rdquoKita akan teruskan apa yang telah dilakukan oleh Ibu Sri Mulyani Indrawati,&rdquo tambahnya menutup pidato penerimaan jabatan Menteri Keuangan dari Sri Mulyani.
Oleh: Bambang Kismanto dan Tino A. P &ndash Media Center Perbendaharaan










Anny, Wakil Menteri Keuangan Pertama RI
Tetapi sayang, di kala sang pemuda hampir saja mampu bangkit dari keterpurukannya. Mulai menemui jati dirinya kembali, sang bunda harus pergi meninggalkanya. Dia tidak rela bundanya pergi. Dia takut ditinggalkan bundanya yang telah memberikan contoh perilaku terpuji. Mengajarkan ketegaran dalam setiap cobaan dan hujatan.
Mengenai reformasi yang berjalan di lingkungan Ditjen Perbendaharaan, Menteri Keuangan memberikan apresiasinya. &rdquoDitjen Perbendaharaan mengalami evolusi, menemukan jati dirinya,&rdquo kata Sri Mulyani. &ldquoCerita yang baik ini adalah dari Anda, jaga agar tetap baik,&rdquo pesannya lagi.
Ketika diwawancara oleh perbendaharaan.go.id untuk menanggapi formasi baru di jajaran pejabat eselon II-nya, Direktur Jenderal Perbendaharaan, Herry Purnomo  mengharapkan kualitas pekerjaan yang akan dihasilkan oleh mereka setelah pelantikan ini akan menjadi lebih baik. Di Kantor Pusat, menurut beliau, hal ini dapat dicapai melalui percepatan-percepatan dan terobosan konsepsi  dalam rangka perubahan sistem sehingga proses reformasi di Kantor Pusat dapat bergulir lebih dinamis.
Pencapaian keberhasilan beliau dalam menjadi yang terbaik di Asia, menurut Emerging Markets ada tiga alasan yang melatarbelakanginya. Pertama, pencapaian beliau dalam mendorong kinerja ekonomi Indonesia hingga mencapai di atas 6% tahun ini meskipun terdapat tekanan inflasi. Kedua, keberhasilannya dalam melakukan reorganisasi di lingkungan Kementerian Keuangan dan meletakkan dasar bagi reformasi birokrasi yang terfokus dan terkendali. Ketiga, sebagai figur utama dalam merealisasikan reputasi Indonesia sebagai outstanding borrower of the year untuk kawasan Asia.
Peresmian Kanwil Ditjen Perbendaharaan dengan layanan unggulan dilakukan secara serentak di 20 Ibu Kota Propinsi, tiga di antaranya disiarkan secara langsung di Medan, Makassar dan Denpasar. &rdquoHari ini secara serentak dilakukan peresmian Layanan unggulan Kanwil pada 20 Kanwil Ditjen Perbendaharaan, 3 diantaranya yaitu Kanwil Medan, Denpasar dan Makassar dilakukan secara live dengan acara peresmian yang saat ini berlangsung di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jakarta,&rdquo jelas orang nomor satu di Direktorat Jenderall Perbendaharaan ini.
Sementara itu, dari Denpasar, Novri HS Tanjung, Reporter Media Center melaporkan bahwa puncak acara Grand Launching layanan unggulan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali berjalan dengan meriah. Perhelatan inii ditandai dengan pengguntingan pita oleh Asisten III Administrasi Umum, Kantor Gubernur Bali, I Gusti Made Sujana, pada pukul 12.15 WITA.
Menurut laporan Reporter Media Center, Tino A. Prabowo yang meliput pelaksanaan Peresmian Layanan Unggulan pada Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulawesi Selatan, acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang. &ldquoSaya menyambut baik upaya Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Propinsi Sulawesi Selatan yang terus menerus melakukan perbaikan dalam melayani seluruh mitra kerja selaku pemangku kepentingan khususnya dibidang perbendaharaan,&rdquo kata Agus Arifin Nu&rsquomang dalam sambutannya di Makassar tadi pagi.
Sementara dari Medan, Sumatera Utara, Reporter Media Center, Firman I. Santoso, dilaporkan bahwa Layanan Unggulan Kanwil II Ditjen Perbendaharaan Propinsi Sumatera Utara diluncurkan bersamaan pagi ini. Acara dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil, Achmad Fadillah. Setelah menyimak sambutan Menteri Keuangan di Jakarta secara live melalui layar lebar, Achmad Fadillah, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Medan menyampaikan sambutannya.
Pada lokakarya kali ini pembahasan difokuskan pada akrualisasi pendapatan perpajakan karena merupakan komponen penyumbang pendapatan terbesar (kurang lebih 70%) untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang telah dialokasikan dalam APBN. Mekanisme pengelolaan, pencatatan dan akrualisasi pendapatan pajak akan sangat berpengaruh terhadap kualitas LK berbasis akrual nantinya. Untuk itu pemerintah Indonesia mempelajari pengalaman dari Negara yang telah terlebih dahulu menerapkan akrualisasi pendapatan perpajakannya seperti Australia. Namun demikian kebaikan dan kelemahan dalam penerapan Akuntansi Berbasis Akrual khususnya untuk pendapatan perpajakan harus benar-benar dikaji dan disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.
Herry Purnomo menambahkan, &ldquoJangka waktu 5 tahun untuk penerapan Akuntansi Berbasis Akrual bukanlah waktu yang lama. Perlu segera identifikasi detil rencana langkah-langkah implementasi Akuntansi berbasis Akrual di Indonesia. Oleh karena itu Kementerian Keuangan telah menyusun tahap-tahap tersebut.&rdquo
Materi yang  disajikan dan didiskusikan dalam Lokakarya ini merupakan suatu bentuk studi banding kondisi di masing-masing Negara, yaitu Australia dan Indonesia. Materi tersebut meliputi Financial Framework, Financial Reporting Framework, Struktur Pelaporan Keuangan, dan Penyusunan Kebijakan Akuntansi Akrual.
Dalam sambutannya, GPF Finance Team Leader dari Australia menyampaikan bahwa desain kerangka kerja dan pembuatan kebijakan, sangatlah penting untuk mendukung implementasi dari akuntansi berbasis akrual. Selanjutnya, implementasi dari akuntansi berbasis akrual itu sendiri berdampak pada manajemen keuangan pemerintah, dalam hal kepastian manajemen pemerintah yang baik dan untuk membantu perhitungan APBN.

