- Nasional
- Dilihat: 4317
Langkah Awal Di Tahun Anggaran Baru
Liputan Penyerahan DIPA TA. 2010 Lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali
Denpasar, perbendaharaan.go.id, "Semoga keberhasilan percepatan penyelesaian dan penyerahan DIPA TA 2010 ini merupakan awal yang baik bagi pelaksanaan APBN 2010." Demikian petikan sambutan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Ibu Ni Luh Putu Kumalawati, mengawali rangkaian acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di Wiswa Sabha Kantor Gubernur Provinsi Bali, Kamis (7/1). Acara tersebut dihadiri oleh para Bupati, Setda, Muspida, serta Kepala Satuan Kerja lingkup Provinsi Bali.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Provinsi Bali, I Made Mangku Pastika, menyerahkan DIPA tahun anggaran 2010 secara simbolis kepada 10 Satuan Kerja, sebagai tanda dimulainya pelaksanaan APBN 2010 di daerah Bali. Penyerahan DIPA di awal tahun dimaksudkan untuk menjamin bahwa proses pencairan dana atas DIPA Tahun Anggaran 2010 Satuan Kerja di daerah dapat dimulai pada awal tahun anggaran.
Satuan Kerja yang secara simbolis menerima DIPA dari Gubernur Bali diantaranya: POLDA Bali, Pangdam IX Udayana, Universitas Udayana, BPS, Kejaksaan Tinggi Bali, Pengadilan Tinggi Bali, RSU Sanglah, Sekolah Tinggi Pariwisata, LANAL BENOA, dan Kanwil Agama Provinsi Bali.
DIPA yang diserahkan berjumlah 396 (tiga ratus Sembilan puluh enam) buah, dengan jumlah pagu Rp. 4.899.120.894.000,- (empat triliun delapan ratus sembilan puluh sembilan milyar seratus dua puluh juta delapan ratus sembilan puluh empat ribu rupiah) meliputi :
- DIPA Kantor Pusat yang berlokasi di daerah dan Instansi vertikal kementerian/Lembaga di Daerah, berjumlah 255 DIPA dengan nilai Rp. 4.246.825.552.000,-
- DIPA Tugas Pembantuan untuk SKPD di Propinsi/Kabupaten/Kota jumlah 64 DIPA dengan nilai Rp. 72.237.895.000,- DIPA Dekonsentrasi untuk SKPD Propinsi berjumlah 64 DIPA dengan nilai Rp. 501.929.437.000,-
- DIPA Urusan Bersama untuk SKPD Kabupaten/Kota jumlah 13 DIPA dengan nilai Rp. 78.128.010.000,-
Penyerahan DIPA diseluruh Provinsi di Indonesia merupakan sebuah rangkaian kegiatan pelaksanaan APBN. Sebelumnya, Presiden menyerahkan DIPA kepada para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah sebagai kuasa anggaran, dan 33 gubernur sebagai pengelola keuangan daerah serta kepada Menkeu selaku bendahara umum negara di Istana Negara beberapa waktu lalu.
Dalam sambutannya, Presiden mengharapkan adanya peningkatan sinergi pusat dan daerah dalam pelaksanaan anggaran serta dilakukan dengan lebih transparan, akuntable dan orientasi pada hasil lebih baik, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui penyerahan DIPA tahun anggaran 2010, seluruh komponen bangsa berharap rakyat dapat mengetahui secara terbuka bahwa anggaran dan program-program pembangunan tahun 2010 telah siap untuk dilaksanakan. Semua jajaran pemerintah saat ini dituntut untuk segera melaksanakan semua program pemerintah dan tidak menunda pelaksanaan anggaran.
Dalam sambutan terakhirnya Ibu Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali mengucapkan terima kasih kepada Para Kepala Satuan Kerja atas segala upaya dalam bentuk kerja keras, disiplin dan kerjasamanya untuk melaksanakan ketentuan dan prosedur yang ditetapkan sehingga penyelesaian Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2010 dapat selesai tepat pada waktunya, sehingga kita dapat segera memulai langkah pelaksanaan kegiatan yang telah diprogramkan dalam melaksanakan tugas Pemerintah dalam pelayanan publik dan pembangunan, dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi bali siap untuk bekerjasama dengan para Kuasa Pengguna Anggaran dalam menunjang kelancaran pelaksanaan DIPA Tahun Anggaran 2010.
Oleh: Novri Hendri dan I Gusti Bagus Sidikarya (Kontributor Denpasar)











Dalam sambutannya, Gubernur Gorontalo Ir. H. Gusnar Ismail, MM, meminta kepada seluruh Satker untuk segera melakukan realisasi anggaran atas DIPA TA 2010. Hal ini penting, lanjutnya, agar roda perekonomian di wilayah Gorontalo dapat segera berjalan. Harapan ini sesuai dengan komitmen beliau yang fokus untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi angka kemiskinan di daerah yang dipimpinnya.
Kegiatan ini dibuka tepat pukul 08.30 WIB oleh Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah R. Wiwin Istanti, SE.Ak, M.Laws. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa materi sosialisasi ini merupakan bagian dari pembenahan prosedur yang erat kaitannya dengan reformasi birokrasi di bidang keuangan negara terutama dalam siklus keuangan negara yaitu proses perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban. Karenanya, lanjut beliau, seluruh peserta harus mempergunakan kegiatan ini sebaik-baiknya dengan melakukan diskusi dua arah dengan para nara sumber. Tidak hanya itu, peserta juga diminta untuk mengimplementasikan konsep tersebut di unit kerja masing-masing.
Sementara itu, Kepala KPPN Purworejo Agung Yulianta, SE, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa meskipun ketentuan perencanaan kas masih dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan, namun satuan kerja harus sudah mulai mempersiapkan bahan-bahan untuk menyusun perencanaan kas sesuai PMK 192/PMK.05/2009. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah dengan menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan yang termuat dalam POK (Petunjuk Operasional Kegiatan) masing-masing, agar jika petunjuk teknis peraturan tersebut keluar, seluruh satker sudah siap mengimplementasikannya.
Materi Tata Cara Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja Secara Akrual pada Laporan Keuangan disampaikan oleh Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan Kanwil IX Pangkalpinang, Heny Muriyantini (Bussinesse Process), beliau menyampaikan konsep dasar dari akrual dan jenis-jenis informasi akrual, yang terdiri dari informasi pendapatan akrual meliputi pendapatan diterima dimuka dan pendapatan yang masih harus diterima. Informasi belanja akrual meliputi belanja dibayar dimuka dan balanja yang masih harus dibayar. Beliau memberikan kiat-kiat bagaimana menganalisa suatu transaksi dapat dikategorikan kepada salah satu dari empat macam informasi akrual tersebut. Latihan dan contoh simulasi diberikan untuk lebih memantapkan pemahaman peserta sosialisasi. Implementasi Informasi Akrual pada Aplikasi SAI juga diberikan kepada peserta sosialisasi, yang dipandu oleh Kepala Seksi PDA, Esanov Putra didampingi satu orang staf Seksi PDA Zulkifli.
Pada acara ini juga disampaikan materi penyegaran tentang bagaimana membuat dan menyajikan laporan keuangan satuan kerja yang baik dan benar sebagaimana yang telah diatur dalam Perdirjen No. 51/PB/2008 tanggal 20 November 2008 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. Materi ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pelaporan Keuangan. Khairul Amri dan Kepala Seksi BIMTEK dan Penyuluhan SAP, Said Fauzi. Beliau mengharapkan kepada satuan kerja untuk betul-betul memperhatikan tata cara penulisan dan isi laporan yang disampaikan dan sekaligus mengingatkan untuk tidak hanya melakukan "copy paste" dari contoh format laporan keuangan yang tercantum dalam lampiran perdirjen No.51/PB/2008, sebab pada tahun 2009 telah dilakukan evaluasi terhadap laporan keuangan satuan kerja wilayah, masih banyak ditemui hal-hal yang belum sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Acara sosialisasi ditanggapi dengan antusias yang tinggi oleh peserta, hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh peserta. Namun demikian mayoritas peserta yang berasal dari Kepulauan Belitung tidak bisa hadir dikarenakan cuaca yang tidak baik sehingga transportasi yang akan mengantarkan mereka menghadiri sosialisasi (kapal laut) tidak bisa diberangkatkan.
Menindaklanjuti prosesi penyerahan DIPA oleh Presiden tersebut, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jawa Tengah melangsungkan hal serupa. Dalam laporannya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tengah, Bjardianto Pudjiono, menyampaikan bahwa DIPA 2010 yang diserahkan DIPA Kantor Pusat (KP), Kantor Daerah (KD), Tugas Pembantuan (TP) , Dekonsentrasi (DK) dan Urusan Bersama (UB) sebanyak 448 DIPA dengan nilai Rp. 3,2 triliun yang meliputi wilayah pembayaran KPPN Palu , KPPN Poso, KPPN Luwuk dan KPPN Tolitoli.

