- Nasional
- Dilihat: 12417
Menuju Pengelolaan APBN 2010 Yang Lebih Baik
Liputan Sosialiasi Mekanisme Perencanaan, Penyerapan dan Pertanggungjawaban Dana APBN TA 2010 serta Bimtek Aplikasi Satker Wilayah Pembayaran KPPN Sukabumi
Sukabumi - Perbendaharaan.go.id - Tidak seperti biasanya hari Sabtu (06/02) yang merupakan hari libur kerja, KPPN Sukabumi dipenuhi oleh para pegawainya yang sibuk mempersiapkan acara "Sosialiasi Mekanisme Perencanaan, Penyerapan Dan Pertanggungjawaban Dana APBN TA 2010 Serta Bimtek Aplikasi Satuan Kerja (satker) Wilayah Pembayaran KPPN Sukabumi". Sosialisasi dilaksanakan di Hotel Pangrango Selabintana berjarak 7 km dari Gedung KPPN Sukabumi dan dihadiri oleh Bendahara Pengeluaran/Penerimaan/operator, dari 96 satker wilayah pembayaran KPPN Sukabumi. Meskipun pagi itu cuaca kurang bersahabat, peserta sosialisasi sangat antusias memenuhi undangan sosialisasi tersebut.
Tepat pukul 09.00 WIB, rangkaian acara tersebut dibuka oleh Kepala KPPN Sukabumi, B.R. Simatupang. Beliau menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan harus lebih dilakukan secara profesional, cepat, tepat dan akurat. Untuk itu diperlukan sebuah perencanaan kas yang baik, pengeloaan dana dan pertanggungjawaban bendahara serta penyajian informasi pendapatan dan belanja secara akrual pada laporan keuangan yang baik. Hal ini mengacu pada pelaksanaan PMK No. 192/PMK.05/2009, Perdirjen Perbendaharaan No. PER-37/PB/2009, Perdirjen Perbendaharaan No. PER-47/PB/2009, dan Perdirjen Perbendaharaan No. PER-62/PB/2009.
B. R. Simatupang juga memaparkan bahwa ada tiga hal penting di tahun 2010, yakni membuat perkiraan penarikan dan penyetoran dana ke KPPN, melaksanakan pembayaran gaji pegawai secara LS kepada pegawai melalui rekening masing-masing pegawai secara giral paling lambat bulan Juni 2010 dan menyajikan informasi pendapatan dan belanja secara akrual pada laporan keuangan.
Kepala KPPN Sukabumi mengatakan bahwa sosialisasi yang dilakukan satu hari penuh ini sangat membutuhkan energi ekstra dan konsentrasi tinggi. Beliau menyadari bahwa tidak semua materi dapat diserap dengan maksimal. Oleh karenanya, KPPN Sukabumi siap memberikan pelayanan konsultasi kapan saja dan dimana saja, baik melalui email, telepon atau datang langsung ke KPPN tanpa dikenakan biaya sepeser pun. Ini merupakan bentuk komitmen dari seluruh pegawai KPPN Sukabumi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap satuan kerja.
Rangkaian sosialiasi dilanjutkan dengan pemaparan lebih dalam mengenai mekanisme perencanan kas yang disampaikan oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos, Donny Maha Putra. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa perencanaan kas sangat diperlukan untuk mengantisipasi pengeluaran negara, investasi yang maksimal terhadap kelebihan kas, dan mampu mencari pembiayaan yang lebih murah dan efektif apabila terjadi kekurangan kas. Pada akhirnya, hal-hal tersebut dapat mendukung pelaksanaan Treasury Single Account.
Oleh karena itu, setiap satker diharapkan mampu membuat perencanaan kas bulanan yang di breakdown dalam dua belas bulan untuk kemudian disampaikan pada awal tahun anggaran. Dari perencanaan kas bulanan tersebut, satker membuat perencanaan kas mingguan yang diajukan setiap dua bulan, serta perencanaan kas mingguan yang dirinci menjadi perencanaan kas harian. Secara detail, Donny memaparkan satu demi satu tata cara penyusunan rencana penarikan/penyetoran dana, updating dan penyempurnaan rencana hingga mekanisme pengirimannya ke KPPN beserta contoh simulasinya.
Usai coffee break, sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang Mekanisme Pengelolaan Belanja Pegawai dan Tata Cara Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara yang masing-masing disampaikan oleh Kepala Seksi Perbendaharaan II, Muhammad Anar Amir dan Kepala Seksi Perbendaharaan I, Totok Suyanto. Sesi I sosialisasi ditutup oleh Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi, Ibnu Wahjudi, dengan pemaparan tentang Tata Cara Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja Secara Akrual pada Laporan Keuangan.
Sesi II diisi dengan bimbingan teknis satker yang meliputi bimbingan teknis aplikasi RKA-KL dan Peran 2010, AFS 2010, GPP 2010, SPM 2010 dan SAKPA 2010 yang disampaikan oleh Supervisor KPPN Sukabumi, Dicky Muhamad Sidik. Tepat pukul 17.00 WIB, acara sosialisasi ditutup oleh Kepala KPPN dengan harapan pengelolaan dana APBN 2010 akan terlaksana dengan lebih baik, profesional dan akuntabel.
Oleh : Kontributor KPPN Sukabumi









Gubernur Provinsi Banten mengharapkan seluruh satker penerima DIPA harus secepatnya mencairkan dana APBN agar semua program yang telah ditetapkan dalam DIPA segera dilaksanakan. Dengan terserapnya DIPA, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan menimbulkan dampak yang positif bagi masyarakat Banten khususnya dan Indonesia umumnya.
Terkait upaya meningkatkan penyerapan DIPA TA 2010, mulai tahun ini Pemerintah Banten akan melakukan evaluasi setiap tiga bulan dan melakukan koordinasi dengan satuan kerja dan dan Kanwil Provinsi Banten. Gubernur Provinsi Banten juga berharap agar pelaksanaan DIPA 2010 oleh seluruh satker penerima dilakukan secara akuntabel, profesional, transparan, dan proporsional.
DIPA yang diserahkan berjumlah 396 (tiga ratus Sembilan puluh enam) buah, dengan jumlah pagu Rp. 4.899.120.894.000,- (empat triliun delapan ratus sembilan puluh sembilan milyar seratus dua puluh juta delapan ratus sembilan puluh empat ribu rupiah) meliputi :
Melalui penyerahan DIPA tahun anggaran 2010, seluruh komponen bangsa berharap rakyat dapat mengetahui secara terbuka bahwa anggaran dan program-program pembangunan tahun 2010 telah siap untuk dilaksanakan. Semua jajaran pemerintah saat ini dituntut untuk segera melaksanakan semua program pemerintah dan tidak menunda pelaksanaan anggaran.
Dalam sambutannya, Gubernur Gorontalo Ir. H. Gusnar Ismail, MM, meminta kepada seluruh Satker untuk segera melakukan realisasi anggaran atas DIPA TA 2010. Hal ini penting, lanjutnya, agar roda perekonomian di wilayah Gorontalo dapat segera berjalan. Harapan ini sesuai dengan komitmen beliau yang fokus untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mengurangi angka kemiskinan di daerah yang dipimpinnya.
Kegiatan ini dibuka tepat pukul 08.30 WIB oleh Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah R. Wiwin Istanti, SE.Ak, M.Laws. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa materi sosialisasi ini merupakan bagian dari pembenahan prosedur yang erat kaitannya dengan reformasi birokrasi di bidang keuangan negara terutama dalam siklus keuangan negara yaitu proses perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban. Karenanya, lanjut beliau, seluruh peserta harus mempergunakan kegiatan ini sebaik-baiknya dengan melakukan diskusi dua arah dengan para nara sumber. Tidak hanya itu, peserta juga diminta untuk mengimplementasikan konsep tersebut di unit kerja masing-masing.
Sementara itu, Kepala KPPN Purworejo Agung Yulianta, SE, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa meskipun ketentuan perencanaan kas masih dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan, namun satuan kerja harus sudah mulai mempersiapkan bahan-bahan untuk menyusun perencanaan kas sesuai PMK 192/PMK.05/2009. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah dengan menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan yang termuat dalam POK (Petunjuk Operasional Kegiatan) masing-masing, agar jika petunjuk teknis peraturan tersebut keluar, seluruh satker sudah siap mengimplementasikannya.

