- Nasional
- Dilihat: 8793
Haru, Suasana Rapimnas Ditjen Perbendaharaan
Liputan pembukaan Rapimnas Ditjen Perbendaharaan
Jakarta, perbendaharaan.go.id &ndash Sri Mulyani Indrawati adalah wanita luar biasa. Lima tahun kepemimpinannya telah berhasil menumbuhkan kecintaan mendalam di hati para pegawai di lingkungan kementerian yang dipimpinnya. Haru, sedih. Itulah yang tergambar pada acara perpisahan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perbendaharaan di Jakarta (Senin, 17 Mei 2010) kemarin. Kegiatan yang bertempat di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta, dilangsungkan dengan suguhan teatrikal karya orisinal tim kreatif Ditjen Perbendaharaan.
&ldquoSeorang ibu, mempunyai perasaan yang kontradiktif. Bangga dan bahagia. Sekaligus sedih,&rdquo ungkap Sri Mulyani Indrawati dalam sambutannya. &ldquoSaya terharu, saya merasa istimewa, ditempatkan secara istimewa di hati Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian,&rdquo lanjutnya dengan suara tertahan mengomentari suguhan istimewa tersebut. Air mata tampak mengalir di ujung matanya.
Dengan iringan musik instrumentalia dan alunan puisi, seorang pemuda, pegawai Ditjen Perbendaharaan mengisahkan perjalanan hidupnya. Sebelum menjadi seorang yang berpendirian teguh, berpegang pada hati nurani dan berjuang untuk harga dirinya seperti sekarang ini, dia adalah seorang pemuda dengan masa lalu yang kelam. Dia adalah seorang yang tamak. Menginjak-injak mitra kerja dan memburu harta dengan cara haram adalah pekerjaannya sehari-hari. Suatu saat dia kehilangan kendali dirinya. Dia merasa hatinya kosong dan hitam. Layaknya pencarian yang sia-sia, semakin dia mencari, maka semakin jauh dia dengan hati nuraninya.  Hingga datanglah seorang bunda yang membawa cahaya. Dia merasakan kehangatan pelukan bunda yang menguatkan tekadnya, dan membangunkan diri dari keterpurukannya. Seorang bunda datang menyapa dan memberikan sentuhan lebut. Lisannya membisikkan kebenaran ke telinga sang pemuda.
Tetapi sayang, di kala sang pemuda hampir saja mampu bangkit dari keterpurukannya. Mulai menemui jati dirinya kembali, sang bunda harus pergi meninggalkanya. Dia tidak rela bundanya pergi. Dia takut ditinggalkan bundanya yang telah memberikan contoh perilaku terpuji. Mengajarkan ketegaran dalam setiap cobaan dan hujatan.
Sang pemuda segera sadar. Bahwa bundanya pergi untuk tugas yang tak kalah mulia. Maka perlahan kesadarannya bangkit. Di dalam jiwanya dia ukir janji setia karena cintanya kepada bundanya.
Bunda...
Hentikan memanggil kami anakmu&hellip
Bila aku berhenti menjalankan reformasi
Bunda...
Hentikan memanggil kami anakmu
Bila aku menanggalkan harga diri demi sesuap nasi yang tak lama segera basi
Penggalan cerita yang disuguhkan dalam menyambut kedatangan Ibu Menteri Keuangan di acara Pembukaan Rapimnas Ditjen Perbendaharaan, begitu menyentuh hati beliau hingga ketika pada akhir sajian teater, beliau terlihat terisak menerima bunga dari Sarimin, pelaksana Direktorat Pengelolaan Kas Negara (PKN) yang menjadi aktor utama dalam mini teatrikal bertajuk &rdquoBunga untuk Bunda&rdquo.
Menanggapi acara tersebut, beliau mengatakan, &ldquoSaya yakin, reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan akan terus berjalan,&rdquo kata Sri Mulyani. &rdquoKementerian Keuangan dipegang oleh orang-orang yang baik seperti Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian,&rdquo lanjutnya disambut tepuk tangan para peserta rapimnas.
Dalam pengarahan di acara rapimnas yang menjadi acara perpisahan tersebut, Sri Mulyani menyampaikan pesan-pesan terakhirnya kepada jajaran Direktorat Jenderal Perbendaraan. &ldquoPaling sulit dan paling awal adalah memimpin diri sendiri,&rdquo kata beliau mengawali pesannya. &ldquoMaka, dengarkan kebenaran walaupun kadang terdengar pelan, tertekan oleh hiruk pikuk dunia luar,&rdquo lanjutnya. &ldquoDengarkan hati nurani!,&rdquo tambahnya.
Mengenai reformasi yang berjalan di lingkungan Ditjen Perbendaharaan, Menteri Keuangan memberikan apresiasinya. &rdquoDitjen Perbendaharaan mengalami evolusi, menemukan jati dirinya,&rdquo kata Sri Mulyani. &ldquoCerita yang baik ini adalah dari Anda, jaga agar tetap baik,&rdquo pesannya lagi.
Menteri Keuangan berharap, dirinya tidak menyesali kepergiannya meninggalkan Kementerian Keuangan. Kementerian Keuangan akan tetap baik meski dia tinggalkannya. &rdquoSaya tidak ingin ada orang yang mengungkapkan bahwa kamu pasti menyesali kamu pergi meninggalkan Kementerian Keuangan. Sebab sepeninggalmu, Kementerian Keuangan menjadi tidak baik,&rdquo pesannya penuh kesungguhan kepada para peserta.
&ldquoDitjen Perbendaharaan adalah motor reformasi di bidang Treasury. Jadi jangan hanya layout-nya saja yang berubah, tetapi juga isinya. Orang-orang di dalamnya,&rdquo pesan beliau selanjutnya mengomentari perubahan yang dilakukan di kantor-kantor wilyah yang beliau resmikan beberapa waktu yang lalu. &ldquoTolong dijaga kontinyuitas prosesnya,&rdquo tambahnya.
&ldquoPekerjaan Anda adalah pondasi negeri ini, tolong jaga terus untuk eksistensi republik ini,&rdquo tutupnya.
Acara pembukaan rapim diakhiri dengan pemberian cindera mata kepada Menteri Keuangan dari keluarga besar Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Sebuah lukisan karikatur yang menggambarkan usaha Sri Mulyani bersama pimpinan Ditjen Perbendaharaan membersihkan organisasi dari sampah-sampah korupsi, kolusi dan nepotisme. Sementara secara pribadi, Herry Purnomo, Direktur Jenderal Perbendaharaan, menghadiahkan sebuah lukisan diri Sri Mulyani. &ldquoSaya teringat di awal kepemimpinan ibu, ibu sempat menggoreskan sebuah lukisan. Maka pada hari ini saya menghadiahi ibu sebuah lukisan. Jadi, dimulai dengan lukisan diakhiri dengan lukisan,&rdquo kata Herry Purnomo.
Selamat jalan bunda. Kami akan selalu ingat perjalanan kita bersama. Menuruni lembah, mendaki ngarai di tengah dinginnya malam yang menusuk.
Engkau datang ketika kami terpuruk, tersungkur dan tenggelam dalam hilangnya diri.
Engkau mengangkat kami dengan hangatnya sejuta harapan dan sebuncah impian, namun kerja belum selesai.
Izinkan kami berterima kasih dalam bentuk yang paling sederhana,
Ada bongkah doa yang kami selipkan pada setangkai bunga,
Bahwa Tuhan akan membalas apa yang telah Engkau perbuat bagi bangsa.
(Oleh: Bambang Kismanto, Tino A.P., Sugeng Wistriono dan Novri H.S.T &ndash Media Center Perbendaharaan)









Ketika diwawancara oleh perbendaharaan.go.id untuk menanggapi formasi baru di jajaran pejabat eselon II-nya, Direktur Jenderal Perbendaharaan, Herry Purnomo  mengharapkan kualitas pekerjaan yang akan dihasilkan oleh mereka setelah pelantikan ini akan menjadi lebih baik. Di Kantor Pusat, menurut beliau, hal ini dapat dicapai melalui percepatan-percepatan dan terobosan konsepsi  dalam rangka perubahan sistem sehingga proses reformasi di Kantor Pusat dapat bergulir lebih dinamis.
Pencapaian keberhasilan beliau dalam menjadi yang terbaik di Asia, menurut Emerging Markets ada tiga alasan yang melatarbelakanginya. Pertama, pencapaian beliau dalam mendorong kinerja ekonomi Indonesia hingga mencapai di atas 6% tahun ini meskipun terdapat tekanan inflasi. Kedua, keberhasilannya dalam melakukan reorganisasi di lingkungan Kementerian Keuangan dan meletakkan dasar bagi reformasi birokrasi yang terfokus dan terkendali. Ketiga, sebagai figur utama dalam merealisasikan reputasi Indonesia sebagai outstanding borrower of the year untuk kawasan Asia.
Peresmian Kanwil Ditjen Perbendaharaan dengan layanan unggulan dilakukan secara serentak di 20 Ibu Kota Propinsi, tiga di antaranya disiarkan secara langsung di Medan, Makassar dan Denpasar. &rdquoHari ini secara serentak dilakukan peresmian Layanan unggulan Kanwil pada 20 Kanwil Ditjen Perbendaharaan, 3 diantaranya yaitu Kanwil Medan, Denpasar dan Makassar dilakukan secara live dengan acara peresmian yang saat ini berlangsung di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jakarta,&rdquo jelas orang nomor satu di Direktorat Jenderall Perbendaharaan ini.
Sementara itu, dari Denpasar, Novri HS Tanjung, Reporter Media Center melaporkan bahwa puncak acara Grand Launching layanan unggulan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali berjalan dengan meriah. Perhelatan inii ditandai dengan pengguntingan pita oleh Asisten III Administrasi Umum, Kantor Gubernur Bali, I Gusti Made Sujana, pada pukul 12.15 WITA.
Menurut laporan Reporter Media Center, Tino A. Prabowo yang meliput pelaksanaan Peresmian Layanan Unggulan pada Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulawesi Selatan, acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang. &ldquoSaya menyambut baik upaya Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Propinsi Sulawesi Selatan yang terus menerus melakukan perbaikan dalam melayani seluruh mitra kerja selaku pemangku kepentingan khususnya dibidang perbendaharaan,&rdquo kata Agus Arifin Nu&rsquomang dalam sambutannya di Makassar tadi pagi.
Sementara dari Medan, Sumatera Utara, Reporter Media Center, Firman I. Santoso, dilaporkan bahwa Layanan Unggulan Kanwil II Ditjen Perbendaharaan Propinsi Sumatera Utara diluncurkan bersamaan pagi ini. Acara dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil, Achmad Fadillah. Setelah menyimak sambutan Menteri Keuangan di Jakarta secara live melalui layar lebar, Achmad Fadillah, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Medan menyampaikan sambutannya.
Pada lokakarya kali ini pembahasan difokuskan pada akrualisasi pendapatan perpajakan karena merupakan komponen penyumbang pendapatan terbesar (kurang lebih 70%) untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang telah dialokasikan dalam APBN. Mekanisme pengelolaan, pencatatan dan akrualisasi pendapatan pajak akan sangat berpengaruh terhadap kualitas LK berbasis akrual nantinya. Untuk itu pemerintah Indonesia mempelajari pengalaman dari Negara yang telah terlebih dahulu menerapkan akrualisasi pendapatan perpajakannya seperti Australia. Namun demikian kebaikan dan kelemahan dalam penerapan Akuntansi Berbasis Akrual khususnya untuk pendapatan perpajakan harus benar-benar dikaji dan disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.
Herry Purnomo menambahkan, &ldquoJangka waktu 5 tahun untuk penerapan Akuntansi Berbasis Akrual bukanlah waktu yang lama. Perlu segera identifikasi detil rencana langkah-langkah implementasi Akuntansi berbasis Akrual di Indonesia. Oleh karena itu Kementerian Keuangan telah menyusun tahap-tahap tersebut.&rdquo
Materi yang  disajikan dan didiskusikan dalam Lokakarya ini merupakan suatu bentuk studi banding kondisi di masing-masing Negara, yaitu Australia dan Indonesia. Materi tersebut meliputi Financial Framework, Financial Reporting Framework, Struktur Pelaporan Keuangan, dan Penyusunan Kebijakan Akuntansi Akrual.
Dalam sambutannya, GPF Finance Team Leader dari Australia menyampaikan bahwa desain kerangka kerja dan pembuatan kebijakan, sangatlah penting untuk mendukung implementasi dari akuntansi berbasis akrual. Selanjutnya, implementasi dari akuntansi berbasis akrual itu sendiri berdampak pada manajemen keuangan pemerintah, dalam hal kepastian manajemen pemerintah yang baik dan untuk membantu perhitungan APBN.
Untuk mendapatkan hasil yang obyektif, penilaian Citra Pelayanan Publik dilakukan dengan melibatkan beberapa unsur terkait yaitu Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (KemenPAN), media masa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan mengedepankan penilaian pada faktor-faktor inovasi layanan yang dilakukan. Tim Penilai terdiri dari 4 orang dipimpin oleh pejabat dari TVRI Pusat, Karya Sembiring Kemenpan dan RB, Syafri dan Gunawan dan unsur LSM, Erwin Syarif. Melalui pengamatan yang dilakukan pada saat penilaiain, secara umum tim penilai memberikan apresiasi yang cukup tinggi atas inovasi pelayanan yang dilakukan KPPN Percontohan Gorontalo.
Sebagai rangkaian kegiatan perjalanan ke Gorontalo, Sekretaris Ditjen Perbendaharaan mewakili Direktur Jenderal Perbendaharaan beserta rombongan Kantor Pusat melanjutkan perjalanan ke KPPN Kotamubago di Sulawesi Utara dengan menempuh 6 jam perjalanan darat dari kota Gorontalo. Perjalanan yang cukup melelahkan ini akhirnya dapat terobati melihat antusiasme dan semangat para pegawai KPPN Kotamubago dalam melakukan perubahan sesuai semangat reformasi birokrasi.
Di hadapan tiga ratusan mahasiswa dari tingkat satu hingga tingkat tiga tersebut, Herry Purnomo menjelaskan bahwa selama ini ada kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki dengan kompetensi yang dibutuhkan. Baik hard competency maupun soft competency. &ldquoHard competency, ok, lulusan STAN menjadi motor di kantor-kantor. Tetapi yang lebih utama adalah soft competency,&rdquo kata beliau mengawali kuliah umumnya.
Kompetensi mutlak diperlukan oleh semua individu. Kesenjangan kompetensi, memberikan banyak dampak negatif. Para pencari kerja kesulitan mendapatkannya karena kalah bersaing, jika sudah berada di dalam organisasi, akan kesulitan bekerja profesional, dan secara individu kesenjangan kompetensi menjadi penghalang tumbuhnya kinerja yang tinggi. Oleh karena itu, STAN, sebagai lembaga pendidikan berkewajiban menutup kesenjangan ini. Sementara yang bisa dilakukan oleh organisasi, dengan menyelenggarakan berbagai diklat bagi para pegawai. Sedangkan individu-individu harus mau melakukan continuous improvement untuk menutup gap tersebut.
Berdasarkan kriteria tersebut, penerima penghargaan UAPPAW pengelola Sistem Akuntansi Intansi dan Satker pengelola keuangan Negara terbaik T.A 2009 diberikan kepada:
Dalam sambutannya dihadapan para stakeholder, Herry Purnomo mengapresiasi bentuk penghargaan yang diberikan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Jakarta kepada para satker. Beliau mengharapkan penghargaan tersebut dapat mendorong pengelolaan keuangan negara yang lebih baik. 

