Liputan Buka Bersama Kantor Ditjen Perbendaharaan
Jakarta, perbendaharaan.go.id &ndash Ramadhan bulan yang penuh berkah. Mengajak berbuat baik dan berprestasi sangat mudah di bulan ini. Moment ini digunakan Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagai sarana memotivasi pegawai untuk meraih prestasi. Melalui acara buka bersama yang digelar di kantor pusat Ditjen Perbendaharaan, Selasa, 31 Agustus 2010, Dirjen Perbendaharaan meminta kepada seluruh pegawai untuk menjaga dan mengawal reformasi birokrasi yang berjalan.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Perbendaharaan, Herry Purnomo, meminta kepada para pegawai agar menjadikan puasa berbekas bagi organisasi maupun diri sendiri.
&ldquoBuka bersama ini adalah satu kegiatan dalam rangka mengisi ramadhan,&rdquo kata Herry Purnomo di hadapan pegawai yang hadir. &ldquoJangan hanya sekedar kewajiban. Tapi jadikan puasa ini sebagai kebutuhan. Kalau puasa itu menjadi kebutuhan,akan tercermin dalam pelaksanaan tugas di posisi masing dalam mengabdi kepada bangsa melalui DJPBN,&rdquo lanjut beliau. &ldquoMengabdi kepada umat melalui DJPBN,&rdquo lanjut orang nomor satu di DJPBN ini.
Herry Purnomo mengharapkan kepada seluruh pegawai agar puasa kali ini memberikan bekas baik bagi organisasi maupun bagi diri sendiri. &ldquoSaya berharap puasa kita berbekas baik pada organisasi maupun kepada diri sendiri.  Sebagaimana firman Allah Al Baqoroh ayat 183 bahwa kita diwajibkan berpuasa untuk menjadi orang yang bertakwa,&rdquo kata Direktur Jenderal Perbendaharaan menutup sambutannya, sambil membaca ayat yang dimaksud.
Selain dihadiri oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan, acara buka bersama ini dihadiri para direktur, pejabat eselon 3, eselon 4 dan para pelaksana kantor pusat DJPBN. Sementara hadir sebagai penceramah adalah Ustadz H. Faisal Muhammad Ali Nurdin, Lc, MA, dosen Universitas Tazkiyah Bogor.
Di dalam ceramahnya, Ustadz Faisal mengajak para hadiri untuk meraih sukses dengan memahami kunci-kunci kesuksesan menurut Al Qur&rsquoan.
&ldquoAda empat kunci sukses menurut Al Qur&rsquoan,&rdquo kata Faisal Muhammad Ali Nurdin. &ldquoKunci sukses yang pertama dan paling utama adalah keimanan. Yaitu keimanan yang utuh. Apa yang ada di hati, apa yang diucapkan dan apa yang dilakukan itu sinkron,&rdquo lanjut ustadz yang memperoleh gelar licence (Lc) dari LIPIA Jakarta ini. &ldquoIman yang benar itu, ada di mana-mana. Di kantor beriman, di pasar, atau di mana saja tetap beriman. Bagaimana jadinya seorang pedagang jika tidak didasari iman. Bagaimana jika seorang pemimpin tidak didasari iman,&rdquo lanjutnya.
&ldquoKunci sabar yang kedua adalah sabar,&rdquo kata ustadz yang menyelesaikan masternya di Universitas Al Azhar Mesir ini. &ldquoDalam bulan Ramadhan ini Allah melatih kita untuk bersabar. Selama satu bulan penuh kita belajar bersabar ini,&rdquo jelasnya.
&ldquoKunci yang ketiga adalah mengutamakan otak, bukan otot. Pakai kepala dinginlah dalam menyelesaikan masalah,&rdquo lanjutnya lagi. &ldquoSubhanallah, di bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi ini, orang lebih gampang menggunakan kepala dingin dalam menghadapi setiap persoalan,&rdquo sambungnya sambil menukil sebuah hadist dari Rasulullah tentang perintah untuk bersabar dan mengatakan saya sedang berpuasa, jika di ada orang yang menantang untuk berkelai.
&ldquoKunci sukses yang terakhir adalah bersinergi, bersatu padu,&rdquo kata dosen Universitas Tazkiyah Bogor ini. &ldquoSubhanallah, di bulan Ramadhan ini bersatu padu ini menjadi fenomena yang terjadi di mana-mana. Lihat saja, di masjid-masjid, mushola-mushola kecil, selalu tersedia makanan berbuka puasa, cerminan dari bersatu padunya masyarakat. Bukti bahwa masyarakat bersinergi di bulan Ramadhan ini,&rdquo urainya lagi.
Keempat kunci sukses tersebut terdapat di dalam Al Qur&rsquoan surat Ali Imron ayat 200.
&ldquoWahai orang-orang yang beriman, bersabarlah, berkepala dinginlah, dan bersinergilah serta bertakwalah kepada Allah agar kamu semua menjadi orang-orang yang menang,&rdquo Al Qur&rsquoan, surat Ali Imron ayat 200.
Oleh : Bambang Kismanto &ndash Media Center Perbendaharaan











mensosialisasikan PP 53 (pengganti PP 30) mengenai Disiplin PNS kepada seluruh pegawai dan mensosialisasikan pembinaan KPPN kepada seluruh KPPN dilingkup wilayah kerjanya.
&rdquoKegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan media informasi menggunakan internet,&rdquo kata Muslih, Kasubbag Pengelolaan Basis Data dan Sarana Pengembangan, Bagian Pengembangan Pegawai, Sekretariat Ditjen Perbendaharaan saat melaporkan kegiatan lomba website, Senin, 23/8 lalu di Jakarta. &rdquoDi samping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menstandarisasikan website Kanwil dan KPPN,&rdquo lanjutnya lagi.
Kanwil &ndash red) di daerah bisa lebih meningkat lagi kualitas pengelolaan maupun kuantitas beritanya,&rdquo kata Sahat M.T. Panggabean, Kepala Bagian Pengembangan Pegawai saat memberikan sambutan dalam pembukaan bimtek. &rdquoJangan sampai meng-update beritanya itu satu tahun sekali,&rdquo lanjutnya.  
Dalam ulasannya terhadap website KPPN Blitar yang memenangkan kompetisi ini, Romi mengatakan bahwa website KPPN Blitar memiliki desain yang interaktif. &ldquoDari segi konten, website KPPN Blitar kaya akan berita, dinamis dan penempatannya disajikan dengan prioritas yang sangat baik,&rdquo kata Romi Satria Wahono. &ldquoKonten yang ditawarkan pada halaman pertama sangat kaya namun tidak menghilangkan aspek user friendly pada navigasi,&rdquo sambungnya.
Pemilihan &lsquoguru&rsquo dari Korea Selatan ini disebabkan adanya kemiripan antara sistem yang diterapkan di Indonesia dengan sistem di negeri ginseng tersebut. Sebagaimana diketahui, Kementerian Keuangan tengah mengembangkan sistem pengelolaan keuangan terpadu yang disebut dengan SPAN.
Acara workshop tersebut diikuti oleh Sekjen Kementerian Keuangan, Dirjen Anggaran, Staf Ahli Kemenkeu Bidang Penerimaan Negara, Staf Khusus Menkeu Bidang TI, Pejabat eselon II dan III DJPBN, Ketua PSSU-GFMRAP, Konsultan GFMRAP, Task Team Word Bank serta Tim SPAN Consultant. Hadir sebagai nara sumber acara workshop adalah delegasi dari Kementerian Strategi dan Keuangan Republik Korea yang dipimpin oleh Kwangho Kwon.
Sebuah organisasi pasti menginginkan ciri khusus yang dapat membedakan dengan organisasi lain. Begitu juga dengan DJPBN yang menginginkan seluruh pegawainya, termasuk pimpinannya, memiliki ciri khas sekaligus karakteristik yang berbeda dengan organisasi lainnya. &rdquoBudaya organisasi adalah ciri khas sekaligus karakteristik yang dijiwai dan ditampilkan oleh seluruh anggota organisasi, termasuk pimpinannya,&rdquo lanjut K. A. Badaruddin saat memberikan pengarahan kepada para peserta tadi pagi. &rdquoIdentitas organisasi yang bernilai keunggulan,&rdquo tambahnya lagi.
Workshop tersebut rencananya akan dilaksanakan dari tanggal 9-11 Agustus 2010 di Hotel Mirah, Bogor. Para peserta yang akan dipandu oleh Bayu Setiadji dari GML Performance Consultant, akan membahas dan memberikan masukan mengenai nilai budaya, definisi dan indikator perilaku yang sudah dihasilkan tim penyusun berdasarkan rangkaian kegiatan pembentukan budaya organisasi selama ini. Agenda lainnya adalah menentukan rencana strategi internalisasi budaya organisasi di tubuh DJPBN.
Selain itu, KPPN Mobile dapat memberikan pembinaan kepada stakeholders yang memerlukan bimbingan dalam rangka pelaksanaan anggaran.
Bila seluruh komponen telah cukup dianggap laik, maka KPPN Mobile akan dibentuk pada KPPN yang dianggap memerlukan layanan tersebut. Kriteria yang menjadi pertimbangan pembentukan layanan KPPN Mobile memperhatikan letak dan kondisi geografis wilayah kerja, fasilitas moda transportasi umum, jumlah stakeholders yang dilayani, volume pengajuan SPM setiap hari, serta efisiensi dan efektivitas.
&ldquoI hope this meeting will bring a mutual benefit to all ASEAN member countries, so gaps in governmental accounting Standards will start to narrow, and consequently, financial reports of all ASEAN member countries become more transparent and accountable to their people,&rdquo ungkap Herry Purnomo dalam opening speech-nya.
Momentum kali ini bertujuan membentuk suatu forum antara Negara-negara anggota ASEAN untuk mendiskusikan kepentingan bersama dari setiap negara dalam hal standar akuntansi pemerintahan. Selain itu, melalui forum ini Negara anggota ASEAN dapat bertukar pengalaman, saling bekerja sama dalam pengembangan dan penerapan standar akuntansi pemerintahan. Negara anggota ASEAN juga akan berusaha untuk terwakili dan mempunyai bargaining power yang Kuat dalam organisasi atau badan pemerintahan/sektor publik internasional untuk mengakomodasi kepentingan negara-negara anggota ASEAN.
Pembicara dalam pertemuan ini adalah Chairman of Australian Accounting Standard Board, Kevin Stevensson Head of Finance and Budget of ASEAN Secretariat General, Remedios J. Pascual International Public Sector Accounting Standard Board Chair, Andreas Bergmann anggota Komite Kerja KSAP, Hekinus Manao Sekretaris Komite Kerja KSAP, Sonny Loho dan perwakilan dari semua negara ASEAN yang akan mempresentasikan pengalaman dan kondisi akuntansi pemerintahannya di negaranya masing-masing. 

